
“Daim, kenapa setiap kau melakukan sesuatu selalu ada petir dan angin kencang.” Ucap Azman.
“Itu karena kami terlalu kuat untuk dunia ini dan langit marah kepada kami.” Ucap Daim.
“Langit marah kepada mu?, apa bisa kau jelaskan lebih rinci.” Ucap Azman.
“Azman, jika aku menggunakan kekuatan kami maka menghilangkan gunung ini perkara mudah untuk ku, itulah sebabnya langit marah karena kami bisa berubah alam ini semau kami.” Ucap Daim.
“Jadi seperti itu, tapi jika kalian sangat kuat kenapa temanmu itu bisa sampai terkurung dan kau pun tidak bisa ke puncak gunung itu.” Ucap Azman.
“Siapapun mempunyai kelemahan bukan, dan inilah salah satu kelemahan kami, dan seharusnya hal ini tidak diketahui oleh manusia tapi karena manusia itu bekerja sama dengan makhluk terkutuk ya terjadilah hal seperti ini, namun setelah aku cek hanya di gunung ini saja adanya, sedangkan tempat - tempat lain di bumi ini tidak memiliki hal seperti ini.” Ucap Daim.
“Baguslah jika demikian semoga lawan mu di puncak gunung ini tidak sekuat yang kau kira ya, dan aku tidak perlu bersama dengan teman mu itu.” Ucap Azman dan mereka tetap berjalan dengan santai meskipun sudah tidak melihat rombongan pihak kepolisian dan juga TNI itu.
“Azman, ada banyak hal yang belum kau ketahui dan pilihan mu untuk berkeliling di Indonesia ini sudah sangat tepat, ada banyak hal yang akan kau ketahui seiring banyaknya tempat yang kau kunjungi, aku sangat yakin dengan hal ini, dan kau jangan khawatir dengan teman ku itu karena biar bagaimana pun juga ini memang jalan yang maha pencipta agar teman ku menemani mu untuk sementara waktu.” Ucap Daim.
“Aku ingin tahu kenapa kau berwujud pria dewasa jika wujud aslimu ternyata masih muda.” Ucap Azman.
“Itu karena aku ingin merasakan tua, kami kan tidak bisa tua namun bisa merubah wujud menjadi tua.” Ucap Daim.
“Manusia selalu ingin muda namun kalian ingin menjadi tua, ini benar - benar sesuatu hal yang baru, oh iya apakah benar alam kalian itu berbeda?.” Ucap Azman.
“Benar, alam kita memang berbeda, namun kami kan kesini dengan tugas untuk membersihkan dunia mu ini dari makhluk terkutuk itu namun kau tahu jumlah mereka terus bertambah, karena banyak penganut dari kaum mu yang bekerja sama.” Ucap Daim.
__ADS_1
“Kenapa kalian tidak membereskan mereka di alam mereka saja?.” Tanya Azman.
“Jika saja tidak ada aturan yang melarang kami semua sudah menghancurkan alam itu, namun kami tidak bisa melakukannya, karena kan baik dan buruk sudah ada aturannya, ada yang baik dan ada yang jahat, tidak mungkin satu alam atau satu dunia semuanya baik bukan, demikian juga dengan alam kami tidak semua kaum kami baik, ada juga yang jahat.” Ucap Daim.
“Iya aku sudah mendengarnya, kalian disebut Jin islam oleh kami namun aku tidak tahu sebutan untuk kaum Jin yang jahat.” Ucap Azman.
“Azman, itu hanya panggilan yang kalian berikan bukan, jadi tidak masalah kalian mau menyebut kami apa, namun yang jelas kami ini ada sebagai pelengkap semesta ini.” Ucap Daim.
“Iya itu hanya panggilan kami saja, karena kami kan tidak mengenal sesungguhnya kaum mu.” Ucap Azman.
“Kau akan mengenal kaum ku dengan sangat baik nanti setelah penggantiku menemani mu, anggap saja sesuatu yang indah ya, akan tetapi sebaiknya kau menyiapkan jawaban.” Ucap Daim.
“Menyiapkan jawaban untuk apa ya?.” Tanya Azman yang sedikit penasaran karena ucapan Daim yang sepotong itu.
“Kau kan naik gunung sendirian, dan pulang akan bersama seorang wanita cantik, apakah ini bukan suatu hal memerlukan jawaban dari semua orang.” Ucap Daim.
“Inilah dia, setelah dia melihatmu dia mengajukan satu syarat kepada ku dan syarat itu adalah nampak di hadapan semua manusia.” Ucap Daim.
“Ini benar - benar masalah besar jadinya untukku secara kau saja selalu mengikuti ku bagaimana dengan dia nanti, masa aku kemah dan satu tenda dengannya.” Ucap Azman.
“Ya begitulah, kau harus membiasakan dirimu dengannya, ingat jangan menidurinya jika kau sudah tidak tahan maka nikahi saja dia.” Ucap Daim.
“Oh Daim kau ini ada - ada saja, masa aku menikah dengan kaum mu.” Ucap Azman.
__ADS_1
“Kenapa tidak, itu bisa terjadi dan banyak terjadi, dan kau tenang saja, anak mu akan tetap jadi anak manusia bukan menjadi anak kaum ku.” Ucap Daim sambil menengok ke Azman.
“Maaf tapi apakah sosok mu ini akan terlihat oleh banyak orang?.” Tanya Azman.
“Tidak, hanya kau yang bisa melihatku, aku tidak suka di lihat banyak manusia, hanya akan merepotkan ku saja nantinya.” Ucap Azman.
“Lalu apakah aku bisa memilih untuk tidak memiliki penjaga, karena jika seorang wanita aku akan sangat repot ini.” Ucap Azman.
“Azman ini sudah di gariskan dan tidak bisa lagi di rubah, dan kau tahu jika nantinya kalian menikah maka aku akan tidak lagi melindungi mu, karena hanya satu orang saja dari kami yang bisa melindungi yang terpilih.” Ucap Daim dan tanpa terasa mereka sudah berjalan mendekati rombongan dari pihak Kepolisian dan juga TNI yang memang sedang beristirahat menunggu kedatangan Azman.
“Sungguh aku tidak tahu apakah ini keuntungan atau kerugian untukku.” Ucap Azman sambil terus berjalan dan menyalakan sebatang rokoknya.
“Satu hal yang aku ingin katakan, jika kau ingin menikahinya maka tidak perlu dengan pesta atau apapun cukup ada orang yang menikahkan kalian maka kalian akan sah menikah, tidak perlu rumit dengan acara apapun bukan, lalu jika kalian ingin berpisah maka kau cukup memberikan talak saja.” Ucap Daim.
“Apakah itu sah dan tidak menjadi dosa untukku.” Ucap Azman.
“Tidak, tentu saja tidak, itu sesuai ajaran agama yang kita anut, bukankah dalam agama memang hanya itu yang di anjurkan, ijab qobul dan talak, kalian saja manusia yang mempunyai aturan dunia sehingga menjadi lebih banyak prosesnya.” Ucap Daim.
“Lalu ada berapa istrimu?.” Tanya Azman.
“Entahlah, aku sendiri tidak tahu, yang jelas di alam ku aku memiliki beberapa istri.” Ucap Daim.
“Kau memiliki beberapa istri?.” Tanya Azman ketus dan dia nampak sangat kaget mendengar Daim memiliki banyak istri.
__ADS_1
“Iya memang kenapa, manusia juga memiliki banyak istri bukan, apalagi kami yang bisa hidup abadi.” Ucap Daim.
“Lalu jika aku menikahinya dan kemudian menceraikannya, lalu ternyata dia hamil dengan siapa anak itu akan ikut, apakah dengan ku atau dengannya.” Ucap Azman yang ingin mengorek penjelasan yang lebih lengkap dari Daim.