Om Buah Hatiku

Om Buah Hatiku
Persiapan Pernikahan


__ADS_3

Setelah acara lamaran selesai,kini Bagas dan Dio mulai disibukan dengan persiapan acara pernikahan yang akan berlangsung tidak lama lagi.


Meski memiliki bayi,namun Felisha ikut membantu Kinanti mencari barang-barang untuk hampers meski dari rumah.


"Mbak Feli itu keluarga kak Ezra atau aku sih ?" Ajeng sempat protes karena Felisha dan Bagas terkesan mewakili keluarga Ezra.


"Maaf dek..untuk saat ini aku sama mas Bagas sebagai keluarga dari pihak kak Ezra.Kamu tau sendiri kak Ezra sudah tidak mempunyai orangtua.Kalau Kinanti yang ngurusin sendiri kasian..Kamu kan masih banyak saudara di Semarang " jawab Felisha.


"Iya deh " jawab Ajeng.


"Sebentar lagi mau mantenan tidak usah marah-marah " nasehat Bagas sambil menimang Abimanyu.


"Bukan marah mas..tapi aku tuh stress " jawab Ajeng sambil memijit pelipisnya.


"Banyak yang harus diurus,sedangkan aku kerja.Mbak Feli juga malah bantuin kak Ezra bukannya aku " tambah Ajeng.


"Dari pada stress mending main sama Luna gih...kakak Lunaaa..aunty Ajengnya ajak main Barbie nih " Felisha memanggil Luna yang sedang anteng bermain Boneka Barbie dikamarnya.


"Aunty..ayok " Luna yang mendengar panggilan dari Felisha langsung datang dan menarik tangan Ajeng mengajak ke kamarnya.Ajeng hanya bisa pasrah mengikuti langkah gadis kecil itu.


"Kamu itu iseng banget Yang ngerjain Ajeng " ujar Bagas sambil tertawa.


"Biar dia tidak stress mas " jawab Felisha santai.


"Daddy juga sekarang sedang stress mom " celoteh Bagas kepada Abimanyu.


"Kalau stress nya mas obatnya cuma satu..SABAR " jawab Felisha sambil mengusap punggung Bagas.


Felisha tau kemana arah pembicaraan suaminya itu.Apalagi kalau bukan urusan ranjang.


"Tapi awas jangan berani-berani jajan diluar " Felisha mengangkat kepalan tangannya kedepan wajah Bagas.


"Jangan ngaco " Bagas menyentil kening Felisha.


"Mana bisa mas jajan diluar kalau yang ada dikepala mas cuma kamu dan anak-anak " tambah Bagas.


"Syukurlah kalau begitu " jawab Felisha lega.


"Lagian bagaimana bisa kamu sampai punya pikiran seperti itu ?" tanya Bagas menatap tajam kearah Felisha.


"Kan Laki-laki biasanya begitu,kalau tidak kenyang di rumah ya cari jajanan " jawab Felisha.


"Mas bukan laki-laki seperti itu " pungkas Bagas tegas.


"Daripada kamu ngomong ngelantur mending tidurin dedek Abi " Bagas menyerahkan Abimanyu yang sudah tertidur kepada Felisha.


"Cepet banget tidurnya kalau ditimang Daddy " ujar Felisha dengan suara pelan sambil menurunkan bayi tampan itu didalam box bayinya.


"Iya dong " jawab Bagas bangga sambil duduk diatas sofa dan memainkan ponselnya.


Setelah menidurkan Abimayu, Felisha pun ikut duduk disebelah Bagas.


Baru saja Felisha mendaratkan bokongnya, tiba-tiba Bagas berbaring dan menggunakan paha Felisha sebagai bantalnya.


"Manja banget sih Daddy nya anak-anak " ujar Felisha sambil mengusap-usap rambut Bagas.

__ADS_1


Bagas tidak menjawab,ia anteng bermain game di ponselnya sambil menikmati lembutnya tangan Felisha yang mengusap-usap rambutnya.


Melihat Bagas yang anteng dengan ponselnya akhirnya Felisha menghubungi Kinanti untuk menanyakan apa saja yang harus dibeli untuk mengisi hampers.


Mereka terlibat obrolan serius mengenai persiapan pernikahan Ezra dan Ajeng sambil sesekali tangan Felisha mempermainkan rambut Bagas.


Bagas pun diam-diam mendengar kan obrolan Felisha dengan Kinanti sambil memainkan ponselnya.


Setelah bosan bermain game,Bagas meletakan ponselnya diatas meja,kini ia asik memperhatikan Felisha yang sedang berbicara dengan Kinanti melalui sambungan telepon.


"Diam mas " omel Felisha tanpa suara karena Bagas mendusel-dusel kepalanya ke perut Felisha.


Bagas yang merasa diabaikan mencari perhatian dengan menciumi perut Felisha.


Felisha pun mengobrol sambil menahan geli karena ulah suami nya.Karena Bagas tidak bisa dilarang akhirnya Felisha membiarkan Bagas berulah sesuka hatinya.


Setelah mengakhiri panggilan telepon dengan Kinanti, Felisha baru mengomel atas keisengan Bagas.


"Kamu itu tidak bisa diam,ganggu terus seperti anak kecil saja " Felisha menjewer telinga Bagas.


"Ampun sakit Sayang " Bagas menepiskan jepitan jari Felisha dari telinganya.


Lepas dari telinga Bagas,jari Felisha beralih memijit ujung hidung Bagas.


"Kamu mau cepat-cepat jadi janda ya " omel Bagas sambil megap-megap.


"Ga kenceng juga..dasar kamunya saja yang berlebihan " ledek Felisha


"Tapi sakit Sayang " Bagas mengusap ujung hidungnya yang memerah.


"Sakit..sakit " Felisha meringis.


"Daddy ..kenapa mommy dicubit.. mommy nakal ya ?" tanya Luna yang tiba-tiba muncul di pintu penghubung antara kamar Felisha dan kamarnya.


"Iya mommy nakal makanya Daddy cubit " jawab Bagas sambil bangun dari pangkuan Felisha.


"Kakak sudah selesai main Barbie nya ?" tanya Felisha


"Sudah mom..aunty Ajengnya mau pulang sudah dijemput sama om Ezra " jawab Luna sambil menunjuk kearah ruang tamu.


Bagas dan Felisha pun keluar kamar untuk menyapa Ezra yang baru datang.


"Harusnya kalian itu dilarang bertemu dulu " Bagas menyapa tamunya dengan omelan.


"Sudah tanggung nyampe sini ' jawab Ezra santai.


"Om bawa apa ?" Luna tiba-tiba menggelendot kepada Ezra.


"Om lupa tidak bawa apa-apa untuk kakak Luna. Maaf ya Sayang " jawab Ezra tampak menyesal.


"Iya " Luna mengangguk.


"Om Janji besok om akan bawakan sesuatu untuk kakak Luna..kakak Luna mau apa ?" tanya Ezra.


"Apa saja " jawab Luna dengan mata berbinar.

__ADS_1


Karena hari semakin larut,Ezra pun pamit kepada Bagas dan Felisha untuk mengantarkan Ajeng ke tempat kost nya.


"Luna itu lucu sekali " gumam Ezra setelah mobil mereka mulai meninggalkan halaman rumah Bagas.


"Semoga setelah menikah kita cepat diberi momongan " Ezra mengemukakan keinginannya.


"Mikirnya sudah sejauh itu " gumam Ajeng.


"Emang kamu belum berpikir kesana ?" tanya Ezra.


"Boro-boro..yang ada kepala aku pusing banget banyak yang harus diurus " jawab Ajeng.


"Semua yang akan menikah pasti mengalami hal seperti itu..stress " jawab Ezra.


"Tapi mau gimana lagi..kan harus dijalani dengan ikhlas..yang sabar ya " tambah Ezra sambil mengelus kepala Ajeng.


"Aku tuh maunya acaranya sederhana,tapi keluarga maunya beda..terpaksa ngalah " keluh Ajeng.


"Wajar mereka ingin pesta yang mewah,karena kamu itu putri bungsu.Niatkan saja menyenangkan keluarga besar kamu...Kalau orangtua aku masih ada pasti mereka juga akan memiliki keinginan yang sama seperti keluarga kamu.. " nasehat Ezra.


"Iya " jawab Ajeng.


"Sayang..dulu aku sempat berpikir kalau kamu itu menyukai Bagas,ternyata aku salah " ujar Ezra sambil tertawa.


Ajeng melirik kearah Ezra,ternyata yang menilai seperti itu bukan hanya Felisha tapi Ezra juga.


"Aku tuh sudah menganggap mas Bagas seperti kakak kandung aku..mbak Feli juga sempat cemburu sama aku " jawab Ajeng sambil tertawa.


"Lagian mas Bagas itu terlalu kaku,susah berkomunikasi sama dia..tidak seperti kak Ezra.


Orangnya sedikit tengil tapi lucu..enak diajak ngobrolnya "


"Tapi dulu kamu judesnya minta ampun,mau dekatin kamu saja sampai harus minta antar sama si kembar " keluh Ezra.


"Jadi waktu dulu mampir ke kost an itu beneran mampir atau sengaja datang ?" tanya Ajeng penasaran.


"Sengaja datang " jawab Ezra nyengir.


"Kamu itu seperti bukan laki-laki saja,minta antar sama anak kecil " cibir Ajeng.


"Bagas juga bilang begitu..tapi aku sekarang kan lelaki sejati..mau coba ?" seloroh Ezra sambil manaik turunkan alisnya.


"Iiihh..ogah " jawab Ajeng.


"Eehh..becanda " ujar Ezra cepat.


Karena asik ngobrol,tidak terasa mobil Ezra sudah sampai di depan tempat kost Ajeng. Sebelum Ajeng turun,Ezra meraih tubuh Ajeng


"Kalau cium boleh kan ?" tanya Ezra.Ajeng mengangguk.


Setelah mendapat lampu hijau dari Ajeng,Ezra pun mendekatkan wajahnya dan mulai menyatukan bibir mereka.Awalnya Ajeng tidak merespon,namun lama-lama Ajeng pun membalasnya.Bibir mereka saling ******* dan mengecap.Tanpa sadar tangan Ajeng melingkar erat di leher Ezra.


"Sudah ah..tangan kamu mulai nakal " Ajeng melepaskan belitan tangannya dileher Ezra ketika merasakan tangan Ezra diam-diam mengusap dadanya dan disertai sedikit meremas.


"Bukan nakal tapi melatih keterampilan tangan " kilah Ezra sambil nyengir.

__ADS_1


"Dasar modus " Ajeng buru-buru keluar dari mobil.Ia tidak mau mereka sampai kebablasan didalam mobil.


__ADS_2