Om Buah Hatiku

Om Buah Hatiku
Jauh Dimata dekat dihati


__ADS_3

Menjelang Dzuhur Bagas baru benar-benar membuka matanya.Karena tidak mendapati Felisha maupun Luna di kamar, akhirnya Bagas pun memilih beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Setelah selesai mandi dan melakukan solat Dzuhur,Bagas keluar mencari istri dan anak-anaknya.


"Daddy sudah banguuun " Luna yang sedang mencoba ayunan barunya melambaikan tangannya kepada Bagas.


"Sekarang ayah sedang membeli ikan dengan si Kembar " tambah Dio


"Iya " jawab Bagas.


"Om..nanti ikannya boleh dimasak tidak ?" tanya Luna


"Boleh sayang " jawab Dio


Bagas duduk disebelah Felisha yang sedang mengawasi Luna.


"Kolamnya sudah dicoba diisi air,biar ketauan kalau ada yang bocor " ujar Dio yang berdiri tidak jauh dari tempat Felisha duduk.


"Atur saja bagaimana baiknya..aku ngikut saja, yang penting ayah dan anak-anak senang " jawab Bagas


"Oke " ujar Dio


Kehebohan terjadi ketika mobil ayah yang membawa dua galon ikan datang.


"Ikannya datang..ikannya datang " Luna berjingkrak-jingkrak kegirangan menyambut ayah dan si kembar.


Bagas dan Dio membantu menurunkan ikan-ikan dalam plastik besar itu dari mobil ayah dan dibawa ke halaman belakang.


Luna berteriak heboh manakala Dio dan Bagas mulai melepaskan ikan-ikan itu kedalam kolam


"Daddy ikannya ada yang warna merah " Luna menunjuk ikan nila berwarna merah.


"Iya sayang " jawab Bagas


"Tante yang merah nanti kalau sudah besar jangan digoreng ya..itu punya Luna " ujar Luna kepada Kinanti.


"Iya sayang " jawab Kinanti sambil tersenyum.


Anak kecil itu selalu membuat Kinanti tersenyum karena tingkahnya yang menggemaskan.


Rasa gundah karena belum memiliki keturunan meski sudah lama menikah sedikit terobati dengan kehadiran anak-anak Felisha dan Bagas.


Bagitu juga dengan Dio yang cenderung lebih dekat dengan sikembar Nakula dan Sadewa.


Kedua anak lelaki yang beranjak ABG itu semakin nempel saja kepada Dio.Kesamaan mereka yang menyukai olahraga membuat mereka semakin kompak saja.


Bahkan setiap weekend Nakula dan Sadewa selalu meminta diantarkan ke rumah kakek dan neneknya untuk menginap disana.


Untungnya Bagas sama sekali tidak keberatan jika anak-anak mereka sering meminta menginap di rumah mertuanya.


🌸🌸🌸🌸🌸


Hari ini Bagas terpaksa mengantarkan Felisha dan anak-anak ke rumah mertuanya karena ia ada pekerjaan di Lombok selama satu minggu.


Menitipkan anak dan istrinya di rumah mertuanya adalah solusi paling tepat agar ia merasa tenang selama diluar kota.


"Daddy.. Luna ingin ikut !" sebelum pergi ia harus menenangkan dulu putri kecilnya yang terus menangis tidak mau ditinggal.


"Kalau kakak ikut siapa yang jaga mommy ?" tanya Bagas


"Kan disini ada enin,Tante Kinan,kakek,om Dio " jawab Luna

__ADS_1


"Tapi dedek maunya ditemani kakak Luna " ujar Felisha


"Tapi..nanti disana siapa yang menemani Daddy ?" tanya Luna dengan wajah sedih.Rupanya gadis kecil itu sangat mengkhawatirkan Daddy nya.


"Kan ada karyawan Daddy yang ikut " jawab Bagas sambil tersenyum.


Hati Bagas benar-benar tersentuh ketika gadis kecil itu begitu mengkhawatirkan dirinya.


"Kakak disini temani mommy dan dedek..doain semoga kerjaan Daddy lancar,biar Daddy bisa cepat pulang " bisik Bagas.Luna mengangguk.


"Jaga anak-anak ya sayang " Bagas merengkuh Felisha dan mencium bibirnya lembut,namun buru-buru ia lepaskan karena Luna menarik-narik tangannya tanda tidak suka jika ia mencium ibunya


"Hati-hati di jalan " bisik Felisha sambil tersenyum dikulum.Bagas mengangguk.


"Kalau ada apa-apa cepat kabari mas " ujar Bagas


"Iya sayang " jawab Felisha.


Setelah menitipkan anak istrinya kepada mertuanya,Bagas pun pergi.Melalui spion ia masih melihat Felisha dan Luna melambaikan tangan kearahnya, sementara kedua putranya sedang sekolah.


Setelah tiba di Lombok,Bagas langsung meninjau lokasi yang akan dibangun sebuah cluster mewah.


Melihat lokasinya yang sangat strategis, Bagas sudah setuju tinggal mengurus pembayaran tanahnya kepada penduduk setempat.


Setelah meninjau lokasi,Bagas dan beberapa orang stafnya yang ia bawa dari Jakarta melakukan pembicaraan mengenai langkah selanjutnya di hotel tempat mereka menginap.Sebelum magrib mereka baru membubarkan diri dan kembali ke kamar masing-masing.


Memasuki kamar hotelnya, Bagas langsung mandi kemudian melaksanakan solat Magrib. Sampai tiba waktu isya Bagas tidak beranjak dari atas sajadahnya.Setelah isya baru ia bangun dan melipat sajadahnya.


Bagas meraih ponselnya dan melakukan panggilan video kepada Felisha.Beberapa detik kemudian tampaklah wajah Felisha dilayar ponselnya.


Bagas menelan ludah kasar melihat Felisha yang hanya mengenakan pakaian tidur tali kecil.Posisi duduk yang bersila di atas kasur membuat paha mulusnya terlihat jelas.


"Kamu sengaja ya menggoda mas " keluh Bagas


"Sepertinya malam ini mas akan susah tidur melihat kamu seperti itu " ujar Bagas lirih. Felisha pun tergelak.


"Di rumah baik-baik saja ? anak-anak tidak nakal kan ..Luna mana ? " Bagas memberondong dengan pertanyaan.


"Anak-anak tidak ada yang nakal sayang..cuma manja.Nakula sama Sadewa sedang belajar sama kak Dio..ada yang mereka tidak paham sepertinya " jawab Felisha


"Kalau sicantik kesayangan mas ?"


"Nih..sudah tidur " Felisha mengarahkan kamera ponselnya kepada Luna yang tengah tertidur sambil memeluk bonekanya.


"Belum sehari mas sudah kangen banget sama kalian..apalagi mommy nya " bisik Bagas lirih.


"Jangan lama-lama disana nya..semua kangen kamu..juga dedek " Felisha mengusap perutnya yang semakin besar.


"Kangen ditengok ya ?" bisik Bagas, Felisha mengangguk.


"Dedek yang dijadikan alasan padahal kamu yang mau " ledek Bagas.Felisha pun tersipu.


"Doain kerjaan mas disini lancar biar mas bisa cepet pulang..biar bisa puas-puasin nengokin dedek " ujar Bagas


"Iya " jawab Felisha


"Sudah sekarang kamu tidur " titah Bagas


Tanpa menutup sambungan video Felisha pun merebahkan tubuhnya disamping Luna dan memejamkan matanya.Sementara dilayar ponsel Felisha tampak Bagas sedang menatapnya dengan penuh kerinduan.


Hari kedua ditinggal Bagas ke Lombok,Nakula dan Sadewa pergi ke sekolah dengan diantar Dio sekalian pergi ke kantor. Yang sedikit merepotkan adalah Luna..gadis kecil itu sedikit rewel ketika bangun tidur.

__ADS_1


"Daddy manaaa.." Luna menangis ketika membuka matanya ia tidak mendapati Daddy nya.


"Kan Daddy ke Lombok sayang..kakak lupa ya " ujar Felisha


"Kenapa lamaa..kapan pulangnya ?" tanya Luna


"Kalau pekerjaannya sudah selesai Daddy pasti pulang " jawab Felisha sambil membuka baju Luna bersiap untuk ia mandikan.


"Kakak tidak mau mandi " Luna melipat kedua tangannya didada dengan wajah ditekuk.


"Kalau kakak tidak mau mandi nanti mommy telpon Daddy loh.. Daddy pasti akan lebih lama di Lombok ya " ancam Felisha sambil berpura-pura akan menelpon Bagas.


"Jangaaaaa..jangan kasih tau Daddy " Luna tampak ketakutan.


"Kalau begitu kakak mandi sekarang " bujuk Felisha


"Iya..kakak mandi sekarang " Luna akhirnya menyerah.


Felisha pun tersenyum penuh kemenangan. Gadis kecil itu tampak pasrah ketika Felisha membuka semua bajunya dan menuntunnya ke kamar mandi.


Setelah selesai mandi dan dipakaikan baju,satu panggilan video dari Bagas masuk.


"Daddy..kakak sudah mandi " suara nyaring Luna menyambut Bagas


"Pinter.." Bagas mengacungkan jempolnya


"Daddy..jangan lama-lama di Lombok nya kakak kangen " ujar Luna


"Sama.. Daddy juga kangen " jawab Bagas


"Daddy sudah dulu ya..kakak mau main ayunan dulu.. dadaaaahh " Luna turun dari ranjang kemudian berlalu keluar dari kamar.


"Sudah mandi belum ?" tanya Bagas


"Belum..ini mau mandi " Felisha menunjuk handuk tang tersampir di pundaknya


"Mandi sekarang..ponselnya bawa..jangan dimatikan " titah Bagas


"Tapi sayaang " Felisha tampak bingung


"Sudah lakukan saja " jawab Bagas


Meski bingung namun Felisha melakukan apa yang diperintahkan oleh suaminya.Ia pun melakukan ritual mandi seperti biasanya dengan pantauan Bagas dari kamera ponselnya.


"Kamu itu aneh sayang " ujar Felisha ketika ia berendam didalam bathtub.


"Melihat istri sendiri mandi itu wajar sayang " jawab Bagas


"Iya..tapi mas tidak pernah begini sebelumnya " jawab Felisha sambil menggosok tubuhnya perlahan.


"Anggap saja dedek yang ingin mandi ditungguin Daddy nya " jawab Bagas sambil terkekeh.


"Mas sendiri tidak mandi ?" tanya Felisha


"Mas sudah mandi tadi " jawab Bagas


"Curang " ujar Felisha sambil mulai membilas tubuhnya dengan shower.


Bagas menelan ludah kasar ketika kucuran air dari shower menyingkirkan semua busa ditubuh mulus istrinya,menampakan tubuh polos istrinya dengan perut besar dan kedua dada yang membusung padat.


Mereka mengakhiri sambungan video ketika terdengar suara nyaring Luna memanggil-manggil Felisha.

__ADS_1


"Mommy..aku mau minum susuuu "


__ADS_2