Om Buah Hatiku

Om Buah Hatiku
Impor dari Jepang


__ADS_3

Keesokannya Luna dan Kenzo terbangun dan saling melepaskan diri ketika terdengar suara Alysha yang menangis.


"Cup..cup..jangan menangis..kakak ada disini " Luna berusaha meredakan tangis adiknya.


Kenzo pun tidak tinggal diam, ia ikut meredakan tangis Alysha dengan cara menggendongnya. Setelah berada dalam gendongan Kenzo tangis Alysha pun berhenti.


Selagi Alysha berada dalam gendongan Kenzo, Luna menyiapkan air hangat didalam bathtub untuk memandikan adiknya.


Alysha tampak senang dimandikan oleh Luna.Kenzo mengawasi dari pintu kamar mandi dengan handuk ditangannya.


Setelah selesai membuat Alysha cantik dan wangi mereka pun mengembalikan Alysha kepada Felisha.


"Semalam dedek rewel tidak ?" tanya Felisha


"Tidak dong Mom..malah semalam dedek tidurnya sangat nyenyak" jawab Luna bangga sambil menyerahkan Alysha ketangan Mommy nya.


Setelah mengantarkan adiknya pulang Luna pun pergi ke kampus dengan diantarkan oleh Kenzo. Pada saat akan pergi Luna sempat melihat Alysha menangis tidak mau ditinggalkan oleh Luna.


Felisha berusaha meredakan tangis Alysha dengan membawanya kedalam.


"Dedek kenapa menangis ?" tanya Bagas yang sedang sarapan bersama Abimanyu.


"Pengen ikut kakak Luna " jawab Felisha.


Alysha baru berhenti menangis setelah Bagas yang baru selesai sarapan langsung menggendongnya.


*


"Kakak tidak akan jemput kamu untuk makan siang karena kakak akan makan siang dengan klien, kamu tidak apa-apa kan ? " tanya Kenzo ketika mereka hampir sampai ke kampus.


"Tidak apa-apa..aku bisa makan siang di kantin " jawab Luna.


Sebelum Luna turun dari mobil Kenzo memberikan sederetan pesan yang sudah Luna hapal diluar kepala.


"Iya aku akan ingat semua pesan dari suamiku yang ganteng ini " Luna mencium bibir Kenzo sekilas sebelum ia turun dari mobil.


Kenzo tersenyum sambil memegang bibirnya.Kenzo baru pergi dari kampus Luna setelah wanita yang kini sudah berstatus menjadi istrinya itu tidak terlihat lagi.


Sesampainya di kantor Kenzo pun larut dalam kesibukan. Kenzo harus mengevaluasi beberapa pekerjaan yang sempat tidak terpantau selama ia tidak ke kantor setelah pernikahan nya.


Mendekati waktu makan siang Kenzo pergi ke sebuah restoran dengan asistennya. Disana mereka akan bertemu klien untuk membahas masalah pekerjaan sambil makan siang.


Disela-sela makan siang Kenzo menyempatkan mengirimkan pesan kepada Luna untuk mengingatkan agar jangan terlambat makan siang.


"Dasar cerewet " gumam Luna sambil tersenyum ketika membaca pesan dari Kenzo.


Kenzo tidak menyadari jika sebenarnya Luna sedang makan ditempat yang sama bersama teman kuliahnya.


Kenzo yang tampak serius makan sambil membahas pekerjaan tidak menyadari jika di meja yang ada disudut ruangan ada Luna sedang makan bersama temannya sambil diam-diam memperhatikan suaminya.

__ADS_1


"Laki Lo serius banget makan sambil meeting nya sampai tidak sadar ada bininya disini " ujar Cecil teman kuliah Luna sambil tertawa.


"Dia memang begitu " jawab Luna ikut tertawa.


Kenzo yang telah selesai makan terlihat bersiap untuk pulang dan mengakhiri pertemuan dengan klien nya.


Pada saat akan keluar barulah Kenzo menyadari jika sebetulnya Luna juga sedang makan disana bersama teman perempuan nya.


Kenzo tidak sempat menghampiri Luna namun ia memberi kode dengan matanya jika ia akan kembali ke kantor. Luna pun menjawab dengan anggukan.


"Akhirnya laki Lo nyadar juga kalau bininya ada disini " Cecil tertawa lucu.


Tidak lama kemudian Luna dan Cecil yang sudah menyelesaikan makannya beranjak ke kasir untuk membayar makanannya, namun semua sudah dibayar oleh Kenzo. Luna dan Cecil pun kembali ke kampus.


Luna kembali melanjutkan kuliahnya begitu juga dengan Kenzo yang kembali fokus dengan pekerjaannya.


Mendekati waktu Luna pulang barulah Kenzo menghentikan pekerjaannya. Ia bersiap untuk menjemput Luna di kampus.


"Tadi kenapa tidak bilang kalau kamu sedang makan disana juga?" tanya Kenzo begitu Luna masuk kedalam mobilnya.


"Sengaja..siapa tau kakak bawa cewek jadi kan bisa ketauan " jawab Luna.


"Jangan suka ngawur " omel Kenzo.


"Bukan begitu sih..aku mau kasih tau tapi aku tidak mau ganggu kakak..tadi kelihatannya serius banget ngobrolnya " jawab Luna.


"Kakak sedang membahas pekerjaan Sayang " ujar Kenzo.


"Kamu memang pengertian sekali pada suami " puji Kenzo.


"Ya harus dong..kalau tidak nanti aku tidak dikasih uang belanja sama suami " jawab Luna sambil tertawa. Kenzo pun ikut tertawa.


"Eh tapi dari pacaran aku juga sudah dikasih kartu ya sama kakak " Luna baru ingat jika sudah lama ia memegang kartu milik Kenzo.


"Tapi tidak pernah kamu pakai kan " tebak Kenzo.


"Jatah bulanan dari Daddy dan kak Nakula dan Kak Sadewa juga lebih dari cukup kak jadi aku tidak perlu pake uang kakak " jawab Luna.


"Iya kakak tau..tapi mulai sekarang uang jatah bulanan dari Daddy dan kakak-kakak kamu sebaiknya simpan saja. Mulai sekarang kamu pakai yang dari kakak saja karena itu adalah nafkah dari kakak untuk kamu " nasehat Kenzo.


"Baiklah " jawab Luna.


Sepulang dari menjemput Luna mereka mampir dulu ke sebuah supermarket untuk belanja kebutuhan rumah.


Luna yang sering disuruh belanja kebutuhan rumah oleh Felisha terlihat sudah faham apa saja kebutuhan rumah itu. Bahkan susu dan kopi yang biasa Kenzo konsumsi pun Luna sudah tau karena sudah diajari oleh Mamih mertuanya.


Kenzo dengan setia mengikuti langkah Luna sambil mendorong troli yang sudah mulai penuh.


"Kamu sedang datang bulan ?" tanya Kenzo ketika Luna memasukan satu pak pembalut kedalam troli.

__ADS_1


"Tidak..buat jaga-jaga saja " jawab Luna.


"Ooh " jawab Kenzo.


Diam-diam Kenzo berharap agar istrinya tidak sempat memakai benda itu karena ia sangat menginginkan benihnya sudah tumbuh di rahim Luna.


Kenzo mendorong troli yang sudah penuh menuju ke meja kasir untuk melakukan pembayaran.


Setelah selesai mereka pun memasukan semua barang belanjaan mereka kedalam mobil.


"Masih ada yang mau dibeli ?" tanya Kenzo.


"Tidak..semua sudah lengkap " jawab Luna.


Karena tidak ada yang akan dibeli lagi akhirnya mereka pun pulang. Sesampainya di rumah Kenzo langsung menurunkan semua barang belanjaan dan dibawa ke dapur.


Luna yang akan menyiapkan bahan makanan untuk dimasak tiba-tiba memasukan kembali bahan makanan itu kedalam kulkas.


"Kenapa tidak jadi masaknya ?" tanya Kenzo.


"Mommy kirim pesan katanya hari ini Mommy masak banyak jadi kita disuruh makan malam disana " Luna memperlihatkan pesan yang dikirimkan kepada Luna.


"Ya sudah kita makan disana " jawab Kenzo.


Setelah membersihkan diri Luna dan Kenzo pun beranjak menuju rumah orangtua Luna.


Dimeja makan Bagas, Felisha dan Abimanyu sudah menunggu untuk makan malam.


Kehadiran Luna dan Kenzo membuat suasana makan malam mereka menjadi lebih hangat.


Bagas beruntung meskipun Luna sudah menikah tapi ia tidak benar-benar merasa kehilangan karena ia masih bisa melihat putri kesayangannya setiap hari.


Selain itu dengan Kenzo masuk ke keluarganya seolah dapat menggantikan peran kedua putranya yang sudah berumah tangga dan tinggal terpisah.


"Ken..besok malam kamu bisa temani Daddy ke acara teman bisnis Daddy ?" tanya Bagas.


"Bisa Dad " jawab Kenzo.


"Acaranya dimana Mas ?" tanya Felisha.


"Di Puncak..tadinya mau ajak Nakula tapi kasian dia kan harus nemenin Zhifana ngurus bayi " jawab Bagas.


"Iya..lebih baik pergi sama Ken saja " Felisha setuju Bagas mengajak Kenzo.


"Kamu tidak apa-apa kan Kenzo pergi sama Daddy besok malam ?" tanya Bagas kepada Luna.


"Tidak apa-apa Dad..bawa saja tapi jangan lupa nanti kembalikan lagi " jawab Luna sambil berkelakar.


"Tidak akan..mau Daddy buang saja di jalan " jawab Bagas.

__ADS_1


"Daddy tega ya sama menantu sendiri..susah loh Dad dapat menantu kayak kakak Ken soalnya harus di impor dari Jepang " oceh Luna.


"Dasar kamu kak " Bagas mengacak rambut Aluna sambil tertawa. Sementara Kenzo sendiri hanya nyengir.


__ADS_2