
Sesudah memandikan Luna , Kenzo membawa Luna jalan-jalan disekitar hotel. Mereka menyusuri jalanan dengan berjalan kaki seperti keinginan Luna.
"Kakak aku ingin makan itu " Luna menunjuk pada penjual nasi goreng yang mangkal di pinggir jalan.
"Kenapa tidak pesan di hotel saja ?" tanya Kenzo
"Aku mau nya makan disini " jawab Luna.
"Baiklah " Kenzo menuntun Luna memasuki warung nasi goreng. Begitu masuk mereka beruntung karena masih tersedia dia bangku plastik disudut ruangan.
Warung yang lumayan penuh membuat wajah Kenzo langsung basah oleh keringat. Satu buah kipas angin disudut ruangan tidak mampu membuat sejuk warung itu.
Luna mengambil tisu kemudian menyusut wajah Kenzo yang basah berkeringat. Terlihat sekali jika Kenzo tidak terbiasa makan di tempat seperti ini.
Tidak lama kemudian pesanan mereka pun datang. Kenzo dan Luna menyantap nasi goreng pesanan mereka dengan lahap.
"Bagaimana..enak tidak nasi gorengnya ?" tanya Luna.
"Enak Sayang..cuma gerah " keluh Kenzo.
"Yang penting kan enak " ujar Luna sambil terus menyantap nasi gorengnya.
Luna menggeser piring nasi gorengnya ketika melihat Kenzo sudah menghabiskan nasi gorengnya dengan cepat.
Kenzo pun membantu menghabiskan nasi goreng di piring Luna.
Setelah makan nasi goreng, mereka memutuskan kembali ke hotel karena gerimis mulai turun. Kenzo tidak mau Luna sampai sakit karena kehujanan seperti dulu.
"Aku masih ingin jalan-jalan kak.. disebelah sana ada taman " Luna cemberut ketika Kenzo memaksa membawa Luna pulang.
"Takut hujannya semakin besar Sayang " bujuk Kenzo sambil menuntun Luna dengan langkah yang cepat agar segera sampai ke hotel tempat mereka menginap.
Ketika mereka sampai ke hotel pun Luna masih terlihat cemberut.
"Tidak usah cemberut..kakak tidak mau kamu sakit kalau kehujanan " Kenzo berusaha memberi pengertian.
"Ya sudah kita jalan-jalan lagi, tapi pake mobil ya " Kenzo akhirnya berinisiatif kembali membawa Luna jalan-jalan karena melihat Luna yang terus cemberut.
"Iya..iya mau " Luna tampak senang.
"Kamu mau jalan-jalan kemana ?" tanya Kenzo setelah mobil mereka mulai keluar dari parkiran hotel.
"Puter-puter saja kak..aku ingin menikmati suasana malam di Surabaya " jawab Luna.
"Baiklah Sayang " jawab Kenzo.
Belum setengah jam berlalu, Kenzo dibuat geleng-geleng kepala ketika melihat Luna sudah tertidur dengan pulasnya.Akhirnya Kenzo pun putar balik ke hotel.
"Kita sudah selesai jalan-jalan nya ?" tanya Luna ketika merasa mobil berhenti.
__ADS_1
"Iya Sayang sudah selesai " jawab Kenzo sambil berusaha menahan senyumnya.
Masih dengan terkantuk-kantuk Luna turun dari mobil kemudian kembali ke kamar mereka dengan dituntun oleh Kenzo.
Sesampainya di kamar Luna langsung menjatuhkan tubuhnya diatas kasur empuknya dan kembali tertidur.
Kenzo duduk disisi ranjang sambil menatap istrinya yang sudah terkapar tidak berdaya tidak bisa melawan kantuk.
Perlahan Kenzo memyapukan bibir kenyalnya dibibir Luna berharap istrinya itu akan terjaga, namun Kenzo tampaknya harus kecewa karena Luna diam tidak bergeming dalam tidurnya.
Selagi Luna tertidur Kenzo pun mulai paking karena besok mereka akan kembali ke Jakarta.Kenzo hanya menyisakan baju yang akan mereka pakai besok pada saat pulang saja.
Setelah selesai paking Kenzo pun naik keatas ranjang dan berbaring disebelah istri kecilnya yang sudah lebih dulu tertidur dengan pulas. Kenzo pun akhirnya tertidur sambil memeluk Luna.Keesokannya Luna dan Kenzo pun pulang ke Jakarta.
Begitu melihat Luna dan Kenzo datang Alysha langsung merentangkan tangannya minta di gendong. Rupanya balita itu sangat rindu Setelah beberapa hari tidak bertemu Luna dan Kenzo.
"Dedek kangen kakak ya " Luna mengangkat Alysha dari gendongan Felisha.
"Kerjaannya beres Ken ?" tanya Bagas
"Beres Dad " jawab Kenzo sambil duduk tidak jauh dari Bagas.
Luna menurunkan Alisha dipangkuan Kenzo ketika tangan mungil adiknya itu menggapai-gapai kearah Kenzo.
Setelah berada dipangkuan Kenzo Alysha pun langsung anteng sambil menghisap mpengnya.
Kenzo dan Bagas ngobrol tentang perusahaan dengan Alysha dalam pangkuannya. Sesekali tangan mungil Alysha mempermainkan lengan baju Kenzo.
"Kakak nya masih lelah Sayang " Bagas berusaha membujuk putri bungsunya agar berhenti menangis.
Melihat adiknya menangis ingin ikut Luna pun tidak tega, akhirnya ia membawa Alysha ke rumah nya.
"Dedek mau nginep sama kakak Luna dan kakak Ken ya " Luna menurunkan Alysha diatas kasur empuknya yang sudah beberapa hari ini mereka tinggalkan.
"Kira-kira kalau dedek tidur disini nangis tidak ya ?" tanya Kenzo.
"Entahlah..tapi kalau nangis juga tinggal kita anterin ..gampang " jawab Luna.
"Mendingan malam ini dedek tidak usah kita anterin..suruh nginep disini saja " saran Kenzo.
"Iya..aku juga masih kangen " Luna menciumi pipi bulat adiknya dengan gemas.
Luna mengirimkan pesan kepada Mommy nya memberitahu jika Alysha akan menginap di rumahnya.
Setelah membaca pesan dari Luna Felisha terlihat kebingungan.
"Pesan dari siapa..kamu seperti yang bingung ?" tanya Bagas.
"Dari kakak Luna..katanya dedek mau tidur sama mereka malam ini " jawab Felisha.
__ADS_1
"Kenapa bingung..biarin tidur sama kakaknya ini " ujar Bagas santai.
"Aku takut dedek nangis tengah malam Mas " ujar Felisha.
"Kalau nangis nanti juga dianterin kesini, orang tinggal nyebrang " Bagas berusaha menenangkan Felisha.
"Iya juga sih " jawab Felisha.
Waktu hampir jam 9 malam tidak ada tanda-tanda Luna dan Kenzo akan mengembalikan Alysha.
"Sudah malam..tidur yuk " Bagas mematikan tv dan menuntun Felisha masuk ke kamar mereka.
Setelah berada diatas kasur mereka, Bagas dan Felisha tidak langsung tidur. Felisha seperti biasa harus mengeloni dahulu suaminya yang tingkat kemesuman nya semakin hari semakin bertambah.
Karena Alysha tidak ada, Bagas benar-benar memanfaatkan kesempatan sebaik-baiknya dengan membuat Felisha mendesah semalaman.
Sementara disebrang sana, Kenzo tampak sedang berusaha menidurkan Alysha dengan mengusap-usap punggungnya sambil menyanyikan lagu Nina Bobo.Tidak lama kemudian Alysha pun tertidur dengan mpeng di mulutnya.
"Akhirnya dedek tidur juga " Kenzo tersenyum puas karena telah berhasil menidurkan Alysha.
"Kakak sudah cocok jadi ayah " puji Luna.
"Tinggal menunggu ada dedek bayi disini " ujar Kenzo sambil mengelus perut Luna.
"Memang sudah siap punya anak ?" tanya Luna.
"Sudah dong..sudah siap lahir batin " jawab Kenzo yakin dengan tangan terus mengelus perut Luna.
"Dielus kakak malah bikin aku ngantuk " Luna mulai menguap.
"Hehhh jangan dulu tidur..dari kemarin kakak belum dapat jatah. Kamu lupa ya " Kenzo mengingatkan.
"Memang harus tiap malam ya ?" tanya Luna polos.
"Tidak juga sih..tergantung kebutuhan " jawab Kenzo.
"Kakak sekarang lagi butuh ?" tanya Luna. Kenzo mengangguk.
"Ada dedek kak " Luna menunjuk pada Alysha yang sedang menguasai ranjang mereka.
"Kita pakai kasur lipat saja " ajak Kenzo sambil turun dari ranjang dan mengambil kasur lipat.
Setelah siap Luna dan Kenzo pun turun dan memilih tidur dibawah dengan memakai kasur lipat agar aktifitas mereka nanti tidak menggangu tidur Alysha.
Begitu Luna merebahkan tubuhnya diatas kasur lipat, Kenzo pun langsung naik keatas tubuh Luna dan melahap bibir Aluna dengan rakus.
Luna membalas ******* bibir Kenzo dengan kedua tangan melingkar erat dileher Kenzo.
Suara decapan bibir mereka terdengar jelas dikamar mereka yang luas. Luna berusaha menahan mulutnya agar tidak mengeluarkan suara-suara aneh ketika Kenzo mulai melakukan penyerangan.
__ADS_1
Kenzo melakukan penyerangan tidak se brutal biasanya karena ada balita yang sedang tertidur di ranjang mereka.
Hingga Kenzo selesai melaksanakan kewajibannya memberi nafkah batin kepada istrinya, Alysha tetap tertidur dengan pulasnya.