
Ditengah kesibukan di perusahaan barunya, tidak menyurutkan usaha Kenzo untuk kembali mendapatkan hati Luna.
Setiap malam Kenzo selalu mengirimi pesan namun tidak satu pun pesannya yang Luna balas.
Kenzo berusaha mengambil hati Luna dengan mendekati Bagas. Hampir setiap minggu ia selalu menemani Bagas bermain golf.
Bagas dan Felisha yang sudah mengetahui hubungan Luna dan Kenzo memilih pura-pura tidak tau.Mereka ingin mengukur sampai dimana keseriusan Kenzo terhadap Luna.
"Sayang..aku tuh bingung sama Luna. Sebenarnya Luna sama Kenzo itu masih pacaran atau sudah putus sih ?" tanya Felisha sambil berbaring menyusui Alysa putri bungsu mereka.
"Entahlah Sayang..Mas juga bingung melihat mereka.Tapi sepertinya Luna selalu menghindar dari Kenzo " jawab Bagas.
"Iya Mas.. sepertinya Aluna masih kecewa karena Kenzo menolak bertemu waktu Luna ke Jepang " ujar Felisha.
"Dia itu mirip seperti kamu..kalau sudah kecewa sulit untuk didekati " sambung Bagas.
Felisha hanya mendengus sambil membetulkan letak kepala Alysa.Setelah kenyang menyusu, Felisha memindah kan Alysa kedalam box bayinya.
"Menurut kamu Kenzo itu gimana Sayang ?" tanya Felisha sambil duduk dipangkuan Bagas.
"Anaknya baik, kita kan tau dia dari kecil dan keluarganya pun baik " jawab Bagas.
"Maksud aku.. perasaan dia sama kakak Luna "
"Keliatannya Kenzo sungguh-sungguh..entah kakak Luna nya " jawab Bagas sambil tersenyum.
"Kita lihat saja seberapa besar kesungguhan Kenzo sama Luna " tambah Bagas.
"Iya Sayang " jawab Felisha sambil melingkarkan kedua tangannya dileher Bagas.
"Yang sudah keliatan serius baru Nakula sama Zhi..kalau Sadewa aku belum denger dia dekat dengan perempuan " ujar Felisha.
"Dia terlalu sibuk dengan kerjaan " keluh Bagas.
"Iya Sayang " jawab Felisha.
*
Hari ini sepulang kuliah Luna mampir ke sebuah pusat perbelanjaan. Sebelum pergi kuliah Felisha menyuruh Luna untuk belanja kebutuhan rumah.
Luna yang sudah terbiasa menemani Mommy nya belanja sama sekali tidak keberatan ketika Mommy nya menyuruh belanja.
Luna fokus melihat daftar belanjaan ditangannya.Ia tidak menyadari jika Kenzo ada dibelakangnya dan sudah dari sejak tadi mengikutinya.
Luna baru menyadari kehadiran Kenzo ketika pria tampan itu membantu mendorong troli milik Luna yang sudah mulai penuh.
"Aku bisa sendiri kak " Luna hendak menyingkirkan tangan Kenzo namun Kenzo malah menangkap tangan Luna dan menggenggamnya dengan tangan kirinya.
"Lepasin..malu tau dilihat orang " Luna mencubit tangan Kenzo membuat pria itu mengaduh dan akhirnya melepaskan genggamannya.
"Kamu kenapa jadi galak begini ?" keluh Kenzo sambil mengusap tangannya.
__ADS_1
"Habisnya kakak main pegang-pegang tangan aku " jawab Luna sambil melirik tangan putih Kenzo yang sedikit memerah karena ia cubit.
"Masa pegang tangan pacar sendiri tidak boleh " ujar Kenzo.
"Aku bukan pacar kakak " ujar Luna sambil ngeloyor pergi menuju rak tempat diapers. Kenzo pun mengikuti sambil mendorong troli belanjaan Luna.
"Walaupun kamu tidak mengakui tapi bagi kakak kamu tetap pacar kakak " Oceh Kenzo santai.
"Maksa " cibir Luna sambil memasukan banyak diapers kedalam troli.
Kenzo setia menemani Luna belanja sampai selesai. Setelah mendapatkan semua barang yang Felisha pesan Luna pun beranjak menuju meja kasir.
Pada saat akan membayar Kenzo buru-buru mendahului sambil memberikan kartu miliknya. Tidak ingin berdebat akhirnya Luna pun membiarkan Kenzo membayar semua belanjaannya.
"Kamu bawa mobil ?" tanya Kenzo ketika mereka keluar dari supermarket. Luna menggeleng. Tadi pagi ia pergi kuliah diantarkan Nakula.
"Kalau begitu sama kakak saja " Kenzo menuntun Luna dengan tangan kirinya sementara tangan kanannya menenteng kantung belanjaan Luna.
"Nomor rekening kakak berapa ?" tanya Luna sambil menggenggam ponselnya.
"Untuk apa menanyakan nomer rekening kakak ?" tanya Kenzo sambil menyalakan mesin mobilnya.
"Buat ganti uang kakak barusan " jawab Luna.
"Tidak usah diganti..masa bayarin belanjaan pacar sendiri harus diganti " jawab Kenzo santai.Luna mendengus sambil membuang muka.
Untuk sejenak keduanya membisu. Kenzo sesekali melirik kearah Luna yang tampak asik dengan ponselnya.
"Iya " jawab Luna.
Mendengar jawaban Aluna Kenzo hanya mampu menelan ludah getir. " Kamu tega banget sih sama kakak " keluh Kenzo.
"Yang tega itu bukan aku..tapi kakak " balas Luna.
"Waktu itu aku bela-belain pergi ke Jepang untuk menengok kakak..aku itu khawatir sama kakak..tapi kakak malah menolak bertemu dengan aku " Luna melampiaskan kekesalan dan rasa sakit hatinya yang selama ini ia pendam.
"Waktu itu kakak tidak percaya diri untuk bertemu dengan kamu " jawab Kenzo.
"Aku mengerti..tapi kakak juga tidak pernah lagi menghubungi aku.Bahkan kakak sengaja mengganti nomer agar aku tidak menghubungi kakak ..iya kan ?" tuduh Luna.
Kenzo diam tidak menjawab.Ia sedikit terkesima mendengar Luna yang terus mengoceh melampiaskan kekesalannya.
"Jadi sejak saat itu aku tidak mau menganggap kakak sebagai pacar aku lagi " lanjut Luna.
"Kakak akan sabar menunggu sampai kamu mau kembali mengakui kakak sebagai pacar kamu " jawab Kenzo kekeh.
"Kalau aku punya pacar ?" tanya Luna.
"Tidak masalah..kakak akan tunggu sampai kalian putus " jawab Kenzo santai.
"Dasar pemaksa " cibir Luna.Kenzo hanya tersenyum.
__ADS_1
"Kalau kamu masih belum mau membalas cinta kakak tidak masalah, tapi kamu jangan pernah menolak semua perhatian kakak sama kamu " ujar Kenzo.
Luna melirik kearah Kenzo yang tampak serius dengan ucapannya. Ia merasa bingung bagaimana menyikapi ucapan pria tampan berwajah oriental itu.
"Mau makan dulu ?" tanya Kenzo
"Tidak..aku makan di rumah saja " jawab Luna lirih.
"Ya..masakan di rumah kamu pasti lebih enak dan sehat. Semoga saja Mommy kamu mengajak kakak makan " Ucap Kenzo penuh harap.
Mendengar ucapan Kenzo Luna pun tidak dapat menahan untuk tidak tertawa.
"Nah gitu dong tertawa..jadi tambah cantik " puji Kenzo sambil menjawil dagu Luna.
"Jangan colek-colek " Luna langsung melotot.
"Galak banget " Kenzo tertawa sambil meraih tangan Luna dan menggenggamnya.
Jantung Luna terasa berdegup sangat kencang ketika tangan Kenzo tidak mau melepaskan tangannya dari genggamannya.
"Besok kakak jemput kamu di kampus ya !" ujar Kenzo tanpa melepaskan genggamannya.
Luna diam tidak menjawab.Namun diamnya Luna justru Kenzo artikan sebagai persetujuan.
Setibanya di rumah, Kenzo menurunkan semua belanjaan Luna dan membawanya ke dalam.
"Loh..belanjanya sama Kenzo ?" tanya Felisha begitu melihat Luna datang bersama Kenzo.
"Tadi ketemu di supermarket Mom " jawab Luna.
"Oh begitu ya " ujar Felisha dengan wajah curiga.
Setelah memasukan semua barang belanjaan Luna, Kenzo pun pamit pulang.
"Beneran kamu ketemu Ken di supermarket.. bukan janjian ?" tanya Felisha menyelidik.
"Beneran Mom " jawab Luna.
"Sebetulnya kalau janjian juga tidak apa-apa.. Mommy tidak marah " Felisha menjawil dagu Luna.
"Mommyyy..beneran aku ketemu di supermarket " ucap Luna.
"Iya..iya..Mommy percaya " ucap Felisha sambil mencium puncak kepala Luna penuh sayang.
"Siapa yang janjian Mom ?" tanya Bagas yang baru pulang dari kantor.
"Kakak Luna Sayang " jawab Felisha sambil mengedipkan matanya kearah Bagas.
"Bohooong Dad..Mommy bohong " Luna langsung menggelendot dilengan Bagas.
"Tidak mungkin Mommy bohong " Nakula yang baru pulang bersama Bagas membela Mommy nya.
__ADS_1
"Yeey dibelain kakak Nakula...terimakasih Sayang " Felisha memeluk putra tampannya.