
Melihat Luna dan Kenzo datang Sadewa langsung terlihat senang, apalagi saat Luna memberikan bungkusan berisi seragam sekolah baru untuk Cindy.
"Adik kesayangan kakak ini benar-benar bisa diandalkan " puji Sadewa sambil mengacak rambut Luna.
"Iya dong " Luna memeluk pinggang Sadewa manja.Kenzo hanya melengos melihatnya.
"Kenapa Lo cemburu ?" tanya Sadewa sambil tertawa meledek.
"Ga..mana mungkin gw cemburu sama Lo " jawab Kenzo.
"Sudah punya pacar juga masih manja saja " omel Felisha yang baru keluar dari kamar sambil menggendong Alysha yang baru bangun tidur.
Melihat Alysha yang menggemaskan Kenzo langsung bangkit dan mengambilnya dari gendongan Felisha.
Baby Alysha yang sudah terbiasa dengan Kenzo tampak anteng dalam gendongan pria tampan itu.
"Sudah pantes lu punya bayi " seloroh Sadewa sambil duduk di dekat Felisha.
"Lu yang lebih pantes punya bayi duluan..mana berani gw langkahin lu " jawab Kenzo.
" Kenzo bener kak..kapan dong kakak kenalin pacar kakak ke Mommy " tanya Felisha sambil menatap dalam kearah Sadewa.
"Nakula sudah serius sama Zhifana..Luna sama Ken juga sudah tidak ngumpet-ngumpet lagi .. tinggal kakak nih " tambah Felisha sambil menyindir Luna dan Kenzo.
"Doakan saja Mom semoga ada jodohnya " jawab Sadewa santai.
"Jadi calonnya sudah ada ?" tanya Felisha
"Sudah Mom.. kakak Dewa lagi deketin... mmpptthh " Luna tidak dapat meneruskan ucapannya karena tangan kekar Sadewa keburu membekap mulutnya.
"Lepasin mulut adik kamunya kasian tidak bisa napas " Felisha menjewer telinga Sadewa.
Sadewa pun melepaskan bekapan tangannya dari mulut Luna.
"Bilang sama Mommy..kakak kamu sedang deketin siapa ?" tanya Felisha kepada Luna.
Luna tidak berani menjawab karena melihat Sadewa melotot kearah nya.
"Lagi deketin Cindy Tan..adik sepupu aku " Kenzo yang sedari tadi anteng dengan Alysha tiba-tiba membuka suara.
Jika saja tidak ada Alysha dalam pangkuan Kenzo sudah pasti bantal sofa yang ada didekatnya melayang kearah wajah tampan Kenzo.
"Cindy...teman kakak Luna ?" tanya Felisha
"Iya Mom " jawab Luna.
"Cindy...menurut Mommy anaknya baik, cantik..Mommy setuju " ujar Felisha.
"Dewa juga lagi berusaha Mom " akhirnya Sadewa tidak menyangkal lagi.
"Ya harus dong kak " jawab Felisha.
"Tuh udah dapat restu dari Mommy kak.. Semangat " Luna mengangkat kepalan tangannya memberi semangat kepada kakaknya.
Obrolan mereka terjeda ketika pelayan memberitahu jika mereka kedatangan tamu.
"Biar kakak lihat Mom " Luna pun beranjak menuju ke ruang tamu tempat tamu mereka menunggu.
"CINDY....Mommy yang kita bicarakan orangnya dataaang " Luna langsung menggusur Cindy ke ruang keluarga tempat mereka berkumpul.
"Apaan sih Lun.." Cindy tampak terseok-seok mengikuti langkah kaki Luna yang cepat.
"Panjang umur kamu..sini duduk " Felisha menyuruh Cindy duduk disebelahnya dan menyuruh Sadewa pindah ke dekat Kenzo.
"Kebetulan kamu kesini..Tante mau tanya sama kamu boleh ?" tanya Felisha.
"Boleh Tan " jawab Cindy.
"Kamu sudah punya pacar belum ?" tanya Felisha.
"Belum Tan " jawab Cindy..ia terlihat malu juga bingung kenapa tiba-tiba Felisha bertanya hal yang sangat pribadi kepadanya.
__ADS_1
Sadewa yang duduk di dekat Kenzo tampak pasrah sambil menggaruk kepalanya.
"Kalau belum..kamu mau tidak jadi pacar anak Tante yang ganteng itu ?" tanya Felisha sambil menunjuk kearah Sadewa.
"Pa..pacar ?..a.. aku.." Cindy tampak bingung sambil menatap sekilas kearah Sadewa yang juga sedang menatapnya.
"Tidak usah dijawab sekarang..kamu pikirkan saja dulu..tapi jangan lama-lama " pungkas Felisha sambil beranjak mengambil Alysha yang tampak mulai merengek mencari sumber kehidupannya kemudian membawanya ke kamar untuk diberi ASI.
Cindy bisa bernapas lega ketika Felisha masuk ke kamarnya.Ia seperti terlepas dari benda berat yang menghimpit tubuhnya.
"Mommy itu ada-ada saja " Luna mentertawakan kelakuan Mommy nya yang langsung menodong Cindy.
"Kak.. pempers dedek Alysha habis..beliin dulu gih ke supermarket !" Felisha tiba-tiba melongokan kepalanya dari kamar.
"Iya Mom " jawab Luna.
"Kakak antar " Kenzo bangkit kemudian mengambil kunci mobilnya yang tergeletak diatas meja.
"Kita tinggal dulu bentar ya " Luna pamit kepada Sadewa dan Cindy yang duduk berjauhan.
"Jangan lama-lama " ucap Cindy.
"Iya " jawab Luna.
Luna dan Kenzo pun pergi dengan menggunakan mobil Kenzo.
"Mommy itu aneh deh.. perasaan stok pempers dedek Alysha masih banyak kenapa nyuruh beli lagi ?" Luna menggaruk pelipisnya.
Kenzo tertawa sambil mengacak rambut Luna dengan gemas.
"Mommy kamu itu nyuruh beli pempers untuk memberi kesempatan kepada Sadewa dan Cindy ngobrol " Kenzo menjelaskan maksud Felisha menyuruh Luna membeli pempers.
"Oh begitu ya " Luna pun mulai mengerti.
"Terus kita mau kemana ?" tanya Luna bingung.
"Terserah kamu mau kemana " jawab Kenzo.
"Baiklah " jawab Kenzo.
Selama Luna dan Kenzo berada di rumah Bunda, Cindy beberapa kali mengirim pesan kepada Luna.
Kalian membeli pempers nya dimana sih? kenapa lama sekali ?
Luna..kakak Ken..cepetan pulang dong🙏
Kenzo tertawa ketika Luna memperlihatkan pesan yang dikirim Cindy. Kenzo mengambil ponsel Luna dan membalas pesan dari Cindy.
Mobil Kakak mogok..ini lagi nunggu orang bengkel datang
Tidak lama kemudian Cindy pun membalas.
Emang aku percaya kalau mobil kakak mogok
Luna dan Kenzo tertawa terbahak-bahak membayangkan Cindy yang ketakutan ditinggalkan berdua dengan Sadewa.
*
"Ini buat ganti baju seragam sekolah kamu yang kotor " Sadewa memberikan seragam sekolah baru kepada Cindy.
"Padahal tidak usah diganti kak..aku punya cadangan kok..lagian sebentar lagi juga aku lulus " ujar Cindy.
"Tidak apa-apa..anggap saja sebagai ucapan terimakasih karena sudah menemani kakak ke Bogor " jawab Sadewa.Akhirnya Cindy pun menerimanya.
"Aku juga kesini mau mengembalikan baju kakak yang kemarin aku pinjam " Cindy mengambil setelan trening milik Sadewa dari tasnya dan diberikan kepada Sadewa.
"Kapan-kapan kita kesana lagi ya..Luna dan Kenzo kita ajak " ajak Sadewa.
"Iya " jawab Cindy.
"Setelah lulus SMA kamu mau kuliah dimana ?" tanya Sadewa.
__ADS_1
"Aku ingin kuliah di Bandung..tapi Papa dan Mama ingin aku kuliah di Jakarta saja " jawab Cindy.
"Kenapa Papa dan Mama kamu melarang kamu kuliah di Bandung ?" tanya Sadewa.
"Entahlah " jawab Cindy.
"Mungkin mereka khawatir karena kamu anak satu-satunya " tebak Sadewa.
"Mungkin " jawab Cindy.
Meski awalnya takut ditinggalkan oleh Luna dan Kenzo namun akhirnya Cindy pun bisa menghalau ketakutannya dengan mengobrol panjang lebar dengan Sadewa.
Bahkan mereka tertawa-tawa ketika membahas kejadian kemarin sewaktu memancing di Bogor.
Saking asiknya mengobrol tidak terasa waktu pun semakin sore, dan Sadewa harus bersiap-siap untuk kembali ke Bandung.
"Kakak mau pulang lagi ke Bandung ?" tanya Cindy.
"Iya " jawab Sadewa.
"Kalau begitu aku pulang sekarang " Cindy bangkit dan mengambil tasnya.
"Pulangnya nanti kakak antar sambil pulang ke Bandung " Sadewa menahan tangan Cindy agar duduk kembali.
Cindy pun menurut ia duduk kembali menunggu Sadewa membereskan barang-barangnya dan memasukannya kedalam mobil.
Setelah semua beres Sadewa pun masuk ke kamar Felisha untuk pamitan.
"Loh kenapa pulang sekarang..tidak tunggu Daddy pulang dulu ?" tanya Felisha.
"Mau sekalian nganterin Cindy pulang dulu Mom " jawab Sadewa.
"Oh iya..Mommy mengerti..ya sudah hati-hati di jalan ya kak " pesan Felisha.
"Siap Mom " jawab Sadewa sambil mencium tangan Felisha
"Dedek..kakak pulang dulu ya..jangan rewel " Sadewa menciumi pipi Alysha penuh sayang.
Felisha mengantarkan Sadewa dan Cindy sampai teras depan.
"Kakak kapan kembali lagi ke Jakarta ?" tanya Cindy ketika mereka sedang dalam perjalanan.
"Mungkin Minggu depan..kalau terlalu sering bolak-balik Bandung-Jakarta-Bandung juga capek " jawab Sadewa.
"Kenapa tidak dinas di Jakarta saja ?" tanya Cindy.
"Ya tidak bisa begitu dong..kakak harus patuh kepada perintah pimpinan " jawab Sadewa sambil tersenyum.
"Kakak..kenapa lebih memilih jadi Polisi ? tidak pengusaha saja..keluarga kakak kan semuanya pengusaha ?" Cindy terus bertanya.
"Panggilan hati " jawab Sadewa.
"Masih ada yang ingin ditanyakan ?" tanya Sadewa menantang.
"Tidak " jawab Cindy sambil tersipu. Ia tidak sadar telah mengeluarkan banyak pertanyaan kepada Sadewa.
"Sekarang giliran kakak yang bertanya sama kamu " ucap Sadewa sambil melirik kearah Cindy.
"Bertanya apa kak ?" tanya Cindy.
"Kapan kamu akan menjawab pertanyaan Mommy kakak tadi ?" tanya Sadewa.
"A..aku belum punya jawabannya kak..kata Tante Fe juga katanya tidak usah dijawab sekarang " jawab Cindy.
"Baiklah..kakak akan sabar menunggu jawaban dari kamu " ujar Sadewa
"Kakak akan datang menemui kamu lagi kalau kamu sudah punya jawaban untuk pertanyaan Mommy tadi " ujar Sadewa dengan wajah yang serius.
"Iya kak " jawab Cindy.
Setelah mengantarkan Cindy pulang, Sadewa pun melanjutkan perjalanan pulang ke Bandung.
__ADS_1