Om Buah Hatiku

Om Buah Hatiku
Meminta Restu


__ADS_3

Dikamar Kenzo mendapat Omelan dari Mamihnya. Karena memang merasa bersalah Kenzo pun memilih diam dan mengakui kesalahannya.


Namun pada malam harinya Luna dan Kenzo dibuat shock ketika Mamih dan Papih Kenzo datang ke rumah Bagas dan mengutarakan niatnya untuk melamar Luna.Mereka ingin agar Kenzo dan Luna menikah secepatnya.


Diluar dugaan Bagas dan Felisha langsung setuju mengingat Kenzo dan Luna sudah lama pacaran.


Bagas tidak keberatan menikahkan Luna dengan Kenzo meskipun kuliah Luna belum selesai.


"Kakak kenapa tidak bilang dari awal kalau Mamih dan Papih akan melamar aku ?" omel Luna setelah pertemuan kedua orangtua mereka selesai.


"Kakak juga tidak tau Sayang, kemarin mereka tidak bilang apa-apa sama kakak " bela Kenzo.


"Tidak mungkin kakak tidak tau " Luna tidak percaya jika Kenzo tidak mengetahui sebelumnya.


"Terserah kamu deh " jawab Kenzo.


"Kita kan sepakat untuk break dulu agar kita bisa saling introspeksi diri, ini malah ngambil keputusan sendiri " omel Luna.


"kakak tidak pernah setuju kita break dulu, itu hanya keinginan kamu.Tapi kalau introspeksi diri sekarang pun sedang kakak lakukan " ujar Kenzo


"Kalau kamu tidak setuju dengan rencana orangtua kita yang akan menikahkan kita dalam waktu dekat ini kamu tinggal bilang saja sendiri..


mumpung Mamih dan Papih masih ada disini " tantang Kenzo.


"Kakak gila " ujar Luna.


"Bukannya itu yang kamu inginkan " jawab Kenzo.


Luna terdiam, mungkin karena masih kesal kepada Kenzo membuat Luna merasa belum siap untuk menikah dengan pria berdarah Jepang itu.


"Ya sudah kalau kamu tidak berani bilang biar kakak saja yang bilang " ujar Kenzo mengalah.


"Jangan..tidak usah bilang apa-apa " pungkas Luna cepat.


"Baiklah " jawab Kenzo.


Tanpa Luna sadari bibir Kenzo menyunggingkan senyum tipis..senyum kemenangan.


Selama di Jakarta Mamih Kenzo dan Felisha mulai membahas rencana acara pernikahan anak-anak mereka. untuk tempat mereka sepakat akan dilangsungkan di Bali mengingat keluarga Kenzo pun banyak yang tinggal disana. Namun untuk konsep pernikahan nya mereka menyerahkan sepenuhnya kepada Luna dan Kenzo.


Sementara Luna sendiri masih sibuk menyelesaikan magangnya di tempat yang baru.


Setelah keluar dari kantor Oliver kini Luna magang di kantor Ezra. Disana Luna dipastikan aman karena ada dalam pengawasan Dio dan Ezra.


Menjelang pernikahan Luna dan Kenzo yang semakin dekat, Bagas dan Felisha dilanda kegamangan. Mereka belum siap untuk mengatakan sebuah kebenaran mengenai status Luna yang selama ini mereka tutup rapat-rapat.


Menceritakan semua kepada Luna sama saja seperti membuka luka lama.


Bagas tidak sanggup melihat reaksi Luna seandainya dia tau jika Bagas bukanlah ayah biologis Luna.

__ADS_1


"Mas sepertinya tidak sanggup menceritakan semuanya kepada Luna Yang " keluh Bagas ketika mereka membahas rencana pernikahan Luna dan Kenzo.


"Aku juga Mas..tapi sekarang sudah seharusnya Luna tau..kita tidak dapat menyembunyikan kebenaran itu terus menerus dari Luna " ujar Felisha.


"Kamu benar Sayang " jawab Bagas.


"Sebaiknya kita bicarakan sekarang-sekarang mumpung Mamih Papih Kenzo masih ada di Jakarta " saran Felisha.


"Iya Sayang " jawab Bagas sambil memeluk dada Felisha dan menyembunyikan matanya yang basah disana.


Sejak Bagas dan Felisha bersatu kembali Bagas paling tidak mau membahas masalah status Luna. Namun kini justru ia sendiri yang harus membahasnya.


*


Luna yang baru naik keatas ranjang nya kaget ketika Bagas dan Felisha masuk.


"Kakak..ada yang ingin Mommy dan Daddy bicarakan sama kakak " ucap Bagas sambil duduk disisi ranjang Luna.


"Tentang apa Dad ?" tanya Luna


"Tentang persiapan pernikahan kakak sama Kenzo " jawab Bagas.


"Semua berkas sudah beres Dad " jawab Luna.


"Bagus lah..tapi ada satu hal penting yang harus Daddy sampaikan.Tapi sebelumnya Daddy minta kakak jangan kecewa atau marah kepada Mommy dan Daddy " pinta Bagas.


"Tidak akan Dad....kalian adalah orang yang paling kakak sayangi di dunia ini " jawab Luna sambil tersenyum manis.


"Pada saat acara akad nikah nanti.. Daddy tidak bisa menjadi wali nikah kakak " ucap Bagas lirih.


"Kenapa Dad ?" tanya Luna


Bagas terdiam, ia melirik kearah Felisha yang mulai terisak.


"Kenapa Dad ?" tanya Luna lagi.


"Karena Daddy bukan ayah biologis kakak " jawab Bagas.


Luna tersentak, Felisha buru-buru memeluk Luna sambil menangis.


"Ayah biologis kakak itu om Bagus, dia meninggal karena kecelakaan tanpa sempat mengetahui kehadiran kakak di perut Mommy "


"Jadi Daddy dan kak Nakula juga kak Sadewa tidak dapat menjadi wali nikah kakak .Daddy harap kakak bisa mengerti " sambung Bagas.


"Iya Dad..kakak mengerti " jawab Luna lirih.


"Maafkan Mommy ya Sayang " Felisha menangis sambil memeluk Luna. Luna mengangguk.


"Jangan menjadi beban hanya karena Daddy dan kedua kakak kamu tidak dapat menjadi wali nikah..yang penting pernikahan Kakak sama Kenzo lancar " nasehat Bagas.

__ADS_1


"Iya Dad " jawab Luna sambil mengusap matanya yang mulai basah.


"Sekarang kakak tidur..jangan berpikiran macam-macam.Fokus saja sama persiapan pernikahan kakak sama Kenzo.Bagi Daddy kamu tetap putri kesayangan Daddy terlepas dari siapa ayah kandung kakak "


"Iya Dad " jawab Luna.


Setelah Bagas dan Felisha keluar dari kamarnya, Luna terus menangis. Ia tidak menyangka akan kenyataan yang baru saja ia dengar.


Sampai tengah malam Aluna tidak dapat memejamkan matanya. Akhirnya Luna pun memberanikan diri mengetuk pintu kamar Mommy dan Daddy nya.


"Ada apa kak ?" tanya Felisha yang juga belum tidur karena masih terus menangis.


"Kakak tidak bisa tidur Mom...


bolehkah kakak tidur disini sama Mommy dan Daddy " pinta Luna.


"Tentu Sayang " jawab Felisha sambil menuntun Luna masuk ke kamar.


Malam itu Luna baru bisa memejamkan matanya setelah berada dalam pelukan Bagas dan Felisha.


Setelah menceritakan semua kebenaran kepada Luna, tanpa sepengetahuan Luna , Bagas dan Felisha juga menceritakan semuanya kepada Kenzo dan kedua orangtuanya.


Kenzo dan kedua orangtuanya sama sekali tidak mempermasalahkan tentang asal-usul Luna, karena mereka sudah sangat menyayangi Luna sejak gadis itu masih kecil.


Jumat pagi sebelum pergi ke kantor, Luna meminta Kenzo mengantar nya ke tempat pemakaman keluarga.


Disana Luna dan Kenzo melantunkan doa didepan pusara Bagus.


"Papa..saya minta restu untuk menikahi putri Papa. Saya berjanji akan menjaga dan menyayangi putri Papa dengan segenap hati saya " ucap Kenzo sambil menggenggam tangan Luna.


Sementara disebelahnya Luna tampak terisak dengan kepala bersandar dibahu Kenzo.


Pulang dari tempat pemakaman keluarga, Kenzo melanjutkan perjalanan mengantarkan Luna ke kantor Ezra.


"Jangan menangis terus nanti cantiknya hilang " Kenzo menghapus mata Luna yang basah dengan ibu jarinya. Namun ketika Kenzo hendak mencium bibirnya Luna menolak.


"Kenapa tidak boleh ?" tanya Kenzo.


"Kakak boleh cium aku nanti setelah kita sah " jawab Luna.


"Kenapa begitu..bukannya kita biasa berciuman " Kenzo protes.


"Aku maunya begitu.." jawab Luna.


"Berarti selama satu bulan lebih kakak puasa cium kamu ?" tanya Kenzo. Luna mengangguk.


"Kalau pegang-pegang ?" tanya Kenzo.


"Cuma tangan saja " jawab Luna.

__ADS_1


"Baiklah " jawab Kenzo dengan wajah sedih.


Sumpah..Author benci nulis part ini.Belum nulis saja udah nangis duluan...Tapi Author tidak bosan-bosannya minta like, komen dan vote nya ya..agar Author semakin semangat nulisnya.Happy reading 😘😘😘


__ADS_2