Om Buah Hatiku

Om Buah Hatiku
Perfect Daddy


__ADS_3

Sinar matahari pagi yang menerobos melalui celah gorden dikamar membuat wanita cantik dengan tubuh polos dan tertutup selimut itu membuka matanya.


Luna bangun ketika tidak mendapati Kenzo disampingnya.Luna membalut tubuh polosnya dengan selimut, perlahan ia turun dari ranjang dan beranjak menuju jendela kamarnya.


Ketika tangannya menyingkap tirai Luna terhenyak mendapati Kenzo dan Daddy nya sedang membawa sikembar berjemur di halaman.


Tidak jauh dari mereka Alysha pun tampak sedang ikut berjemur sambil duduk diatas kursi lipatnya.


Dari jendela kaca kamarnya Luna menatap penuh kekaguman pada dua pria tampan yang sedang menggendong bayi dibawah hangatnya sinar matahari.


Setelah puas menatap orang-orang tersayang nya dari jendela kaca, Luna pun beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya dari sisa percintaan dengan suami sipitnya semalam.


Setelah selesai mandi Luna pun turun untuk bergabung dengan suami dan Daddynya yang sedang menjemur si kembar.


"Anak gadis Daddy jam segini baru bangun ?" tanya Bagas ketika Luna muncul dengan memakai hotpants dan kaos gombrang.


"Anak gadis..aku sudah punya punya dua bayi Dad " jawab Luna sambil mendekat kearah kedua bayinya dan mencium pipinya bergantian.


"Aih bayi besar lupa belum dicium " Luna menghampiri Alysha kemudian menciumi seluruh wajahnya hingga bocah kecil itu tertawa cekikikan.


Setelah selesai berjemur Luna dan Kenzo membawa bayi mereka masuk untuk diberi ASI.


Kenzo menyuruh Luna menyusui kedua bayi mereka di kamar karena Kenzo masih ingat jika semalam ia meninggalkan banyak jejak di dada Luna.


"Ya ampun dada Mommy sampe belang begini gara-gara kerjaan Daddy kalian " gumam Luna sambil menyusui kedua bayinya.


Kenzo hanya tersenyum tanpa dosa sambil memperhatikan kedua bayinya yang sedang menikmati sumber kehidupannya.


Kedua bayi bermata sipit itu tampak rakus menyusu seolah berlomba-lomba untuk menghabiskan bekal mereka.


Kenzo mengambil Ana yang sudah lebih dulu selesai kemudian menangkupkan kedadanya sampai terdengar bunyi sendawa, sementara Kenan masih belum mau melepaskan ****** Luna dari mulut mungilnya.


Ana yang sudah selesai lebih dulu akhirnya tertidur dalam pangkuan Daddynya.


Kenan pun akhirnya tertidur tidak lama kemudian masih dalam posisi menyusu. Perlahan Luna melepaskan putingnya dari bibir mungil Kenan.


Setelah keduanya tertidur pulas, mereka pun menidurkan kedua bayi kembar itu di kamar bayi bersama kedua baby sitter mereka.


*

__ADS_1


Setelah cuti selama dua semester kini Cindy mulai kembali melanjutkan kuliahnya yang sempat tertunda karena hamil dan melahirkan.


Sebagai ibu muda Cindy dituntut untuk pandai-pandai membagi waktu antara keluarga dan pendidikan, ditambah lagi dengan kegiatan rutin di Bhayangkari yang untungnya tidak terlalu sering.


Setelah Satria lahir terjadi perubahan yang sangat besar pada diri Cindy. Meski sikapnya masih suka pecicilan apalagi jika sedang bersama Luna, namun ketika mengikuti kegiatan Bhayangkari di kantor Sadewa Cindy berubah menjadi wanita yang bersahaja dan pandai menjaga perbuatan dan lisannya.


Sore ini Sadewa yang kebetulan sedang libur sengaja menjemput Cindy di kampus dengan membawa Satria.


Satria yang sudah berusia 8 bulan tampak anteng didalam baby seat car nya menunggu Cindy keluar dari kampusnya.


"Dedek itu bunda keluar " Sadewa menunjuk pada Cindy yang tampak berlari kecil menuju mobil Sadewa.


"Gantengnya bunda ikut jemput ?" Cindy langsung melepaskan belitan baby seat car dari tubuh putra tampannya.


"Bisa juga kakak bawa dedek " puji Cindy sambil mencium bibir Sadewa yang sedang duduk di kursi kemudi.


"Bisa dong " jawab Sadewa bangga sambil menyalakan mesin mobilnya.


Satria tampak berjingkrak-jingkrak dalam pangkuan Cindy ketika mobil Sadewa mulai melaju meninggalkan kampus Cindy.


"Dedek seneng banget diajak jemput bunda " Sadewa mencolek pipi bulat Satria.


Rencananya besok pagi mereka akan pergi ke Jakarta.


Pada saat Sadewa dan Cindy sibuk mencari mainan yang cocok untuk anak seusia Arka, Satria terlihat sibuk meraih apapun yang ada di dekatnya. Termasuk rambut seorang anak kecil yang kebetulan berada dekat jangkauannya.


"Aduh maaf " Cindy buru-buru meminta maaf sambil melepaskan cengkraman tangan Satria dari rambut anak itu. Beruntung anak dan orangtuanya tidak marah malah mereka terlihat gemas melihat Satria.


Setelah mendapatkan kado untuk Arka, mata Cindy langsung tertuju pada butik baby and kids yang berada tepat disebelah toko mainan.


"Sayang kesini dulu sebentar " Cindy menarik tangan Sadewa agar masuk kesana.


Sadewa yang menggendong Satria mengikuti kemana kaki Cindy melangkah.Cindy membeli beberapa baju dan sepatu untuk Satria.


"Kamu itu tidak lelah Sayang ?" tanya Sadewa ketika melihat Cindy berjalan kesana kemari dengan lincahnya.


"Belum " jawab Cindy sambil sibuk memilih kaos kaki untuk Satria.


Sadewa membantu memilihkan beberapa kaos kaki untuk putranya. Setelah dirasa cukup mereka pun beralih ke toko pakaian pria dewasa.

__ADS_1


Disana Cindy membeli beberapa kaos untuk Sadewa.


Cindy baru berhenti belanja begitu menyadari begitu banyak kantung belanja dikedua tangannya.


"Kamu tidak beli sesuatu untuk kamu ?" tanya Sadewa.


"Tidak.. masalahnya besok aku sama Luna dan kak Zhi Sudah janjian mau belanja bareng " jawab Cindy sambil nyengir.


"Dasar kamu curang sendiri " Sadewa mencubit ujung hidung Cindy.Sudah bisa dipastikan jika Cindy akan menghabiskan uang yang tidak sedikit jika pergi belanja dengan Luna dan Zhifana.Terkadang Bagas membekali Luna, Cindy dan Zhifana kartu sakti miliknya jika mereka pergi bersama.


Setelah puas berbelanja Sadewa dan Cindy mampir ke toko oleh-oleh. Disana mereka membeli banyak makanan khas Bandung untuk dibawa besok ke Jakarta. Nanti malam Cindy akan menyusunnya di mobil bersama baju-baju mereka agar besok pagi mereka tinggal berangkat.


Satria yang kelelahan mengikuti Ayah bundanya belanja akhirnya tertidur dalam perjalanan pulang.


Setibanya di rumah Cindy langsung menidurkan Satria dikamarnya. Sementara Sadewa menurunkan belanjaan baju Satria dan bajunya. Semua oleh-oleh yang mereka beli dibiarkan tetap didalam mobil.


Sadewa membawa paperbag berisi belanjaan mereka ke kamar.Dari kamar mandi terdengar suara gemericik air yang menandakan jika Cindy sedang mandi.


"Sayang buka pintunya kakak kebelet pipis " Sadewa menggedor pintu kamar mandi.


"Bentar belum selesai " Cindy berteriak dari dalam kamar mandi.


"Cepetan Bun kalau tidak aku dobrak " ancam Sadewa.


"Iya..iya..aku buka sekarang, tidak sabaran banget jadi orang " sungut Cindy sambil membuka pintu kamar mandi dengan hanya menggunakan handuk yang melilit di tubuhnya.


Begitu Cindy keluar Sadewa buru-buru menerobos masuk sambil menarik Cindy masuk ke kamar mandi.


"Sayaaang..aku sudah selesai mandinya..sayaang..lepas..dasar mesum..lepasss " terdengar suara Cindy berteriak-teriak dari dalam kamar mandi entah apa yang sedang Sadewa lakukan pada istrinya itu di dalam kamar mandi.


Satu jam kemudian Cindy keluar dari kamar mandi sambil ngomel-ngomel


"Dasar laki-laki mesum..aku mau bikin laporan kamu sudah perkosa aku " sungut Cindy.


"Lapor saja sana..bilang kamu habis diperkosa oleh suami sendiri..paling kamu ditertawakan " tantang Sadewa begitu keluar dari kamar mandi.


"Lagian kalau kamu merasa dipaksa kenapa leher kakak sampai merah-merah begini ?" Sadewa menghitung kissmark di lehernya hasil karya Cindy tadi sewaktu di kamar mandi.


"Itu kelepasan Sayang " jawab Cindy sambil tersipu malu.

__ADS_1


__ADS_2