Om Buah Hatiku

Om Buah Hatiku
Daddy Curang


__ADS_3

"Kamu sedang apa Yang ?" tanya Kenzo ketika wajah Luna muncul dilayar ponselnya.


Kenzo yang sedang berada di Jepang menghubungi Luna melalui sambungan video.


"Aku sedang di Bandung " jawab Luna


"Sama siapa ?" tanya Kenzo.


"Semuanya..nengokin Cindy yang lagi hamil " jawab Luna


"Cindy hamil ?" tanya Kenzo. Luna mengangguk.


"Semoga nanti kalau kita sudah menikah kamu juga langsung hamil . Kakak ingin cepat-cepat lihat perut kamu yang gendut " ujar Kenzo sambil tertawa.


"Kakak kapan pulang ?" tanya Luna. Beberapa hari tidak bertemu tak ayal membuat dirinya merindukan pria tampan bermata sipit itu.


"Mungkin lusa..kamu kangen ?" Kenzo menatap lembut wajah Luna.


"Iya " jawab Luna lirih.


"Kemarin-kemarin ngajak putus..sekarang baru ditinggal beberapa hari sudah bilang kangen " goda Kenzo.


"Kakaak..jangan dibahas lagi dong. Kemarin itu aku kan sedang kesal " jawab Luna.


"Iya kakak ngerti..kakak juga salah sudah cemburuan " ujar Kenzo.


Ternyata dengan saling introspeksi diri membuat Luna dan Kenzo bisa berpikir lebih dewasa dan lebih saling menghargai satu sama lain.


"Sudah malam sekarang kamu tidur "


"Iya aku mau tidur..tapi kakak cepat pulang ya aku kangen " pinta Luna manja.


"Iya..kakak akan cepat pulang " ucap Kenzo sebelum mengakhiri sambungan video.


Pada saat semua anggota keluarga nya berkumpul di Bandung, Bagas memberikan buku tabungan milik almarhum Bagus yang sudah ia alihkan atas nama Luna.


Bagas sengaja memberitahu salahsatu peninggalan Bagus yang tersimpan selama hampir dua puluh tahun di Bank sebelum putri kesayangannya itu menikah, juga termasuk rumah yang kini ditinggali oleh Sadewa dan Cindy yang merupakan salahsatu aset peninggalan mendiang Bagus.


Setelah menjelaskan semuanya Bagas dan Felisha terlihat lega. Tidak ada lagi ganjalan dihati keduanya.


Apalagi melihat Luna yang sudah dapat menerima kenyataan jika Bagas bukanlah ayah biologisnya.


Bagas dan Felisha tidak melihat ada perubahan sedikitpun akan sikap Luna kepada Bagas.


Bahkan Luna terlihat semakin manja saja kepada Bagas menjelang hari pernikahan nya.


Beberapa hari kemudian Kenzo sudah kembali dari Jepang begitu juga dengan keluarga Bagas yang sudah kembali dari Bandung.


Meskipun Kenzo sudah kembali dari Jepang namun itu tidak dapat mengobati kerinduan Luna pada pria tampan itu.


Sejak kembali dari Jepang Kenzo tidak pernah menemui Luna. Bahkan Kenzo tidak pernah mengantar jemput Luna ke kantor Ezra seperti biasanya. Mereka hanya berkomunikasi melalui sambungan telepon saja.


Luna sempat ngambek kepada Kenzo karena Kenzo tidak juga menemuinya meskipun sudah pulang dari Jepang. Kenzo hanya menjelaskan jika dirinya sedang benar-benar sibuk sehingga tidak dapat menemui Luna.

__ADS_1


Ketika hari pernikahan tinggal hitungan hari pun Luna berangkat ke Bali tanpa Kenzo.


Kenzo menyusul berangkat ke Bali dan langsung menuju kediaman keluarga besarnya.


Sesampainya di Bali pun Kenzo masih tidak menemui Luna dan keluarganya di villa.


Mereka baru akan bertemu pada saat hari pernikahan yang akan dilaksanakan di hotel milik Bagas.


*


Hari yang ditunggu-tunggu oleh keluarga besar Bagas dan keluarga besar Kenzo pun tiba.


Tepat jam 10 pagi Luna tampak sangat cantik mengenakan kebaya pengantin berwarna putih lengkap dengan sanggul dan siger yang menghiasi kepalanya.


Sebelum mereka pergi menuju tempat akad nikah, Bagas dan Felisha menemui Luna dikamarnya.


"Pada saat akad nikah nanti Daddy tidak mau melihat kamu menangis " pesan Bagas.


"Kakak tidak janji Dad " jawab Luna.


Acara akad nikah adalah acara yang sangat sakral sehingga hampir tidak ada pengantin yang tidak menangis pada saat acara itu.


"Daddy tidak mau tau " ucap Bagas tegas.


"Iya " jawab Luna akhirnya meskipun ia sendiri sebetulnya ragu.


"Baiklah kita pergi sekarang " Bagas dan Felisha menuntun Luna menuju aula tempat akad nikah akan dilangsungkan.


Riasan yang natural menambah cantik wajah wanita yang sangat ia cintai dari sejak kecil itu.Mata Kenzo tidak lepas menatap Luna hingga Luna duduk tepat disampingnya.


Sementara Luna sendiri tidak sekalipun menatap kearah Kenzo, jangankan untuk menatapnya, duduk disebelahnya pun membuat tangan Luna sedikit gemetar.


"Kamu gugup Sayang ?" tanya Kenzo dengan suara pelan nyaris tidak terdengar.Luna mengangguk samar.


Sebelum acara akad nikah dimulai, mata Luna menangkap Daddy nya yang menatapnya dalam penuh peringatan.


Luna mengangguk kemudian menarik napas dalam-dalam. Mengisi seluruh ruang dadanya dengan oksigen agar ia bisa mengabulkan permintaan Daddy nya untuk tidak menangis pada saat akad nikah yang akan dilaksanakan beberapa menit lagi.


Petugas KUA memberi arahan kepada Kenzo dan Kenzo pun mengangguk tanda mengerti.


Setelah semua siap Kenzo pun mulai menjabat tangan petugas KUA yang ditunjuk sebagai wali hakim.


Saya terima nikah dan kawinnya Aluna Bagas Hadi Pranoto binti Almarhum Bagus Hadi Pranoto dengan mas kawin seperangkat alat solat dan satu set perhiasan dibayar tunai


"Bagaimana para saksi Sah ?"


"SAAAAHHH " ucap semua yang hadir serempak.


Luna tampak sedikit gemetar ketika mencium tangan Kenzo untuk yang pertama kalinya setelah ia resmi menjadi istri Kenzo dan dibalas dengan Kenzo mencium kening Luna.


Luna tersenyum ketika menyadari betapa tampannya Kenzo memakai baju pengantin yang senada dengan yang ia pakai.


Aluna tampak bernapas lega, akhirnya ia bisa mengabulkan permintaan Daddy nya untuk tidak menangis pada saat acara akad nikah berlangsung.

__ADS_1


Namun Aluna terpaku ketika ia melihat Daddy nya sedang menyusut sudut matanya dengan tisu.


Selama seumur hidupnya baru kali ini ia melihat Daddy nya menangis. Tampak Felisha menggenggam erat tangan Bagas mencoba membuat suaminya agar lebih tenang. Meskipun ia sendiri dilanda perasaan yang sama.


Bahkan ketika kedua kakaknya menikah pun Luna melihat justru mommy nya yang tidak berhenti menangis.


Setelah acara akad nikah dan beberapa serangkaian acara tambahan selesai Luna dan Kenzo pun meninggalkan aula tempat akad nikah dan kembali ke kamar untuk istirahat.


Sebelum kembali ke kamar, Luna sempat menghampiri Bagas dan Felisha.


"Daddy curang..kenapa aku tidak boleh menangis, sedangkan Daddy aku lihat tadi menangis " bisik Luna


"Siapa bilang Daddy menangis? tadi Daddy kelilipan " Bagas berusaha mungkir.


"Bohong kak..tadi Daddy memang menangis, Daddy tidak rela putri kesayangannya diambil orang " ujar Felisha.


Kenzo yang mendengar ucapan mertuanya hanya melongo, ia bingung apakah ia harus minta maaf karena telah mengambil putri kesayangannya Bagas.


"Maaf Dad..aku mengambil putri kesayangan Daddy " ucap Kenzo akhirnya.


"Ya..tapi awas saja kalau kamu menyakiti putri Daddy..kalau sampai itu terjadi Daddy akan mengambilnya kembali dari kamu " ancam Bagas.


"Aku pastikan itu tidak akan terjadi Dad " jawab Kenzo.


Setelah berada dikamar mereka, beberapa orang dari tim tata rias membantu membuka semua hiasan dikepala Luna juga kebaya pengantinnya.


"Sayang kakak pikir pada saat akad nikah kamu akan menangis, tapi ternyata kamu wanita yang tangguh sama sekali tidak menangis " puji Kenzo.


"Aku bukannya tangguh kak..tapi aku diancam oleh Daddy agar jangan menangis pada saat akad nikah.. sebenarnya aku sudah tidak tahan ingin menangis..huwaaa..huwaaa " Kenzo buru-buru memeluk Luna ketika wanita cantik yang kini berstatus istrinya itu tiba-tiba menangis kencang.


Akhirnya Luna menumpahkan airmata yang sejak tadi ia tahan di dada Kenzo.


Kenzo berusaha meredakan tangis Luna dengan mengusap punggungnya lembut, namun tangis Luna malah semakin kencang.


"KENZOOO..kamu apakan istri kamu sampai menangis kencang begitu ?" Mamih Kenzo yang baru datang ke kamar langsung memarahi Kenzo.


"A..anu mih.." Kenzo menggaruk kepalanya bingung harus menjawab apa.


"Kamu itu..cepat tutup pintunya jangan sampai Daddy nya tau..kalau sampai Daddy nya melihat Luna menangis habis kamu " Mamih Kenzo memeluk Luna mencoba meredakan tangisnya.


Kenzo menutup pintu kamar rapat-rapat kemudian duduk di sisi ranjang menatap Luna yang menangis dalam pelukan Mamihnya.


"Kenapa kakak menangis ?" Mamih Kenzo menghapus mata Luna yang basah dengan tisu.


"Sewaktu akad nikah tadi aku ingin menangis tapi aku tahan karena Daddy melarang aku menangis


makanya aku baru bisa menangis sekarang " jawab Luna sambil terisak.


"Oh jadi Daddy kamu yang melarang menangis ?" tanya Mamih Kenzo. Luna mengangguk.


"Tapi tadi Mamih lihat Daddy kamu menangis pada saat acara akad nikah " ujar Mamih Kenzo.


"Iya Mih..Daddy curang " Isak Luna

__ADS_1


__ADS_2