Om Buah Hatiku

Om Buah Hatiku
Dio vs Bagas


__ADS_3

Sabtu sore anak-anak merengek ingin menginap di rumah kakek dan neneknya.


"Daddy aku ingin menginap di rumah enin " Luna terus merengek.


"Sama mommy saja nginepnya, Daddy banyak pekerjaan sayang " Bagas menolak.


Jujur sebenarnya Bagas masih kesal dan enggan bertemu dengan kakak iparnya setelah aksi arogan nya bersama Ezra tempo hari.


Wajah tampan Bagas pun masih menyisakan luka lebam.Apalagi dibagikan sudut bibir masih menyisakan luka.


"Aku mau sama Daddy nginepnya "Luna bersikeras ingin pergi bersama Bagas.Namun Bagas menolak.


Karena Bagas terus menolak akhirnya Luna pun masuk ke kamarnya dan menangis diatas ranjang hello Kitty nya.


Melihat putrinya yang sedang marah,Bagas berusaha membujuk Luna.


"Bagaimana kalau kita jalan-jalan saja.Luna boleh beli mainan sesuka hati Luna " bujuk Bagas.


"Aku tidak mau !" Luna bersidekap melipat kedua tangannya didepan dada.


"Aku ga mau sama Daddy lagi.. mommy bobo sama aku saja Daddy jangan ditemani..hikhik " Luna ngambek kepada Daddy nya.


Bagas menggaruk pelipisnya,baru kali ini Luna ngambek seperti itu padanya.


"Aku marah sama Daddy hikhikhik.." Luna terus menangis,sama sekali tidak mau Bagas dekati.Gadis kecil itu memeluk perut Felisha erat.


"Kita menginap sama mommy saja ya,sama kakak juga,nanti di jalan kita beli ice cream dulu..Luna mau yang rasa apa? " bujuk Felisha


Setelah dibujuk dengan ice cream dan jajanan kesukaannya akhirnya Luna mau pergi menginap tanpa Bagas.


Nakula dan Sadewa membawa tas berisi baju ganti, mereka pun naik kedalam mobil setelah Salim kepada Bagas yang memilih tinggal di rumah.


"Luna Salim dulu sama Daddy " titah Felisha


"Tidak mau..aku marah sama Daddy " Luna melipat tangannya didada sambil masuk kedalam mobil dengan wajah cemberut.


"Luna masih marah pada saya " ujar Bagas kepada Felisha kemudian mencium bibir Felisha sekilas sebelum Felisha masuk ke dalam mobilnya.


"Hati-hati sayang nyetir nya " pesan Bagas ketika Felisha mulai melajukan mobilnya meninggalkan rumah.


Bunda dan ayah menyambut gembira kedatangan ketiga cucu mereka.Dio pun yang sedang mencuci mobilnya didepan tampak senang melihat anak-anak.


"Kak..sini bantuin om cuci mobil " Dio memanggil Nakula dan Sadewa yang baru datang.Sikembar pun langsung membantu Dio mencuci mobil sambil bermain air.


"Tidak sama Bagas Fe ?" tanya bunda.Tidak biasanya Felisha datang tanpa Bagas


"Lagi ada kerjaan bun " jawab Felisha


Dio sempat menoleh sekilas kearah Felisha sambil menggosok mobilnya.

__ADS_1


Felisha membawa tas anak-anak ke kamar.Tanpa sepengetahuan nya Kinanti mengikutinya masuk kedalam kamar.


"Bagas tidak ikut Fe ?" tanya Kinanti


"Tidak kak..dia sedang ada yang harus dikerjakan " jawab Felisha


"Bagas pasti masih kesal sama kak Dio ya ?" tanya Kinanti, Felisha hanya mengangkat bahunya.


"Kalian sudah bicarakan belum soal kejadian dihotel kemarin ?" Kinanti duduk ditepi ranjang disamping Felisha


"Sudah ":jawab Felisha.


Felisha menjelaskan kejadian yang sebenarnya menurut versi Bagas.Kinanti manggut-manggut


"Kakak cerita sama ayah dan bunda tidak soal kejadian kemarin ?" tanya Felisha khawatir.


"Tidak " jawab Kinanti. Felisha bernapas lega.


"Kemarin Dio bilang mau mundur dari proyek yang di Bali..dia akan menyerahkan kepada team yang lain untuk menyelesaikan nya " ujar Kinanti lirih.


"Harusnya masalah pribadi tidak usah dicampur adukan dengan pekerjaan " ujar Felisha


"Kakak juga bilang begitu,tapi kamu tau sendiri gimana keras kepalanya kakak kamu " keluh Kinanti.


"Apalagi kalau menyangkut kamu " Kinanti mengusap punggung Felisha.


Selesai mencuci mobil Dio menghampiri Luna yang tampak cemberut


"Luna sedang marah karena Daddy tidak mau ikut kesini " jawab Nakula


Ditanya seperti itu oleh Dio,Luna malah menangis.Dio pun mencoba meredakan tangis Luna dengan menggendongnya.


"Daddy nakal omm.. tidak mau ikut sama Luna kesini hikhikhik " ucap Luna sambil terisak.


"Stt..Luna jangan menangis,mungkin Daddy sedang sibuk " Dio berusaha memberi pengertian kepada Luna.Walau dalam hati ia tau pasti alasan kenapa Bagas tidak ikut menginap bersama Felisha dan anak-anak.


Dio baru sadar satu hal.. ternyata Luna sekarang begitu tergantung kepada Bagas.Sangat bertolak belakang sebelum Bagas dan Felisha baikan.Dulu Luna sangat antipati kepada Bagas.


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


Bagas


Ditinggalkan Beberapa jam saja oleh Felisha dan anak-anak membuat hatinya begitu mudah terasa hampa.


Rumah terasa sepi tanpa ada keributan Nakula dan Sadewa yang selalu menggoda Luna hingga bocah itu sampai berteriak-teriak kesal dan akhirnya mengadu menyuruh mencubit kedua jagoanku yang iseng itu.


Daddy kakak nakal..Kakak harus dicubit !


Luna tertawa senang ketika aku pura-pura mencubit perut Nakula dan Sadewa.

__ADS_1


Semua lamunan tentang anak-anak buyar manakala Dio tiba-tiba datang.Entah mau apa dia datang kerumah.Semoga tidak untuk menghajar ku lagi karena aku sudah menjelaskan semuanya kepada Felisha.


"Gue mau jemput Lo ..Luna sangat sedih karena Lo ga mau ikut menginap " ucapnya setelah menyesap kopi yang disuguhkan pelayan.


"Saya kira kamu akan menghajar saya lagi " ucap Bagas sinis.


"Pasti gue akan lakukan jika Lo terbukti menyakiti Felisha lagi " jawabnya.


Meski wajah Dio tetap dingin namun akhirnya aku nurut masuk kedalam mobilnya.Tidak apa sekarang aku menurut apa maunya Dio..namun urusan pekerjaan aku yang pegang kendali.


Felisha dan anak-anak tampak kaget melihat kedatangan ku bersama Dio.Ketika melihat aku datang aku pikir Luna akan berlari menyambut ku tapi ternyata aku salah.


Luna masih dengan gayanya melipat tangan didada sambil cemberut.


"Ngapain Daddy kesini " omelnya .Membuat aku ingin tertawa melihat tingkah putri kecilku yang menurutku sangat mirip seperti ibunya.


Meski gadis kecil itu terus mengomel namun tak menyurutkan langkahku untuk mendekat dan memeluknya.


"Daddy sudah tidak sibuk lagi." bisikku.


Meski masih cemberut namun tangan mungil itu diam-diam melingkar di leherku.


"Daddy ..aku ngantuk " ucapnya.


Aku mengangguk.Kuusap-usap punggungnya lembut.Tidak lama kemudian kepala Luna terkulai dibahuku.Tidur.


"Apa setiap hari begitu ?" tanya bunda menatap pada Luna yang tertidur dalam gendonganku.


"Iya Bun " jawab Felisha


"Manja sekali..persis kamu waktu kecil " gumam ayah


Setelah memastikan Luna tidur nyenyak,aku menggiring anak-anak ke kamar.Aku sempat mendengar Dio mengajak Nakula dan Sadewa tidur di kamarnya seperti biasa sebelum Dio menikah namun aku larang.Walau bagaimanapun Dio sekarang sudah menikah.


Akhirnya anak-anak pun tidur diatas ranjang.Sengaja aku baringkan Luna ditengah diantara kedua kakaknya.Sementara aku dan Felisha menggelar kasur tambahan dibawah.


"Kak Dio jemput kamu ?" tanya Felisha sambil merebahkan kepalanya di bahuku.


"Iya "jawabku sambil kuelus rambutnya.


"Baguslah kalau kalian sudah akur lagi " gumamnya


"Dia yang mulai bukan saya " jawabku.


"Iya iya " jawabnya sambil mengelus bulu dada ku.Aku anggap ini sebuah sinyal jika dia sedang menginginkannya.


Dia memejamkan matanya ketika kulumat bibirnya lembut,dia membalasnya.Kami pun bertukar Saliva.


Akhirnya kami pun bermain dibawah selimut.Dan berusaha untuk tidak mengeluarkan suara yang akan membangunkan anak-anak.

__ADS_1


Dia tampak terengah dibawah tubuhku setelah kami menyelesaikan penyatuan kami.Kembali kucium bibirnya lembut sebelum aku melepaskan penyatuan kami.


Tak lama kemudian Felisha pun tertidur dipelukannku. Ku cium keningnya lembut sebagai ucapan selamat malam.


__ADS_2