Om Buah Hatiku

Om Buah Hatiku
Berbagi Kisah Hidup Berdua


__ADS_3

Pada malam harinya digelar acara resepsi masih bertempat di hotel milik Bagas.


Luna tampak cantik dengan gaun pengantin berwarna nude senada dengan setelan jas yang Kenzo kenakan.


Luna dan Kenzo tampak menyapa para tamu yang sedang menikmati hidangan dengan diiringi lagu-lagu romantis.


Bahkan Luna dan Kenzo ikut menghibur para tamu undangan dengan bernyanyi duet.


Aluna dan Kenzo menyanyikan lagu milik Glenn Fredly yang berjudul..


Kisah Romantis


Mengejar dirimu takkan ada habisnya


Membuat diriku menggila


Bila hati ini menjatuhkan pilihan


Apapun akan kulewati


Hari ini Sayang sangat penting bagiku


Kau jawaban yang aku cari


Kisah hari ini kan kubagi denganmu


Dengarlah Sayang kali ini


Permintaan padamu


Dan... dengarlah sayangku


Aku mohon kau menikah denganku


Ya..hiduplah denganku


Berbagi kisah hidup berdua


Cincin ini sayang terukir kan namamu


Begitu juga dihatiku


Hujan warna warni


Kata orang tak mungkin


Namun itu mungkin bagiku


Sebuah tanda cintaku


Dan.. dengarlah sayangku


Aku mohon kau menikah denganku


Ya.. hiduplah denganku


Berbagi kisah hidup berdua


Semua para tamu bertepuk tangan mendengar suara merdu Luna dan Kenzo menyanyikan lagu romantis sambil berpelukan.

__ADS_1


"Suara mereka bagus juga..Mas baru tau kalau suara kakak bagus " puji Bagas yang ikut memeluk Felisha karena terbawa suasana oleh lagu romantis yang Kenzo dan Luna nyanyikan.


"Iya Mas..aku juga baru tau " jawab Felisha


Setelah Luna dan Kenzo selesai menyanyi, tidak lama kemudian Ezra pun ikut menyumbangkan suaranya menghibur para tamu disusul oleh Dio dan Kinanti.


Mamih dan Papih Kenzo pun tidak mau ketinggalan, mereka menyanyikan lagu Jepang berjudul kokoro no Tomo yang cukup dikenal di Indonesia.


Tidak jauh dari sepasang pengantin yang sedang berbahagia itu, Nakula dan Sadewa tampak sibuk mengambilkan makanan untuk Zhifana dan Cindy yang sama-sama sedang berbadan dua.


Zhifana tampak kesulitan bergerak karena perutnya yang sudah sangat besar, berbeda dengan Cindy yang masih tampak lincah berjalan kesana kemari meskipun memakai highills.


Sadewa beberapa kali memarahi Cindy yang berjalan kesana kemari dengan grasak-grusuk.


"Bisa diam tidak ?" Sadewa mencengkram tangan Cindy sambil melotot.


"Bisa..tapi kamunya jangan melotot begitu " jawab Cindy.


"Lebih baik kamu duduk saja sama Zhifana " Sadewa menuntun Cindy menuju meja tempat Zhifana dan Nakula berada.


Cindy duduk satu meja bersama Zhifana sambil cemberut.


"Kalau mau apa-apa tinggal bilang, biar kakak yang ambilkan " ujar Sadewa.


"Kamu itu sedang hamil dek..jadi jalannya jangan gasrak-gusruk, harus hati-hati " nasehat Zhifana.


"Tuh dengerin apa kata Zhifana " ucap Sadewa.


"Iya..iya..aku denger " jawab Cindy masih dengan wajah cemberut.


"Sekarang kamu mau apa ?" tanya Sadewa dengan suara yang mulai lembut.


"Aku mau somay..mie kocok.." jawab Cindy.


"Somay dulu " jawab Cindy.


"Ya sudah tunggu..jangan kemana-mana " ujar Sadewa sambil beranjak untuk mengambil somay pesanan Cindy.


"Iya gw jagain bini Lo disini biar tidak kemana-mana " ujar Nakula sambil tertawa.


"Kamu itu jangan marah dek..suami kamu itu marah karena sayang sama kamu juga sama bayi dalam perut kamu..kalau kamu jalan grasak-grusuk begitu kalau jatuh bagaimana ?" Zhifana menasehati Cindy.


"Aku suka lupa kak kalau aku lagi hamil..soalnya belum berasa " jawab Cindy sambil tertawa.


"Justru masih hamil muda begini masih rentan, harus ekstra di jaga " Zhifana yang lebih dewasa terus menasehati Cindy.


"Iya kak " jawab Cindy.


Tidak lama kemudian Sadewa datang dengan membawa dua mangkuk Somay untuk Cindy dan Zhifana. Kedua wanita hamil itupun langsung anteng menikmati makanannya.


Menjelang tengah malam acara resepsi pun usai. Luna dan Kenzo kembali ke kamar pengantin mereka.


Setelah melepaskan gaun pengantinnya dan mengganti dengan piyama mereka pun langsung tidur.


Luna dan Kenzo terlalu lelah sehingga melewatkan malam pertama mereka saat ini.


Yang mereka butuhkan saat ini adalah istirahat yang cukup karena besok mereka akan langsung terbang ke Jepang untuk merayakan pesta pernikahan mereka dengan keluarga dan rekan bisnis Papih Kenzo yang tidak sempat hadir di Bali.


Keesokannya Kenzo bangun terlebih dahulu. Pria tampan bermata sedikit sipit itu terpaku menatap Aluna yang masih tertidur pulas berbantal lengan Kenzo.

__ADS_1


Ditatapnya seraut wajah pencuri hatinya dengan penuh cinta. Perlahan jari telunjuk Kenzo menyentuh bibir Luna.


Sudah sebulan lebih Luna melarang Kenzo menciumnya. Sekarang ini Kenzo sudah tidak dapat menahan diri lagi untuk segera melahap bibir mungil yang sangat menggoda itu.


Perlahan Kenzo pun menyatukan bibir mereka, mencuri satu ciuman pada saat Luna sedang tertidur.


Merasa ada yang menyentuh bibirnya Luna pun membuka matanya. Ia tersenyum mendapati dirinya berada dalam pelukan pria yang sangat ia rindukan itu.


"Selamat pagi nyonya Kenzo " sapa Kenzo sambil kembali menyatukan bibir mereka.


"Pagi Sayang " jawab Luna sambil melingkarkan kedua tangannya di leher Kenzo.


Pagi itu mereka saling berpelukan dan berciuman dibawah hangatnya sinar matahari yang mulai menerobos disela-sela tirai kamar mereka yang masih tertutup.


"Sayang tolong cubit kakak..kakak takut kalau ini hanyalah mimpi " ujar Kenzo.


Bukannya mencubit, Luna malah menggigit kecil bibir Kenzo hingga pria itu langsung menjerit kesakitan.


"Sakit Sayang " Keluh Kenzo sambil memegang bibirnya.


"Kalau sakit berarti bukan mimpi " ujar Luna.


"Iya..tadi kakak nyuruh cubit bukan gigit " ujar Kenzo.


"Sama saja kan..yang penting berasa sakit " jawab Luna.


Melihat Kenzo yang masih meringis memegang bibirnya Luna pun buru-buru mencium bibir Kenzo yang bekas ia gigit tadi.


Diluar dugaan Kenzo malah menyambar bibir Luna dan melahapnya dengan rakus.


Luna kembali melingkarkan kedua tangannya dileher Kenzo membuat ciuman mereka semakin dalam.


Mereka baru saling melepaskan ketika terdengar suara ketukan di pintu dan terdengar suara Mamih Kenzo yang mengingatkan agar mereka segera bersiap-siap karena sebentar lagi mereka harus ke bandara untuk terbang ke Jepang.


Setelah berpamitan kepada keluarga besar Bagas, Kenzo dan Luna juga orangtua Kenzo terbang ke Jepang hari itu juga.


Setelah menempuh perjalanan hampir 7 jam dengan pesawat ditambah satu jam dengan mobil akhirnya mereka pun sampai di rumah Orangtua Kenzo.


Kenzo pun membawa Luna yang sudah resmi menjadi istrinya itu ke kamarnya yang sangat luas.


Begitu masuk Luna terkagum-kagum dengan interior kamar Kenzo yang sangat mewah.


Disalah satu dinding terdapat lukisan Luna dalam balutan Yukata berwarna merah muda dengan hiasan bunga sakura.


"Kapan Kakak buat lukisan ini ?" tanya Luna sambil menatap kagum pada lukisan itu.


"Pada saat kakak setelah kecelakaan, dengan cara melukis kamu membuat rindu kakak sedikit terobati " jawab Kenzo.


"Siapa suruh nolak aku..kalau kakak tidak nolak aku kan aku bisa sering-sering nengokin kakak kesini " ujar Luna.


"Iya kakak bodoh " jawab Kenzo.


Kenzo dan Luna hanya memiliki waktu beberapa jam saja untuk beristirahat karena ia harus mempersiapkan diri untuk acara nanti malam bersama keluarga dan rekan bisnis keluarga Kenzo.


Luna lebih banyak diam karena hampir sebagian besar tamu yang datang berbahasa Jepang. Hanya Mamih Kenzo dan Luna saja yang orang Indonesia. Meskipun begitu mereka tampak ramah kepada Luna dan memuji kecantikan Luna dengan bahasanya yang dengan sabar diterjemahkan oleh Kenzo dan Mamihnya.


Ketika hari semakin malam para pria melanjutkan dengan acara minum sake sedangkan Luna dan Mamih Kenzo memilih kembali ke kamar untuk istirahat.


Karena lelah Luna langsung tertidur, ia tidak peduli kepada Kenzo yang entah akan pulang jam berapa bersama Papihnya. Luna menghargai kebiasaan keluarga Kenzo dan tidak mempermasalahkannya.

__ADS_1


Yang nunggu MP nya KenNa sabar ya...seperti Author yang selalu sabar menunggu dukungan para readers


Happy reading 😘😘😘😘😘


__ADS_2