Om Buah Hatiku

Om Buah Hatiku
Mobil Bergerak


__ADS_3

Pagi-pagi setelah Kenzo pergi ke kantor Luna menyuruh pelayan untuk belanja sayuran dan daging.


Hari ini Luna menyuruh pelayan masak lebih banyak dari biasanya untuk menyambut kedatangan mertuanya dari Jepang.


Felisha juga ikut sibuk membuatkan beberapa macam kue begitu mendengar besannya akan datang.


mendekati waktu kedatangan mertuanya para pengasuh sudah memandikan Kenan dan Ana. Kedua bocah berpipi bulat dan bermata sipit itu terlihat sangat ceria sepertinya mereka mengetahui jika kakek dan neneknya akan datang hari ini.


Tidak lama kemudian terdengar suara mobil Kenzo memasuki halaman rumah disusul suara Mamih yang langsung mencari keberadaan kedua cucunya.


"Ya Tuhaan..Papiih..lihat cucu-cucu kita sudah besar begini " Mamih langsung heboh memperlihatkan Kenan dan Keana kepada Papih.


Papih dan Mamih langsung menggendong kedua cucunya masing-masing satu.


"Kenan mirip Kenzo banget waktu kecil " Mamih mencium Kenan yang berada dalam gendongan Papih.


"Kalau Ana..lebih mirip kakak Luna.


cuma matanya saja yang mirip Kenzo " Mamih menciumi Ana yang berada dalam gendongannya.


"Mamih dan Papih tidak kangen sama aku ?" tanya Luna yang sedari tadi hanya bengong melihat mertuanya yang heboh menggendong Kenan dan Keana.


"Tadi saja waktu kakak jemput di bandara mereka langsung menanyakan cucunya..sama sekali tidak menanyakan kita " bisik Kenzo ditelinga Luna.


"Ya kangen dong kak.. " Mamih mendekat kearah Luna kemudian mencium keningnya.


"Papih juga kangen sama anak Papih yang cantik ini " Papih pun mendekat kearah Luna dan mencium puncak kepala Luna dengan penuh kasih sayang.


Papih dan Mamih Kenzo sudah terbiasa memperlakukan Luna seperti itu sejak Luna masih kecil.


Mereka sudah menganggap Luna seperti putrinya sendiri, apalagi sekarang Luna sudah resmi menjadi menantunya dan memberikan mereka dua cucu yang cantik dan tampan membuat mereka semakin menyayangi Luna.


Meskipun sudah menempuh perjalanan jauh Papih dan Mamih Kenzo sama sekali tidak terlihat lelah.


Mereka anteng menemani kedua cucunya yang sudah bisa merangkak bermain diatas kasur lantai. Mereka mengabaikan anjuran Luna dan Kenzo untuk beristirahat.


Setelah si kembar yang lelah bermain tertidur, barulah Mamih dan Papih Kenzo mau diajak makan.


"Melihat si kembar Mamih jadi ingat Kenzo waktu kecil.. pipinya sama persis bulatnya dengan Kenan " ujar Mamih sambil melirik kearah Kenzo.


Luna mengikuti arah mata mertuanya menatap kearah pipi Kenzo.


"Tidak lagi..sekarang sudah tidak bulat lagi " ujar Kenzo.


"Iya " jawab Luna sambil terkekeh.


"Sekarang putra Mamih dan Papih tambah ganteng " puji Luna membuat Kenzo tersenyum senang.


"Sama gantengnya seperti Papihnya" sambar Papih yang langsung disambut cibiran Mamih.


"Sama sipitnya iya " cibir Mamih sambil mengisi piring Luna dengan tempura goreng.


"Kakak harus banyak makan soalnya sedang menyusui dua bayi " ujar Mamih memaksa.


"Bukan hanya dua bayi Mih..tapi tiga " seloroh Luna sambil melirik kearah Kenzo sambil tertawa.


"Dasar kamu kak..kelakuan Papih kamu itu turun banget sih ke kamu " Mamih memukul tangan Kenzo.Kenzo dan Luna saling pandang kemudian tertawa bersama.


Selama Mamih dan Papih Kenzo di Jakarta semua urusan Kenan dan Keana diambil alih oleh Mamih. Luna hanya kebagian tugas untuk memberi ASI saja.


"Mumpung ada Papih dan Mamih yang ikut jagain anak-anak bagaimana kalau nanti sore kita jalan-jalan " ajak Kenzo.


"Sudah lama kita pernah jalan berdua " tambah Kenzo.

__ADS_1


Ketika Kenzo mengutarakan niatnya untuk pergi jalan-jalan berdua dengan Luna Papih dan Mamih tentu saja setuju.


"Pergi saja..biar anak-anak sama Mamih " jawab Mamih.


"Papih nitip martabak telur ya kak " pinta Papih.


"Iya Pih " jawab Luna.


Setelah mendapat ijin dari Papih dan Mamih sore harinya mereka pun bersiap untuk pergi.Sebelum pergi Luna memompa ASI nya memastikan stok ASI nya cukup pada saat ia dan Kenzo pergi.


Luna menyiapkan celana jeans denim dan kemeja putih untuk Kenzo kenakan senada dengan Aluna yang memakai kemeja putih dan rok jeans selutut.


"Kamu seperti anak SMA " Kenzo menatap penampilan Luna.


"Masa sih ?" Luna menatap dirinya di cermin. " tidak ah..sama saja seperti ibu dua anak "


"Harus ekstra dijagain ini takutnya ada yang naksir " Kenzo membimbing Luna keluar dari kamar.


Setelah mencium kedua buah hatinya mereka pun pamitan kepada Papih dan Mamihnya.


"Sayang kita mau kemana ?" tanya Luna ketika mereka dalam perjalanan.


"Kita jalan-jalan terus kita nonton " ajak Kenzo.


"Sudah lama kita tidak nonton, kalau tidak salah kita nonton itu sebelum kamu hamil " sambung Kenzo.


"Iya..sudah setahun lebih " jawab Luna.


Setibanya ditempat yang dituju, Kenzo membawa Luna ke sebuah restoran Jepang yang menjual menu utama ramen.


Luna memesan satu porsi Miso ramen sedangkan Kenzo memesan tsukumen Ramen.Ramen pilihan Kenzo cara penyajiannya disajikan secara terpisah antara mie dan kuahnya. Cara menyantapnya juga berbeda. Mie ramen tidak direndam kuah melainkan hanya dicelup saat menyantapnya. Kuah kaldu ini memiliki tekstur yang lebih kental dengan rasa yang lebih kuat.


Pada saat mereka sedang menikmati mie ramen mereka dikagetkan dengan kedatangan seorang wanita yang menghampiri meja dan menyapa mereka.


"Kamu sama siapa ?" tanya Kenzo


"Sendirian.. kebetulan bertemu kalian disini jadi ada teman " Hana langsung duduk di kursi yang kebetulan kosong di sebelah kiri Kenzo.


Luna hanya melongo melihat Hana yang langsung duduk bergabung di meja mereka tanpa persetujuan dari Luna dan Kenzo.


Luna berusaha bersikap biasa menghadapi Hana. Luna menyembunyikan rasa tidak sukanya terhadap Hana yang terlihat selalu berusaha mencari perhatian Kenzo.


Dari pertama kali bertemu Luna bisa menilai jika Hana adalah type wanita yang agresif, buktinya Hana berani mengatakan terus terang kepada Luna jika ia menyukai Kenzo.


Meski Luna berusaha bersikap biasa namun Kenzo tau jika Luna sedang menyembunyikan rasa tidak sukanya dengan kehadiran Hana diantara mereka.


Setelah mereka selesai makan, Kenzo dan Luna pamit karena mereka akan melanjutkan dengan pergi nonton. Diluar dugaan Hana pun mengatakan jika ia juga akan nonton dan sialnya film yang akan mereka tonton sama.


Setelah membeli tiket dan cemilan juga minuman mereka pun masuk karena film sudah akan mulai diputar.


"Sayang jangan marah dong " Kenzo menggenggam tangan Luna. Ia tau jika Luna tidak suka dengan kehadiran Hana diantara mereka.


"Ngapain sih dia harus ngikutin kita " bisik Luna ditelinga Kenzo.


"Kakak juga tidak tau sayang mungkin dia ingin ada teman nonton " jawab Kenzo.


"Ya sudah kalau begitu kita pulang saja " ajak Kenzo. Luna setuju. Dilanjutkan nonton pun percuma yang ada malah bikin ribut.


"Kakak keluar duluan ya pura-pura mau ke tolilet..nanti kamu nyusul " bisik Kenzo.


"Iya " jawab Luna.


"Kakak Ken mau kemana ?" tanya Hana ketika melihat Kenzo bangkit.

__ADS_1


"Ke toilet " jawab Kenzo.


"Ooh " jawab Hana.


Selang lima menit kemudian Luna pun pamit ingin ke toilet juga. Hana mengangguk dengan wajah yang terlihat bingung. Sampai film usai Luna dan Kenzo tidak pernah kembali lagi.


Luna dan Kenzo memutuskan langsung keluar dari gedung bioskop.


"Awas saja dia berani-berani ambil suami aku " sungut Luna sambil masuk kedalam mobil.


"Dia itu tidak punya malu sekali..tidak sadar kalau kehadiran dia itu mengganggu "


"Sudah tidak usah marah-marah..kan kita niat nya mau senang-senang " Kenzo mengusap kepala Luna lembut.


"Mau senang-senang bagaimana kalau ada pengganggu " Luna cemberut.


"Bagaimana kalau senang-senangnya disini saja " ucap Kenzo sambil menaikan kaca mobil.


"Maksudnya apa ?" tanya Luna ketika Kenzo melepaskan seatbelt Luna yang baru saja terpasang kemudian menarik tangan Luna agar duduk dipangkuannya.


Setelah Luna duduk mengangkang diatas pangkuannya, Kenzo menarik tuas dikanan kursinya sehingga posisinya menjadi setengah berbaring.


Luna yang mulai mengerti apa yang Kenzo inginkan perlahan merunduk kemudian menyatukan bibir mereka.


Kenzo pun menyambut bibir Luna dan melu matnya dengan rakus, aksi saling lu mat dan belit lidah pun terjadi.


"Sayang..aku takut nanti ada yang melihat " bisik Luna ketika bibir Kenzo mulai menyusuri lehernya.


"Tidak akan..kaca mobil kakak gelap " jawab Kenzo dengan suara parau karena mulai terbakar gairah.


Kenzo mengangkat sedikit pinggul Luna ketika ia melepas sabuk dan membuka resleting celananya dan kemudian Kenzo menarik segitiga pengaman milik Luna dan melorot kannya disela kaki jenjangnya dengan mudah karena Luna memakai rok pendek.


"Aargh.." erang Kenzo ketika Luna kembali duduk dan mulai melakukan penyatuan.


"Kakak..kenapa kita tidak ke hotel saja " Luna terlihat tidak nyaman ketika mereka akan melakukan di mobil.


"Kita kan belum pernah melakukannya di mobil Sayang " jawab Kenzo sambil mulai melahap dua bukit kembar Luna dan tangannya mere mas bokong Luna.


Kenzo memejamkan matanya ketika Luna mulai bergerak menekan dan maju mundur.


Luna yang awalnya didera rasa takut akhirnya mulai terhanyut ketika Kenzo melahap dua bukit kembarnya dengan rakus.


"Sayaang aargh " Kenzo mengerang ketika Luna bergerak semakin cepat diatas pangkuannya.


Setelah sekian lama akhirnya Luna tampak terengah sambil memeluk kepala Kenzo didadanya ketika mereka mendapatkan pelepasan bersama.


Setelah napas mereka terlihat stabil Luna pun beringsut turun dari pangkuan Kenzo.


"Dalaman aku kemana ?" Luna celingukan mencari segitiga pengaman miliknya.


"Ini " Kenzo memberikan kain berbentuk segitiga itu kepada Luna. Dengan malu-malu Luna pun memakainya sementara Kenzo kembali menarik resleting celananya dan memakai kembali sabuknya.


"Habis ini kamu mau kemana lagi ?" tanya Kenzo sambil membantu mengancingkan kemeja Luna.


"Beli martabak telur dulu untuk Papih terus kita pulang " jawab Luna.


"Baiklah " jawab Kenzo sambil mulai menyalakan mesin mobilnya.


"Sebentar Sayang " ucap Luna sambil mengusap bibir Kenzo dengan tisu karena terdapat noda lipstik nya di bibir Kenzo.


"Sudah bersih " ujar Luna dan Kenzo pun mulai melajukan mobilnya meninggalkan parkiran.


"

__ADS_1


__ADS_2