Om Buah Hatiku

Om Buah Hatiku
Mutasi


__ADS_3

Sepulang dari kantor Nakula mendapati Arka sedang menangis dalam gendongan Zhifana.


"Kakak kenapa Sayang ?" Nakula langsung mengambil alih Arka dari gendongan Zhifana.


"Arka ingin nginep di rumah Daddy, aku bilang tunggu Papa pulang dulu.. dia tidak sabar " jawab Zhifana.


"Kakak mau ke rumah Daddy sekarang ?" Nakula menatap wajah Arka yang basah dengan air mata.


"Iya " jawab Arka.


"Baiklah..Papa ganti baju dulu ya " Nakula membawa Arka ke kamar dan menurunkannya diatas ranjang.


Arka menunggu Nakula ganti baju sambil sedikit terisak. Sejak akan memiliki adik Arka memang menjadi lebih manja dan cengeng.


Menurut Felisha itu adalah hal yang biasa terjadi pada anak yang akan memiliki adik.


Setelah semua siap mereka pun pergi ke rumah Bagas. Alysha yang sedang nonton tv bersama Bagas dan Abimanyu juga Felisha tentu saja kaget dengan kedatangan Nakula, Zhifana dan Arka.


"Daddy.." Arka langsung berlari memburu Bagas yang sedang duduk memangku Alysha.


Alysha dan Arka pun duduk diatas paha kiri dan kanan Bagas.


"Arka kenapa kak ?" tanya Felisha.


"Dari sore merengek terus ingin menginap disini " jawab Zhifana.


"Daddy..aku juga ingin punya adik seperti dedek Arka " pinta Alysha sambil memperhatikan perut Zhifana yang mulai membesar.


Mendengar permintaan putri bungsunya Bagas langsung mencolek pinggang Felisha.


"Nanti dedek di perut kakak Zhi kan adiknya dedek Alysha juga " jawab Felisha.


"Mungkin dedek Alysha ingin punya adik lagi Mom " ujar Abimanyu sambil tertawa.


"Sepertinya lima sudah cukup " jawab Felisha sambil melirik kearah Bagas yang tiba-tiba berwajah masam.


Nakula dan Zhifana hanya saling lirik sambil tersenyum melihat Mommy dan Daddy nya yang tidak satu keinginan.


Malam itu Arka tidur bersama Bagas dan Felisha juga Alysha. Nakula dan Zhifana yang belum merasa mengantuk memilih pergi ke rumah Kenzo.


Kenzo yang sedang berbaring diatas pangkuan Luna sambil nonton tv kaget dengan kedatangan Nakula dan Zhifana.


"Manja banget sih Lo " Nakula melemparkan bantal kursi kearah Kenzo.

__ADS_1


"Sirik Lo " Kenzo dengan sigap menangkap bantal itu sebelum mendarat di wajahnya.


"Kak mau aku bikinin kopi ?" tanya Luna.


"Tidak usah..sudah ngopi tadi sama Daddy " jawab Nakula sambil menyandarkan kepalanya disandaran kursi.


Mereka berempat mengobrol sambil nonton tv.Zhifana banyak bertanya kepada Luna mengenai cara mengurus dua balita.


Walaupun usia Luna lebih muda dari Zhifana namun Luna lebih berpengalaman mengurus dua anak dibanding Zhifana yang baru akan memiliki dua anak.


"Mengurus dua anak sekaligus berasa repotnya kak..apalagi saat harus menyusui keduanya karena mereka menangis bersamaan..belum lagi kalau sakit suka barengan " ujar Luna.


"Repotnya itu kalau sakit mereka tidak mau sama pengasuh mereka, maunya sama aku dan kakak Ken.. jadinya kita begadang kalau sikembar sakit " lanjut Luna sambil menyisir rambut Kenzo dengan jarinya.


"Nanti juga kalian rasakan bagaimana repotnya mengurus dua anak kalau bayi kalian sudah lahir " ucap Kenzo.


Mereka mengobrol sampai larut malam. Nakula dan Zhifana pulang setelah Zhifana terlihat beberapa kali menguap karena mengantuk.


Setelah Nakula dan Zhifana pulang Kenzo dan Luna memeriksa kamar si kembar untuk memastikan keadaan Kenan dan Ana.


Setelah memastikan keduanya tidur dengan pulas Luna dan Kenzo pun kembali ke kamar mereka.


"Sayang..Nakula dan Zhifana akan tambah momongan " ujar Kenzo.


"Lalu ?" tanya Luna.


"Sayang..Kenan dan Ana itu masih kecil..kasian kalau punya adik sekarang-sekarang "


"Maksud kakak..kalau kamu mau kakak siap bikin kamu hamil lagi " ujar Kenzo.


"Bikinnya siap terus..yang repot itu hamil, melahirkan, dan ngurusnya Sayang " jawab Luna.


"Baiklah..kita tunggu Kenan dan Ana berusia tiga tahun ya Sayang..kakak juga masih mau dimanjain sama kamu " Kenzo menarik pinggang Luna kemudian mendekapnya erat.


"Dasar sipit manja " cibir Luna, namun tak urung tangannya memeluk kepala Kenzo dan mendekapnya kedadanya. Kenzo pun menenggelamkan wajahnya dalam kehangatan dada Luna.


Luna yang nyaris tertidur tiba-tiba kembali terjaga karena kepala Kenzo yang terus bergerak di dada Luna.


"Sipit diam dong..aku ngantuk " omel Luna.


Kenzo akhirnya diam menunggu Luna tertidur pulas. Setelah terdengar suara dengkuran halus dan napas yang teratur dari bibir Luna, Kenzo pun kembali mendusel-dusel kepalanya di dada Luna.


Bahkan Luna tidak menyadari jika semua kancing bajunya terlepas karena ulah nakal suami sipitnya.

__ADS_1


Luna baru menyadari apa yang Kenzo lakukan ketika tengah malam ia terbangun ingin pergi ke kamar mandi.


"Dasar sipit " keluh Luna sambil menjauhkan kepala Kenzo dari dadanya yang sudah terbuka.


Bahkan Luna tidak menyadari bagaimana Kenzo sampai bisa melepaskan pengait bra nya disaat ia sedang tertidur.


Setelah menuntaskan hajatnya Luna pun kembali naik keatas ranjang dan melanjutkan tidurnya.


Keesokannya karena kebetulan weekend, Bagas mengajak Nakula, Kenzo dan Abimanyu untuk menemaninya main golf.


Bagas mulai sering mengajak Abimanyu bermain golf karena putranya itu sudah mulai menyukai olahraga itu.


"Pasukan Daddy kurang satu ya Mom, tidak ada kak Dewa " ujar Luna ketika keempat pria kesayangannya itu pergi.


"Moga tahun depan kita semua bisa kumpul di Jakarta. Kak Dewa akan mengajukan mutasi ke Jakarta " jawab Felisha.


"Kenapa harus tahun depan Mom ?" tanya Zhifana.


"Kalau sekarang percuma kak..Cindy kan masih harus menyelesaikan kuliahnya di Bandung. Tetap saja mereka jauhan " jawab Felisha.


"Oh iya "


"Sekarang kan Cindy sudah semester akhir sebentar lagi selesai, nanti begitu Cindy selesai kuliahnya Dewa mutasi ke sini " Felisha menjelaskan.


"Ternyata sudah diperhitungkan ya Mom " Zhifana tersenyum


"Ya harus dong kak " jawab Felisha.


"Kakak Zhi tidak mau mutasi juga ?" tanya Luna.


"Mutasi ?"


"Iya mutasi...mutasi kesini ke rumah ini biar kita semua kumpul " jawab Luna sambil nyengir.


"Ya ampun dek..kirain apa " Zhifana yang baru mencerna ucapan Luna langsung tertawa.


"Kita sih sudah di Jakarta dek..sudah dekat jadi tidak perlu mutasi segala.. bisa kesini kapan pun " lanjut Zhifana.


"Awas saja Kenzo ikut-ikutan ingin mutasi " ucap Felisha dengan nada mengancam.


"Mutasi kemana Mom ?" dahi Luna mengernyit.


"Takutnya ngikutin Sadewa ingin mutasi juga ke Jepang..jangan harap Daddy dan Mommy ijinkan "

__ADS_1


"Haaah ? " Luna dan Zhifana melongo.


Maaf ya jadwal up yang berantakan, Author sedang ada kesibukan di dunia nyata 🙏 Tapi Author usahakan tetap nulis kok... Happy Reading 😘😘 dan jangan lupa dukungannya.


__ADS_2