
"Pak Azman saya permisi ya, mau mengecek persiapan shalat subuh berjamaah, tadi sih sudah mulai di gelar untuk alas terpalnya dan lokasinya di dekat tenda komando Pak, karena selain luas disana juga sangat datar." Ucap anggota Tim SAR tersebut.
"Iya baik, saya nanti akan kesana juga, sekali lagi terima kasih ya Pak." Ucap Azman.
"Sama - sama Pak, permisi." Ucap anggota Tim SAR tersebut yang langsung berjalan meninggalkan Azman sendirian di tendanya.
Azman pun kemudian meminum sedikit kopinya dan dia merasakan kopi hitam tanpa gula itu benar benar enak dan mantap.
"Ini sungguh nikmat." Ucap Azman berbicara sendiri sambil meletakkan cangkir kopi itu kembali dan mengambil satu pisang goreng lalu memakannya perlahan.
"Enak dan nikmat." Ucap Azman yang kembali berbicara sendiri sambil menikmati pisang goreng itu.
Tidak terasa sudah lima potong pisang goreng habis oleh Azman dan Azman juga sudah menghabiskan empat batang rokoknya saat Pak Jaja kembali dan langsung duduk di depan Azman.
"Silahkan Pak, maaf saya mendahului karena memang sudah sangat tergoda dengan kopi dan pisang goreng ini." Ucap Azman sambil mendekatkan piring pisang goreng tersebut ke depan Pak Jaja dan masih ada kurang lebih sepuluh potong pisang gorengnya.
"Iya Pak, padahal di habiskan juga tidak apa - apa kan kita tinggal minta di bawakan lagi." Ucap Pak Jaja sambil mengambil cangkir kopi miliknya.
"Wah iya ya tahu gitu saya habiskan sendirian deh ha ha ha ha ha." Ucap Azman sambil tertawa dan ikut mengambil satu pisang goreng itu lagi lalu memakannya perlahan.
__ADS_1
"Pagi ini sarapannya nasi goreng Pak, dan nanti jam enam baru di bagikan kata bagian dapur umum." Ucap Pak Jaja.
"Asyik tuh Pak, sudah lama juga saya tidak makan nasi goreng." Ucap Azman.
"Kebanyakan makan yang enak - enak sih Pak Azman nya, jadi tidak makan nasi goreng." Ucap Pak Jaja.
"Bukan begitu Pak namun saya belum menemukan pedagang nasi goreng yang sreg aja Pak, biasanya di jakarta tiap malam saya makanya juga nasi goreng, kebetulan pedagang nasi goreng yang pakai gerobak suka lewat depan rumah dan saya juga biasa membelinya." Ucap Azman.
Adzan Subuh berkumandang dan Azman beserta Pak Jaja pun langsung keluar dari dalam tenda dan melangkah menuju arah tempat yang di jadikan untuk shalat berjamaah bersama - sama dengan semua orang yang ada disana.
Atas permintaan Pak Jaja maka Azman kembali menjadi Imam shalat berjamaah itu dan seperti biasa Azman pun memimpin dzikir bersama setelah selesai shalat Subuh lalu keduanya pun kemudian kembali ke tenda Azman karena mereka akan sarapan bersama disana.
"Komandan Jaja, semalam ada dua puluh mobil media yang di halau di bawah dan ada lima puluh orang relawan baru juga kami halau, karena kami tidak ingin ruang gerak kita terhambat dengan banyaknya orang." Ucap Pak Jaja.
"Iya tidak masalah untuk itu, mereka juga pasti penyampaiannya bagus dan ramah kok, di tambah lagi kan ada orang kita di bawah bukan hanya pihak kepolisian saja bukan." Ucap Pak Jaja.
"Benar Komandan, secara bergantian ada sepuluh anggota kita dan sepuluh anggota kepolisian yang berjaga di bawah, dan izin pagi ini apa Pak Azman akan kesana sendiri atau bersama kita sekalian saja untuk menghemat waktu." Ucap Pak Ridho.
"Pak Jaja dan Pak Ridho, nanti selesai sarapan kita kesana saja bersama sama namun kalian semua cukup melihat dari jauh saja ya, sampai saya selesai menandai lokasi lokasi dari jenazahnya, dan Pak Jaja saya memerlukan penanda itu lagi ya, semakin banyak semakin baik Pak, karena takutnya lokasi mereka berbeda beda." Ucap Azman.
__ADS_1
"Pak Azman apakah aman untuk kita bersama sama kesana?." Tanya Pak Jaja.
"Insyaallah aman kok Pak, dan insyaallah tidak akan ada lagi longsor susulan, dan saya juga mendapatkan informasi jika dekat sini ada kuburan mayat bayi dan korban dari praktik ilmu hitam Pak, semoga kuburan itu juga bisa kalian gali dan di kubur ulang saja pak." Ucap Azman.
"Baik Pak nanti akan kami gali juga sekalian, jika begitu Pak Ridho sebaiknya anda hubungi dulu beberapa rumah sakit untuk mengantarkan mobil jenazah kesini ya." Ucap Pak Jaja.
"Maaf Komandan saya kelupaan, hasil koordinasi dengan para penduduk sekitar sini dan juga dengan pihak perhutani maka jenazahnya akan kita makamkan di dekat lokasi longsor saja Ndan, ini dikarenakan pihak warga menolak jenazah mereka di makamkan di tempat pemakaman milik warga, katanya takut jika mayat mayat itu berubah menjadi hantu Ndan." Ucap Pak Ridho.
"Ada ada saja ini, mereka kan sudah menjadi mayat dan tidak akan bisa melakukan apapun." Ucap Pak Jaja.
"Inilah kepercayaan masyarakat Pak, susah juga untuk di lawan, jadi sebaiknya kita ikuti dulu saja, dan ini juga sudah terlambat bukan untuk kita bernegosiasi.” Ucap Azman memberikan pendapatnya.
“Anda seharusnya menyampaikan hal seperti ini semalam jadi kita masih ada waktu untuk bernegosiasi, jika seperti ini maka sudah sangat terlambat bukan, sekarang aku ingin tahu kau sudah mendapatkan izin dari perhutaninya atau belum, jangan bilang jika anda hanya mendapatkan izin lisan saja.” ucap Pak Jaja ke Pak Ridho.
“SIap komandan sementara memang kami hanya memiliki surat pernyataan bersama saja dan semalam saya sudah menanyakan ke pihak perhutani dan katanya pagi ini suratnya selesai dan akan di bawakan kesini, kemungkinan jam sembilan atau jam sepuluh sudah sampai.” Ucap Pak Ridho.
“Ya salam, ini benar - benar masalah besar.” Ucap Pak Jaja.
“Begini saja Pak jika menurut saya, jika memang para penduduk sini menolak dimakamkan di pemakaman terdekat maka semua jenazah biar di biarkan saja dulu sampai semuanya beres namun saya akan tetap menandainya, agar semua proses bisa lebih cepat kedepannya, sebagai antisipasi silahkan Pak Ridho temui kepala desa sebelah dan tanyakan ada tanah yang di jual tidak yang bisa untuk menjadi makam mereka semua ini yang jauh dari perumahan penduduk, ini untuk antisipasi saja jika perhutani tidak mengeluarkan Izinnya, karena saya sedikit ragu perhutani akan memberikannya, karena jika mereka izinkan akan membuat banyak jenazah lainnya yang juga dimakamkan disini, Pak Jaja anda dengan saya saja ke lokasi longsornya ya Pak.” Ucap Azman yang membuat keputusan.
__ADS_1