
"Bagaimana Kak..acara bakti sosial nya seru tidak ?" tanya Felisha ketika mereka sedang berkumpul di ruang keluarga.
"Seru Mom...kita membagikan sumbangan dari hasil donasi kepada korban tanah longsor berupa sembako dan pakaian juga obat-obatan " jawab Luna.
"Kalau Abi ikut..Abi juga mau ikut nyumbang " oceh Abimanyu yang sedang berada dalam pangkuan Bagas.
"Memang Abi mau nyumbang apa ?" tanya Bagas sambil tersenyum.
"Abi mau nyumbang coklat Dad..Abi kan punya coklat banyak dari kakak Ken..disana pasti tidak ada yang menyumbang coklat " jawab Abi.
"Kakak Ken ?" tanya Luna.
"Iya Kak..kemarin ada kakak Ken..malah Abi diajak main sama kakak Ken " jawab Abimanyu.
"Ooh.." jawab Luna
"Kakak Ken juga nanyain kakak loh..Abi bilang saja kalau kakak sedang ke Bogor acara sekolah " oceh Abi.
"Keluarga Kenzo sedang ada di Bali ,Kenzo menyempatkan datang ke Jakarta sendirian, sayang dia tidak sempat ketemu sama kakak" ujar Felisha.
"Iya Mom " hanya itu yang keluar dari bibir Luna.
Dalam hati Luna dihinggapi rasa kecewa karena tidak sempat bertemu dengan Kenzo.Tidak bisa dipungkiri Kenzo adalah satu-satunya teman kedua kakaknya yang lumayan dekat dengannya.Selain itu kedua orangtua Kenzo pun sangat baik kepadanya.
Ketika waktu menunjukkan jam sembilan malam Luna berpamitan kepada Mommy dan Daddy nya untuk kembali ke kamarnya.
Bagas dan Felisha pun kembali ke kamar mereka setelah memindahkan Abimanyu yang tertidur dalam pangkuan Bagas.
*
Hari Senin seperti biasa Cindy kembali memberikan coklat kepada Luna. Jika biasanya Luna tidak pernah berkomentar apa-apa, tapi kali ini Luna menolak coklat pemberian dari Cindy.
"Aku tidak akan terima kalau kamu tidak bilang dari siapa coklat ini " ancam Luna.
"Sorry..aku sudah janji akan merahasiakan nya " jawab Cindy.
"Kalau begitu aku tidak akan terima " jawab Luna.
"Jangan gitu dong Lun..aku kan harus menyampaikan amanat itu kalau tidak nanti aku dosa " ujar Cindy.
"Tapi aku tetap tidak mau terima kalau kamu tidak bilang dari siapa coklat itu " ancam Luna lagi.
Cindy menggaruk kepalanya, ia terlihat bingung karena Luna menolak menerima coklat yang selalu dititipkan padanya.
"Ya sudah mulai hari ini coklat-coklat itu tidak usah kamu kasih ke aku ..kamu makan saja sendiri " Luna hendak beranjak meninggalkan Cindy namun dengan cepat Cindy menangkap tangan Luna.
"Iya aku akan bilang siapa yang selalu nitipin coklat-coklat itu untuk kamu " ucap Cindy akhirnya.
Luna duduk kembali dan menatap Cindy dengan wajah serius.Menunggu Cindy mengatakan siapa orang misterius yang selalu memberinya coklat.
"Coklat-coklat itu titipan dari kakak Ken " jawab Cindy lirih.
"Kakak Ken ? " dahi Luna langsung mengernyit.
"Kakak Ken yang mana ?" tanya Luna
"Kak Kenzo....yang tinggal di depan rumah kamu " jawab Cindy.
"Kamu kenal dengan kak Kenzo darimana?" tanya Luna semakin penasaran.
"Kak Kenzo itu sepupu aku..aku sekolah disini juga dia yang nyuruh..padahal rumah aku jauh dari sekolah " jawab Cindy.
"Kenapa kakak Ken nyuruh kamu sekolah disini ?" tanya Luna semakin penasaran.
"Entahlah..mungkin karena dia juga dulu sekolah disini..dia itu memang pemaksa " jawab Cindy.
Kenzo menyuruh Cindy sekolah ditempat yang sama dengan Luna memang bukan tanpa alasan. Kenzo ingin agar dia selalu dapat mengetahui kabar Luna melalui Cindy.
Mendengar jika semua coklat-coklat itu dari Kenzo tiba-tiba ada desiran aneh didada Luna.
Luna tidak mengerti kenapa rasa itu tiba-tiba muncul.Padahal sejak Aluna kecil Kenzo sudah terbiasa memberinya coklat.
"Tapi kalau ketemu kak Kenzo, kamu pura-pura tidak tau ya..kalau sampai dia tau aku membocorkan rahasianya bisa hilang uang jajan bulanan aku dari dia " ujar Cindy.
"Oke " jawab Luna.
__ADS_1
"Jadi ini coklatnya diterima tidak ?" Cindy mengacungkan coklat yang tadi sempat Luna tolak.
"Diterima dong..kata Mommy tidak boleh menolak rejeki " jawab Luna sambil memasukkan coklat itu kedalam tas nya
"Tadi kamu nolak " cibir Cindy
"Aku nolak biar kamu bilang siapa yang ngasihnya " jawab Luna sambil tersenyum.
"Kejebak deh gue " umpat Cindy.
Luna tertawa sambil menggamit lengan Cindy.
"Ke kantin yu !" ajak Luna. Kedua gadis itu pun beranjak menuju kantin sekolah.
Sepulang sekolah Cindy pulang ke rumah Luna, mereka akan mengerjakan tugas kelompok membuat laporan mengenai kegiatan bakti sosial yang telah mereka ikuti sebelumnya.
Kedatangan kedua gadis remaja itu langsung disambut ramah oleh Felisha. Felisha memang sudah sering bertemu dengan teman sebangku putrinya itu di sekolah.
"Aih..kamu punya boneka yang sama dengan aku " Cindy mengambil satu boneka dari atas ranjang Luna.
"Itu dikasih kakak Ken " jawab Luna.
Luna masih ingat ketika dulu ia bertemu dengan Kenzo dan orangtuanya di toko mainan.Pada saat itu Mamih Kenzo membeli dua boneka dan salahsatunya diberikan kepadanya.
"Aku juga dikasih kakak Ken waktu aku ulang tahun " jawab Cindy.
Luna dan Cindy tertawa setelah mengetahui jika boneka yang satu lagi ternyata diberikan kepada Cindy sebagai kado ulangtahun.
"Kakak...dipanggil Mommy..katanya disuruh makan " tawa Luna dan Cindy terhenti ketika Abi tiba-tiba muncul dikamar Luna.
Luna dan Cindy pun keluar dari kamar dan menghampiri Felisha yang di ruang makan.
"Kalian makan dulu biar tenang ngerjain tugasnya " Felisha menyiapkan piring untuk kedua gadis remaja itu.
"Terimakasih Tan " ucap Cindy.
Felisha meninggalkan Luna dan Cindy berdua di meja makan untuk menerima telepon dari Bagas.
Sudah menjadi hal yang wajib bagi Bagas untuk selalu mengecek anak dan istrinya disela-sela kesibukannya.
Setelah selesai makan, kedua gadis remaja itu pun kembali fokus pada tugas sekolahnya. Luna tidak menyadari jika diam-diam Cindy melaporkan semua kegiatannya kepada Kenzo.
Ketika dalam perjalanan pulang, Luna mengatakan jika mobil mereka ada yang mengikuti dari belakang.
"Mom dibelakang ada mobil Daddy " ucap Luna
"Aku mau ikut mobil Daddy.." pinta Abimanyu.
"Iya tunggu Mommy menepi dulu " Felisha pun menepikan mobilnya dibahu jalan diikuti mobil Bagas dibelakangnya.
"Daddy..aku mau ikut mobil Daddy " Abi langsung turun dari mobil Felisha dan masuk ke mobil Bagas.
Setelah Abi pindah ke mobil Bagas, mereka pun kembali melanjutkan perjalanan pulang. Mobil Bagas tetap berada di belakang mobil Felisha.
"Kalian habis darimana ?" tanya Bagas setelah mereka sampai ke rumah.
"Habis nganterin temannya kakak Luna pulang Mas..terus belanja sedikit sambil jalan " jawab Felisha sambil membantu mengurai dasi yang membelit leher Bagas.
"Temannya kakak main kesini ?" tanya Bagas sambil memeluk pinggang Felisha.
"Iya..mereka belajar bersama " jawab Felisha.
"Laki-laki atau perempuan ?" tanya Bagas lagi
Felisha menatap dalam kearah Bagas. " Kalau laki-laki kenapa ?" tanya Felisha.
"Tidak apa-apa..sebagai Daddy nya Mas harus tau dong siapa saja teman kakak Luna " jawab Bagas.
"Ooh begitu..teman kakak Luna perempuan Sayang " jawab Felisha.
"Kamu sekarang jadi cerewet Sayang " Felisha mencubit ujung hidung Bagas gemas.
"Harus dong..Luna itu putri kita satu-satunya. Ada perbedaan cara mengawasi anak laki-laki dan perempuan " jawab Bagas.
"Iya.. Daddy cerewet " goda Felisha.
__ADS_1
Bagas tertawa dengan kedua tangan membelit pinggang Felisha erat membuat tubuh keduanya semakin rapat. Namun Bagas dan Felisha buru-buru saling melepaskan diri ketika tiba-tiba Abi masuk ke kamar.
"Aargh..Abi ganggu saja " gumam Bagas
"Daddy..aku ingin tidur disini " Abimanyu langsung naik keatas ranjang dan berbaring disana.
"Boleh..tapi tugas sekolah nya sudah selesai belum ?" tanya Felisha
"Sudah Mom tadi dibantuin sama kakak Luna " jawab Abimanyu.
Bagas tersenyum getir sambil beranjak ke kamar mandi.
"Dasar krucil..tidak bisa lihat Mommy dan Daddy nya berduaan " sungut Bagas sebelum menghilang dibalik pintu kamar mandi.
Setelah Bagas masuk ke kamar mandi, Felisha menyiapkan baju ganti untuk Bagas sebelum ia naik keatas ranjang untuk menidurkan Abimanyu.
Setelah menidurkan Abimanyu, kini Felisha beranjak menuju kamar Luna. Disana Luna baru saja selesai belajar dan sedang bersiap untuk tidur.
"Mom..kakak boleh bertanya tidak ?" tanya Luna
"Boleh..mau tanya apa ?" tanya Felisha sambil duduk disisi ranjang.
"Jika ada cowok yang memberi coklat apakah itu artinya cowok itu suka kepada kita ?" tanya Luna.
Felisha tampak bingung mencari jawaban atas pertanyaan dari Luna.
"Mungkin iya Sayang..tapi tergantung siapa yang memberinya..memangnya siapa yang suka ngasih coklat sama kakak ?"
"Hanya teman Mom " jawab Luna.
"Ooh teman ya " gumam Felisha. Luna mengangguk.
"Laki-laki ?" tanya Felisha
Dengan wajah takut Luna mengangguk. Felisha tersenyum sambil mengelus pipi Luna.
"Tidak apa-apa Sayang.. Mommy tidak marah kok " ujar Felisha.
"Itu tandanya kakak sudah besar..sudah mulai ada yang naksir " Felisha mencubit ujung hidung Luna.
"Tapi kakak belum mau pacaran " jawab Luna.
"Cuma dikasih Coklat saja kan bukan diajak pacaran..jadi santai saja " ujar Felisha.
"Iya Mom..cuma dikasih coklat saja " jawab Luna.
"Ya sudah..sekarang kakak tidur. Besok-besok Mommy juga mau minta dibelikan coklat sama Daddy " ujar Felisha sambil menaikan selimut hingga menutupi dada Luna.
"Selamat tidur Sayang " Felisha memberikan satu kecupan dikening Luna sebelum ia keluar dari kamar Luna.
"Luna sudah tidur ?" tanya Bagas yang sedang menonton tv di ruang keluarga.
"Sudah " jawab Felisha sambil duduk di sebelah Bagas.
"Mas.." panggil Felisha
"Ya..ada apa ?" Bagas berpaling menghadap kepada Felisha.
"Sekali-kali aku mau dong dikasih coklat sama kamu " pinta Felisha manja.
Bagas menatap wajah Felisha lembut. "Kamu iri ya sama Luna karena suka ada yang ngasih coklat ?" tebak Bagas. Felisha mengangguk.
"Selama kita menikah belum pernah sekalipun Mas Bagas kasih aku coklat " Felisha merajuk.
"Tapi kan Mas sudah kasih Abi " jawab Bagas santai.
"Iih..dasar tidak romantis " rengek Felisha sambil mencubit pinggang Bagas.
"Ya sudah besok Mas akan belikan coklat untuk kamu " ujar Bagas akhirnya.
"Beneran ya !"
"Iya beneran " jawab Bagas
Maaf ya dengan jadwal up yang berantakan🙏
__ADS_1
Author sedang sedikit sibuk didunia nyata. Tapi begitu ada waktu Author usahain tetap nulis
Tetap dukung ya...Happy reading 😘😘