Petualangan Misteri Azman

Petualangan Misteri Azman
Gunung Gelap Garut 12


__ADS_3

“Pantas saja mereka sangat ahli dalam pekerjaan ini, bisa sampai serapi ini membuka jalannya dan lihatlah bahkan yang mereka bilang kamar mandi darurat saja bisa serapi itu di buatnya.” Ucap Azman yang sudah sampai di lokasi mata air dan melihat ada dua bangunan darurat yang terbuat dari kayu yang disusun dengan sangat rapi dan beratapkan kayu dan dedaunan yang juga disusun dengan rapi.


“Ini juga kelebihan mereka Pak, mereka memang ahli untuk bertahan hidup di alam bebas.” Ucap Pak Jaja.


Selain ada dua bangunan darurat disana juga terlihat ada beberapa pancuran yang terbuat dari bambu dan dapat digunakan untuk berwudhu atau kegiatan lainnya.


Azman dan Pak Jaja pun langsung membasuh wajah mereka, bahkan bukan hanya itu yang azman serta Pak Jaja lakukan melainkan mereka juga sekalian mengambil  wudhu agar tidak perlu untuk berwudhu saat shalat magrib yang tidak akan lama lagi.


Keduanya pun langsung kembali ke basecamp sementara itu dan kini banyak anggota tim sar yang mendatangi mata air, Azman dan Pak Jaja pun kini duduk di sebuah batang pohon kayu yang sudah tumbang dan ini juga memang ditemukan oleh beberapa anggota tim sar yang di bawa kesitu agar Pak Jaja dan Azman bisa duduk.


“Azman aku akan pergi dulu, karena kalian akan bermalam disini maka aku akan membereskan para pengganggu dulu saja, ini semua untuk kebaikan kalian juga.” Ucap Daim yang ini berdiri di dekat Azman.


“Pergilah dan kali ini maaf kau mengurusnya sendirian, aku benar - benar berterima kasih pada mu.” Ucap Azman dalam hatinya berkomunikasi dengan Daim.


“Tidak Masalah, kau disini saja ya aku akan segera kembali.” Ucap Daim lagi yang langsung menghilang dari pandangan Azman.


“Pak Jaja, sepertinya kita akan melaksanakan shalat magrib disini dan apakah ada perlengkapan shalatnya, minimal alas untuk kita shalat, karena semua perlengkapan saya juga adanya di motor saya.


“Saya hampir lupa dengan hal itu, sebentar saya urus dulu, kebetulan masing - masing dari membawa terpal alas yang bisa kita gunakan sebagai alas shalat magrib.” Ucap Pak Jaja sambil berdiri dan langsung melangkah meninggalkan Azman.

__ADS_1


Waktu terus berlalu dan mereka semua melaksanakan shalat maghrib berjamaah yang dilanjutkan dengan dzikir bersama sampai mereka kembali melakukan shalat isya berjamaah bersama - sama juga, kegiatan ini pun di pimpin oleh Azman sesuai dengan permintaan dari semua orang yang ada disana.


Malam itu penerangan masih menggunakan penerangan alam yaitu dengan sinar rembulan karena memang anggota tim sar yang mengambil perlengkapan malam belum datang.


Tepat jam delapan malam anggota tim sar yang mengambil perlengkapan itu datang dan mereka langsung memasang beberapa tenda dan juga penerangan agar area itu sedikit lebih terang, pihak Kepolisian dan pihak TNI juga kini mendirikan tenda disana berdekatan dengan milik anggota Tim Sar.


Sebuah tenda komando juga di dirikan dan kini Azman sudah duduk disana bersama dengan Pak Jaja, Perwira Kepolisian dan juga Perwira dari TNI.


“Azman, orangnya menggunakan jalan kecil yang berbeda rute dengan kalian dan dalam waktu setengah jam dia akan sampai di lokasi jenazah - jenazah itu.” Terdengar suara Daim yang memang hanya bisa di dengar oleh Azman seorang.


“Terima kasih, dan aku akan menyampaikannya ke pihak kepolisian agar mereka bersiap.” Ucap Azman dalam hatinya berkomunikasi dengan Daim.


“Pak Azman, kami ternyata menemukan dua jalan setapak disana dan saya sendiri sudah mengerahkan banyak anggota saya dan di bantu pihak dari TNI untuk menyergap serta menangkap orang yang datang.” Ucap Perwira dari Kepolisian itu.


“Alhamdulilah jika memang seperti itu, namun jangan tangkap dia sebelum ada bukti yang memberatkannya dan apakah anjing anjing pelacak sudah siap juga, saya takutnya dengan gelapnya malam orang itu bisa melarikan diri, karena dia lebih mengenal hutan ini dari pada kita.” Ucap Azman.


“Sudah siap semua Pak, dan memang kami berencana menangkapnya saat dia berbuat atau setidaknya saat mendekati jenazah - jenazah itu, sedangkan anjing pelacak kami persiapkan sebagai bantuan tambahan saja jika sampai dia mencoba melarikan diri nantinya, namun kami ragu dia berhasil melarikan diri karena rekan rekan dari TNI kan sudah ikut mengepung semua area itu.” Ucap Perwira Kepolisian.


“Benar Pak Azman, anggota saya sudah berkamuflase dan mereka saya tempatkan di titik titik yang strategis sehingga kemungkinan pelakunya melarikan diri itu sulit.” Ucap Perwira TNI.

__ADS_1


“Ini kabar baik, semoga semuanya lancar ya, dan semuanya terungkap, saya sangat yakin jika orang itu sudah lama berbuat seperti ini, semoga semua perbuatannya berhasil di ungkap juga.” Ucap Azman.


“Pak Azman, apakah anda yakin jika dia sering melakukan pencurian organ dari jenazah jenazah disini.” Ucap Pak Jaja.


“Pak Jaja, ada berapa kasus orang hilang disini yang tidak terungkap, dan bisa saja dia pelakunya bukan, daerah yang kita datangi ini bukan daerah yang biasa dikunjungi siapapun dan saya yakin jika kita tidak datang kesini mereka semua yang selamat juga bisa meninggal dunia, saya yakin jika orang itu berhasil di mintai keterangan akan terbuka semuanya, dan hutan ini akan jadi lebih aman kedepannya.” Ucap Azman.


“Pak Azman apakah anda ada gambaran dimana lokasi dari korban yang sebelum - sebelumnya?.” Tanya Perwira Kepolisian yang nampak sangat penasaran.


“Saya belum mengetahuinya, namun jika saya mendapatkan informasi maka saya akan menyampaikannya, tapi saya tidak ingin mengetahuinya malam ini juga Pak, agar satu persatu saja di selesaikannya ya.” Jawab Azman.


“Iya Pak, jika memang demikian maka saya tidak keberatan dan yang jelas kami akan berusaha menginterogasi pelakunya semaksimal mungkin, agar bisa mengorek informasinya, kami masih penasaran dengan organ yang dia ambil itu Pak.” Ucap Perwira Kepolisian.


“Benar saya juga penasaran dengan hal ini makanya saya memerintahkan anggota saya untuk menangkapnya hidup - hidup.” Ucap Perwira dari TNI.


“Saya juga tidak tahu Pak, apa yang dia lakukan dengan semua organ itu, karena jika untuk ilmu hitam biasanya hanya mengambil empedu saja, sedangkan ini semua organ diambil seolah - olah dia memerlukan semuanya.” Ucap Azman.


“Apa mungkin dia menjualnya?.” Tanya Pak Jaja.


“Tidak ada yang tidak mungkin Komandan, semua itu mungkin saja terjadi, nanti kami akan mencari semua organ yang diambilnya dan akan mengungkap semuanya sebisa kami tentunya.” Jawab Perwira kepolisian.

__ADS_1


__ADS_2