
Weekend ini anak-anak merengek ingin menginap di Bandung. Bagas yang tidak bisa menolak keinginan anak-anaknya akhirnya setuju.
Sabtu pagi selepas subuh mereka pun berangkat ke Bandung.Ini adalah perjalanan pertama Abimanyu ke Bandung.Sepanjang perjalanan Abimanyu tertidur dalam gendongan mbak Mia di kursi belakang.Berbeda dengan Luna yang terus mengoceh dan sesekali merengek karena Nakula dan Sadewa menjahilinya.
"Daddy..kakak nakal " Luna mengadu kepada Bagas ketika kedua kakaknya terus menggodanya.
"Kakaknya kasih cium saja " ucap Felisha sambil tersenyum.
"Kamu itu gimana sih Yang..kalau dikasih cium ya mereka tambah senang " ucap Bagas kepada Felisha dengan suara pelan.
Namun Bagas tidak berkomentar lagi ketika kedua putranya berhenti menggoda adiknya setelah Luna menuruti ucapan Felisha mencium pipi si kembar bergantian.
"Kamu benar Yang " puji Bagas setelah melihat Luna dan sikembar kembali damai.
"Ya dong..aku kan ibunya..aku yang paling mengerti mereka " jawab Felisha bangga.
"Ya..ya.." jawab Bagas.
Setelah menempuh perjalanan selama tiga jam lebih, mereka pun sampai.Begitu turun dari mobil Felisha dibuat melongo karena nyaris tidak mengenali rumahnya sendiri.Rumah mungil itu kini telah berubah menjadi dua lantai dan terlihat lebih cantik.
"Sayang..kapan kamu merenovasi rumah ini ?" tanya Felisha.
"Sebelum kamu melahirkan.Mas sengaja bikin satu kamar yang lebih besar untuk kita diatas soalnya dibawah cuma ada dua kamar..
sedangkan anak kita banyak " jawab Bagas.
Begitu turun dari mobil para tetangga menyapa mereka.
"Neng Feli sudah lama baru kesini lagi..aduh ini neng Luna meni tambah geulis " tetangga sebelah rumah mencubit pipi Luna gemas.
Meskipun pipinya mendapat cubitan namun Luna mengulurkan tangannya untuk Salim, diikuti oleh Nakula dan Sadewa.
"Baru bisa kesini kalau anak-anak libur itupun kalau suami tidak sedang sibuk " jawab Felisha.
"Sering-sering kesini biar rame..sayang rumahnya sudah bagus begini kalau sering kosong "
"Iya Bu " jawab Felisha.
Felisha pamit masuk kedalam ketika terdengar suara Abimanyu yang menangis.Felisha membawa Abimanyu ke kamar atas.Disana Bagas sedang membuka pintu dan jendela yang mengarah ke balkon agar udara segar bisa masuk.
Felisha membaringkan Abimanyu di kasur besarnya untuk ia beri ASI.
"Mommy..aku mau tidur disini " Luna yang baru datang langsung naik ke kasur dan berbaring di sebelah Abimanyu.
"Tidak boleh..sebelum kakak cium Daddy dulu " ujar Bagas sambil menunjuk pipinya.
"Oke...mmuach.. mmuach.." Luna mencium kedua pipi Bagas.
"Mommy tidak dicium juga ?" tanya Felisha
"Oke.. mmuach.. mmuach " kini giliran kedua pipi Felisha yang mendapat ciuman dari Luna.
"Mommy aku mau main sepeda ya di depan " Luna turun dari kasur dan berlari keluar dari kamar.
__ADS_1
"Hati-hati kak " pesan Bagas.
"Iya dad " jawab Luna.
"Dedek Abi mau ikut naik sepeda juga sama kakak Luna ?" kini perhatian Bagas tertuju pada bayi tampannya yang sedang anteng menyusu.
"Mau dad..tapi nanti kalau sudah besar " Felisha yang menjawab mewakili Abimanyu.
Bagas tersenyum sambil merebahkan dirinya disamping Felisha,dipeluknya wanita yang sedang menyusui bayinya itu dari belakang.
"Kalau sudah disini mas suka malas pulang " keluh Bagas sambil mencium bahu Felisha dari belakang.Abimanyu yang sedang menyusu hanya bisa menatap pada Daddy nya yang diam-diam mengganggu Mommy nya.
"Mass..diam dong.Aku sedang menyusui Abi " Felisha mengomel ketika tangan Bagas mulai nakal meraba sebelah dada Felisha.
Seolah mengerti tangan mungil Abimanyu buru-buru menangkup dada Felisha takut Daddy nya akan mengambilnya.
"Daddy nakal ya Abi " gumam Felisha sambil tertawa.
"Abi pelit nih tidak mau membagi sama Daddy " Bagas pura-pura merajuk.
"Sudah tua juga masih mau ngambil jatah anak " omel Felisha.
Bagas hanya tertawa sambil kembali mengeratkan pelukannya.
"Abi..cepat bobo dong " gumam Bagas penuh harap.
"Abi itu baru bangun Sayang " Felisha mengingatkan sambil mengelus tangan Bagas yang melingkar di perutnya.
"Oh iya mas lupa " jawab Bagas sambil terkekeh.
Luna tampak puas setelah keinginannya untuk naik kuda telah terpenuhi.
Sedangkan Nakula dan Sadewa lebih tertarik untuk membeli kaos khas Bandung.Bahkan mereka membeli lebih banyak untuk dibagikan kepada teman-teman nya.
Menjelang malam mereka pun pulang.Setelah membersihkan diri anak-anak pun langsung tidur pulas.Luna langsung terkapar diatas kasur bersama Abimanyu.
Bagas menggelar kasur tambahan di lantai. Sebetulnya kasur mereka yang besar cukup untuk ditiduri berempat.
Namun Bagas dan Felisha tidak ingin mengganggu kedua buah hatinya karena malam ini sudah bisa dipastikan akan ada aktivitas tambahan selain tidur.
Bagas langsung menarik Felisha setelah kasur yang akan menjadi arena pertempuran mereka siap.
Dibawah selimut akhirnya Felisha hanya bisa pasrah berada dibawah kuasa suaminya.
"Sssttt..jangan berisik nanti anak-anak bangun " Bagas membekap mulut Felisha yang tidak berhenti mengerang.
Bagas tidak menyadari jika dirinya pun tidak jauh berbeda dengan Felisha.Bahkan suaranya lebih kencang terus menyebut nama Felisha sebelum akhirnya ia ambruk diatas tubuh Felisha.
"Bilang jangan berisik..justru mas Bagas yang paling berisik " umpat Felisha.
Bagas hanya tersenyum sambil menciumi wajah Felisha. Keduanya tertawa menyadari tingkah konyol mereka yang harus sembunyi-sembunyi jika ingin bercinta dari dua krucil yang sekarang sedang menguasai ranjang mereka.
Setelah puas menciumi wajah dan bibir Felisha, Bagas pun turun dari atas tubuh Felisha. Bagas merengkuh tubuh Felisha dan memeluknya erat.Felisha pun tertidur dalam hangatnya dekapan suaminya.Bagas baru tertidur setelah Felisha lebih dulu tidur.
__ADS_1
Keesokannya pagi-pagi Bagas membawa anak dan istrinya jalan-jalan keliling komplek. Abimanyu yang berbalut sweater terlihat nyaman dalam dekapan hangat Daddy nya.Sedangkan Luna memilih mengendarai sepedanya dengan ditemani oleh Nakula dan Sadewa.
"Udaranya masih segar ya dad " ujar Nakula yang berjalan tepat disebelah Bagas.
"Iya kak " jawab Bagas.
"Dad..boleh tidak nanti SMA aku ingin sekolah disini " pinta Nakula.
"Sekolah disini ?" Bagas langsung kaget mendengar permintaan salah satu putranya.
"Iya dad..aku betah disini " jawab Sadewa.
"Nanti kita pikirkan dulu " ujar Bagas sambil saling tatap dengan Felisha.
"Sayang..jangan dikasih ijin mereka sekolah disini " bisik Felisha.
"Kenapa ?" tanya Bagas
"Aku tidak mau jauh dari mereka " jawab Felisha sendu.
"Iya " jawab Bagas sambil memeluk bahu Felisha.Jangankan Felisha dirinya pun merasa berat jika harus jauh dari kedua putranya itu.
Setelah mendengar keinginan putranya yang ingin sekolah di Bandung, Felisha terlihat menjadi murung.Nakula dan Sadewa yang melihat adanya perubahan pada diri Mommy nya akhirnya bertanya pada Bagas.
"Dad..kenapa seharian ini kami lihat wajah Mommy terlihat murung ?" tanya si kembar.
"Mommy sedang sedih " jawab Bagas
"Sedih kenapa ?"
"Mommy tidak ingin kalian sekolah disini.
Mommy tidak ingin jauh dari kalian " jawab Bagas.
"Ya ampuun dad..ucapan aku tadi itu tidak sungguh-sungguh.Aku mengatakan itu karena nyaman dengan udara disini.Tapi kalau mommy tidak mengijinkan aku juga tidak apa-apa.." Nakula merasa bersalah karena telah membuat mommy nya bersedih.
"Sebaiknya kamu bilang sana sama mommy kalian " ujar Bagas.
Nakula beranjak mendekati Felisha yang sedang memotong buah-buahan di dapur.
"Ada apa kak ?" Felisha kaget ketika Nakula datang dan langsung memeluknya.
"Maafin aku ya mom..karena ucapan aku tadi pagi sudah bikin mommy sedih "
"Kakak jangan ingin jauh dari Mommy ya " Felisha mengusap kepala Nakula penuh sayang.
"Iya mom..aku juga tidak ingin jauh dari Mommy,Daddy dan adik-adik " jawab Nakula.
Bagas dan Sadewa yang berada di ruang keluarga tersenyum melihat Nakula dan Felisha yang berpelukan di dapur.
"Nanti kalau kalian menikah Daddy tidak bisa bayangkan sedihnya mommy kalian saat harus jauh dari kalian " ujar Bagas sambil tertawa.
"Mommy akan aku bawa " jawab Sadewa.
__ADS_1
" Enak saja main bawa istri Daddy " ujar Bagas sambil mengacak rambut Sadewa.