Om Buah Hatiku

Om Buah Hatiku
Om dan Tante Siaga


__ADS_3

Pagi ini Kenzo sudah siap akan pergi ke kantor. Setelah sarapan ia berpamitan kepada Luna yang masih berada dikamar.


"Sayang kakak pergi dulu ya " Kenzo mencium bibir Luna lembut.


Diluar dugaan Aluna malah memeluk perut Kenzo erat. " kakak jangan pergi aku tidak mau ditinggal "


"Nanti siang kakak pulang makan siang disini..kamu mau dibelikan apa ?" Kenzo membujuk Luna untuk melepaskan belitan tangannya diperutnya.


"Aku tidak mau apa-apa..aku mau kakak disini saja jangan pergi " pinta Luna dengan mata yang mulai merah menahan tangis.


Melihat Luna yang hampir menangis akhirnya Kenzo menyimpan tas kerjanya dan melonggarkan dasinya.


"Baiklah kakak tidak akan pergi, tapi kamu jangan menangis " Kenzo memeluk Luna dan mengelus puncak kepalanya dengan lembut. Luna mengangguk.


"Ganti lagi bajunya " Luna memberikan celana pendek dan kaos polos kepada Kenzo.


"Baiklah Sayang " Kenzo pun mengganti setelan jas nya dengan pakaian rumahan.


Setelah Kenzo mengganti bajunya Luna pun langsung tersenyum senang.


Setelah mengganti bajunya Kenzo menghubungi asistennya untuk mengirimkan pekerjaannya ke emailnya karena ia akan mengerjakan nya di rumah.


"Tidak ke kantor Kak ?" tanya Felisha yang datang ke rumah sambil membawa satu mangkuk puding buah.


"Tidak Mom..Luna sedang tidak mau ditinggal " jawab Kenzo dengan suara pelan khawatir didengar oleh Luna.


"Maklum ya kak..kalau sedang hamil ya begitu..kamu yang sabar " Felisha menepuk bahu Kenzo.


" Iya Mom aku juga ngerti " jawab Kenzo.


"Bawaan hamil memang beda-beda kak..dulu waktu Mommy hamil Abi kakak Aluna manja banget sama Daddy nya..sampai-sampai Mommy tidak boleh dekat-dekat dengan Daddy " Felisha menceritakan ketika Luna kecil akan punya adik.


"Kalau manjanya sampai sekarang tidak hilang-hilang Mom " ujar Kenzo


"Iya bener " jawab Felisha sambil tertawa.


Setelah mengantarkan puding buah Felisha pun buru-buru pulang karena mendengar suara Alysha menangis mencarinya.


"Ada Mommy kesini ?" tanya Luna yang baru selesai mandi


"Iya nganterin ini " Kenzo menunjuk mangkuk berisi puding buah buatan mertuanya.


Luna mengambil sendok dan langsung menyantap puding buah buatan Mommy nya dipangkuan Kenzo.


Luna yang asik makan sendiri sampai lupa menawari Kenzo yang tampak asik mengelus-elus perut Luna.


"Kakak mau ?" Luna yang baru sadar menawari Kenzo.


"Tidak..buat kamu saja " jawab Kenzo.


"Ya sudah aku habiskan ya " ujar Aluna.


"Iya " jawab Kenzo sambil terus mengelus perut Luna.


Kenzo terlihat sangat bahagia setiap kali merasakan getaran diperut Luna yang menandakan keberadaan kedua buah hatinya disana.


Setelah menghabiskan satu mangkuk puding, Luna menatap Kenzo yang sedang asik sendiri mengelus perut Luna.


"Sudah berasa ada getarannya Sayang " ujar Kenzo sambil tersenyum senang.


"Iya kak kan sudah empat bulan lebih, jadi pada saat menginjak usia kehamilan 4 bulan itu Alloh mulai meniupkan ruh " jawab Luna.


"Iya Sayang " Kenzo masih ingat ceramah pak ustad ketika acara syukuran 4 bulanan beberapa waktu yang lalu.

__ADS_1


"Kamu yang sehat ya Sayang..biar anak-anak kita di perut kamu juga sehat " ucap Kenzo.


"Iya Sayang " jawab Luna.


Karena Luna melarang Kenzo pergi ke kantor, hampir seharian mereka menghabiskan waktu di kamar. Untuk mengusir kebosanan Luna melakukan video call dengan Cindy dan Zhifana.


Luna dan Cindy saling berbagi keluh kesah karena merasa ruang geraknya dibatasi oleh suami-suami mereka karena sedang hamil.


Zhifana yang berusia lebih dewasa dari Luna dan Cindy menasehati kedua calon ibu muda itu untuk selalu bersabar karena semua calon ibu merasakan apa yang sedang Luna dan Cindy rasakan.


Setelah mendapat pencerahan dari Zhifana wajah Luna terlihat lebih berseri.


Ternyata bukan hanya dirinya saja yang merasa ruang geraknya terbatas karena kehamilan. Hampir semua ibu merasakan hal yang sama seperti yang ia rasakan saat ini.


Luna meletakan ponselnya diatas nakas kemudian ia menghampiri Kenzo yang sedang rebahan dengan ponsel ditangannya.


"Kenapa lagi ini hmm ?" tanya Kenzo ketika Luna menenggelamkan wajahnya di dadanya.


Kenzo sedikit was-was takut Luna menginginkan sesuatu yang tidak masuk akal.


"Tidak apa-apa..hanya ingin peluk saja " jawab Luna.


Mendengar jawaban Luna Kenzo pun terlihat lega. Dielus-elus nya punggung Luna agar istrinya itu nyaman dalam pelukannya.


"Kita ke Bandung yuk.. biar kamu tidak bosan di rumah " ajak Kenzo.


Tadi Kenzo sempat mendengar Luna mengeluarkan keluh kesahnya kepada kedua kakak iparnya lewat sambungan video.


"Beneran Sayang ?" Luna langsung mengangkat kepalanya dari dada Kenzo.


"Iya..kita pergi sekarang " jawab Kenzo sambil tersenyum.


"Baiklah.. terimakasih Sayang.. mmuuah.. mmuuah..!" Luna menciumi seluruh wajah Kenzo saking senangnya.


"Mommy jangan khawatir biar kakak saja yang beli oleh-oleh buat kak Dewa dan Cindy " ucap Luna sebelum pergi.


Dijalan Luna dan Kenzo menyempatkan membeli banyak kue untuk dibawa sebagai oleh-oleh untuk Sadewa dan Cindy. Mereka pergi ke Bandung tanpa memberitahu pada Sadewa dan Cindy.


Setelah menempuh beberapa jam perjalanan mereka pun sampai di rumah Setiabudi.


Cindy yang sedang menyiram tanaman tentu saja kaget melihat kedatangan Luna dan Kenzo.


"Kalian habis darimana ?" tanya Cindy sambil mematikan kran air.


"Sengaja kesini..tuan putri sedang bosan di rumah " jawab Kenzo sambil melirik kearah Luna.


Yang dilirik terlihat cuek malah sibuk menciumi perut Cindy yang sedang hamil besar.


"Geli dek..dicium sama Lo rasanya aneh. Enakan dicium kak Dewa " ujar Cindy.


"Ya iya..kalau dicium sama kak Dewa kan bukan hanya perutnya saja " sindir Luna membuat Cindy langsung terkikik.


Kenzo hanya geleng-geleng kepala mendengar obrolan absurd antara istri dan adik sepupunya itu.


Cindy menuntun Luna masuk kedalam rumah sementara Kenzo menurunkan semua barang dari dalam mobilnya.


"Kak Dewa belum pulang ?" tanya Luna ketika mendapati rumah dalam keadaan sepi. Hanya ada pelayan yang terlihat sibuk membuatkan minuman untuk Kenzo dan Luna.


"Kak Dewa sudah dua hari sedang penangkapan ke Tasikmalaya, katanya pengembangan kasus yang disini " jawab Cindy.


"Lo ga takut ditinggal kak Dewa sendiri ?" tanya Luna.


"Sudah biasa lah..resiko nikah sama abdi masyarakat ya begini..sering ditinggal-tinggal " jawab Cindy.

__ADS_1


Jawaban dari Cindy seperti sebuah tamparan bagi Luna. Cindy yang sedang hamil besar harus rela ditinggalkan oleh Sadewa demi menunaikan tugas nya sebagai abdi masyarakat, sedangkan dirinya ditinggalkan Kenzo ke kantor saja tidak mau sampai hari ini Kenzo tidak pergi ke kantor hanya untuk menemaninya.


Cindy membawa Luna untuk melihat kamar bayi yang sudah disediakan lengkap dengan ranjang bayi dan semua perlengkapan bayi.


"Cantiknya." Luna mengagumi kamar bayi yang didominasi warna biru dan kuning itu.


Seluruh keluarga sudah tau jika calon bayi yang beberapa hari lagi akan lahir kedunia ini adalah berjenis kelamin laki-laki.


"Ini semua kak Dewa yang siapin aku tinggal duduk manis saja " ujar Cindy bangga.


"Kakak aku memang terbaik " Luna pun bangga memiliki kedua kakak yang sangat penyayang dan bertanggung jawab terhadap keluarga.


"Kapan hpl nya ?" tanya Luna


"Kata dokter dua Minggu lagi..


makanya Minggu depan Mama dan Mommy sudah mau pada kesini " jawab Cindy.


"Iya..Mommy sudah bilang Minggu depan akan kesini buat nungguin Lo lahiran " ujar Luna.


Malam itu Luna menemani Cindy yang sedang ditinggalkan Sadewa berdinas dikamarnya sampai sahabat sekaligus kakak iparnya itu tertidur.


Setelah memastikan Cindy tidur dengan nyenyak Luna pun kembali ke kamarnya.


"Kakak belum tidur ?" tanya Luna ketika mendapati Kenzo masih terjaga sambil menonton tv.


"Udara dingin begini mana bisa tidur Yang " jawab Kenzo.


"Kasihan suami ganteng aku kedinginan..mau yang hangat-hangat?" tanya Luna dengan gaya menggoda.


"Mau " jawab Kenzo.


Luna naik keatas perut Kenzo dan merampas ponsel dari tangan Kenzo.


Kenzo tidak protes apalagi marah karena bibir Luna langsung ******* bibirnya, Kenzo pun membalas dengan melahapnya rakus.


Jujur sejak hamil Luna menjadi lebih agresif membuat Kenzo semakin tergila-gila saja pada pesona wanita cantik itu.


Luna melepaskan sejenak tautan bibir mereka untuk melucuti pakaian suaminya.kenzo pun balas meloloskan semua pakaian Luna.


Kenzo terpaku ketika tangannya berhasil melepaskan pengait bra berwarna hitam milik Luna.


"Semakin besar ya Sayang..dulu tidak sebesar ini " Kenzo mendekatkan bibirnya hendak melahap kedua benda bulat yang baru saja terlepas dari pembungkusnya.


Luna tidak menjawab ia melenguh ketika Kenzo melahap buah dadanya dengan rakus.


Kenzo yang sudah terbakar gairah perlahan merubah posisi. Dengan bertumpu pada kedua lututnya Kenzo pun mulai melakukan penyatuan dengan sangat hati-hati karena tidak ingin melukai kedua janin dalam perut Luna.


Meskipun Kenzo memperlakukan Luna dengan sangat lembut namun mampu membuat Luna serasa terbang melayang kelangit ketujuh.


Suara erangan yang bersahutan terdengar ketika mereka sampai pada puncak kenikmatan bersama.


Luna yang masih terengah dibawah tubuh kekar Kenzo terkejut ketika mendengar suara pintu kamar mereka diketuk dari luar.


"Dek..bukain dong pintunya.." terdengar suara Cindy dari luar pintu kamar.


Luna yang berbalut selimut buru-buru membuka pintu kamar.


"Dek..perut gw sakit " keluh Cindy sambil memegang perutnya.


Cindy yang hendak meminta tolong kepada Luna dan Kenzo akhirnya terbengong-bengong ketika Luna dan Kenzo tampak panik mencari baju mereka yang berceceran di lantai.


Setelah mereka berpakaian lengkap Kenzo membopong tubuh Cindy yang tampak kesakitan kedalam mobil.

__ADS_1


Malam itu Luna dan Kenzo membawa Cindy ke rumah sakit bersalin.


__ADS_2