
Memasuki usia kehamilan Luna yang ke 4 bulan akhirnya Luna menyelesaikan kuliahnya dan mendapatkan gelar sarjananya. Meskipun dengan perut yang mulai besar namun Luna tetap terlihat cantik mengenakan kain dan kebaya dengan toga dikepalanya. Ditangan Luna memegang satu buket bunga yang sangat cantik pemberian suaminya.
Hari itu semua keluarga berkumpul di Jakarta termasuk Papih dan Mamih Kenzo yang datang langsung dari Jepang untuk memberikan selamat kepada Luna.
Keesokannya di rumah Kenzo diadakan acara syukuran dengan mengadakan pengajian.
Acara syukuran itu selain karena Luna telah menyelesaikan kuliahnya juga atas kehamilan Luna yang sekarang menginjak usia 4 bulan.
Pada saat acara pengajian Alysha tidak mau lepas dari gendongan Bagas.Lepas dari Bagas Alysha pun berpindah ke gendongan Kenzo. Mungkin karena setiap hari bertemu, Kenzo adalah orang kedua bagi Alysha setelah Daddy nya.
Selesai acara pengajian Alysha tampak terkulai dipangkuan Kenzo. Felisha pun membawa putri bungsunya pulang untuk ditidurkan.
Karena seluruh keluarga sedang berkumpul, pada malam harinya di rumah Kenzo diadakan acara pesta barbeque atas keinginan Luna.
Nakula, Sadewa dan Kenzo sibuk didepan pembakaran sementara istri-istri mereka duduk manis sambil menunggu daging mereka matang.
Jika ketiga pasangan muda berkumpul di teras, lain hal nya dengan Mamih dan Papih Kenzo yang lebih memilih ngobrol di rumah Bagas sambil membicarakan urusan bisnis.
"Sayang dagingnya jangan lupa dibalik dong biar tidak gosong " Zhifana mengingatkan Nakula yang keasikan ngobrol dan melupakan bakarannya.
"Baik bos " jawab Nakula sambil tersenyum.
Kenzo menaruh daging dan sosis yang sudah matang dan diberikan kepada Luna, Cindy dan Zhifana. Sementara Sadewa mengambilkan minuman untuk ketiga wanita itu.
"Aku tuh kalau makan ini kok rasanya tidak tega ya " celoteh Cindy sambil menatap sosis berukuran jumbo yang berada diatas piring didepan mereka.
"Kenapa tidak tega ? " tanya Zhifana dan Luna dengan dahi berkerut.
"Soalnya..ah ngomongnya juga ga tega " jawab Cindy sambil terkikik.
"Kakak tau apa yang ada dalam kepala kamu " Zhifana menjewer telinga Cindy sambil ikut terkikik.
"Tau tuh Cindy..pikirannya ngeres terus " ujar Aluna sambil mengambil sosis ukuran jumbo itu dan menyantapnya dengan gaya menggoda.
Cindy dan Zhifana melongo melihat gaya Luna menyantap sosis ukuran jumbo itu.
"Gila gaya Lo bikin gw mupeng " ujar Cindy yang langsung disambut tawa Zhifana.
"Kalau mau ya makan saja..itu masih banyak di piring " jawab Luna sok polos.
"Kalau kurang nanti minta sama suami masing-masing " tambah Luna sambil nyengir.
"Haduuuh...sepertinya pengaruh kehamilan otak kalian jadi gesrek begini " Kini telinga Luna yang kena jewer Zhifana.
"Ih kakak masa sih tidak doyan " Luna meringis sambil memegang telinganya.
"Kalian ngobrol apa sih heboh banget ?" tanya Nakula yang baru datang menghampiri dan langsung duduk disebelah Zhifana.
"Biasalah obrolan wanita..ga penting " jawab Zhifana sambil berusaha menahan senyumnya.
Kenzo dan Sadewa ikut bergabung sambil membawa daging dan sosis yang sudah selesai di bakar.Mereka pun makan sambil mengobrol sambil diselingi candaan.
Ketika hari semakin larut mereka pun membubarkan diri. Nakula dan Sadewa pulang ke rumah Felisha sedangkan Kenzo dan Luna langsung masuk ke kamar mereka.
"Sayang..perut aku kekenyangan " Luna langsung terkapar diatas ranjang sambil memegang perutnya.
__ADS_1
"Makanya kalau makan itu harus tau aturan " Kenzo mengelus permukaan perut Luna dengan lembut.
"Iya " jawab Luna.
"Tapi tadi aku paling suka sosis bakarnya enak..aku sampai makan banyak " Luna mengoceh sambil mulai mengantuk.
"Iya.. walaupun suka tapi tidak boleh berlebihan " nasehat Kenzo.
"Iya Sayang " jawab Luna mulai menguap.
"Ngelus perutnya jangan berhenti sampai aku tidur " pinta Luna manja.
"Iya Sayang " jawab Kenzo sambil berusaha menahan kantuknya.
Kenzo berhenti mengelus perut Luna setelah istrinya itu tertidur dengan mulut sedikit menganga membuat Kenzo tersenyum gemas.
"Selamat tidur Sayang..mimpi yang indah " bisik Kenzo seraya mencium bibir Luna lembut.
Sebelum Kenzo membaringkan tubuhnya di sebelah Luna, Ia terlebih dahulu menciumi perut Luna yang terlihat semakin menonjol.
Kenzo yang sedang menciumi perut Luna tiba-tiba tersentak ketika merasakan ada getaran yang tiba-tiba di perut istrinya itu.Getaran itu meskipun halus namun sangat terasa di bibir Kenzo.
"Sayang..apakah itu kalian ?" bisik Kenzo sambil tersenyum haru.
"Sana..jangan ganggu " Kenzo yang sedang berbicara diatas perut Luna meringis ketika tangan Luna memukul kepalanya. Rupanya Luna sedang bermimpi..entah sedang memimpikan apa.
"Dasar kamu ya Sayang " Kenzo terkekeh kemudian membaringkan tubuhnya disamping Luna. Tidak lama kemudian Kenzo pun tertidur sambil memeluk Luna yang sudah lebih dulu tertidur.
Keesokannya pagi-pagi Luna yang baru bangun tidur melongo mendapati meja makan yang penuh dengan makanan.
"Biar kamu makannya banyak dan cucu-cucu Mamih tumbuh sehat di perut kamu " jawab Mamih Kenzo santai.
"Tau tuh Mamih ..semua makanan yang ada di kulkas dimasak " ujar Papih sambil menyesap kopinya.
"Laki-laki tidak usah banyak protes " Mamih langsung melotot kearah Papih.
"Baiklah " Pria bermata sipit itu pun mengangkat tangannya memilih mengalah.
"Banyak banget..." Kenzo yang baru datang tidak meneruskan pertanyaan karena Papihnya memberi kode agar diam.
"Tidak usah banyak protes..buruan makan " ucap Mamih Kenzo.
Semua pun berkumpul di meja makan untuk sarapan.
Mamih Kenzo tampak puas melihat Luna makan dengan sangat lahap.Apalagi ada tempura makanan kesukaan Luna.
"Mamih lebih baik tidak usah pulang ke Jepang..disini saja sama aku dan kakak Ken " pinta Luna sambil mengunyah makanannya.
"Mana bisa begitu kak..Papih di sana siapa yang urus " Papih langsung protes.
"Kalau mau kamu saja yang ikut kita ke Jepang, biar Mamih bisa sekalian urus kakak " ujar Mamih
"Tidak..enak saja mau tinggalin aku disini sendiri " Kenzo langsung menolak dengan tegas.
"Awas saja kalau kamu nekat ingin ikut Mamih ke Jepang " Kenzo melirik kearah Luna.
__ADS_1
"Sebetulnya sih ingin ikut..tapi pasti tidak boleh " ucap Luna dengan wajah sedih.
"Kalau mau ke Jepang nanti kita pergi sama-sama ..kita cari waktu yang luang " jawab Kenzo.
"Beberapa ya..jangan bohong " ucap Luna
"Iya bener " jawab Kenzo.
"Takut banget kamu Ken ditinggalin Luna " Papih tertawa meledek
"Ya takut lah Pih..kalau Luna tidak ada aku tidur sama siapa " jawab Kenzo. Mendengar jawaban Kenzo Luna hanya melengos.
"Dasar kamu " ujar Papih sambil tertawa.
Setelah beberapa hari berada di Jakarta, Mamih dan Papih Kenzo pulang ke Jepang.Mereka tidak bisa terlalu lama meninggalkan bisnis mereka disana.
*
Sejak Kenzo sudah melewati masa ngidamnya kini Kenzo menjadi sangat protektif kepada Luna.
Kenzo melarang Luna melakukan pekerjaan rumah apalagi dengan perut yang semakin membesar.
Kenzo melarang Luna bepergian sendiri. Luna yang merasa aktifitas nya dibatasi sering protes dan ujung-ujungnya ngambek.
Jika sudah begitu Kenzo harus bersusah payah membujuk Luna agar berhenti ngambek, jika tidak sudah bisa dipastikan malamnya Kenzo akan kehilangan jatah menengok si kembar.
Sepulang dari kantor Kenzo disambut wajah cemberut Luna. Jika sudah begitu Kenzo yakin jika Luna sedang ada maunya.
"Kenapa ini istri kakak yang cantik ini cemberut terus ?" Kenzo menangkap pinggang Luna dan mendekapnya, Ia tidak peduli Luna yang berusaha berontak ingin lepas dari pelukannya.
"Kamu mau apa Sayang..bilang sama kakak " Kenzo mengelus puncak kepala Luna.
"Aku itu bosan seharian di rumah, kerjaannya diam di rumah kalau engga ke Mommy..trus balik lagi. Kakak enak bisa bebas diluar sana tidak seperti aku " oceh Luna.
"Ya kakak kan harus cari uang buat kasih makan kalian " jawab Kenzo lembut.
"Tapi aku di rumah bosan " rengek Aluna.
"Sekarang kamu maunya gimana ?" tanya Kenzo bingung.
"Aku juga tidak tau " jawab Luna mulai terisak.
"Jangan menangis dong Sayang " Kenzo terlihat bingung.
"Ya kalau jangan menangis akunya dibujuk dong " pinta Luna sambil menyusut ingusnya dengan kemeja Kenzo.
"Ini kan kakak sedang bujuk kamu Sayang " jawab Kenzo sambil berusaha menahan tawanya dengan sekuat tenaga.
"Sekarang kamu mau apa bilang sama kakak " ujar Kenzo.
"Aku mau tidur saja..capek " jawab Luna. Kenzo melongo.
"Baiklah..kakak kelonin ya " Kenzo menuntun Luna menuju ranjang mereka.
Tidak butuh waktu lama Luna pun benar-benar tertidur. Kenzo tampak termenung menatap wajah Luna yang tertidur dengan mata basah menyisakan air mata. Ternyata perubahan hormon pada masa kehamilan membuat Luna mengalami mood swing sehingga Kenzo harus benar-benar sabar menghadapinya.
__ADS_1