Petualangan Misteri Azman

Petualangan Misteri Azman
Kabupaten Bandung 2


__ADS_3

“Pak Azman dan Pak Ridho maaf membuat anda berdua menunggu, dan Pak Ridho dimana tenda komandonya biar kita menunggu disana saja sampai anak buah selesai melaksanakan tugas mereka.” Ucap Pak Jaja yang kembali menemui keduanya.


“Mari Komandan kita ke tenda komando.” Ucap Pak Ridho mengajak keduanya ke Tenda terbesar yang ada di basecamp penyelamatan itu.


Keduanya pun mengikuti Pak Ridho dan melihat kondisi sekitar yang masih cukup berantakan namun ternyata popularitas Azman mengalahkan situasi, hampir semua orang disana yang melihat Azman langsung bersalaman dengan Azman bahkan mereka pun meminta untuk berfoto bersama namun Azman menolaknya karena hari sudah malam dan penerangan pun sangat minim jadi dia menyarankan setelah selesai melakukan evakuasi besok saja untuk sesi photo bersama.


Azman menyarankan ini karena dia akan berpisah dengan Tim Sar dan kembali melanjutkan perjalanannya berkeliling Indonesia, dia tidak ingin meninggalkan kesan jelek sedikitpun sehingga besok dia akan mengikuti semua keinginan dari anggota Tim Sar itu.


Mereka bertiga kemudian memasuki sebuah tenda besar yang terbuka dan langsung duduk berhadapan melingkari sebuah meja besar, disana juga nampak sebuah papan tulis putih besar yang tertempel banyak photo dan juga peta.


“Pak RIdho, bisa jelaskan situasinya dan kondisi lapangannya.” Ucap Pak Jaja sesaat setelah dia duduk.


“Kondisi disana sangat labil Pak, kita tidak bisa masuk kesana dalam waktu dekat, karena takutnya ada longsong susulan, ditambah lagi tadi kan hujan lebat, total ada hampir empat ratus dua puluh orang yang tertimbun longsornya namun kami ragu ada yang masih selamat secara longsor itu menimbun mereka sudah hampir dua puluh empat jam, longsor di desa ini juga sudah berlangsung dua kali Pak, tadi pagi saat kami sedang melakukan evakuasi ternyata terjadi lagi longsornya, sehingga membuat kami menghentikan proses evakuasi dan kembali kesini, namun kami tetap akan berupaya semaksimal mungkin.” Ucap Pak Ridho.


“Pak Ridho, jika memang tanah belum stabil maka jangan lakukan tindakan yang membahayakan, dan apakah lokasi basecamp ini aman dari longsor.” Ucap Pak Jjaja.


“Disini tanahnya paling stabil Pak, insyaallah disini aman untuk kita, meskipun untuk ke lokasi bencana longsornya masih kurang lebih lima ratus meter lagi.” Ucap Pak Ridho.

__ADS_1


 


“Bagaimana dengan kebutuhan alat berat apa sudah ada juga, karena aku tidak melihatnya sama sekali.” Ucap Pak Jaja.


“Maaf komandan, tapi kami hanya membawa satu beko mini saja, karena untuk sampai ke lokasi kami takut tanahnya longsor lagi, tadinya kami mau membawa dua beko mini namun ternyata yang satu lagi rusak dan daripada jadi masalah disini ya tidak kami bawa.” Ucap Pak Ridho.


“Oke Tidak Masalah, meskipun dengan satu beko mini semoga saja bisa maksimal, lalu bagaimana dengan Pihak Kepolisian dan Media.” Ucap Pak Jaja.


“Pihak Kepolisian sudah ada lima puluh orang Ndan, sedangkan media sudah ada sepuluh stasiun televisi, sengaja saya batasi karena lokasi ini berbahaya untuk banyak orang, tadi saya sudah memulangkan banyak media, sebenarnya tadi kami menyiapkan lima orang anggota Tim Sar dan lima orang Petugas Kepolisian di jalan masuk bawah namun karena disini mendapat musibah hujan badai dan angin topan maka kami menariknya dulu kesini, nanti setelah semuanya selesai akan saya minta untuk kembali ke bawah saja agar tidak ada lagi yang naik kesini.” Ucap pak Ridho kembali.


“Apakah hanya satu akses untuk sampai ke lokasi bencana longsornya?.” Tanya Pak Jaja dan Azman hanya duduk merokok sambil menyimak pembicaraan mereka itu.


“Tidak masalah, disegerakan saja yang bertugas dibawah, saya tidak ingin semakin banyak yang datang kesini dan membatasi ruang gerak kita, tentunya setelah semuanya selesai dengan makan malamnya, itu makan malam kita datang.” Ucap Pak Jaja yang melihat jika anak buahnya datang dengan membawa satu tenteng nasi kotak yang berjumlah lima kotak yang memang disana ada lima orang termasuk dua orang petugas operator radio serta ada seorang lagi yang membawakan dua dus air mineral botol untuk mereka di tenda utama itu.


Keduanya langsung meletakan apa yang mereka bawa dan membagikan untuk masing masing satu nasi kotak dan dua air mineral botol lalu meninggalkan air mineral botol sisanya di tenda komando itu.


“Mari kita semua isi perut kita dulu, agar bisa beristirahat dengan tenang, dan kalian berdua apakah semuanya sudah mendapatkan makanan dan minum mereka lalu ada berapa yang tersisa nasi kotaknya.” Ucap Pak Jaja ke anggotanya itu.

__ADS_1


“Siap Komandan, semuanya sudah kami bagikan dan masih ada seratus nasi kotak di mobil kami.” Ucap salah seorang anggota Tim Sar itu.


“Tolong bawakan kesini saja, jadi jika nanti malam ada yang lapar atau ada yang baru datang bisa mengambilnya disini dan bawakan sepuluh dus air mineral gelas saja untuk disini.” Ucap Pak Jaja lagi.


“Siap Komandan jika demikian maka akan segera kami bawakan kesini.” Ucap salah seorang anggota Tim Sar itu yang kemudian pamit meninggalkan tenda utama itu.


Mereka pun langsung menikmati nasi kotak itu dan mereka tidak ada yang sambil berbicara melainkan hanya sibuk dengan makanan mereka saja sampai tidak lama kemudian mereka pun selesai lalu kembali menikmati rokok mereka.


“Kalian informasikan melalui radio saja agar yang berjaga di bawah untuk kembali berjaga dan jangan sampai ada yang naik kesini tanpa izin dari ku.” Ucap Pak Ridho ke anggota Tim Sar nya yang merupakan operator radio.


“Baik Komandan kami ingatkan lagi yang berjaga di bawah.” Ucap salah seorang operator radio komunikasi itu.


“Tolong salah satu dari kalian ke mobil dapur lapangan dan mintakan kopi hitam tanpa gula untukku dan Pak Azman ya, Pak Ridho apa anda juga mau minum kopi.” Ucap Pak Jaja ke anggotanya yang sudah selesai merapikan dus - dus air mineral gelas dan juga seratus nasi kotak di dalam tenda komando itu.


“Ya boleh, bawakan saya lima untuk kami, lima kopi tanpa gula semua ya, terima kasih untuk bantuan kalian ya.” Ucap Pak Ridho.


“Baik Komandan namun izin Ndan, jika boleh kami mau izin ke bawah dulu untuk membeli rokok.” Ucap salah seorang anggota Tim Sar anak buah dari Pak Jaja itu.

__ADS_1


“Loh bukan kah Pak Azman ini sudah membelikan kalian semua rokok dan untuk yang disini juga.” Ucap Pak Jaja.


“Siap komandan, setelah kami bagikan ternyata pas seorang dapat satu bungkus dan takutnya besok di lokasi bencana kami kehabisan Ndan.” Ucap yang lainnya.


__ADS_2