Om Buah Hatiku

Om Buah Hatiku
Alysha Hilang


__ADS_3

Cindy yang telah menyelesaikan ujian nasional nya langsung berangkat ke Bali bersama keluarga Bagas untuk melaksanakan acara pernikahan Nakula dan Zhifana.


Sehari sebelum acara pernikahan Sadewa dan Kenzo baru bisa menyusul ke Bali karena keduanya sibuk dengan pekerjaan.


"Kenapa baru datang semua keluarga sudah berkumpul beberapa hari yang lalu?" tanya Cindy kepada Sadewa yang baru tiba bersama Kenzo.


"Masih ada kerjaan neng..baru beres semalam, tadi pagi baru bisa berangkat " jawab Sadewa dengan wajah yang lelah.


Tanpa melihat kamar milik siapa Sadewa langsung masuk dan menjatuhkan dirinya diatas kasur empuk.


"Kakak ini kamar aku sama Luna " Cindy menarik tangan Sadewa agar bangun.


"Pinjam sebentar kakak ngantuk banget " Sadewa tidak dapat melawan matanya yang sudah terasa berat, akhirnya Sadewa pun tertidur tanpa sempat membuka sepatunya.


Melihat Sadewa yang terlihat sangat kelelahan Cindy pun menjadi iba. Perlahan dilepasnya sepatu yang masih menempel di kaki Sadewa dan menyimpannya di rak sepatu.


Jika Sadewa dari bandara langsung ke villa, lain lagi dengan Kenzo. Dari bandara ia langsung pulang ke rumahnya karena Mamih Papihnya sudah ada disana langsung dari Jepang.


Selama Sadewa tidur Cindy dan Luna melihat-lihat kamar pengantin Nakula dan Zhifana sambil membahas dream of wedding mereka.


"Diantara kalian berdua siapa nih yang akan nyusul duluan " tanya Kinanti.


"Cindy Tan..soalnya kak Dewa sudah ngebet kawin " jawab Luna sambil menunjuk Cindy.


"Bohong..Luna Tan yang duluan soalnya Luna dan kakak Ken sudah lama pacarannya " Cindy menunjuk Luna.


"Tidak usah saling tunjuk mending nikahnya barengan saja " Dio yang ada disana berusaha menengahi.


Cindy dan Luna tertawa cekikikan membayangkan jika mereka menikah barengan.


Setelah tidur selama beberapa jam Sadewa pun akhirnya bangun. Ayah dan Bunda yang jarang bertemu dengan Sadewa langsung memeluk cucu tampannya itu.


"Dinas dimanapun jangan lupa solat..juga jaga kesehatan " nasehat Ayah sambil memeluk pundak gagah Sadewa.


"Iya kek " jawab Sadewa.


"Enin doakan semoga cepet nyusul Nakula ke pelaminan " Doa Bunda.


"Siap Enin...minta doanya " jawab Sadewa.


Setelah menyapa semua keluarga nya Sadewa mulai mencari-cari keberadaan Cindy. Akhirnya Sadewa pun menemukan Cindy tengah cekikikan dengan Luna di kamar pengantin Nakula.


"Jalan yuk !" Sadewa langsung mengambil tangan Cindy dan membawanya keluar dari kamar pengantin.


"Jalan kemana ?" tanya Cindy berjalan cepat mengikuti langkah kaki Sadewa yang panjang.


"Ke Pantai..lihat matahari terbenam " jawab Sadewa sambil mengeluarkan motor dari garasi.


"Pake ini " Sadewa memakaikan helm dikepala Cindy.Kemudian ia pun memakai helm dikepalanya.


Sebelum melajukan motornya Sadewa mengambil kedua tangan Cindy agar memeluk pinggangnya.Cindy pun menurut.

__ADS_1


Mereka menyusuri jalanan yang tidak jauh dari Villa dengan motornya. Setelah 10 menit mereka pun sampai di bibir pantai.


Sadewa menuntun Cindy untuk duduk dibebatuan besar yang ada di bibir pantai sambil menyaksikan matahari yang akan tenggelam di peraduannya.


"Ujian kamu lancar ?" tanya Sadewa dengan tangan menggenggam tangan Cindy.


"Lancar kak " jawab Cindy


"Sudah siap pindah ke Bandung ?" tanya Sadewa lagi.Cindy mengangguk.


"Kalau begitu tinggal kamu persiapkan berkas nya, nanti kakak bantu " ujar Sadewa sambil mempermainkan jari-jari tangan Cindy.


"Berkas..untuk kuliah ?" tanya Cindy bingung


"Bukan..untuk kuliah beda lagi..pokoknya nanti kakak kirimkan berkas apa saja yang harus disiapkan..kalau ada yang tidak paham kamu tanya ke kakak " jawab Sadewa membuat Cindy semakin bingung. Namun bodohnya ia malah mengangguk meski tidak terlalu faham.


Mereka berada disana sampai matahari benar-benar tenggelam dan warna jingga dilangit perlahan memudar berganti gelap.


"Kakak pulangnya aku yang bawa motornya " pinta Cindy


Sadewa menatap Cindy ragu, namun akhirnya Sadewa mengangguk sambil menyerahkan kunci motor kepada Cindy.


Meski awalnya ragu namun setelah motor mulai melaju Sadewa pun mengakui kemampuan Cindy dalam mengendarai motor.


"Kakak jangan pegang-pegang pinggang aku " Cindy protes ketika Sadewa memeluk pinggangnya dari belakang.


"Ya kalau dibonceng kan biasanya begini " jawab Sadewa sambil tersenyum licik.


Saya terima nikahnya Zhifana binti Ari Prasetyo dengan maskawin seperangkat alat sholat dan seperangkat perhiasan emas dibayar tunai


Saaaahh...semua saksi mengatakan kata itu secara serentak.


Felisha yang duduk disebelah Bagas tampak tidak henti menyusut airmatanya dengan tisu.


"Jangan menangis..harusnya kamu bahagia melihat putra kita sudah menemukan kebahagiaannya " bisik Bagas sambil menggenggam tangan Felisha.


"Iya " jawab Felisha sedikit terisak.


Luna yang duduk berdampingan dengan Kenzo tampak cantik mengenakan kebaya Bali begitu juga dengan Cindy yang memakai kebaya yang sama dengan Luna.


"Sayang kamu cantik pakai kebaya " bisik Kenzo ditelinga Luna.


"Aku makeup dari subuh " jawab Luna balas berbisik di telinga Kenzo.


"Habis Nakula giliran kita ya " pinta Kenzo


"Kak Dewa dulu " jawab Luna kekeh. Dari dulu Luna sudah mengatakan berulangkali kepada Kenzo jika ia tidak mau melangkahi kakaknya.


"Iya..iya..tapi bilang sama Dewa jangan lama-lama pacarannya " bisik Kenzo


"Kakak saja yang bilang..aku tidak berani " jawab Luna.

__ADS_1


"Ssttt..kalian itu berisik sekali " omel Sadewa yang duduk tidak jauh dari Luna dan Kenzo.


Luna dan Kenzo pun serempak diam.


Selesai acara inti sepasang pengantin baru itu pun kembali ke kamar untuk beristirahat dan bersiap-siap melanjutkan acara resepsi nanti malam masih di tempat yang sama.


Setelah serangkaian acara terlewati besoknya sepasang pengantin baru itu pun langsung terbang ke Maldives untuk berbulan madu disana selama satu minggu.


Beberapa hari setelah pernikahan Nakula dan Zhifana Bagas masih sering mendapati Felisha menangis.Apalagi setelah semua keluarga pulang ke Jakarta


"Apa kita juga harus menyusul mereka kesana?" tanya Bagas menggoda.


"Untuk apa Mas ?" tanya Felisha


"Untuk honeymoon seperti mereka " jawab Bagas sambil mengerling.


"Tidak usah..orang setiap malam juga kita selalu honeymoon " jawab Felisha.


"Sayang nanti malam kita jalan berdua yuk !" ajak Bagas.


"Alysha mau ditinggal gitu ?" tanya Felisha


"Kan ada Luna dan Cindy..kita suruh mereka jaga Alysha..mumpung masih ada Sadewa sama Kenzo juga " jawab Bagas.


"Ya sudah nanti aku suruh Luna dan Cindy jaga Alysha " Felisha pun setuju.


Bagas tersenyum. Ia memang sengaja mengajak Felisha jalan-jalan berdua agar istri nakalnya itu tidak terlalu larut dalam kesedihan karena salahsatu putra kembarnya menikah.


"Siap Dad..Alysha aman ditangan kakak dan Cindy " Luna sangat mendukung niat Daddy nya yang ingin menghibur mommy nya yang sedang sedih.


Bagas yang cerdik punya cara ampuh untuk meredakan kesedihan Felisha. Malam itu Bagas membawa Felisha menginap di hotel miliknya.Disana Bagas berhasil menghentikan tangis Felisha dengan cara membuatnya mendesah semalaman.


Keesokannya pagi-pagi Bagas dan Felisha pulang dengan rambut yang basah habis keramas. Begitu sampai ke Villa Bagas dan Felisha melongo mendapati Luna dan Cindi juga Sadewa dan Kenzo tidur ditengah rumah dengan menggelar kasur.Mereka berempat tidur mengelilingi Alysha yang tepat berada di tengah mereka. Disekitar mereka berantakan oleh mainan milik Alysha..entah apa yang mereka berempat lakukan bersama Alysha.


"Sudah biarkan berantakan juga..yang penting semalam dedek aman bersama mereka " bisik Bagas sambil mengambil Alysha dan dipindahkan ke kamar.


Ketika matahari mulai tinggi satu persatu diantara mereka pun bangun. Sadewa dan Kenzo yang masih tertidur kaget ketika Luna dan Cindy histeris mencari Alysha.


"Alysha hilang..Alysha hilang.." Luna tampak panik mencari adiknya.


"Bagaimana bisa hilang..bukannya semalam dedek tidur disini " ujar Sadewa.


"Aku tidak tau kak..pas aku bangun dedek sudah tidak ada " jawab Luna mulai terisak.


"Jangan panik " Sadewa pun bangun kemudian menanyai pelayan yang ada di sana.


"Non Alysha dipindahin ke kamar sama bapak " jawab pelayan sambil tersenyum.


"Syukurlah..dipindahin ke kamar sama Daddy " ujar Sadewa lega.


Karena masih ngantuk setelah semalam menemani Alysha yang tidak mau tidur, mereka berempat pun melanjutkan tidur mereka.

__ADS_1


__ADS_2