
Hawa semakin dingin dan kini langit sudah semakin gelap karena cahaya bulan terhalang oleh awan hitam.
"Bapak bapak ada apa?" Tanya Azman dengan ramah.
"Pak Azman, ada dua orang kerasukan makhluk gaib disana" ucap salah seorang anggota Tim SAR sambil menunjuk ke arah sebelah utara dimana banyak terparkir mobil media televisi.
"Ayo kita kesana" ucap Azman sambil melangkah dan semuanya mengikutinya dengan sangat dekat dengan Azman.
Azman melihat jika Daim ada di sana, dan dia juga melihat ada dua orang yang sedang merangkak di atas tanah sambil mencakar cakar tanah seperti harimau.
Mata kedua orang itu juga sangat merah seperti darah.
"Daim ada apa" ucap Azman dalam hatinya berkomunikasi dengan Daim.
"Mereka berdua penunggu hutan ini, dan hanya ingin bertemu dengan mu, aku sudah mengusir mereka tadi eh malah mereka balik lagi dan masuk ke tubuh orang orang itu " ucap Daim.
Bayangan bayangan hitam terlihat keluar dari balik pepohonan yang ada disana dan hal ini terlihat oleh mereka semua yang ada disana.
Hi hi hi hi hi hi
Semuanya mendengar suara perempuan tertawa.
Hmmmmm hmmmmm hmmmmm
Terdengar juga suara seperti orang mendehem dengan sangat berat.
Huhuhu hu hu hu hu hu
Suara anak kecil menangis juga terdengar oleh semuanya dan kini mereka melihat sosok seorang anak perempuan memakai gaun putih melayang layang di atas mereka semua.
"Semuanya baca ayat kursi jika tidak bisa baca saja al fatihah berulang ulang" ucap Azman berteriak agar semuanya mendengar perkataannya.
"Azman temui mereka dulu, karena semua makhluk terkutuk disini hanya mendengarkan suami istri itu, tenang saja jika mereka melukaimu maka aku akan menghancurkan mereka" ucap Daim.
__ADS_1
Azman langsung berjalan mendekati kedua orang yang sedang kerasukan makhluk gaib itu lalu berjongkok di hadapan kedua orang itu.
"Kalian mau apa?" Ucap Azman sambil melihat ke arah keduanya.
"Manusia pergilah kalian semua dari sini" ucap salah seorang yang sedang kerasukan makhluk gaib itu dan suaranya sangat berat.
"Lepaskan mereka berdua terlebih dulu baru kita bicara" ucap Azman sambil berdiri dan mengeluarkan tasbihnya.
Semuanya yang ada disana mendengar ucapan Azman itu dan banyak dari kru media merekam hal ini.
Arrrrrrrrrgggggh Arrrrrrrrrgggggh
Kedua orang yang kerasukan itu kini terlihat kesakitan dan asap hitam terlihat keluar dari kepala kedua orang itu lalu membentuk sosok laki laki tinggi besar dengan tinggi tiga meter bersamaan dengan kedua orang itu ambruk ke tanah dan pingsan.
Bahkan banyak juga dari orang orang disana yang kini jatuh pingsan karena takut melihat dua sosok raksasa hitam tersebut.
Sosok raksasa itu juga wajahnya terlihat sangat mengerikan karena penuh dengan luka yang mengeluarkan darah segar.
"Apa salahnya kami disini menolong mereka semua, ini alam kami, bukan alam kalian kembalilah ke alam kalian atau aku akan menghancurkan kalian semua disini" ucap Azman sambil menunjuk ke arah raksasa hitam itu.
Hahahahahahahahahaha
Hahahahahahahahahahahaha
Kedua raksasa hitam itu tertawa mendengar ucapan Azman.
Dan kembali lagi bau bangkai sangat menyengat tercium oleh semua orang.
"Azman hancurkan saja mereka" ucap Daim.
""Allahu laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyum. Laa ta’khudzuhuu sinatuw wala naum. Lahuu maa fissamaawaati wa maa fil ardh. Man dzal ladzii yasfa'u ‘indahuu illaa bi idznih. Ya’lamu maa baina aidiihim wamaa khalfahum.Walaa yuhiithuuna bi syai-im min ‘ilmihii illa bi maa syaa-a. Wasi’a kursiyyuhus samaawaati wal ardha walaa ya-uuduhuu hifzhuhumaa Wahuwal ‘aliyyul ‘azhiim.
(Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.)" ucap Azman tepat saat tinjunya mengenai dada salah satu raksasa hitam itu.
__ADS_1
Raksasa yang terkena tinju Azman itu langsung hancur dan menghilang dari pandangan semua orang dan hal ini membuat marah raksasa hitam satunya.
Raksasa hitam satunya itu langsung mencekik leher Azman lalu mengangkat tubuh Azman sampai satu meter di atas tanah, dan hal ini terlihat oleh semua orang yang masih duduk sambil berdzikir bersama tidak jauh dari lokasi Azman.
Azman merasakan jika tangan raksasa itu mencekiknya dengan sangat kuat dan juga ada beberapa bagian lehernya yang tercekik itu terasa sangat sakit seperti terkena silet karena kulit tangan raksasa itu bersisik tajam setajam silet.
Orang orang yang ada disana itu terlihat semakin ketakutan melihat jika sosok yang mereka andalkan kini di cekik oleh raksasa hitam itu.
Daim tidak tinggal diam melihat Azman seperti itu dan langsung melompat sambil meninju kepala raksasa hitam itu hingga hancur.
Namun tidak ada seorang pun yang melihat sosok Daim ini selain Azman seorang, sehingga semuanya menduga jika hancurnya raksasa hitam itu berkat Azman.
Azman terjatuh ke tanah namun langsung berdiri kembali sambil melihat ke sekelilingnya dan kini semua makhluk gaib di sana sudah menghilang.
Bulan pun kembali bersinar dengan terang menyinari daerah itu kembali.
Tidak ada lagi suara suara aneh terdengar oleh Azman maupun yang lainnya dan kini mereka menarik nafas dalam dalam.
"Pak Azman apakah anda terluka, itu leher anda sangat merah" ucap Pak Jaja yang mendekati Azman.
"Saya tidak apa apa pak, semuanya segera tolong yang tidak sadarkan diri, bawa mereka ke dalam tendanya." Ucap Azman sambil duduk di tanah dan memegang lehernya dan ternyata ada yang berdarah.
"Azman kau terluka karena kesalahan ku, aku minta maaf untuk itu" ucap Daim sambil berjongkok di depan Azman dan memegang leher Azman lalu melepasnya lagi.
"Aku tidak apa apa, kita bahas nanti saja, sekarang tolong hancurkan mereka yang sembunyi itu" ucap Azman dalam hatinya berkomunikasi dengan Daim.
"Oke, aku tidak akan sungkan lagi menghabisi mereka" ucap Daim sambil menghilang dari depan Azman.
Azman terus memegangi lehernya yang berdarah dan sudah sedikit membasahi kaos yang di pakai olehnya.
"Pak Azman, mari kita ke tenda medis, itu leher anda ternyata berdarah cukup parah" ucap Pak Jaja yang terlihat sangat khawatir sambil berjongkok di depan Azman menggantikan Daim.
"Tolong dahulukan yang lain saja dulu pak, mereka lebih membutuhkan bantuan medis dari pada saya " ucap Azman dengan ramah sambil berdiri dan tetap memegangi lehernya yang berdarah itu.
__ADS_1