
Setelah seminggu berlibur bersama akhirnya kedua keluarga itu pun pulang ke Jakarta. Bagas dan Papih Kenzo kembali sibuk dengan bisnisnya.
Felisha mulai sibuk mendaftarkan Luna ke Sekolah Dasar.Luna masuk ke sekolah yang sama dengan Nakula dan Sadewa sewaktu SD. Sementara Nakula dan Sadewa juga Kenzo naik ke kelas 8.
Di sisa liburan Luna dan si kembar menginap di rumah Bunda.Sedangkan Kenzo dan keluarganya terbang ke Jepang mengunjungi kakek dan Neneknya.
"Kakak Ken kenapa tidak ikut kita saja menginap di rumah Enin " Luna terlihat kecewa karena Kenzo memilih pergi ke Jepang.
"Lain kali saja kakak ikut ke rumah Eninnya " jawab Kenzo sambil mengusap kepala Luna penuh sayang.
Sebetulnya orangtua Kenzo sempat berniat untuk mengajak Luna berlibur ke Jepang tapi ditolak mentah-mentah oleh Bagas.
Disaat sikembar dan Luna di rumah Bunda, Bagas mendadak ada pekerjaan ke Bandung. Bagas memaksa Felisha untuk ikut.Namun mereka terpaksa pergi bertiga dengan Abi karena Luna dan sikembar menolak untuk ikut.
"Aku mau disini saja sama dedek Alyn " jawab Luna ketika Bagas dan Felisha membujuknya ikut.Sementara Nakula dan Sadewa memiliki acara sendiri dengan Dio.
Khawatir membuat Bunda dan Kinanti repot, Felisha menyuruh mbak Mia untuk membantu menjaga anak-anak di rumah bunda selama ia dan Bagas di Bandung.
Setelah sampai di rumah mereka dan beristirahat sejenak, Bagas meninggalkan Felisha dan Abimanyu untuk urusan pekerjaan.Rencananya mereka akan berada di Bandung selama tiga hari.
Udara Bandung yang sejuk membuat Felisha dan Abi lebih banyak menghabiskan waktu di kamar.
Bagas hanya geleng-geleng kepala ketika beberapa kali ia menghubungi ,Felisha dan Abi masih tiduran di kamar.
"Kamu tidak bosan dikamar terus Yang ?" tanya Bagas
"Tidak.. udaranya enak adem jadi bawaannya ngantuk terus " jawab Bagas
"Dasar malas " ujar Bagas sambil tertawa.
"Mas Bagas kapan pulang ?" tanya Felisha sambil membetulkan letak kepala Abi yang sedang tidur sambil menyusu.
"Belum tau..mungkin malam " jawab Bagas.
"Lama banget " Felisha langsung cemberut.
"Kenapa..sudah kangen ya..tidak bisa jauh dari Mas Bagas ya ?" goda Bagas
"Apaan sih pede banget " jawab Felisha
"Ya sudah kalau begitu Mas pulangnya besok saja " ujar Bagas.
"Heeeh..awas saja kalau berani tidak pulang " Felisha langsung melotot galak.
"Becanda Yang.....mana berani Mas tidak pulang " jawab Bagas takut.
Setelah mengakhiri sambungan video Bagas kembali sibuk dengan pekerjaan sedangkan Felisha kembali tidur sambil menyusui Abimanyu.
Jam delapan malam Bagas baru bisa pulang. Pekerjaan hari ini benar-benar menguras waktunya.
__ADS_1
"Tumben telat pulangnya ?" tanya Felisha begitu Bagas datang.
"Ada sedikit masalah " jawab Bagas sambil mengurai dasi yang membelit di lehernya dan duduk disisi ranjang kemudian mencium pipi Abi yang sudah terlelap.
"Tadi pagi Mas pergi Abi masih tidur, sekarang Mas pulang Abi sudah tidur lagi " Bagas mengelus pipi putra tampannya.
"Tadi waktu Mas Bagas tidak ada aku di rumah bosen tau..ga ada Luna dan si kembar sepi " Felisha duduk manja dipangkuan Bagas.
"Mungkin mereka masih lelah jika harus keluar kota lagi Karena baru pulang liburan dari Bali " jawab Bagas.
"Iya " jawab Felisha sambil merangkul leher Bagas manja.
"Lagian tumben Mas Bagas minta ditemenin kerja ..manja banget " Felisha mencubit ujung hidung Bagas.
Bagas tidak menjawab ia hanya tertawa sambil menyusupkan wajahnya didada Felisha yang hangat.
"Mau aku bikinin kopi tidak ?" tanya Felisha sambil menjauhkan kepala Bagas dari dadanya.
"Susu saja " jawab Bagas.
"Tumben..biasanya kopi " Felisha hendak beranjak dari pangkuan Bagas namun Bagas menahannya.
"Aku mau bikin susu Mas..katanya mau susu "
"Mas Bagas maunya punya Abi saja " jawab Bagas sambil semakin menyusupkan wajahnya didada Felisha.
"Dasar kanebo mesum " Felisha terkikik kegelian karena tangan Bagas mulai menyusup dibalik bajunya dan meremasnya.
"Abiii..ni Daddy ingin mencuri nen punya Abi " Felisha sengaja memberitahu Abi namun Bagas buru-buru membungkam mulut Felisha dengan bibirnya.
*
Dihari kedua di Bandung untuk membunuh kebosanan Felisha membawa Abimanyu jalan-jalan setelah Bagas pergi.
Felisha mengunjungi sebuah pusat perbelanjaan, ia membeli beberapa baju untuk suami dan anak-anak.
Pada saat belanja Felisha tidak sengaja bertemu dengan Dina teman kerjanya dulu sewaktu masih bekerja di perusahaan Ezra.
"Fe..aku kangen ditraktir sama kamu " ujar Dina sambil menarik tangan Felisha ke sebuah restoran yang berada tidak jauh dari sana.
"Kebiasaan kamu daridulu tidak pernah berubah " ujar Felisha .Dina hanya tertawa
"Sejak kapan kamu pindah ke Bandung ?" tanya Felisha setelah mereka memesan makanan.
"Tiga bulan yang lalu..aku disini jadi manajer keuangan..bekas posisi kamu dulu " jawab Dina
"Syukurlah " jawab Felisha.
"Anak kamu cakep banget..mirip Pak Bagas " Dina mencolek pipi Abimanyu yang sedang anteng dengan empeng karetnya.
__ADS_1
"Ya iya lah..dia kan bapaknya " jawab Felisha bangga.
"Sekarang pak Bagas bagaimana ?" tanya Dina. Ia sangat penasaran dengan kehidupan sahabatnya itu sekarang.
Dina adalah salah satu orang yang tahu kehidupan Felisha diawal pernikahannya dengan Bagas.
"Masih tetap ganteng.. cool.." jawab Felisha sambil nyengir.
"Maksud aku..sudah baik kah ?" tanya Dina hati-hati.
"Mas Bagas sekarang sudah berubah banget, dia itu sudah bucin akut.Aku juga ke Bandung untuk menemani dia yang sedang ada kerjaan disini " jawab Felisha.
"Syukurlah " jawab Dina lega
"Luna apa kabarnya..sudah sekolah belum ?" tanya Dina
"Luna tahun ini masuk SD..dia sedang menginap di rumah Bunda " jawab Felisha.
Hampir satu jam Felisha dan Dina makan sambil mengobrol. Setelah selesai makan mereka pun berpisah. Felisha pulang ke rumah dengan menggunakan taksi online.
Sesampainya di rumah ternyata Bagas sudah pulang. Ia sedang duduk di sofa sambil menonton TV.
"Sayang sudah pulang ?" sapa Felisha sambil mencium bibir Bagas sekilas.
"Ya..Mas pulang rumah pada kosong..kamu darimana ?" Bagas balik bertanya.
"Jalan-jalan Yang..bosen di rumah sekalian beli kaos buat kamu " Felisha menunjukkan paperbag di tangannya.
"Aku tidurin Abi dulu ya " Felisha pamit untuk menidurkan Abimanyu di kamarnya.
"Yang..tadi waktu belanja aku ketemu Dina, teman sekantor aku dulu " Felisha menceritakan pertemuannya dengan Dina.
"Dia sekarang dapetin posisi aku dulu waktu disini " tambah Felisha.
"Waktu kamu kabur dari Mas itu ya " ujar Bagas
"Bukan kabur..ngaco ih kamu " Felisha mencubit hidung Bagas.
"Bukan kabur..tapi melarikan diri dari suami " ralat Bagas.
"Ya wajar sih aku kabur juga kalau punya suami seperti itu " sindir Felisha semakin kencang mencubit ujung hidung Bagas .
"Sakit Sayang " Bagas meringis sambil berusaha melepaskan jepitan jari Felisha di hidungnya.
"Kamu itu tidak akan pernah bisa lari dari Mas Bagas Sayang " kini giliran jari Bagas yang mencubit ujung hidung Felisha.
"Sakit Mas " Felisha meringis.
"Besok pagi kita pulang...Mas kangen anak-anak " ujar Bagas setelah melepaskan jepitan tangannya di hidung Felisha.
__ADS_1
"Kerjaan sudah selesai ?" tanya Felisha senang.
"Ya " jawab Bagas.