Om Buah Hatiku

Om Buah Hatiku
Trio Ratu Ghibah


__ADS_3

Kenzo dan Luna membuka matanya ketika Kenan dan Ana mencolek-colek wajah mereka, bahkan Kenan menggigit hidung Kenzo hingga pria bermata sipit itu mengaduh kesakitan .


"Aduh..hidung kakak digigit Kenan " keluh Kenzo sambil mengusap hidung mancungnya.


"Becanda gaya laki-laki itu Yang " ujar Luna sambil tertawa.


Kenzo mengambil Kenan kemudian menggelitiki perutnya hingga bocah tampan itu tertawa kegelian.


Ana hanya melongo melihat apa yang sedang Daddy nya lakukan kepada saudara kembarnya.


Puas menggoda Kenan kini pria tampan itu beralih kepada Ana.Ada perbedaan cara Kenzo memperlakukan Kenan dan Ana. Si cantik Ana lebih menyukai elusan lembut dari tangan Daddy nya.


Luna dan Kenzo memberikan Kenan dan Ana untuk dimandikan oleh kedua pengasuh mereka.


"Kenan dan Ana sudah ada yang mandikan. Sekarang giliran Daddy nya yang kamu mandikan " pinta Kenzo.


"Kakak seperti anak kecil saja pake ingin dimandikan segala " ujar Luna.


"Wajar lah sesekali ingin dimanjakan istri " jawab Kenzo sambil menuntun Luna ke kamar mandi.


Dikamar mandi Luna benar-benar memandikan Kenzo. Pria tampan itu memejamkan matanya didalam bathtub ketika Luna mengeramasi rambutnya. Sesekali tangannya iseng mengelus dada Luna yang tepat berada didepan matanya ketika Luna sedang merunduk mengeramasi rambutnya.


"Diam Sayang " omel Luna.


Selesai mengeramasi Kenzo kini tangan mulus itu menggosok seluruh tubuh Kenzo dengan spon mandi.


Ketika tangan Luna hendak menggosok bagian bawah tubuh Kenzo Luna buru-buru menarik tangannya karena ia tidak sengaja menyentuh sesuatu yang sudah bangun disana.


Kenzo tertawa sambil menangkap tangan Luna dan malah diletakan disana.


Bibir Kenzo mendesis ketika Luna mere masnya dengan gemas. "Argh.. Sayang " keluhnya masih dengan mata terpejam.


Kenzo yang sudah mulai terbakar gairah menarik tubuh Luna hingga tercebur diatas bathtub dan seluruh bajunya menjadi basah.


"Kita mandi sekalian saja..terlanjur basah " Kenzo melucuti semua baju Luna.


"Dasar sipit mesum..kalau mau minta jatah bilang saja jangan cari alasan ingin dimandikan segala " omel Luna.


"Harusnya kamu sudah prepare Sayang " jawab Kenzo sambil mendudukan Luna diatas pangkuannya.


"Dasar sipit " Luna memeluk kepala Kenzo dan meremas rambutnya yang wangi shampo.


Kenzo mendongakkan kepalanya ketika bibir Luna menciumi wajah Kenzo dan berakhir melu mat bibir nya lembut.


Kenzo tersenyum melihat ulah istrinya. Tadi Luna yang mengatainya mesum namun pada kenyataannya justru Luna lah yang melakukan penyerangan...dasar perempuan batin Kenzo.


Kenzo tampak pasrah ketika luma tan-luma tan kecil itu kini berubah menjadi ciuman yang panas dan liar.

__ADS_1


Selesai mandi bersama yang tidak hanya sekedar mandi Luna mengeringkan rambut Kenzo dengan handuk dan dilanjutkan dengan hairdryer.


Selama proses mengeringkan rambut tangan Kenzo memeluk perut Luna erat.


Kadang-kadang bibir Kenzo jahil menciumi perut Luna hingga istrinya itu mengomel-ngomel kegelian.


"Sayang diam dong " omel Luna.


"Baiklah " jawab Kenzo.


Namun tangan jahil Kenzo kini iseng menyasar di bokong Luna dan mere masnya.


"Sipit..tangannya nakal banget sih " Luna menyisir rambut Kenzo yang sudah kering sampai rapi.


Setelah mengeringkan rambut Kenzo, Luna membantu Kenzo memakai baju termasuk memakaikan dasi di leher Kenzo.


"Dikantor matanya tidak boleh jelalatan melihat staf kakak yang seksi " pesan Luna


"Tidak lah..ngapain lihat perempuan lain kalau istri di rumah lebih cantik dan seksi..lebih hot malah " bisik Kenzo sambil tersenyum menyeringai.


Setelah puas menggombali Luna Kenzo dan Luna sarapan berdua di meja makan.


Sebelum pergi Kenzo mencium pipi Kenan dan Ana yang sedang diberi makan oleh kedua pengasuhnya.


Melihat Daddy nya akan pergi Ana sempat menangis ingin ikut. Beruntung ada Alysha yang mengalihkan perhatian Ana dari Kenzo dengan bonekanya.


"Iya Mom..setiap kakak Ken mau pergi pasti nangis. Kalau Kenan sih biasa saja " jawab Luna.


"Biasanya memang anak perempuan itu suka lebih dekat dengan Ayahnya. Seperti kakak juga dulu begitu.. lebih dekat sama Daddy.. sedangkan Kakak Nakula dan Kak Sadewa lebih dekat sama Mommy " ujar Felisha.


"Abi juga cenderung lebih dekat sama Mommy dan Alysha lebih dekat sama Daddy " lanjut Felisha.


"Iya Mom " jawab Luna.


Luna sangat beruntung tinggal tidak jauh dari Mommy dan Daddy nya sehingga ia selalu ada teman untuk berbagi keluh kesah juga bisa banyak bertanya mengenai cara mengurus anak kepada Mommy nya.


Luna yang memiliki keberuntungan berada dekat dengan orangtuanya berbanding terbalik dengan Cindy.


Cindy yang harus tinggal jauh dari kedua orangtuanya harus menerima kenyataan pahit jauh dari suaminya yang dipindah tugaskan ke Sumedang.


Meskipun jauh dari suami dan keluarganya ada hal positif yang dapat Cindy ambil.


Cindy menjadi lebih mandiri dan lebih berusaha menjaga diri selama jauh dari suami tercinta.


Cindy yang berkarakter pecicilan bisa berubah seratus delapan puluh derajat menjadi wanita yang anggun jika sedang berada di organisasi kesatuan suaminya.


Namun wanita cantik itu akan kembali pada setelan awal jika sudah bertemu dengan Luna.

__ADS_1


Bahkan Zhifana pun sudah mulai terkontaminasi oleh sifat pecicilan Luna dan Cindy jika mereka bertiga bertemu.


Untuk mengusir rasa jenuh dan mengobati kerinduan Cindy, Luna dan Zhifana hampir setiap hari berkomunikasi melalui group chat yang mereka buat bertiga.


Tidak jarang Cindy dan Luna yang sedikit gesrek kerap kali saling membocorkan rahasia ranjang mereka kepada Zhifana.


"Kalian ngobrol apa sih heboh banget ?" tanya Sadewa yang kebetulan sedang berada di Bandung.


"Rahasia " jawab Cindy sambil menyembunyikan ponselnya.


"Sama suami itu tidak boleh ada rahasia " Sadewa merampas ponsel dari tangan Cindy.


"Iih Ayaaaah..jangaaan " Cindy berusaha mempertahankan ponselnya namun tidak berhasil. Tangan Sadewa begitu kokoh dan cepat mengambil paksa ponsel dari tangan Cindy.


"Ya ampun Bun..kalian membicarakan suami sendiri..pake urusan ranjang segala diceritain " Sadewa melotot membaca isi chat istrinya dengan Luna dan Zhifana.


"Namanya juga perempuan Yah..obrolannya tidak jauh dari dapur dan kasur " Cindy membela diri sambil berusaha mengambil kembali ponselnya dari tangan Sadewa namun Sadewa malah menyimpannya didalam laci nakas.


"Supaya tidak menggosipkan para suami lagi " ujar Sadewa tegas.


"Huh dasar laki-laki seperti dirinya tidak suka berghibah saja. Aku juga tau kalau kakak punya grup chat sama kak Ken dan kak Nakula " cibir Cindy.


Sadewa diam pura-pura tidak mendengar. Ia malah menarik Cindy hingga terjerembab menimpa tubuhnya.


Baru Sadewa akan melahap bibir Cindy tiba-tiba Satria muncul dan langsung naik keatas ranjang.


"Ayaaah..Aa mau bobo sama Ayah dan Bunda " Ucap Satria manja.


"Iya boleh Sayang..kita bobo bertiga disini " jawab Sadewa.


"Bunda kenapa tidur disana..kasian Ayahnya belat " Satria menatap Bundanya yang berada diatas tubuh Ayahnya.


"Oh iya Sayang..tadi Bunda jatuh " Cindy buru-buru turun dari atas tubuh Sadewa sambil menyarangkan satu cubitan di perut Sadewa.


"Kebiasaan Bun suka cubit-cubit " Sadewa meringis. Cindy hanya nyengir kemudian berbaring disisi ranjang mengapit Satria ditengah mereka.


Sebelum tidur Sadewa membacakan buku cerita kepada Satria. Cindy ikut mendengarkan Sadewa bercerita sambil terkantuk-kantuk.


Beberapa kali Sadewa melotot kepada Cindy memberi kode agar Cindy jangan ikut tertidur.


"Ngantuk Yah " Cindy beberapa kali menguap. Sementara Satria mulai tertidur sambil memeluk Sadewa.


"Jangan dulu tidur Bun " Sadewa mencolek-colek hidung Cindy.


"Iya tidak tidur " jawab Cindy dengan mata terpejam.


"Tidak tidur tapi matanya merem " gumam Sadewa.

__ADS_1


"Nanti kalau Aa sudah tidur nyenyak bangunkan saja " ucap Cindy.


__ADS_2