Om Buah Hatiku

Om Buah Hatiku
Nakal Tapi Suka


__ADS_3

Keesokannya Luna tidak masak untuk Kenzo karena Kenzo melarangnya. Kenzo memaksakan diri makan makanan yang ada yang bukan masakan istrinya.


Namun baru dua sendok Kenzo langsung berhenti makan karena perutnya tidak bisa menerima.


Karena tidak tega melihat Kenzo yang tidak bisa makan akhirnya Luna pun membuatkan makanan untuk Kenzo.


Kenzo baru makan dengan lahap setelah Luna membuatkan makanan untuknya.


"Ngidamnya aneh banget " gumam Cindy.


"Waktu dulu Tante hamil Kenzo, Om juga seperti itu..hanya mau makan jika Tante yang masak " jawab Mamih Kenzo.


"Ooh pantas " ujar semua hampir berbarengan.


"Dulu Papih seperti itu sampai berapa bulan ?" tanya Luna.


"Sampai 3 bulanan..sudah lewat 3 bulan normal seperti biasa " jawab Mamih Kenzo.


"Aku pikir sampai Mamih melahirkan " ujar Luna tertawa.


"Tidak kak.. biasanya yang ngidam itu hanya di awal kehamilan saja, sudah itu kembali normal..tapi setiap orang beda-beda sih kak " tambah Felisha.


"Ooh begitu ya " ujar Luna.


Cindy dan Luna yang sedang sama-sama hamil mendapat nasehat dari yang sudah berpengalaman yaitu Felisha, Mamih Kenzo dan Zhifana.


Sementara para pria hanya ikut mendengarkan tanpa berkomentar apapun.


Setelah makan selesai Sadewa pergi ke kantor bersama Cindy. Hari itu Cindy tampak sangat anggun dan cantik memakai seragam Bhayangkari nya.Rencananya hari itu Cindy akan mengikuti pertemuan rutin di kantor Bhayangkari.


Setelah Sadewa dan Cindy pergi mereka pun bersiap-siap untuk kembali ke Jakarta.


Sebelum pulang Luna membuat makanan untuk Kenzo.Selama Luna memasak, Kenzo dengan setia menunggui sampai selesai. Luna memasukan makanan itu kedalam beberapa kotak untuk bekal di jalan.


Tidak lama kemudian mobil yang dikendarai oleh Kenzo dan Nakula pun mulai terlihat meninggalkan rumah Setiabudi.


Kenzo sudah mulai terlihat segar karena Luna rajin membuatkan makanan. Sementara untuk urusan perut Luna sendiri Felisha dan Mamih Kenzo yang selalu menyiapkannya.


Setibanya di Jakarta keesokannya Mamih Kenzo kembali ke Jepang. Mamih Kenzo percaya jika menantu kesayangan nya itu akan baik-baik saja karena ada Felisha yang ikut menjaganya.


Sejak besannya pulang setiap hari Felisha mengantarkan makanan untuk Luna. Sedangkan Luna sendiri setiap hari memasak untuk Kenzo.


Setiap hari Kenzo akan pulang untuk makan siang di rumah, jika tidak Luna yang mengantarkan makanan ke kantor suaminya.


Beruntung Luna sudah tidak terlalu sibuk di kampus karena Luna hanya tinggal menunggu sidang akhir.


Mendekati waktu makan siang, Luna pergi ke kantor Kenzo dengan membawa dua kotak makan. Hari itu Luna pergi ke kantor Kenzo dengan membawa Alysha karena adiknya itu menangis ingin ikut dengan Luna.

__ADS_1


Sesampainya di kantor, Kenzo kaget ketika melihat Luna datang sambil menuntun Alysha, sementara dibelakang Aluna sopir mengikuti dengan membawa kotak makan dan satu kantung makanan milik Alysha.


"Tumben dedek ikut " Kenzo langsung menggendong Alysha dan mencium pipi bulatnya yang menggemaskan.


Setelah mencium pipi Alysha Kenzo pun mencium bibir Luna lama. Alysha hanya melongo melihat Kenzo dan Luna saling mengecap bibir.


Luna dan Kenzo saling melepaskan tautan bibir mereka ketika melihat wajah Alysha yang tampak bengong.


"Mommy kasih ijin dedek ikut ?" tanya Kenzo sambil menuntun Luna untuk duduk di sofa yang ada didekat meja kerjanya.


"Mommy terpaksa kasih ijin karena dedek nangis kejer ingin ikut " jawab Luna sambil menyiapkan kotak makan yang baru saja diletakan di meja oleh sopir nya.


Karena sudah sangat lapar Kenzo pun langsung makan dengan lahap. Sedangkan Luna makan sambil menyuapi Alisha.


Alysha sesekali turun dari kursi dan pindah ke pangkuan Kenzo dengan manjanya.


Kenzo sama sekali tidak keberatan meskipun acara makannya direcoki oleh adik iparnya.


Setelah selesai makan Kenzo melarang Luna dan Alysha langsung pulang. Kenzo menyuruh sopir yang mengantarkan Luna dan Alysha untuk pulang lebih dulu karena Luna dan Alysha akan pulang bersamanya sebentar lagi.


"Memang kakak hari ini tidak sibuk ?" tanya Luna sambil membereskan semua bekas makan mereka.


"Tidak " jawab Kenzo.


Setelah membereskan semua berkas yang menumpuk di mejanya Kenzo dan Luna pun keluar dari ruangan kerja Kenzo sambil menuntun Alysha.


"Kita jalan-jalan dulu ya " ajak Kenzo setelah mobil yang mereka kendarai keluar dari area perkantoran.


"Dedek mau jalan-jalan ?" tanya Kenzo sambil menoleh kearah adik iparnya yang sedang anteng duduk dipangkuan Luna.Mulut mungil Alysha tampak tidak berhanti mengunyah biskuitnya.


"Mau " jawab Alisha sambil mengangguk.


"Baiklah..kita jalan-jalan sambil beli susu untuk kakak Luna " Kenzo mencolek pipi Alysha yang bulat dan menggemaskan.


Kenzo membawa Luna dan Alysha ke sebuah pusat perbelanjaan. Sebelum mereka belanja kebutuhan dapur dan susu hamil untuk Luna, Kenzo terlebih dahulu membelikan mainan untuk Alysha.


Setelah membeli mainan, Kenzo dan Luna pun melanjutkan dengan berbelanja kebutuhan dapur. Luna membeli daging dan ayam juga banyak bahan makanan isi kulkas. Luna sengaja memenuhi lemari pendingin di dapur nya dengan makanan karena kedepannya Luna akan sering masak untuk suami tampannya.


Setelah memenuhi troli dengan aneka bahan makanan, Kenzo memasukkan banyak susu hamil untuk Luna. Ia membeli sesuai dengan rekomendasi dari dokter kandungan sewaktu di Bandung.


"Apa tidak terlalu banyak Sayang ?" tanya Luna.


"Tidak..kan calon anak kita kembar Sayang..jadi kamu harus minum susunya dobel " jawab Kenzo


"Sayaaang ya tidak begitu juga " Luna mengembalikan sebagian kotak susu itu kedalam rak.


Kenzo yang telah salah persepsi akhirnya hanya nyengir sambil menggaruk kepalanya.

__ADS_1


Jika biasanya setiap setelah belanja mereka selalu mencari restoran untuk makan, kali ini mereka memutuskan untuk langsung pulang karena Kenzo tidak akan bisa makan selain masakan istrinya.


Setibanya di rumah Luna dan Kenzo mengantarkan Alysha yang tertidur sejak dalam perjalanan.


"Dedek ngerepotin ga kak ?" tanya Felisha sambil mengambil Alysha dari gendongan Kenzo.


"Tidak Mom..dedek anteng sama sekali tidak merepotkan " jawab Kenzo.


Sebelum Luna dan Kenzo pulang ke rumah mereka, Felisha membawakan banyak makanan untuk Luna.


"Ini hanya untuk Luna.. karena kamu kan tidak akan makan " Felisha tersenyum sambil menepuk bahu Kenzo.


"Iya Mom " jawab Kenzo.


Kenzo dan Luna pulang ke rumah dengan beberapa kotak berisi makanan buatan Felisha untuk Aluna.


Setelah menyimpan semua makanan pemberian Mommy nya Luna pun beranjak ke kamarnya.


Luna menghampiri Kenzo yang sedang berbaring telentang di atas kasur empuknya.


Begitu Luna masuk tanpa diduga Luna langsung naik keatas tubuh Kenzo.


"Sayaaang " Kenzo tampak kaget dan membuka matanya.


Senyum Kenzo langsung mengembang ketika Luna mencium bibir kenyal Kenzo dengan lembut.


Kenzo membalas ciuman Luna dengan melahapnya rakus.


Senyum Kenzo semakin mengembang ketika Luna duduk diatas perutnya dan membuka satu persatu baju Kenzo termasuk celananya.


Setelah berhasil meloloskan semua pakaian Kenzo, Luna tampak merunduk tepat didepan junior milik Kenzo.


"Sayaang " mata Kenzo membelalak ketika juniornya masuk kedalam mulut mungil Luna.


Kenzo melongo tidak menyangka jika Luna tiba-tiba akan seagresif itu. Sepertinya itu diakibatkan oleh hormon kehamilan, dan jujur Kenzo sangat menyukainya. Kenzo sampai memejamkan matanya ketika Luna mulai menghisapnya.


"Aargh..Sayang..kamu nakal " erang Kenzo.


Kenzo yang sudah tidak dapat menahan sesuatu yang ingin segera meledak buru-buru menarik tubuh Luna dan mengambil alih kendali. Luna pun menggelepar-gelepar dibawah tubuh Kenzo ketika pria tampan bermata sipit yang sudah terbakar gairah itu melakukan serangan balik.Dan akhirnya Luna dan Kenzo pun mengerang pada saat meledak bersama.


"Kamu nakal sayang..tapi kakak suka " Kenzo yang masih terengah turun dari atas tubuh Luna.


Luna tersenyum malu dan menyembunyikan wajahnya di dada Kenzo.Tadi adalah hal tergila yang pernah ia lakukan. Dan Luna sendiri tidak mengerti bagaimana bisa ia bisa melakukannya.


"Kenapa malu..kakak sangat menyukainya " bisik Kenzo sambil mencium puncak kepala Luna.


"Sering-sering begitu ya Sayang " pinta Kenzo membuat Luna semakin menenggelamkan wajahnya di dada Kenzo yang lembab.

__ADS_1


__ADS_2