
Selama di coffee shop Kenzo berusaha menyembunyikan rasa kesalnya kepada Luna dengan bersikap biasa di depan Cindy dan Sadewa.
Diantara mereka berempat hanya Cindy yang lebih banyak diam. Gadis itu hanya sesekali saja membuka mulutnya itu pun hanya jika ditanya saja.
Karena waktu yang semakin malam mereka pun memutuskan untuk pulang. Kenzo meminta ijin kepada Sadewa untuk pulang bersama Luna. Sadewa pun mengijinkan.
Cindy tampak gemetaran ketika Sadewa menuntun tangannya menuju mobil.karena Sadewa yang akan mengantarkan Cindy pulang.
"Kamu tidak usah takut..kamu aman pulang bersama saya " Sadewa melirik kearah Cindy yang tampak sedikit kesulitan memasang seatbelt nya.
Sebenarnya Sadewa ingin membantu memasangkan seatbelt Cindy namun ia khawatir Cindy malah semakin takut. Akhirnya Sadewa menunggu dengan sabar sampai Cindy selesai memasang seatbelt nya sendiri.
Setelah selesai barulah Sadewa melajukan mobilnya meninggalkan coffee shop tempat mereka nongkrong.
Sepanjang perjalanan Cindy lebih banyak diam, gadis itu hanya bersuara jika Sadewa bertanya.
"Bagaimana kakinya apa masih suka kram ?" Sadewa berusaha mencari bahan pembicaraan.
"Tidak " jawab Cindy singkat.
"Apa orangtua kamu akan marah jika kakak mengantarkan kamu pulang ?"
"Ti..tidak " Cindy menggeleng.
"Lalu kenapa kamu seperti yang ketakutan ?"
"A..aku takut sama polisi..karena waktu kecil aku nakal dan papa selalu menakuti aku..katanya kalau aku nakal akan ditangkap Polisi " jawab Cindy.
"Sekarang kamu masih suka nakal ?" tanya Sadewa sambil berusaha menahan diri untuk tidak tertawa.
"Kadang-kadang " jawab Cindy jujur.
"Berarti ada kemungkinan kamu akan ditangkap Polisi " jawab Sadewa sambil tertawa membuat Cindy semakin mengkerut.
"Emang kenakalan apa yang kamu lakukan ?" tanya Sadewa dengan wajah yang tiba-tiba serius.
"Suka bolos.."
"Lalu...?"
"Suka bohongin Papa..minta uang untuk beli buku padahal untuk nongkrong " lanjut Cindy.
"Waaaah..berarti kamu benar-benar nakal..kalau kamu masih nakal nanti kakak yang akan menangkap kamu " ujar Sadewa dengan wajah yang serius.
"Jangan dong kak " pinta Cindy memohon.
"Makanya jangan nakal "
"I.. iya " jawab Cindy.
Dilain tempat Kenzo dan Luna tampak saling diam.Keduanya tidak ada yang bersuara karena sibuk dengan pikiran masing-masing.
Setelah beberapa waktu hening akhirnya Kenzo mulai membuka suara.
"Kenapa hape kamu tidak aktif ?" tanya Kenzo
"Hp aku lowbat kak..lupa dicas " jawab Luna.
"Kenapa kamu pergi tidak bilang sama kakak? " tanya Kenzo.
"Kan kakaknya lagi ada acara...aku takut ganggu " jawab Luna.
__ADS_1
"Ganggu apa sih Sayang..orang cuma acara makan malam biasa " ujar Kenzo.
"Emmm..Kakak ngobrol apa saja sama Hana ?" tanya Luna.
"Ngobrol biasa..memangnya kenapa ?" Kenzo balik bertanya.
"Pasti Hana bilang suka ke kakak dan ingin jadi pacar kakak " tebak Luna.
"Bagaimana kamu bisa tau ?" tanya Kenzo pura-pura kaget, sesungguhnya Hana tidak pernah mengatakan itu kepada Kenzo. Ia sengaja ingin mengerjai Luna.
"Terus kakak jawab apa ?" tanya Luna dengan mata yang mulai merah.
"Kakak belum jawab apa-apa..kakak menunggu kepastian dari kamu. Kalau kamu masih tidak mau mengakui kakak sebagai pacar kamu sepertinya tidak ada salahnya kakak menerima Hana " jawab Kenzo santai.
"Menjalin hubungan itu melibatkan dua pihak.. setelah beberapa tahun ini kakak lihat kamu belum sepenuhnya bisa menerima kakak, terbukti kamu selalu berbohong kepada semua orang.."
"Kemarin kakak juga berbohong kepada Hana bilang belum punya pacar " sambar Luna.
"Kakak kan mengikuti kamu yang sudah bohong duluan " jawab Kenzo.Luna pun terdiam.
"Tapi tetap saja bohong " ujar Luna lirih.
"Kakak bohongnya cuma satu kali..kamu sendiri setiap hari bohongin Mommy dan Daddy kamu "
Luna terdiam karena menyadari kesalahannya yang selalu membohongi semua orang dan belum mau mengakui hubungannya dengan Kenzo yang sudah terjalin selama beberapa tahun ini.
"Jadi mau kamu kakak itu jujur sudah punya pacar atau bohong seperti kamu ?" tanya Kenzo
"Aku mau kakak jujur " jawab Luna lirih
"Lalu kamu sendiri ?" tanya Kenzo.
"Iya aku janji tidak akan bohong lagi " jawab Luna.
"Kamu bilang apa barusan ?" tanya Kenzo.
"Aku akan jujur sama semua orang kalau kita memang pacaran " jawab Luna.
"Beneran ya Sayang " Kenzo menggenggam tangan Luna dengan tangan kirinya. Luna mengangguk.
Kenzo sejenak melepaskan genggaman tangannya ketika menyadari jika ada sebuah mobil yang mengikutinya tepat di belakangnya.
"Dasar..tidak pengertian sekali kakak kamu itu " sungut Kenzo ketika menyadari kalau mobil yang berada tepat di belakangnya adalah mobil Sadewa.
*
Sadewa yang masih terlelap seusai solat subuh terpaksa membuka matanya ketika ada yang menusuk-nusuk pipinya.
"Ada apa sih dek..kakak masih ngantuk " akhirnya Sadewa tau jika Luna lah yang berulah.
"Tas punya Cindy ketinggalan di mobil kakak semalam, nanti siang mau aku antarkan ke rumah Cindy " ujar Luna sambil duduk disisi ranjang Sadewa.
"Jangan..nanti saja kakak antarkan sekalian pulang ke Bandung " jawab Sadewa.
"Aku tau..biar kakak ada alasan datang ke rumah Cindy kan ?" tebak Luna.
"Tau saja kamu " jawab Sadewa sambil kembali memejamkan matanya.
Tidak ingin mengganggu tidur kakaknya Luna pun keluar dari kamar Sadewa.
"Semalam kamu diajak pergi kemana sama Sadewa ?" tanya Nakula yang kebetulan berpapasan di pintu kamarnya.
__ADS_1
"Nongkrong di coffee shop..kakak sih sibuk pacaran sendiri jadi tidak diajak " jawab Luna.
"Kirain diajak penangkapan " ujar Nakula sambil nyengir.
Iya diajak penangkapan..penangkapan calon pacar...
Keluar dari kamar Sadewa Luna langsung masuk ke kamar bayi untuk melihat Alysha yang baru selesai dimandikan oleh baby sitter.
"Adik kakak wangi banget " Luna menciumi pipi bayi yang hampir menginjak usia 6 bulan itu dengan gemas.Namun keasikannya terganggu ketika Felisha memanggilnya dari dapur.
"Ada apa Mom ?" tanya Luna yang buru-buru menghampiri Mommy nya di dapur.
"Tolong kasih ini gih ke rumah Kenzo..kemarin Mamihnya Kenzo ingin pepes ayam, kebetulan hari ini pelayan bikin pepes ayam " Felisha memberikan piring berisi pepes ayam kepada Luna.
Tanpa membantah Luna pun mengambil piring dari tangan Felisha dan mengantarnya ke rumah Kenzo.
"Cari siapa Neng ?" Kenzo yang sedang mencuci mobilnya menggoda Luna.
"Aku disuruh Mommy nganterin ini " jawab Luna sambil menunjuk piring ditangannya.
"Masuk saja..Mamih ada di dapur " ujar Kenzo.
Luna pun langsung beranjak menuju dapur melalui pintu samping. Mamih Kenzo tampak senang melihat kedatangan Luna apalagi ada pepes ditangannya.
"Dari Mommy Tan " ucap Luna sambil memberikan piring berisi pepes kepada Mamih Kenzo.
"Terimakasih Sayang..dari kemarin Tante ingin sekali makan ini " ujar Mamih Kenzo.
Setelah memberikan pepes kepada Mamih Kenzo, Luna pun pamit pulang.Ketika melewati Kenzo yang sedang mencuci mobil tiba-tiba Kenzo iseng menyemprotkan air kearah Luna.
"Kakaaaak..basah tau " Luna langsung melotot kearah Kenzo.
Melihat Luna yang melotot kearahnya Kenzo malah tertawa puas dan kembali menyemprotkan air kearah Luna sambil tertawa. Kenzo baru menghentikan keisengan nya ketika Mamihnya memarahinya dari dapur.
"Sukurin dimarahin " ledek Luna sambil buru-buru pulang.
"Kakak kenapa bajunya basah ?" tanya Bagas ketika melihat baju Luna yang basah.
"Disemprot kakak Ken..iseng banget dia " jawab Luna sambil menggerutu.Bagas hanya geleng-geleng kepala sambil tersenyum.
Siangnya Sadewa bersiap untuk kembali ke Bandung.Tanpa sepengetahuan Sadewa Felisha sudah memasukkan banyak makanan kedalam mobil putranya itu.
"Hati-hati di jalan dan jangan ngebut, kalau mengantuk istirahat dulu " pesan Bagas
"Siap Dad " jawab Sadewa.
"Minggu depan gw sama Zhi mau ke Bandung " ujar Nakula.
"Oke gw tunggu " jawab Sadewa.
"Hati-hati kak, disana jangan lupa solat, jangan suka telat makan, jaga kesehatan juga " Felisha memberikan pesan terbanyak kepada putranya yang tampan dan gagah itu.
"Iya Mom " jawab Sadewa sambil mencium kedua pipi Felisha.
Sebelum masuk ke dalam mobil, Luna berbisik kepada Sadewa.
"Kakak..jangan lupa anterin dulu tas punya Cindy takutnya lupa dan kebawa ke Bandung " Luna mengingatkan kakaknya.
"Iya kakak antarkan dulu sambil pulang " jawab Sadewa sambil mengacak rambut Luna.
Sebelum menyalakan mesin mobilnya Sadewa melirik kearah sebuah paperbag berlogo brand terkenal yang teronggok di kursi disampingnya sambil tersenyum tipis.
__ADS_1
Ternyata Tuhan memberi jalan untuknya kembali bertemu dengan gadis nakal itu sebelum pulang ke Bandung.