
Sudah seminggu Felisha pulang ke rumah orangtua nya. Bagas melihat ada kesedihan diwajah kedua putranya.
Sebetulnya ingin sekali Bagas datang ke rumah orangtua Felisha untuk membujuknya agar kembali pulang, namun ia tidak yakin Felisha akan mau.
"Daddy.. kenapa kaka Feli dan Luna tidak mau pulang? " tanya Nakula ketika mereka sedang sarapan pagi.
"Kaka Feli sekarang bekerja, jadi Luna tinggal sama enin biar ada yang menjaga " Bagas membuat alasan selogis mungkin.
"Kan disini ada mbak Mia " ujar Sadewa. Bagas terdiam
"Kami ingin kaka Feli sama Luna pulang " ujar Sadewa lirih. Bagas menelan ludah getir.
"Iya nanti daddy jemput kaka Feli dan Luna pulang " ujar Bagas. Sebetulnya ia sendiri tidak yakin akan berhasil membawa Feli dan Luna pulang.
Di kantor Bagas berusaha memutar otak mencari jalan bagaimana caranya agar membuat Felisha pulang.Karena kepulangan Felisha ke rumah orangtuanya kali ini disertai niat yang bulat untuk tidak akan kembali.
Bagas mengacak rambut nya kasar. Ia belum siap ditinggalkan oleh Felisha setelah hampir 4 tahun Ia merasa tenang menyerahkan kedua putranya ada dalam pengasuhan Felisha.
"Pak.. siang ini bapak ada janji makan siang dengan pak Damian di resto x " Wina sekertarisnya mengingatkan.
Bagas melirik jam yang melingkar di pergelangan tangannya. Masih ada waktu 30 menit, untung Wina mengingatkan. Jika tidak pasti Ia akan terlambat datang, hal yang paling Bagas hindari dalam urusan bisnis.
Tiga puluh menit kemudian Bagas pun sudah sampai di resto yang dimaksud.Membahas pekerjaan sambil makan siang adalah hal yang biasa bagi Bagas.
Di tengah pembahasan mengenai mega proyek yang dikerjakan dalam waktu dekat ini, tiba-tiba fokus Bagas terpecah ketika matanya menangkap sosok Felisha yang baru datang bersama Dio dan satu orang lelaki.Lelaki itu terlihat sangat akrab dengan Dio. Mereka duduk di meja yang tak jauh dari tempat Bagas makan.
Mereka makan sambil terlibat obrolan yang sepertinya seru, karena Bagas melihat beberapa kali Felisha tertawa lepas.Hal yang jarang Ia lihat selama Felisha tinggal di rumahnya.
Setelah menghabiskan makannya Felisha terlihat meninggalkan Dio dan temannya menuju toilet. Bagas tak menyia-nyiakan kesempatan. Ia pun menyusul Felisha ke toilet.
"Fe.. " panggil Bagas ketika gadis itu sedang mencuci tangannya. Felisha terlihat kaget melihat kehadiran Bagas disana.
__ADS_1
"Mas Bagas.. lagi makan disini juga? " tanya Felisha. Bagas mengangguk.
"Fe.. kamu dan Luna pulang ya.. anak-anak rindu kalian " ucap Bagas sambil mencuci tangannya. Ekor mata Felisha menangkap cincin pernikahan mereka masih tersemat di jari manis Bagas.
"Maaf mas saya tidak bisa " jawab Felisha lirih.
"Kenapa? " tanya Bagas
"Karena saya pikir ini adalah yang terbaik untuk saya dan mas Bagas " jawab Felisha.
"Maaf mas saya harus kembali ke kantor sekarang " Felisha pun pergi meninggalkan Bagas.
Felisha berjalan cepat kembali menuju meja tempat mereka makan. Dio dan Ezra sudah selesai makan.
"Mau apa dia nyamperin kamu? " tanya Dio tampak tidak senang. Rupanya Dio melihat Bagas menemui Felisha ke toilet
"Dia nyuruh aku dan Luna pulang " jawab Felisha lirih
"Kamu mau? " tanya Dio menyelidik. Felisha menggeleng
"Laki-laki seperti itu hempaskan saja.. masih ada mas Ezra disini " Ezra menepuk dadanya sambil tertawa.
"Berani lu deketin adek gue.. nih! " Dio mengangkat kepalan tangannya ke arah Ezra
"Santai bro.. gue jamin Felisha dan Luna bakal bahagia sama gue " ujar Ezra. Felisha hanya tertawa melihat ocehan Dio dengan Ezra. Felisha sama sekali tidak menganggap serius ucapan Ezra karena mereka memang terbiasa becanda.
"Kalau gue peluk gini kira-kira lakinya marah ga ya? " Ezra memeluk bahu Felisha ketika mereka meninggalkan tempat itu.
"Apaan sih mas.. ga lucu " Felisha menggedikan bahunya melepaskan tangan Ezra dari bahunya. Tapi terlambat.. Bagas sudah terlanjur melihat adegan itu.
Setelah menyelesaikan makan siang nya Bagas kembali ke kantor dengan wajah yang keruh. Adegan lelaki itu ketika memeluk Felisha masih menari-nari dipelupuk matanya. Apakah ini yang membuat Felisha berani mengambil keputusan meninggalkan dirinya dan anak-anak batin Bagas.
__ADS_1
Bagas dilanda kebimbangan antara melepaskan Felisha atau memintanya kembali seperti keinginan kedua putranya.Jika ia ambil opsi yang kedua pun ia tidak yakin jika Felisha akan mau dia ajak pulang. Namun demi kedua putranya akhirnya Bagas mengambil opsi yang kedua,jika tidak berhasil pun setidaknya ia sudah mencoba.
Hari itu Bagas memutuskan pulang lebih awal. Mobil yang ia kendarai melesat kencang menuju rumah orantua Felisha.
Melihat kedatangan menantunya, ayah dan bunda sudah dapat membaca maksud kedatangan Bagas.. pastinya untuk mengembalikan putrinya seperti yang pernah ayah katakan ketika Bagas akan membawa Felisha pindah ke rumahnya.
"Maksud kedatangan saya kesini adalah.. saya mau menjemput Felisha dan Luna pulang " Bagas mengutarakan tujuannya datang ke rumah mertuanya.
Ayah dan bunda melongo, ternyata mereka telah salah menebak.
"Ayah tidak berhak melarang nak Bagas membawa Felisha dan Luna pulang. Namun sebaiknya nak Bagas bicara kan dulu dengan Felisha " jawab ayah. Bagas menunduk.
"Maksud saya.. saya minta tolong membujuk Felisha agar mau pulang " ucap Bagas lirih.
"Ooh.. kalau itu kami tidak mau ikut campur.Biar Felisha sendiri yang memutuskan " jawab ayah lugas.
"Saya mengerti " ucap Bagas pasrah.
Obrolan mereka terhenti ketika Luna menghampiri bunda dan menarik tangan bunda
"Enin mimi cucu " rengeknya, sepertinya Luna ingin dibuatkan susu.
Bunda pun pamit untuk membuatkan susu. Luna menggelendot di lengan ayah.
"Luna sini sama om " Bagas mengulurkan tangannya ke arah Luna, tapi gadis kecil itu menolak.
Ayah menatap miris pada Bagas, sepertinya akan sulit bagi Bagas membujuk Felisha untuk pulang, karena Luna saja yang masih kecil terang-terangan menolak Bagas.
"Tanyalah pada hatimu.. jika sudah yakin ingin membawa Felisha dan Luna pulang kamu harus berjuang " ayah menepuk bahu Bagas.
Bagas pulang dengan tidak membawa hasil.Ternyata lebih mudah mendapatkan mega proyek dibandingkan mendapatkan hati Felisha dan Luna.
__ADS_1
jangan lupa dukungannya ya..
Happy Reading 😘😘😘😘🙏