
Mobil Kenzo meluncur meninggalkan parkiran bioskop.Di jalan mereka berhenti untuk membeli martabak telur untuk Papihnya.
Setiap Papihnya ada di Jakarta pasti selalu meminta dibelikan martabak telur karena itu adalah makanan pavorit Papih jika di Jakarta.
Selain membeli untuk Papih, Luna dan Kenzo juga membelikan untuk Bagas dan Felisha.
Setelah menunggu hampir setengah jam akhirnya pesanan mereka pun siap dan mereka pun melanjutkan perjalanan pulang ke rumah.
Begitu mobil Kenzo memasuki halaman rumahnya, Luna terlebih dahulu turun untuk memberikan martabak kepada Mommy dan Daddy nya.Kebetulan Mommy dan Daddy juga Abimanyu belum tidur, hanya Alysha saja yang tertidur disofa berbantal paha Bagas.
Setelah memberikan martabak Luna pun buru-buru pulang. Sesampainya di rumah Papih dan Mamih tampak sedang lahap menikmati martabak
"Di Jepang tidak ada martabak yang seenak ini " ujar Papih sambil mengunyah martabaknya.
"Makanya Papih dan Mamih tidak usah pulang ke Jepang..tinggal disini saja sama kita " ujar Luna.
"Mana bisa gitu kak.. perusahaan disana siapa yang urus " jawab Papih.
Di rumah Aluna mengadu kepada Mamih dan Papih jika mereka tadi bertemu dengan Hana dan ujung-ujungnya Mamih dan Papih memarahi Kenzo.
"Aku cuma menghargai karena dia kan anak teman Papih " Kenzo berusaha membela diri.
"Tapi dia naksir sama kakak.
dulu dia pernah bilang sama aku " pungkas Luna.
"Itu kan dulu Sayang..sekarang dia kan tau kalau kita sudah menikah " jawab Kenzo.
"Awas saja kalau dia berani deketin kamu " ucap Luna dengan wajah judesnya.
"Emangnya kamu pikir kakak mau dideketin sama dia " Kenzo menyentil kening Luna.
"Kalau aku lihat lagi dia deketin kamu lagi aku sunat punya kamu " ancam Luna.
"Iya Mamih setuju..sunat saja " tambah Mamih.
"Papih juga setuju..sunat saja " Papih ikutan bersuara.
Kenzo hanya meringis menatap ketiga orang kesayangannya dengan tatapan ngeri.
Keesokannya pagi-pagi sekali Mamih sudah siap dengan pakaian olahraga.
Ia terlihat sibuk menyiapkan stroller baby twin milik si kembar.
"Mau kemana Mih ?" tanya Luna yang baru bangun tidur.
"Jalan-jalan bawa si kembar ke taman " jawab Mamih.
"Sendirian ?" tanya Luna
__ADS_1
"Sama Mommy kamu dan Alysha.. semalam Mamih sudah janjian " jawab Mamih.
Setelah stroller baby twin nya siap Luna meletakan Kenan dan Keana yang sudah wangi disana. Tidak lupa Luna memeriksa botol ASI bekal si kembar berikut tisu basah.
Luna mengantarkan sampai depan dimana Felisha sudah siap dengan baju olahraganya bersama Alysha.
"Mau jalan-jalan sama dedek Kenan dan Ana ya ?" Luna menciumi pipi Alysha dengan gemas, adik kecilnya itu tampak sangat lucu mengenakan pakaian olahraga dan topi.
Alysha melambaikan tangannya kepada Luna ketika mereka mulai pergi..Luna pun kembali ke kamarnya dimana Kenzo masih tertidur lelap dibawah selimutnya.
"Sayang bangun !" Luna naik keatas tubuh Kenzo dan duduk di perutnya.
"Masih ngantuk Yang " keluh Kenzo tanpa membuka sedikitpun matanya.
"Anak-anak pagi ini sudah dibawa jalan-jalan ke taman sama Mommy dan Mamih..masa Daddynya masih tidur " Luna menusuk-nusuk pipi Kenzo dengan telunjuknya.
"Lalu..?" tanya Kenzo.
"Aku ingin nyusul mereka ke taman.. tapi sama kamu " jawab Luna.
"Kalau kamu duduk diatas perut Kaka seperti ini pagi ini kakak bukannya ajak kamu ke taman..tapi ke nirwana " jawab Kenzo sambil tersenyum merasakan ada yang terbangun dibawah sana. Luna pun buru-buru turun dari perut Kenzo.
"Ayo Sayaaang " Luna menarik tangan Kenzo untuk bangun namun malah Kenzo yang menarik Luna hingga tubuh Luna pun terjerembab menimpa tubuh Kenzo.
"Mau cium-cium dulu " Kenzo mengunci tubuh Luna dan menciumi seluruh wajahnya. Setelah puas barulah Kenzo melepaskan tubuh istrinya itu.
Setelah mandi dan berpakaian olahraga lengkap Kenzo pun menyusul ke taman dengan sepeda.
"Kakak datang..kakak datang " Alysha berjingkrak-jingkrak kegirangan ketika melihat Luna dan Kenzo datang.
Kenan dan Keana pun terlihat senang melihat Mommy dan Daddy nya datang, tangan dan kaki kedua bayi itu bergerak lincah seperti sedang mengayuh sepeda.
Beberapa tetangga yang kebetulan sedang berolahraga menghampiri dan menyapa mereka.
Mereka memutuskan pulang ketika matahari mulai naik. Ketika akan pulang Alysha memilih ikut pulang dengan dibonceng sepeda Kenzo. Tinggallah Mommy dan Mamih yang bergantian mendorong stroller si kembar.
Luna dan Kenzo yang lebih dulu sampai mendapati Bagas dan Papih sedang mengobrol diteras rumah Bagas sambil memperhatikan Abimanyu yang sedang bermain basket sendiri.
Setelah menurunkan Alysha Kenzo pun ikut bermain dengan Abimanyu.
Alysha langsung naik ke pangkuan Bagas menunggu Mommy nya sampai. Sementara Luna pergi ke dapur untuk membuat minuman segar.
Tidak lama kemudian Felisha dan Mamih datang. Mereka pun berkumpul diteras rumah Bagas sambil mengobrol dan menikmati minuman segar buatan Luna.
Mereka mengawasi si kembar yang sedang diberi makan oleh kedua pengasuhnya, begitu juga dengan Alysha yang sedang disuapi oleh pengasuhnya.
Ketika menjelang siang rumah Bagas semakin ramai ketika Nakula dan Zhifana datang bersama Arka.
Bocah tampan yang sudah pintar berjalan itu langsung anteng bermain dengan Alysha dengan ditemani ABG tampan Abimanyu.
__ADS_1
Namun ketika hari mulai siang Bagas, Papih, Kenzo dan Nakula pergi entah kemana.
"Mereka curang malah bikin acara sendiri " sungut Felisha setelah keempat pria itu pergi dengan menggunakan mobil Kenzo.
"Iya..si Papih juga seneng banget mumpung lagi di Jakarta katanya " ujar Mamih.
Selama Bagas, Papih, Kenzo dan Nakula pergi Felisha mengisi waktu dengan belajar masak masakan Jepang dari Mamih Kenzo.
"Lumayan Mom.dapat kursus gratis " ujar Zhifana.
"Iya " jawab Felisha. Sementara Luna tampak serius mengikuti ajaran dari Mamih mertuanya. Luna ingin pintar membuat masakan Jepang agar bisa menyenangkan si sipit kesayangannya.
"Serius banget kamu dek " Zhifana mencolek lengan Luna.
"Aku ingin pintar bikin masakan Jepang kak biar suami aku senang " jawab Luna.
"Harus dong kak..biar kalau Kenzo ingin masakan Jepang kamu sudah bisa " Felisha mendukung niat mulia putrinya yang ingin menyenangkan suaminya.
"Tapi kalau repot sama anak-anak tidak usah bela-belain..Kenzo juga harus mengerti repotnya ngurus anak-anak " ujar Mamih Kenzo.
Felisha dan Zhifana tertawa, terlihat sekali jika Mamih Kenzo sangat memanjakan Luna dan tidak ingin putranya sampai merepotkan menantu kesayangannya.
"Tidak akan terlalu repot Mih..kan anak-anak dibantu pengasuh " jawab Luna.
Disaat keempat wanita itu sibuk di dapur tiba-tiba ada panggilan video masuk dari Cindy.
"Aih kalian sedang apa pada kumpul di dapur..ada Tante juga..apa kabar Tan..kapan datang dari Jepang ?" Cindy langsung nyerocos.
"Sudah dua hari..kita sedang belajar masak masakan Jepang Cin " jawab Mamih Kenzo sambil melambaikan tangannya kearah Cindy.
"Aku ingin ikutan.." Cindy mulai merengek.
"Lo ikutan virtual saja " jawab Luna
"Arg tidak asik kalau virtual.. Ayaaah aku ingin ke Jakarta sekarang.. semua sedang berkumpul di rumah Mommy " terdengar suara Cindy yang langsung meminta ingin pulang ke Jakarta kepada Sadewa dan sambungan telepon pun terputus.
"Pasti Cindy sedang merengek minta pulang sama kak Dewa " ujar Luna sambil terkikik.
"Dasar anak itu " Felisha hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan menantunya yang sedikit berbeda itu.
"Sayaaang..aku ingin pulang ke Jakarta " Cindy menarik-narik tangan Sadewa.
"Tidak bisa..nanti malam kakak ada oprasi gabungan " jawab Sadewa.
"Ya sudah aku saja sama Satria yang pergi " ujar Cindy memaksa.
"TIDAK..kamu dan Satria tidak boleh pergi kemana-mana tanpa kakak " jawab Sadewa tegas.
"Dasar pelit..tidak asik " omel Cindy sambil mencubit lengan Sadewa kemudian pergi ke kamar dengan wajah cemberut.
__ADS_1
Sadewa hanya geleng-geleng kepala sambil mengusap lengannya yang sedikit merah karena cubitan tangan Cindy.
Meskipun Cindy terlihat marah namun Sadewa tidak berusaha membujuk istrinya itu ia membiarkan saja Cindy melampiaskan kemarahannya dengan bersembunyi di kamar, toh jika bosan ia juga akan keluar dengan sendirinya.