
Keesokannya pagi-pagi Kenzo dan Bagas pergi ke kantor seperti biasa, Abimanyu pun pergi ke sekolah. Disaat semua pria sudah pergi Felisha dan Luna seperti biasa membawa Kenan dan Ana untuk berjemur di bawah sinar matahari pagi.
"Mommy kapan pulang ?" tanya Luna
"Malam...Mommy pulang kalian sudah tidur " jawab Felisha.
"Kemarin Daddy bawa Mommy kemana ?" tanya Luna sambil berbisik.
"Bilangnya ngajak jalan-jalan, taunya malah ngajak ke hotel..kalau cuma mau kangen-kangenan di rumah juga bisa tidak usah ke hotel. Padahal Mommy sudah siapin list barang apa saja yang akan mommy beli " sungut Felisha.
"Ya sudah kalau urusan belanja nanti aku temani " Luna menghibur mommy nya sambil tertawa terkikik.
"Daddy itu sudah punya 4 cucu malah tambah ganteng tambah awet muda " puji Luna
"Tambah mesum iya..tidak mau kalah sama yang muda " sungut Felisha.
"Tapi Mommy dan Daddy tambah mesra..aku ingin seperti Mommy dan Daddy rumah tangganya adem ayem" ujar Luna.
"Harus dong " jawab Felisha.
Dihati Felisha yang paling dalam ia tidak ingin Luna tau bagaimana kehidupan mereka diawal pernikahan
Bagaimana sakitnya menjadi wanita yang tidak dianggap keberadaan nya selama 4 tahun.
Namun semua sudah terbayar dengan cinta dan kasih Sayang Bagas yang tiada tara.
*
Menginjak usia Kenan dan Keana yang ke 6 bulan mereka sudah bisa duduk dan sudah mulai diberi makanan pendamping ASI.
Kedua bayi itu makin terlihat bulat dengan mata yang sipit warisan dari Daddy nya.
Kenan terliat lebih aktif dibanding Keana yang lebih kalem. Namun Ana mulai mewarisi sikap manja Aluna dan sangat nempel kepada Kenzo.
Kenzo yang baru pulang dari kantor tersenyum ketika mendapati Kenan dan Keana sedang merangkak diatas kasur lantai dengan diawasi oleh Luna dan kedua pengasuhnya.
Begitu melihat Daddynya pulang si kembar mulai merengek ingin digendong oleh Kenzo.
"Sini Daddy gendong " Kenzo menggendong Kenan dan Keana di tangan kanan dan kirinya.
Meski baru pulang dari kantor namun Kenzo sama sekali tidak terlihat lelah begitu melihat istri dan anak-anaknya di rumah menyambutnya.
Sambil menggendong Kenan dan Keana Kenzo mendekat kearah Aluna kemudian mencium bibirnya lembut.
Kenan dan Keana tampak melongo melihat Mommy dan Daddy nya saling menautkan bibir di hadapan mereka.
__ADS_1
Setelah puas berada dalam gendongan Daddy nya mereka pun diambil kembali oleh pengasuh mereka.
Kenzo beranjak ke kamarnya dan diikuti oleh Luna yang membawa tas milik suaminya.
"Bagaimana kerjaan hari ini..lancar ?" tanya Luna sambil berjinjit mengurai simpul dasi yang mengikat leher suaminya.
"Lancar.. " jawab Kenzo sambil memeluk pinggang ramping Luna.
"Syukurlah " jawab Luna.
"Mau mandi sekarang tidak..biar aku siapin air hangat " ucap Luna sambil mulai beralih membuka kemeja Kenzo.
"Sebentar lagi " jawab Kenzo, tangan kekarnya menarik pinggang Luna agar semakin rapat kearahnya.
"Pengen cium Mommy nya anak-anak dulu yang puas " bisik Kenzo sambil melahap bibir Luna dengan rakus. Luna pun membalasnya.
Setelah puas saling melahap dan melu mat mereka pun saling berpelukan tanpa suara.
"Besok Papih dan Mamih akan ke Jakarta..katanya rindu sama si kembar " ucap Kenzo memecah kesunyian.
"Bagaimana ya reaksi mereka jika melihat Kenan dan Ana sudah besar " ujar Luna.
"Entahlah..kita lihat saja besok " jawab Kenzo sambil kembali Melu mat bibir Luna seolah tidak ada puasnya. Lagi-lagi Luna membalasnya.
Dengan enggan Kenzo pun beranjak menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang terasa lengket setelah seharian beraktifitas di luar.
Setelah hampir setengah jam berada di kamar mandi Kenzo pun keluar dengan handuk yang melilit di pinggangnya.
Luna mengambil handuk yang lain kemudian menyuruh Kenzo duduk. Setelah suami sipitnya duduk Luna pun mengeringkan rambut Kenzo yang basah karena habis keramas dengan handuk.
Luna yang berdiri dihadapan Kenzo membiarkan pria sipit itu memeluk perutnya selagi ia mengeringkan rambut Kenzo dengan handuk.
"Sudah selesai.. sekarang pakai baju dulu !" Luna memberikan satu set piyama berikut ********** untuk Kenzo pakai.
Tanpa banyak protes Kenzo pun memakai pakaian yang Luna siapkan dihadapan Luna.
Luna mengambil handuk basah dan disimpan ditempat gantungan handuk.
Setelah Kenzo selesai berpakaian Luna mengajak Kenzo untuk makan malam.
"Besok Mamih dan Papih dijemput jam berapa ?" tanya Luna sambil mengisi piring Kenzo dengan nasi dan lauknya.
"Sore sepulang kakak dari kantor " jawab Kenzo sambil mulai makan.
"Aku sudah tidak sabar ingin segera ketemu Mamih dan Papih..kangen " ujar Luna.
__ADS_1
"Terakhir Papih dan Mamih ke Jakarta pas aku lahiran..sudah enam bulan yang lalu " ujar Luna.
"Iya..kalau kakak ketemu waktu Papih di operasi " jawab Kenzo.
Untuk menyambut kedatangan mertuanya Luna menyuruh pelayan nya untuk membersihkan kembali kamar Mamih dan Papihnya dan mengganti sprei kasurnya dengan yang baru.
Setelah urusan kamar mertuanya selesai Luna melanjutkan memeriksa si kembar di kamarnya.
Luna tersenyum melihat kedua boneka sipitnya tengah tertidur lelap diatas ranjang mereka. Setelah menciumi kedua pipinya secara bergantian Luna pun kembali ke kamarnya.
Dikamar Kenzo tampak fokus dengan laptop dipangkuannya. Rupanya pria tampan bermata sipit itu membawa pekerjaan dari kantor.
"Daddy nya anak-anak..mau aku buatkan kopi tidak ?" tanya Luna sambil menggelendot di lengan Kenzo.
"Boleh " jawab Kenzo.
Luna pun beranjak menuju dapur untuk membuat kopi. Tidak sampai 10 menit Luna sudah kembali sambil membawa satu cangkir kopi ditangannya dan diletakan di atas meja.
"Terimakasih Sayang " ucap Kenzo setelah Luna duduk disampingnya dan kembali menggelendot di bahu nya.
"Sayang..kamu itu kalau sedang bekerja persis seperti Daddy..tekun banget " puji Luna.
"Ya harus dong Sayang..Papih mempercayakan perusahaan ini kepada Kakak..jadi kakak harus berusaha agar perusahaan ini menjadi semakin maju " ujar Kenzo.
"Papih pasti bangga punya anak seperti kakak..seperti aku juga yang sangat bangga punya suami yang ganteng dan sangat bertanggung jawab kepada keluarga " Luna melingkarkan tangannya di perut Kenzo dengan manja.
"Kakak kan tidak mau mengecewakan Daddy Bagas yang sudah memberikan putri cantiknya kepada kakak " jawab Kenzo sambil mencium puncak kepala Luna sekilas.
Luna menemani Kenzo mengerjakan pekerjaan kantornya sambil sesekali menguap.
"Kalau ngantuk tidur saja !"
"Tidak..aku mau menemani suami aku bekerja " jawab Luna.
"Ya sudah kalau begitu.. sebentar lagi juga selesai " Kenzo melanjutkan pekerjaannya sambil sesekali menyesap kopinya.
Satu jam kemudian pekerjaan Kenzo pun selesai. Ia menutup laptopnya kemudian menepuk pipi Luna lembut yang tertidur di bahunya.
"Sudah selesai kerjanya ?" tanya Luna
"Sudah " jawab Kenzo sambil menuntun Luna naik keatas ranjang mereka.
Luna melanjutkan tidurnya sambil memeluk tubuh suaminya.
Kenzo menatap wajah cantik Luna yang terlelap dalam pelukannya. Sebetulnya Kenzo ingin mengajak Luna bergelut malam ini tapi sepertinya ia tidak tega jika harus membangunkan Luna yang sudah tidur dengan nyenyak.
__ADS_1