
Setelah pulang dari acara peresmian cafe milik keluarga Rio, Aluna mendapati rumah dalam keadaan sepi.
"Bapak sama Ibu sedang menjemput den Abi non " pelayan di rumah memberitahu keberadaan Bagas dan Felisha.
"Kamu mau nyusul kesana ? kalau mau nyusul kakak antar " Kenzo menawarkan diri.
"Tidak usah " jawab Luna.
Sebetulnya ia ingin menyusul Mommy dan Daddy nya namun ia tidak mau merepotkan Kenzo, apalagi melihat wajah Kenzo yang cemberut sepulang dari acara peresmian cafe milik keluarga Rio.
"Sudah jangan banyak mikir..ayok kakak antar " Kenzo menarik tangan Luna menuju mobilnya.
Luna tidak bisa menolak ketika Kenzo memasukannya kedalam mobil. Kemudian Kenzo mulai melajukan mobilnya meninggalkan halaman rumah Luna.
"Kakak memangnya tidak lelah mengantar aku ke rumah Enin ?" tanya Luna sambil diam-diam melirik takut kearah Kenzo.
"Tidak " jawab Kenzo santai sambil fokus menatap jalan didepannya.
Luna mendengus, padahal tadi jelas terlihat jika sepanjang perjalanan pulang Kenzo terus cemberut.
Lama keduanya saling diam. Suara alunan musik yang lembut membuat Luna mulai mengantuk dan akhirnya tertidur.
Begitu menyadari jika Luna tertidur di mobil Kenzo pun tampak bingung karena ia tidak mengetahui alamat rumah kakek dan Neneknya Luna.
Kenzo yang bingung harus membawa Luna kemana akhirnya hanya berputar-putar di jalanan Jakarta tanpa arah tujuan membuat Luna semakin pulas.
Beberapa kali Kenzo berusaha membangunkan Luna tapi tidak berhasil. Gadis belia itu tidur sangat pulas mungkin lelah setelah menemani menghadiri acara peresmian cafe milik keluarga Rio.
Kenzo menepikan mobilnya sejenak untuk menarik tuas dibagian kiri kursi supaya Luna dapat tidur dengan nyaman.
Setelah berputar-putar di jalanan Jakarta dan tidak berhasil membangunkan Luna akhirnya Kenzo pun memutuskan untuk membawa Luna kembali pulang ke rumah.
Setibanya di rumah Kenzo kembali mencoba membangunkan Luna dengan cara menepuk-nepuk pipinya lembut.
"Luna bangun Sayang..kita sudah sampai " ucap Kenzo.
Luna akhirnya membuka matanya, ia tampak melongo karena sudah kembali berada di rumahnya.
"Kakak..katanya mau nganterin aku ke rumah Enin " Luna menegakkan sandaran kursinya kemudian mengucek matanya.
"Kamunya tidur di mobil , jadi kakak bingung harus nganterin kamu kemana.Kakak kan tidak tau rumah Nenek kamu..makanya kakak bawa pulang lagi " jawab Kenzo.
"Aku tadi ngantuk banget " ujar Luna tersipu.
"Kalau pergi sama oranglain jangan seperti itu ya " Kenzo mengusap kepala Luna.
"Seperti itu bagaimana kak ?" tanya Luna bingung.
"Ketiduran di mobil..bahaya " jawab Kenzo.
"Iya kak " jawab Luna sambil turun dari mobil.
Setelah mengucapkan terimakasih kepada Kenzo, Luna pun masuk kedalam rumah dan melanjutkan tidur dikamarnya. Tidak lama kemudian Bagas dan Felisha pulang setelah menjemput Abimanyu dari rumah Bunda.
Malamnya keluarga Kenzo dan keluarga Bagas berkumpul di rumah Kenzo. Orangtua Kenzo mengundang keluarga Bagas untuk makan malam bersama karena besok mereka harus kembali ke Jepang.
"Kakak Ken tidak akan pulang lagi kesini ?" tanya Abimanyu.
"Pulang dong " jawab Kenzo sambil mengunyah makanannya.
"Apakah setiap weekend ?" tanya Abimanyu lagi
"Tidak bisa setiap weekend " jawab Kenzo sambil tertawa.
"Yaaah..jadi kita jarang ketemu dong " ujar Abi dengan wajah sedih.Kenzo tertawa sambil mengusap kepala Abimanyu.
__ADS_1
"Nanti kalau kakak Ken sudah selesai sekolahnya bisa sering kesini " ujar Mamih Kenzo.
"Sekolahnya kapan selesainya ?" Abimanyu terus bertanya.
"Tiga tahun lagi " jawab Kenzo.
"Berarti masih lama ?" tanya Abimanyu.
"Ya " jawab Kenzo sambil diam-diam melirik Luna yang duduk disebelahnya sambil anteng menikmati tempura kesukaannya.
Kenzo terlihat sedikit kecewa karena Luna terlihat cuek meskipun tau jika ia tidak akan pulang ke Indonesia dalam jangka waktu yang lama.
"Kenapa sih Kakak Nakula, kakak Sadewa dan Kakak Kenzo sekolahnya harus jauh..kenapa tidak sekolah di Jakarta saja " oceh Abimanyu yang langsung disambut tawa semua yang ada disana.
"Kalau Kakak Kenzo kan tinggalnya di Jepang Sayang " ujar Bagas.
"Nanti Abi ke Jepang ya...ke rumah kakak Kenzo " Papih Kenzo yang sedari tadi hanya senyum-senyum menanggapi ocehan Abimanyu akhirnya membuka suara.
"Mau..mau..boleh ya Dad ?" tanya Abi
"Iya nanti kita berlibur kesana " jawab Bagas.
Selesai makan malam mereka melanjutkan mengobrol di ruang keluarga. Abimanyu yang lelah karena tidak berhenti mengoceh akhirnya tertidur dalam pangkuan Bagas. Karena Abimanyu tidur akhirnya Bagas pun pamit pulang.
Keesokannya Kenzo dan keluarganya pulang ke Jepang. Kenzo tidak sempat bertemu lagi dengan Luna. Semalam adalah saat terakhir ia bertemu dengan gadis kecil itu.
*
Beberapa hari lagi Luna akan berulangtahun yang ke 15 tahun, Kenzo menyempatkan pulang ke Jakarta untuk memberikan kado ulangtahun untuk Luna.
Namun sesampainya di Jakarta Kenzo dibuat kecewa karena sehari sebelum ulangtahunnya Luna malah pergi ke Bogor mengikuti acara bakti sosial yang diadakan oleh sekolahnya.
Luna memang sangat menyukai kegiatan sosial seperti itu, dan Daddy nya sangat mendukung kegiatan yang Luna ikuti karena Bagas termasuk donatur terbesar acara itu.
Awalnya Luna tidak menyadari jika Kenzo mengikutinya. Namun setelah sampai di desa yang dituju akhirnya Aluna menyadari jika Kenzo diam-diam mengikutinya.
"Begitu kalau anak sultan..kemanapun dikawal bodyguard "
Sindiran dari salahsatu temannya membuat Luna merasa kesal kepada Kenzo.
"Kakak kenapa mesti ngikutin aku sih..aku tuh malu selalu disindir sama teman-teman " Luna mengungkapkan kekesalannya kepada Kenzo.
"Kakak cuma ingin menjaga kamu " jawab Kenzo.
"Aku itu sudah besar kak..Daddy saja memberi kepercayaan kepada aku kenapa kakak malah memperlakukan aku seperti anak kecil ?"
"Kakak khawatir sama kamu..cuaca sekarang sedang buruk..kakak tidak ingin sampai kamu kenapa-kenapa " jawab Kenzo.
"Kekhawatiran kakak itu berlebihan..aku jadi malu jadi bahan ledekan teman-teman , Dimata mereka aku itu anak yang manja dan tidak mandiri " ujar Luna.
"Kakak tidak bermaksud bikin kamu malu, kakak minta maaf " ucap Kenzo lirih.
"Mendingan Kakak pulang saja..aku bisa menjaga diriku sendiri "
Kenzo menatap Luna ragu. Entah mengapa Kenzo benar-benar merasa khawatir dan enggan meninggalkan Luna disana jauh dari pengawasan nya.
"Kalau kakak masih ngikutin, aku tidak mau teguran lagi sama kakak " ancam Luna.
"Baiklah kalau kamu maunya begitu kakak akan pulang..kamu hati-hati ya " ujar Kenzo akhirnya. Luna mengangguk.
Kenzo akhirnya memutuskan untuk meninggalkan desa tempat Luna melakukan bakti sosial.
Ketika Kenzo bersiap akan meninggalkan tempat itu, Ia tidak sengaja mendengar pembicaraan salahsatu peserta rombongan yang berniat akan memberi kejutan ulangtahun kepada Luna di sungai.
Mereka sudah menyiapkan kue ulangtahun untuk Luna dan diakhir acara mereka akan bermain air di sungai.
__ADS_1
Siang itu Kenzo memutuskan untuk meninggalkan desa sesuai keinginan Luna. Ketika mobil Kenzo mulai meninggalkan batas desa tiba-tiba hujan turun cukup deras.
Jalanan yang becek dan berlubang membuat Kenzo melajukan mobilnya secara perlahan.
Selama melajukan mobilnya Kenzo dilanda kekhawatiran kepada Luna apalagi ia mendengar teman-teman Luna akan membawa Luna ke sungai.
Tanpa pikir panjang lagi Kenzo pun memilih kembali ke desa. Ia tidak peduli jika Luna akan marah kepadanya.
Setibanya di desa Kenzo langsung pergi mencari Luna ke sungai. Begitu sampai Kenzo dibuat panik ketika terdengar suara jeritan dari teman-teman Luna.
"Ada apa ?" Kenzo berlari menuju ke sungai.
"Luna jatuh "
Mendengar Luna terjatuh, Kenzo langsung menceburkan diri ke sungai memburu Luna yang nyaris terbawa arus sungai yang cukup deras.
Kenzo berusaha menggapai tubuh Luna namun beberapa kali tangan Kenzo tidak berhasil meraih tubuh Luna.
Kenzo terus berusaha meraih tubuh Luna, dan akhirnya Kenzo pun berhasil meraihnya dan membawanya naik.
Meskipun bisa berenang namun Luna tidak mampu melawan arus sungai yang cukup deras yang nyaris membuatnya tenggelam.
Kenzo sangat marah dengan kejadian itu.Awalnya Kenzo protes karena tidak ada guru yang mengawasi kegiatan anak-anak disungai. Namun Kenzo juga tidak bisa menyalahkan sepenuhnya kepada guru pembimbing karena anak-anak mengadakan acara ulangtahun Luna disungai tanpa sepengetahuan dari guru.
Karena Luna masih shock akhirnya Kenzo meminta ijin untuk membawa Luna pulang.
Sepanjang perjalanan pulang Luna tampak diam dan tidak berani melihat kearah Kenzo. Luna malu dan merasa bersalah karena telah menyuruh Kenzo pulang.
Luna tidak dapat membayangkan bagaimana nasibnya jika Kenzo tidak datang dan menolongnya.Mungkin ia akan mati tenggelam.
"Kakak.." panggil Luna lirih tanpa berani melihat kearah Kenzo.
"Hmmm " hanya itu yang keluar dari bibir Kenzo.
"Maafin aku ya " ucap Luna sambil menunduk.
Kenzo diam tidak bergeming, Ia tampak Fokus pada jalanan berbatu yang sedang mereka lewati.
"Kakaaak..maafin aku dong " pinta Luna
"Kalau kakak tidak mau maafin aku..aku tidak mau bicara lagi sama kakak " ancam Luna.
"Tidak masalah..toh besok juga kakak akan kembali ke Jepang " jawab Kenzo santai.
Mendengar jawaban dari Kenzo Luna semakin menunduk dengan airmata yang mulai menggenang dipelupuk matanya.
Luna sadar jika Kenzo masih marah kepadanya karena sikapnya yang sudah keterlaluan dengan menyuruh Kenzo pergi dari desa.
Diam-diam Kenzo melirik Luna yang tampak terisak sambil menyusut matanya yang basah.
"Kenapa menangis ?" tanya Kenzo.
"Abisnya kakak masih marah dan tidak mau maafin aku " jawab Luna sambil terisak.
Kenzo terdiam sambil menahan diri untuk tidak tertawa. Melihat Luna yang menangis seperti itu malah terlihat lucu dimata Kenzo.
Tangis Luna semakin kencang manakala Kenzo tidak mengatakan apapun. Kenzo tidak mempedulikan permintaan maafnya.
"Berhenti nangisnya " ucap Kenzo
"Tidak bisa " jawab Luna dengan suara terbata-bata.
"Kalau masih menangis kakak tidak akan maafin kamu " ancam Kenzo.
"I..Iyya.." jawab Luna berusaha berhenti menangis dan menyusut ingusnya dengan tisu.
__ADS_1