Om Buah Hatiku

Om Buah Hatiku
Obrolan Para Lelaki


__ADS_3

Setelah makan malam selesai Luna dan Kenzo pun pulang. Setibanya di rumah Kenzo langsung terlihat sibuk dengan laptop dipangkuannya. Luna pun tidak jauh beda dari Kenzo, ia sibuk menyelesaikan tugas kuliahnya.


Luna yang lebih dulu selesai membereskan semua buku dan laptop nya dan disimpan diatas meja belajarnya, sedangkan Kenzo tampak masih belum selesai dengan pekerjaannya.


"Kakak masih lama kerjanya ?" tanya Luna sambil duduk disamping Kenzo dengan tangan melingkar di perut nya


"Sedikit lagi Sayang " jawab Kenzo tanpa menoleh sedikitpun kepada Luna.


"Aku sudah ngantuk kak " Luna menyandarkan kepalanya dilengan Kenzo.


"Kakak masih tanggung sedikit lagi, lebih baik kamu tidur duluan gih " Kenzo mencium puncak kepala Luna.


"Tidak mau..aku tunggu saja sampai selesai " jawab Luna.


Melihat Luna yang bersikeras ingin menemaninya menyelesaikan pekerjaan meskipun matanya mulai mengantuk akhirnya membuat Kenzo tidak tega.


"Ayok kita tidur " Kenzo mematikan laptopnya kemudian menuntun Luna menuju ranjang mereka.


Setelah keduanya berbaring Luna tiba-tiba mengambil tangan Kenzo dan diletakan diatas perutnya.


"Elus ya..aku ngantuk " ucap Luna sambil menguap.


Kenzo menuruti permintaan Luna, ia menggerakkan tangannya dipermukaan perut Luna hingga tidak lama kemudian Luna pun tertidur dengan pulasnya.


Melihat Luna yang sudah tertidur, perlahan Kenzo pun beranjak turun berniat untuk melanjutkan pekerjaannya, namun tiba-tiba tangan Luna melingkar dipinggang Kenzo.


"Jangan pergi " rengeknya dengan mata terpejam.


"Iya..iya..kakak tidak akan pergi " Kenzo kembali berbaring dan kembali mengusap-usap perut Luna.


Keesokannya sesuai janjinya Kenzo menemani Bagas ke puncak untuk bertemu dengan relasi bisnisnya.


Mereka pergi selepas magrib setelah Bagas menidurkan Alysha terlebih dahulu.


Alysha semakin hari memang semakin manja saja kepada Bagas, persis seperti Luna sewaktu kecil.


"Beruntung sekali punya tiga jagoan " puji beberapa relasi bisnis Bagas ketika Bagas memperkenalkan menantunya.


"Empat jagoan..tapi yang satu masih dalam proses pengasahan " jawab Bagas bangga karena memiliki 4 jagoan yang siap memperkokoh kerajaan bisnisnya.


Meskipun Sadewa memilih jalan menjadi seorang abdi masyarakat namun Sadewa memiliki hak yang sama di perusahaan seperti halnya Nakula. Begitu juga Luna memiliki hak yang sama meskipun Luna bukan anak kandung Bagas.


Menemani Bagas bertemu dengan relasi bisnisnya yang sudah bisa dipastikan bukan orang sembarangan semakin membuka kesempatan kepada Kenzo untuk mengembangkan usahanya agar lebih maju.


Bagas dan Kenzo berada di Puncak sampai hampir jam 11 malam, setelah selesai acara mereka pun pulang.


"Kalau ngantuk tidur saja Dad " Kenzo melirik Bagas yang tampak menahan kantuknya agar menemani Kenzo yang sedang menyetir ngobrol.


"Tidak apa-apa..biar kamu ada teman ngobrol " jawab Bagas.


Untuk mengusir rasa kantuk Bagas menceritakan tentang masa kecil Luna dan perjalanan rumah tangganya yang penuh liku.

__ADS_1


Bagas terlihat sangat sedih ketika menceritakan perlakuan buruknya kepada Felisha dan Luna dulu.


"Karena kesalahan yang Daddy lakukan kepada Mommy dan Luna akhirnya mereka meninggalkan Daddy..disaat itu Daddy benar-benar seperti orang gila mencari keberadaan mereka. Sialnya kakek dan Enin ikut merahasiakan keberadaan Mommy dan Luna.. ditambah Om Dio yang sangat memusuhi Daddy "


"Beruntung akhirnya Daddy bisa menemukan Mommy dan Luna di Bandung..disanalah awal perjuangan Daddy untuk mendapatkan hati Mommy dan Luna kembali "


"Bagaimana Mommy bisa kembali ke Jakarta ?" Kenzo tampak penasaran dengan cerita mertuanya.


"Daddy menyogok Om Ezra dengan proyek pembangunan hotel di Bali tempat kalian menikah kemarin agar Mommy dipindahkan lagi ke Jakarta " jawab Bagas.


"Waaah..Daddy main curang " Kenzo terkekeh.


"Bukan curang kak..tapi lebih tepatnya usaha. Daddy akan melakukan apapun untuk orang yang Daddy cintai " jawab Bagas.


"Seperti kamu yang bertahun-tahun selalu memberi Luna coklat..


beruntung gigi Luna tidak bermasalah karena terlalu banyak makan coklat dari kamu " sindir Bagas.Kenzo pun tertawa.


"Setelah Mommy dan Luna kembali ke Jakarta apakah Mommy langsung menerima Daddy kembali ? " tanya Kenzo.


"Tidak lama kemudian Mommy dan Luna memang kembali ke rumah, namun Daddy masih harus berusaha mendapatkan hati Mommy dan Luna.. dan itu adalah hal yang paling sulit " jawab Bagas.


Wajah Bagas terlihat sendu ketika ia mengingat Aluna kecil yang selalu memanggil dirinya Om.


"Sebetulnya Daddy ingin sekali menghajar kamu karena kamu telah berani mengambil putri kesayangan Daddy " gumam Bagas. Kenzo terkekeh.


Sepertinya Bagas benar-benar belum rela melepaskan putri kesayangannya diambil orang.


"Untung rumah kamu dekat, jika jauh tidak akan Daddy ijinkan kamu membawa Luna pindah " ujar Bagas


Karena asik mengobrol tidak terasa mereka pun sudah sampai ke rumah.


Setelah memasukan mobil ke garasi Kenzo pun pulang ke rumahnya, kala itu waktu hampir menunjukkan jam setengah satu.


Begitu memasuki kamarnya, Kenzo mendapati Luna sedang meringkuk diatas kasur sambil memeluk guling.


Perlahan Kenzo duduk disisi ranjang, ditatapnya wajah cantik yang beberapa waktu yang lalu menjadi objek perbincangan dirinya dengan Bagas.


Luna menggeliat saat Kenzo menyapukan bibir kenyalnya dibibir Luna.


Luna yang merasa terganggu akhirnya perlahan membuka matanya.


"Kakak sudah pulang ?" Mata Luna mengerjap begitu mendapati suaminya sedang menatapnya lembut penuh cinta.


"Ya..baru saja " jawab Kenzo.


"Ganti baju gih..aku sudah siapkan piyama kakak " Luna menunjuk pada sofa dimana tadi Luna meletakan satu set piyama untuk Kenzo sebelum ia tidur, Kenzo pun mengganti bajunya dengan piyama yang sudah istrinya siapkan.


Setelah memakai piyamanya Kenzo pun naik keatas kasur dan berbaring disebelah Luna. Perlahan direngkuhnya kepala Luna ke dadanya dan diciumnya puncak kepala Luna dengan lembut membuat Luna semakin menyusupkan wajahnya dalam-dalam di dada Kenzo.


Setelah mendengar cerita masa kecil Luna, Kenzo bertekad akan selalu membahagiakan gadis cantik yang kini sudah resmi ia persunting itu dengan segenap hatinya.

__ADS_1


"Sudah malam tidur lagi " Kenzo mengusap-usap perut Luna lembut sampai wanita cantik itu tertidur dalam dekapannya.


*


Keesokannya pagi-pagi sekali Luna sudah sibuk di dapur bersama pelayan menyiapkan sarapan pagi untuk Kenzo.


Setelah semua siap Luna pun beranjak menuju kamarnya untuk membangunkan suaminya yang masih terlelap di bawah selimutnya.


"Sayang bangun..nanti kesiangan ke kantor " Luna menusuk-nusuk pipi Kenzo dengan telunjuknya.


"Masih ngantuk sayang.


ke kantornya agak siangan saja " jawab Kenzo.


Kenzo tidak dapat menahan kantuknya karena semalam ia pulang hampir jam satu malam dari Puncak bersama Bagas.


"Baiklah kalau begitu " Luna pun akhirnya membiarkan Kenzo meneruskan tidurnya.


Setelah dua jam berlalu Kenzo pun bangun dan kemudian beranjak ke kamar mandi. Setelah mandi dan berpakaian ia pun mencari Luna.


Kenzo tersenyum ketika mendapati Luna sedang duduk di sofa sambil anteng menonton tv .


"Kamu tidak kuliah ?" tanya Kenzo sambil membaringkan tubuhnya diatas sofa dengan paha Luna sebagai bantalnya.


"Hari ini tidak ada jadwal kuliah " jawab Luna sambil mengelus rambut Kenzo.


"Kakak tidak akan ke kantor ?" Luna balas bertanya.


"Karena hari ini kamu tidak ke kampus jadi kakak hari ini juga tidak akan ke kantor " jawab Kenzo.


"Kenapa begitu ?"


"Karena kakak ingin menemani kamu seharian di rumah " jawab Kenzo sambil mendusel-dusel kepalanya di perut Luna.


"Dasar malas " cibir Luna sambil mencubit ujung hidung Kenzo.


Hari itu Kenzo dan Luna memilih menghabiskan waktu dengan bersantai di rumah.


Hampir seharian mereka berada di kamar. Mereka hanya keluar dari kamar hanya sesekali saja. Bahkan makan pun mereka lakukan di dalam kamar.


Mereka baru keluar dari kamar ketika mendengar Felisha datang bersama Alysha.


"Loh tidak ke kantor kak ?" tanya Felisha ketika melihat keberadaan Kenzo.


"Tidak Mom " jawab Kenzo sambil mengambil Alysha dari gendongan Felisha.


"Kamu pasti ngantuk ya..Daddy juga hari ini tidak ke kantor, seharian tidur di kamar " ujar Felisha.


"Mmmhh..kompak yaa sama Daddy " cibir Luna sambil melirik Kenzo.


"Ke kantor juga percuma , kerja ga akan fokus lebih baik tidur di rumah " Kenzo membela diri.

__ADS_1


"Iya bener Kak..lebih baik istirahat daripada sakit " Felisha membela Kenzo.


"Tuh apa kata Mommy " Kenzo merasa diatas angin karena dibela oleh mertuanya.


__ADS_2