Om Buah Hatiku

Om Buah Hatiku
Gara-gara Reuni


__ADS_3

Kepulangan Nakula dari kantor disambut tawa riang Arka yang langsung berlari kearahnya.


"Papa tangkap " Arka melompat dan Nakula pun dengan cepat menangkap tubuh montok putranya.


"Mama mana kenapa tidak ikut menyambut Papa pulang seperti Arka ?" tanya Nakula.


"Mama cedang mandi " bisik Arka.


"Mama sedang mandi..berarti kalah dong sama Arka yang sudah ganteng dan wangi " ujar Nakula sambil menghirup dalam-dalam aroma tubuh putra tampannya.Arka mengangguk.


"Ya sudah kalau begitu Papa juga mau mandi biar ganteng dan wangi seperti Arka " ujar Nakula sambil menurunkan Arka.


"Iya " jawab Arka sambil mengambil mobil mainannya dan kembali anteng bermain bersama pengasuhnya.


Setelah menurunkan Arka Nakula membawa tas kerjanya dan masuk kedalam kamarnya.


Dari dalam kamar mandi terdengar suara gemericik air menandakan ada aktifitas dari dalam sana.


Nakula membuka seluruh pakaiannya kemudian dengan mengendap-endap ia masuk ke kamar mandi tanpa sepengetahuan Zhifana.


Zhifana yang sedang asik berendam didalam bathtub langsung menjerit ketika tiba-tiba Nakula muncul dihadapannya dalam keadaan telanjang bulat.


"Sayaaang..ya ampun bikin kaget saja " Zhifana melempar Nakula dengan spon mandi saking kagetnya.


"Kamu itu sedang mandi atau melamun ?" tanya Nakula sambil bergabung dengan istrinya didalam bathtub.


"Ya sedang mandi dong " jawab Zhifana sambil memberi ruang untuk Nakula didalam bathtub bersamanya.


Nakula yang duduk tepat dibelakang punggung Zhifana berinisiatif menggosok punggung mulus Zhifana dengan sabun.


Pergerakan tangan Nakula yang lembut membuat Zhifana memejamkan matanya merasakan begitu nyaman.


Namun beberapa saat kemudian tangan Nakula tidak lagi menggosok namun lebih tepatnya mengelus punggung Zhifana kemudian menciumnya dengan lembut. Perlahan tangan Nakula merayap kebagian pinggang kemudian meraba naik menuju dua bukit kembar Zhifana.


Kedua tangan Nakula mere mas dua benda membusung itu dan mempermainkan puncaknya dengan jarinya.


"Sayaaang " Zhifana melenguh merasakan ada ribuan kupu-kupu yang terbang diperutnya.


Tangan Nakula terus mempermainkan dua benda pavoritnya itu dengan lembut sementara bibirnya menciumi leher Zhifana dari belakang.


Ketika Nakula sudah mulai terbakar gairah dengan cepat ia membalikkan tubuh Zhifana agar menghadap kearahnya dan duduk dipangkuannya.


Sore itu acara mandi Zhifana menjadi mulur hampir satu jam karena ada penyusup yang tiba-tiba datang.


Setelah menyelesaikan ritual mandi plus-plus nya Nakula dan Zhifana yang baru keluar dari kamar mandi kaget karena Arka sudah menunggunya di depan pintu kamar mandi.


"Mama.. Papa..kenapa mandinya lama " ucap bocah tampan itu sambil menatap Mama dan Papanya.


"Eh iya..tadi Mama habis bantuin keramasin Papa " jawab Zhifana berdusta.


"Jangan suka berbohong Sayang " bisik Nakula ditelinga Zhifana.


"Gara-gara kamu sih pake ikutan mandi segala " tanpa sepengetahuan Arka Zhifana mencubit perut Nakula.


*

__ADS_1


Sabtu pagi Sadewa dan Cindy datang ke Jakarta dengan membawa Satria. Mereka sengaja datang karena Cindy dan Luna akan menghadiri acara reuni dengan teman-teman SMA nya nanti sore.


"Semangat banget sih kamu pergi ke reuninya " sindir Kenzo ketika melihat Luna yang sibuk memilih baju yang akan dipakai nanti sore.


"Tidak..biasa saja " jawab Luna sambil mengambil rok jeans pavoritnya.


"Jangan pakai rok itu.. kependekan " ucap Kenzo.


"Masa sih..biasanya kalau aku pake rok ini kakak tidak pernah protes " Luna melirik kearah Kenzo.


"Kakak bilang jangan pakai rok itu " ucap Kenzo tidak ingin dibantah.


"Baiklah " Luna menyimpan kembali roknya.


"Kalau ini ?" tanya Luna sambil memperlihatkan celana jeans denim dengan aksen bolong di bagian lutut


"Tidak.." Kenzo menggeleng.


"Kalau ini ?" tanya Luna sambil memperlihatkan celana Korean style yang tidak ketat malah sedikit gombrang dengan panjang sedikit ngatung.


"Ya itu saja " jawab Kenzo.


"Baiklah " jawab Luna.


Untung untuk atasannya Luna memakai kaos seragaman sehingga tidak usah bingung memilih atasan yang sesuai keinginan Kenzo.


"Acaranya jam berapa ?" tanya Kenzo.


"Jam 4 mungkin bisa sampai malam, tapi aku sama Cindy akan pulang cepat " jawab Luna.


"Si Ryo juga datang ?" tanya Kenzo dengan nada tidak suka.


"Seneng ya mau ketemu mantan gebetan " sindir Kenzo.


Luna yang sedang memilih tas untuk dipakai ke acara reuni langsung menatap kearah Kenzo tajam.


"Kakak ngomong apaan sih ?" tanya Luna tidak senang dengan nada bicara Kenzo yang menyindirnya.


"Tidak ada " jawab Kenzo.


Sedari awal ketika Luna minta ijin akan menghadiri acara reuni Kenzo memang terlihat tidak suka, dan Kenzo mengijinkan dengan setengah hati.


"Kalau kakak tidak suka aku pergi aku tidak akan pergi " ujar Luna demi melihat wajah Kenzo yang terlihat masam.


"Pergi saja..kakak tidak apa-apa " jawab Kenzo.


"Tidak apa-apa tapi wajahnya cemberut " Luna menatap wajah Kenzo yang seperti tidak iklas membiarkan dirinya pergi.


"Kakak tidak suka karena nanti kamu pasti ketemu sama si Ryo .. dia kan dulu pernah naksir sama kamu " ucap Kenzo dengan suara lirih nyaris tidak terdengar.


"Ya Tuhaan..suami aku yang ganteng ini cemburuan banget sih " Luna nyaris tertawa mendengar pengakuan suaminya.


"Sayang dengar..!" Luna mendekat kearah Kenzo kemudian duduk dipangkuannya.


"Aku itu sudah nikah, punya suami yang ganteng walau sangat mesum , anak-anak yang cantik dan ganteng.. hidup aku tuh sudah sempurna jadi aku tidak akan menukar semuanya dengan seorang Ryo " Luna merangkum wajah Kenzo agar menatap kearahnya.

__ADS_1


"Masih ragu sama aku ?" tanya Luna menatap tajam kearah Kenzo.


"Tidak " jawab Kenzo sambil menggeleng.


"Tapi kamu harus janji dulu sama kakak jangan dekat-dekat dengan si Ryo " pinta Kenzo.


"Iya sipit..aku janji. Lagian aku perginya juga sama Cindy..dia kan dari dulu mata kedua kamu mana berani aku macam-macam..yang ada dia pasti laporan sama kamu " jawab Luna sambil menjembel pipi Kenzo.


"Sudah ah..aku mau siap-siap dulu " Luna beringsut turun dari pangkuan Kenzo namun urung karena Kenzo menahan pinggangnya.


"Apalagi sih Sayang " Luna mulai terlihat kesal karena Kenzo seperti sedang mempermainkannya.. bilang mengijinkan tapi giliran mau siap-siap dilarang.


"Jangan bilang kamu mau minta jatah dulu sebelum aku pergi " Luna menatap curiga kearah Kenzo ketika merasakan tangan Kenzo menyusup dibalik roknya.


"Memang " jawab Kenzo sambil menerkam bibir Luna dengan rakus dan melu matnya.


Sepertinya memberi persembahan sebelum pergi bukan pilihan yang buruk agar ia bisa pergi dengan tenang.


Setelah memuaskan hasrat si sipit satu jam kemudian Luna dan Cindy pun pergi ke coffee shop milik Ryo. Disana sudah berkumpul teman-teman sekelas Luna dan Cindy sewaktu SMA dan beberapa angkatan diatas mereka.


Ryo yang kebetulan ketua panita tampak sibuk menyapa satu persatu yang hadir termasuk Luna dan Cindy.


Setelah acara sambutan dan ramah tamah acara dilanjutkan dengan mengobrol sambil menikmati makanan dan minuman.


Selagi Luna dan Cindy mengobrol dengan teman-teman mereka, Kenzo terus mengganggunya dengan mengirimi pesan membuat fokus Luna terpecah antara berbicara dengan teman-temannya dan membalas pesan dari suaminya.


Hal serupa juga menimpa Cindy. Ia tampak kesal karena Sadewa juga terus mengganggunya seperti yang Kenzo lakukan pada Luna.


Sementara di rumah Sadewa dan Kenzo tampak tertawa terbahak-bahak sambil memegang ponsel masing-masing.


Rupanya kedua pria tampan itu memang sengaja sedang mengganggu acara reuni Cindy dan Luna.


"Gw jamin Cindy dan Luna tidak bisa ngobrol dengan tenang karena harus balas pesan dari kita " ujar Sadewa sambil tertawa terbahak-bahak.


"Tunggu-tunggu..dua pesan terakhir gw ceklis satu " Kenzo menatap ponselnya dengan gusar.


"Iya..pesan yang gw kirim terakhir ke Cindy juga ceklis satu " jawab Sadewa.


Kenzo dan Sadewa mencoba menghubungi istri-istri mereka namun nomer Luna dan Cindy tidak bisa dihubungi.


"Sialan..Luna sengaja mematikan ponselnya " gumam Kenzo dengan wajah semakin gusar.


"Mereka sedang ngapain ya sampai harus mematikan ponsel segala " ujar Sadewa.


"Entahlah " jawab Kenzo.


Seribu satu pertanyaan memenuhi kepala kedua pria tampan itu. Luna dan Cindy yang merasa curiga karena isi pesan dari Kenzo dan Sadewa sama akhirnya kompak mematikan ponsel mereka.


"Mereka sepertinya sengaja gangguin kita " Luna dan Cindy menggerutu sambil masuk kedalam mobil Luna setelah berpamitan kepada teman-teman nya dan meminta maaf karena harus pulang cepat.


"Dasar laki-laki..tidak boleh lihat istrinya senang-senang..mereka harus kita kasih pelajaran dek " ujar Cindy kesal.


"Kasih pelajaran apa yang bagus untuk mereka ?" tanya Luna.


"Nanti malam jangan dikasih jatah " saran Cindy.

__ADS_1


"Tapi..kakak Ken sudah ambil jatah duluan tadi sebelum kita pergi " Luna menggaruk pelipisnya sambil nyengir.


Sepertinya nasib Kenzo lebih beruntung dari Sadewa karena sudah lebih dulu mengambil jatah hariannya.


__ADS_2