Petualangan Misteri Azman

Petualangan Misteri Azman
Desa di tengah lembah 13


__ADS_3

“Mohon maaf Pak, apakah komandan saya sudah mengetahui perihal surat ini?” Tanya Petugas kepolisian itu.


“Tentu saja sudah, itulah kenapa aku menyarankan agar tidak ada seorang pun warga desa itu yang bisa keluar dari desa, kasus Ibu dan anak yang hilang ini kan sekarang sudah terbukti berkembang menjadi kasus pembunuhan, dan saya yakin jika yang terlibat dalam hal ini tidak hanya satu orang” Jawab Pak Jaja.


“Pembunuhan yang sadis dan sangat terencana, semoga saja Pak Azman baik - baik saja” Ucap Petugas kepolisian lainnya.


Sudah setengah jam mereka mengikuti anjing pelacak dan nampak jika kini mereka berada di pinggir sungai dan anjing pelacak itu kehilangan jejak Azman.


“Mohon Ijin Pak Jaja, namun anjing kami sudah tidak bisa melacak jejak dari Pak Azman, dan disini lokasi terakhirnya, apakah kita perlu ke seberang sungai” Tanya satu orang Petugas kepolisian yang membawa anjing pelacak.


“Sungai ini tidak dalam dan juga tidak lebar, jadi coba bawa satu ekor anjing pelacak ke seberang sungai dan lima orang agar mendampingi, satu anjing pelacak dan petugas yang lain agar memeriksa sekitar sini saja, siapa tau ada jejak lainnya” Ucap Pak Jaja memberikan arahannya.


“Siap” Ucap mereka kompak.


Enam petugas kepolisian dan satu anjing pelacak langsung menyeberangi sungai selebar dua meter itu dan memang sungai itu tidak dalam hanya setengah meter saja kedalaman airnya sedangkan sisanya langsung menyebar ke kiri dan ke kanan untuk mencari petunjuk yang mungkin bisa mereka temukan.


Lampu - lampu sorot juga sudah dinyalakan dan senter - senter besar juga kini sudah digunakan oleh mereka.


Satu jam mereka mencari petunjuk tentang keberadaan Azman namun belum ada satu pun yang berhasil menemukan petunjuk apapun dan jam pun sudah menunjukkan jam setengah empat pagi sehingga Pak Jaja mengambil keputusan untuk melaksanakan shalat berjamaah di pinggir sungai tersebut.

__ADS_1


Mereka pun kemudian kembali berkumpul setelah melaksanakan shalat berjamaah untuk menanti arahan dari Pak Jaja.


“Sungai ini membelah desa dan arah sungai ini juga sangat panjang, kita akan kerepotan jika mengikuti arah sungai ini, jadi sebaiknya sekarang kita kembali ke jurang yang tadi dan mengurut ke arah berlawanan saja, jika Pak Azman memang jatuh dari atas jurang maka kita hanya bisa berharap ada jejak petunjuk disana, apakah ada saran lain” Ucap Pak Jaja.


“Jika menurut saya itu saran yang terbaik Ndan, siapa tahu di atas jurang, di lokasi sebelum Pak Azman jatuh ada petunjuk yang bisa kita gunakan, dan mohon ijin ini ada pesan singkat dari komandan saya yang menginformasikan jika rumah Ibu dan anak yang hilang sudah hangus dilalap api, dan tidak menyisakan apapun” Ucap salah seorang petugas kepolisian.


“Mereka membakar tempat kejadian awal, dan sepertinya ini berkaitan dengan hilangnya Pak Azman, ayo semuanya kita berangkat” Ucap Pak Jaja sambil melangkah dan semuanya kembali mengikuti Pak Jaja, mereka menuju ke arah jurang tempat Azman terakhir di ketahui.


“Pak Jaja, mohon maaf namun apa tujuan mereka sebenarnya ya? Apakah ini kasus percintaan?” Tanya salah seorang petugas kepolisian sambil berjalan di samping Pak Jaja.


“Entahlah, aku tidak berani menjawabnya, namun yang jelas kita harus berhasil menemukan pelakunya dan juga Pak Azman, saya benar - benar takut jika Pak Azman sampai celaka” Ucap Pak Jaja.


“Ijin Pak, ini ada informasi lagi jika proses evakuasi jenazah di sumur tua sudah selesai dan jenazah akan di bawa ke rumah sakit untuk dilakukan visum et repertum untuk jenazah, ternyata ada empat jenazah perempuan yang ditemukan di sana Pak, dan juga ada empat janin” Ucap petugas kepolisian lainnya sambil melihat telepon selulernya.


“Ijin Pak, ini fotonya ada, silahkan Pak di lihat” Ucap Petugas kepolisian yang tadi sambil menyerahkan telepon selulernya dengan layar memperlihat photo dari jenazah yang di evakuasi dari sumur tua.


Pak Jaja menghentikan langkahnya dan dia selain melihat photo di layar telepon seluler milik petugas kepolisian, dia juga melihat photo dari ibu yang hilang di layar telepon selulernya untuk menyamakan, karena Pak Jaja sempat mengambil photo dari photo di rumah ibu dan anak itu sebelumnya.


“Ini sang Ibu yang dilaporkan hilang, namun tidak ada anak gadisnya, dimana anak itu dan siapa tiga perempuan lainnya” Ucap Pak Jaja sambil memberikan kembali telepon seluler milik petugas kepolisian dan melanjutkan kembali langkahnya.

__ADS_1


Mereka tidak membutuhkan waktu lama untuk sampai di jurang yang menjadi titik terakhir Azman dan sesampainya di sana Pak Jaja langsung memerintahkan mereka untuk mencari jalan menuju atas, ke lokasi dimana Azman terjatuh pertama kali.


Sebuah jalan setapak pun ditemukan dan semuanya langsung bergegas mengikuti jalan itu, mereka pun akhirnya sampai di lokasi dimana Azman terperosok, lalu memeriksa area tersebut untuk mencari petunjuk lainnya.


“Ijin Pak, saya menemukan selimut basah disini” Ucap salah seorang Petugas kepolisian yang menemukan selimut yang sempat digunakan oleh Azman untuk keluar dari rumah yang terbakar.


Pak Jaja pun langsung mendatangi petugas kepolisian itu dan melihat selimut tersebut lalu memeriksanya dengan teliti.


“Ini ada bau asap, dan saya mengenali ini selimut yang ada disalah satu kamar di rumah ibu yang hilang, diamankan saja, siapa tahu bisa dijadikan alat bukti nantinya” Ucap Pak Jaja mengarahkan.


“Baik” Ucap salah seorang Petugas kepolisian yang langsung memasukkan selimut basah tersebut ke dalam kantong plastik lalu membawanya.


“Itu adalah desa di tengah lembah yang menjadi tempat kejadian perkara awal, kita kesana saja untuk bergabung dengan yang lainnya, dan aku akan meminta anak buahku untuk datang juga agar ada lebih banyak orang untuk mencari Pak Azman” Ucap Pak Jaja sambil menunjuk ke arah desa dan memang karena lokasi mereka lebih tinggi dari desa jadi bisa melihat ke arah desa itu meski hanya sebagian atap rumah saja yang terlihat.


Pak Jaja dan semua petugas kepolisian itu pun kemudian berjalan menuju ke arah desa dan mereka yang memang belum istirahat memilih untuk berjalan pelan agar tenaga mereka tidak terforsir.


Namun tiba - tiba Pak Jaja berlari ke arah depan dan mengambil sesuatu dari tanah, dan para petugas kepolisian pun dengan sigap mengikuti Pak Jaja.


“Ini milik Pak Azman, saya yakin ini milik dia” Ucap Pak Jaja sambil memperlihatkan satu bungkus rokok yang sudah basah dan hampir hancur.

__ADS_1


“Jadi benar jika Pak Azman memang lewat jalan ini, dan kemungkinan  besar memang dia yang jatuh ke jurang itu” Ucap Pak Jaja lagi sambil kembali berjalan menuju desa.


Udara pagi itu sangat sejuk namun sejuknya udara tidak membuat pikiran Pak Jaja tenang, kini Pak Jaja semakin khawatir dengan keselamatan Azman.


__ADS_2