Om Buah Hatiku

Om Buah Hatiku
Belajar Berjalan


__ADS_3

Setelah menidurkan si kembar dikamar mereka, Luna dan Kenzo pun beristirahat di kamar.


Setelah menghabiskan satu kotak klappertaart di rumah Daddy nya membuat Luna dan Kenzo terserang kantuk dan langsung tertidur. Mereka baru bangun keesokannya dengan tubuh yang lebih segar.


Pagi-pagi Luna tiba-tiba dibawa paksa oleh Zhifana dan Cindy kedalam mobil.


"Mau kemana sih pagi-pagi begini, mana aku pake baju begini lagi " Luna menunjuk pada kaos oblong dan celana pendek yang ia kenakan.


"Cuek saja..orang kita mau ke pasar beli sayuran " jawab Cindy yang sedang mengemudikan mobil Sadewa.


"Mau ke pasar saja harus rombongan segala " sungut Luna.


"Harus begitu dong..kita bagi-bagi tugas. Gw yang belanja..kakak Zhi bagian pembayaran..Lo bagian bawa belanjaannya " jawab Cindy.


"Ogah ah..masa gw sendiri yang bawa belanjaan " Luna menolak.


"Becanda dek..masa kita tega sih biarin kamu bawa belanjaan sendiri " jawab Zhifana sambil tertawa.


"Iya..nanti ngadu lagi sama Daddy dan kak Nakula dan kak Sadewa " tambah Cindy.


Dari semalam Zhifana dan Cindy memang berencana mengajak Luna ke pasar, mereka sempat mengirim pesan kepada Luna namun tidak sempat dibuka karena Luna dan Kenzo langsung tertidur begitu sampai ke rumah.


Setibanya di pasar Cindy terlihat sudah menyiapkan kertas berisi daftar belanjaan di tangannya. Sementara Zhifana sudah siap bagian pembayaran.Sedangkan Luna mengikuti dari belakang kemana kedua kakak iparnya itu pergi sambil menenteng belanjaan.


Setelah mendapatkan semua barang yang ingin mereka beli ketiga perempuan cantik itu pun pulang.


"Kamu darimana Sayang tadi kakak cari-cari tidak ada ?" tanya Kenzo yang sedang berada di rumah Mommynya hendak mencari Luna.


"Pantas tadi kakak cari tidak ada " jawab Kenzo.


"Diculik sama mereka dibawa ke pasar " jawab Luna sambil menunjuk pada Cindy dan Zhifana.


Yang ditunjuk hanya tertawa sambil menurunkan barang belanjaan dari dalam mobil.Kenzo membantu membawakan semua barang belanjaan itu ke dapur.


Setelah Kenzo menurunkan semua barang belanjaan ke dapur Luna bergegas hendak pulang ke rumah.


"Mau kemana dek ?" tanya Zhifana


"Lihat anak-anak dulu " jawab Luna sambil beranjak pulang diikuti oleh Kenzo di belakangnya.

__ADS_1


"Jangan lupa balik lagi kesini bantuin kita masak !" teriak Cindy sambil membongkar plastik belanjaan.


"Iya " jawab Luna.


Pada saat Luna pergi ke pasar Kenan dan Keana masih tidur, jadi Luna ingin memastikan jika kedua buah hatinya sudah bangun atau belum.


"Anak-anak sudah bangun belum Sayang ?" tanya Luna sambil memeluk pinggang Kenzo saat mereka berjalan ke rumah.


"Tadi sih belum " jawab Kenzo sambil memeluk bahu Luna dengan tangan kanannya. Mereka berjalan beriringan sambil saling berpelukan.


"Nanti lagi kalau ke pasar jangan pake celana pendek seperti ini, kakak tidak suka paha kamu dilihat orang lain.. cukup kakak saja " ujar Kenzo.


"Iya sipit Sayang " jawab Luna patuh.


Begitu masuk ke rumah Luna dan Kenzo mendapati Kenan dan Keana sudah mandi dan terlihat cantik dan tampan, kemudian mereka dibawa oleh pengasuh ke rumah Bagas untuk bermain bersama Alysha, Arka dan Satria sambil disuapi makan.


Kenan dan Ana yang sedang mulai belajar berjalan diletakkan didalam baby Walker sambil disuapi makan.


Berada dalam baby Walker memudahkan mereka bergerak kesana dan kesini tanpa takut terjatuh apalagi diawasi oleh kedua pengasuhnya.


Setelah Kenan dan Ana dibawa oleh pengasuhnya, Luna bergegas mandi untuk yang kedua kalinya. Ternyata belanja di pasar membuat Luna lumayan berkeringat.


"Sayang aku mau bantuin masak ya di rumah Mommy " ucap Luna begitu keluar dari kamar mandi dalam balutan bathrobe nya.


"Ya bisa dong..kamu itu tidak percaya sama kemampuan istri sendiri " jawab Luna sambil memakai baju yang sudah ia siapkan sebelum mandi.


"Mommy bilang..jadi istri itu harus pintar. Bukan hanya pintar di kasur tapi di dapur dan di sumur " ujar Luna


"Artinya apa ?" tanya Kenzo sambil menatap dalam kearah Luna yang baru selesai berpakaian lengkap.


"Kata Mommy..istri itu selain harus pintar memuaskan suami diranjang tapi harus pintar juga memasak dan mengurus rumah " jawab Luna.


"Oh begitu !" Kenzo manggut-manggut.


Setelah selesai berpakaian Luna dan Kenzo pun beranjak ke rumah Bagas dimana semua sedang berkumpul disana.


Luna langsung menuju dapur untuk membantu Zhifana dan Cindy memasak, sementara Kenzo mengobrol di ruang keluarga dengan Bagas, Nakula dan Sadewa. Mereka bertiga sedang menasehati Abimanyu yang sedang bingung akan kuliah dimana selepas SMA.


Disaat para pria dan wanita terpisah, lain lagi dengan Felisha. Wanita cantik itu terlihat duduk santai sambil menemani putri bungsu dan keempat cucunya bermain.

__ADS_1


Felisha terlihat ikut menyemangati Kenan dan Ana yang sedang belajar berjalan bersama kedua pengasuhnya.


Bocah berpipi bulat dan bermata sipit itu terlihat sudah bisa berjalan satu dua langkah.


"Ayo Ana..Kenan..semangat " Felisha sampai berteriak-teriak kegirangan melihat si kembar sudah mulai bisa berjalan.


"Ada apa sih Sayang ?" Bagas dan keempat putranya langsung keluar penasaran melihat Felisha yang tampak heboh.


"Kenan dan Ana sudah bisa jalan Sayang " jawab Felisha sambil memeluk Bagas senang.


Melihat semua orang menatap mereka Kenan dan Ana pun langsung minta di gendong oleh Daddy nya.


Kenzo langsung menggendong Ana sedangkan Kenan digendong oleh Sadewa.


"Mommy terlalu heboh sih jadi Kenan dan Ana nya malu " ujar Abimanyu.


"Iya ya.. seharusnya mommy pura-pura cuek saja " Felisha menyadari kesalahannya yang terlalu heboh melihat Kenan dan Keana sudah mulai bisa berjalan.


"Belajar jalan lagi yuk sama Om " Sadewa menurunkan Kenan dan mengajarinya berjalan.


Hal serupa Kenzo lakukan kepada Ana, namun bocah cantik itu menolak dan tidak mau turun dari gendongan Kenzo, tangan mungilnya memeluk erat leher Kenzo dengan manjanya.


"Waaah..ini sih Luna banget " Nakula mencium pipi Ana dengan gemas.Ia seperti melihat Luna kecil yang sedang manja kepada Daddynya.


Bagas dan Felisha tertawa melihat Ana yang manjanya sama persis seperti Luna waktu kecil.


Sementara Luna yang sedang menjadi bahan perbincangan terlihat sibuk menata masakan yang sudah matang di meja makan.


Setelah semua makanan siap Luna pun memanggil semua untuk makan bersama.


"Sering-sering dong kita dimasakin begini !" pinta Felisha sambil menikmati masakan hasil karya putri dan kedua menantunya.


"Siap Mom..nanti kalau kita tinggal di Jakarta aku akan sering-sering masak disini " jawab Cindy.


"Makanya cepet selesai kuliahnya biar kita bisa pindah ke Jakarta secepatnya " ujar Sadewa.


"Iya..iya.." jawab Cindy.


Seandainya saja Cindy bisa sepintar Aluna sudah pasti ia akan dapat menyelesaikan kuliahnya dengan cepat.

__ADS_1


Setelah selesai makan Luna dan Kenzo menemani Kenan dan Ana belajar berjalan.


Bersama Luna Ana tampak lebih semangat belajar berjalan berbeda dengan Kenan yang lebih berani meski tidak bersama Luna dan Daddy nya.


__ADS_2