Petualangan Misteri Azman

Petualangan Misteri Azman
Gua Kematian 29


__ADS_3

“Baiklah sudah sepakat, jika demikian maka sebaiknya kita mulai bekerja saja sekarang.” Ucap Pak Jaja bersamaan dengan datangnya beberapa orang penduduk desa yang membawakan sarapan untuk mereka semua.


“Kita sarapan bersama dulu saja Pak disini, setelah sarapan baru kita bekerja.” Ucap Pak Tatang sambil mengarahkan para penduduk desa itu untuk meletakkan yang di bawa oleh mereka di meja.


Mereka pun menikmati sarapan bersama dan demikian juga dengan petugas kepolisian serta petugas dari TIM SAR yang juga ikut sarapan di luar, karena memang para penduduk juga membuatkan sarapan untuk mereka.


Waktu berlalu dan kini Azman bersama dengan Azizah nampak sudah duduk di dalam mobil mereka dan mesin mobil itu juga sudah di nyalakan oleh Azman.


“Suamiku, apakah kita akan bepergian?.”  Ucap Azizah yang memang belum mengetahui alasan Azman yang memintanya masuk kedalam mobil.


“Iya, ada satu hal yang membuatku penasaran, dan aku ingin mengeceknya sendiri, aku tadi menggunakan ponselku untuk melihat area ini via peta satelit, dan jika dari peta satelit maka ada lubang gua lainnya yang berlokasi satu kilometer dari sini, kita akan kesana mengeceknya.”  Ucap Azman sambil melihat Azizah dengan tatapan hangatnya.


“Suamiku, apakah kau tidak mau memberitahukan hal ini ke Pak Danu atau Pak Jaja saja?.”  Tanya Azizah.


“Mereka sudah memiliki pekerjaan sendiri, ya anggap saja berbagi tugas, semakin kita bisa segera menyelesaikan misteri Gua ini kan semakin baik, jadi kita bisa segera melanjutkan perjalanan kita ini, baiklah mari kita pergi.”  Ucap Azman sambil menjalankan mobilnya secara perlahan.


Mobil Jeep itu pun perlahan bergerak meninggalkan desa tersebut dan hal ini membuat semua yang melihatnya kebingungan karena mereka mengira Azman meninggalkan mereka disaat misteri Gua Kematian belum sepenuhnya selesai.

__ADS_1


Mobil itu terus bergerak dan masuk ke jalan raya lalu tidak lama kemudian kembali masuk ke jalanan setapak yang masih merupakan jalanan tanah berbatu serta menanjak.


“Sebentar lagi kita sampai, dan seperti kau lihat kita saat ini ada di seberang desa itu, jika tidak salah seharusnya lokasi dari mulut Gua ada di dekat puncak gunung batu itu.”  Ucap Azman sambil menunjuk ke arah depan dan dia tetap dengan sigap mengendalikan laju mobilnya.


“Suamiku, jalanan ini sepertinya sering di lintasi kendaraan, meskipun jalan disini jelek namun lihatlah dari tadi tidak ada rumput yang menutupi jalanan, karena jika jalan ini tidak sering di lintasi maka seharusnya jalan itu tertutup rumput bukan.”  Ucap Azizah.


“Benar istriku, dan aku yakin jika misteri sebenarnya ada di ujung jalan ini.”  Ucap Azman yang kini kembali menyalakan sebatang rokoknya.


Azman terus mengendalikan laju mobilnya dengan perlahan dan sangat hati - hati meskipun nampak sangat santai karena dia sambil merokok.


Lima belas menit berlalu dan kini mobil itu berhenti di depan sebuah bangunan villa yang nampak sudah sangat tua serta tidak terawat, bahkan bangunan villa itu menunjukan jika bangunan itu di bangun pada era kolonial Belanda.


“Sayangku, berdasarkan gambar satelit maka lokasinya ada di belakang rumah ini, lihatlah jika rumah ini kan menutupi tebing gunung berbatu itu, sebaiknya kita memeriksanya, oh iya apakah ada hal gaib yang kau rasakan disini?.”  Ucap Azman.


“Disini tidak ada makhluk gaib apapun, bahkan tidak ada manusia lainnya selain kita berdua area ini, tapi ada satu motor di belakang villa ini.” Ucap Azizah yang memang memiliki penglihatan lebih baik dari Azman.


“Ayo, Kita lihat kesana.” Ucap Azman sambil membuka pintu mobilnya dan langsung keluar dari dalam mobilnya itu demikian juga dengan Azizah.

__ADS_1


Mereka kemudian berjalan meninggalkan mobil mereka, mengikuti jalanan setapak yang membawa mereka memutari villa tua itu, hingga akhirnya mereka sampai di belakang villa, disana nampak ada sebuah mulut Gua selebar tiga meter dengan tinggi yang juga tiga meter, satu meter di dalam mulut Gua itu juga nampak sebuah motor trail terparkir..


“Mulut Gua ini sangat rapi dan juga sangat terawat, sungguh berbeda dengan mulut gua lainnya dan motor ini sepertinya sudah parkir cukup lama.”  Ucap Azman sambil memegang mesin dari motor trail itu dan mesin itu sangat dingin, bahkan joknya juga sedikit berdebu yang memang menandakan jika motor itu sudah parkir cukup lama.


“Suamiku, Gua ini sangat berbeda, karena Gua ini sangat terawat, bahkan tidak ada sampah dan juga disini tidak ada rumput liarnya.”  Ucap Azizah sambil melihat sekelilingnya.


“Itu benar istriku, dan aku yakin jika inilah pintu masuk utamanya, dan jika tebakanku benar maka motor ini adalah milik dari orang yang menyerang kami semalam.”  Ucap Azman yang kembali menyalakan sebatang rokoknya.


“Jadi apa yang akan kita lakukan, apakah kita akan menulusuri Gua ini.”  Ucap Azizah.


“Tidak ada hal lain yang bisa kita lakukan bukan, selain melihat kedalam Gua ini, lagi pula Gua ini cukup terang, aku yakin jika Gua ini memang memiliki banyak lubang cahaya di dalamnya.”  Ucap Azman sambil tersenyum ke Azizah dan mulai melangkah memasuki Gua itu lebih dalam lagi.


Azizah tidak menjawabnya melainkan dia langsung mengikuti suaminya dan memang benar jika Gua itu cukup terang, bahkan semakin kedalam mereka semakin takjub karena banyaknya lubang lubang udara yang menembus langit gua sehingga cahaya matahari dapat memasuki lorong gua itu.


Sudah satu jam mereka melangkah dan mereka pun kini sudah semakin dalam menelusuri Gua itu hingga mereka sampai di sebuah area yang lapang dan sangat kering, disana juga nampak ada tiga lorong yang hanya selebar satu hingga dua meter saja.


“Suamiku aku mendengar ada suara air dari lorong yang tengah itu, sepertinya lorong yang tengah menuju ke sungai bawah tanah.”  Ucap Azizah sambil mengikuti suaminya duduk di tanah bersandar di dinding Gua.

__ADS_1


“Semalam aku menemukan sungai bawah tanah dan sepertinya lorong yang tengah itu menuju ke sana, dan jika tebakan ku benar maka lorong yang kiri menuju ke labirin dan lorong yang paling kanan menuju ke mulut Gua kematian yang sedang di jelajahi oleh Tim SAR.” Ucap Azman dengan penuh keyakinan.


“Itu masuk di akal karena lorong sebelah kiri itu tidak bisa aku lihat ujungnya sama sekali, sedangkan lorong sebelah kanan itu menembus ke lorong Gua yang lebih besar lagi, bahkan selebar lorong yang tadi kita lintasi, dari sana juga aku mencium bau garam, sepertinya salah satu lorongnya menembus ke laut.”  Ucap Azizah.


__ADS_2