Petualangan Misteri Azman

Petualangan Misteri Azman
Gunung Gelap Garut 4


__ADS_3

“Azman tanyakan, kakek tua berpakaian hitam itu memakai tutup kepala ala sunda tidak.” Ucap Daim yang berdiri di belakang Azman.


“Maaf saya ingin bertanya, apakah kakek tua yang membawa kalian bertiga itu menggunakan Blangkon khas sunda atau yang biasa disebut totopong beungkeut.” Ucap Azman.


“Benar Pak Azman, berwarna hitam juga, dan motif batik kotak berwarna putih” Ucap Pendaki tersebut.


“Itu bukan kawanku jadi benar - benar ada sosok lain ternyata di kawasan ini, jika sudah siap maka kita ke hutan saja menjemput mereka semua.” Ucap Daim.


“Pak Jaja, Sebaiknya mereka beristirahat saja dulu, mereka telah sangat kelelahan, saya akan membantu Bapak dalam pencarian mereka semua dan insyaallah sore ini semuanya bisa kita temukan.” Ucap Azman.


“Itu Benar, tolong kalian antar mereka untuk beristirahat dan kalian bertiga tidak perlu khawatir kami akan segera mencari kawan - kawan kalian, tolong antar mereka untuk ke tendanyas saja ya, mereka tidak perlu ikut dalam proses pencarian ini.” Ucap Pak Jaja.


“Bapak - Bapak terima kasih atas bantuannya dan mohon temukan kawan - kawan kami.” Ucap salah seorang pendaki.


“Kami akan berusaha maksimal untuk itu, sudah tidak perlu cemas lagi ya, silahkan beristirahat saja dulu.” Ucap Pak Jaja lagi.


Ketiga pendaki itu pun langsung meninggalkan  tenda komando itu dengan diantar oleh dua orang anggota Tim Sar.

__ADS_1


“Pak Jaja, maaf tapi apa ada korban meninggal dunia yang berhasil ditemukan.” Ucap Azman.


“Belum ada Pak, kami belum menemukannya dan juga belum mendapatkan kabar soal hal itu, kami juga belum lama sampai sini, apakah bapak mengetahui sesuatu.” Ucap Pak Jaja.


“Dari apa yang saya ketahui saat ini, ada beberapa orang dari mereka yang masuk jurang dan meninggal dunia Pak, dan sisanya dalam kondisi kelelahan, sebagian juga sedang terluka selain itu hutan ini sangat bahaya untuk orang luar pada malam hari, jadi sebaiknya Pak Jaja siapkan orang - orang untuk melakukan proses evakuasinya, saya harap semuanya selesai sore ini dan kalian semua saya harap meninggalkan tempat ini sebelum maghrib, ini untuk kebaikan bersama Pak, saya tidak ingin ada korban lagi malam ini dari pihak kita, oh iya itu siapa Pak?.” Ucap Azman sambil melihat ke arah dua orang pria sepuh yang berjalan ke arah tenda.


“Saya juga belum kenal Pak, sepertinya mereka berdua berjalan kesini.” Ucap Pak Jaja.


Mereka pun kemudian hanya diam dan menunggu kedua orang pria sepuh itu sampai di tenda komando itu.


“Assalamualaikum, maaf Pak saya kepala desa disini dan ingin bertemu dengan pemimpin dari Tim Sar.” Ucap salah seorang dari pria sepuh itu setelah keduanya sampai di tenda komando.


“Silahkan duduk Pak, kenalkan saya Jaja kebetulan saya yang memimpin disini, ada yang dapat saya bantu untuk Bapak - Bapak.” Ucap Pak Jaja mempersilahkan kedua pria sepuh itu untuk duduk di kursi yang ada di depannya.


“Bapak - Bapak, mohon maaf jika kami mengganggu namun kehadiran kami disini berkaitan dengan para pendaki yang hilang.” Ucap salah seorang dari Pria supuh.


“Bapak jangan sungkan, semua masukan kami akan menerimanya dan mohon maaf jika sebelumnya kami tidak sowan dengan Bapak - Bapak.” Ucap Pak Jaja.

__ADS_1


“Bapak - Bapak semua, sebelumnya perkenalkan saya Abah Ujang dan saya hanya ingin memberitahukan jika sebaiknya Bapak - Bapak tidak membuat kemah di lokasi ini, sebaiknya kemahnya di tanah area kami saja, kawasan ini sudah banyak memakan korban orang - orang luar pada malam hari dan saran kami sebaiknya pencariannya di lakukan pada pagi dan siang hari saja, mengenai para pendaki yang hilang sebaiknya di cari di area hutan gunung gelap saja biasanya mereka ada disana, tapi mohon maaf untuk menjaga agar korban tidak bertambah maka tidak ada yang berbicara atau berbuat yang tidak - tidak agar tidak menyinggung penunggu kawasan gunung ini.” Ucap pria sepuh yang pertama yang ternyata bernama Ujang tersebut.


“Abah Ujang, jika memang demikian maka kami akan membongkar semua tenda yang ada disini, namun bisakah Bapak menjelaskan mengenai hutan gunung gelap ini, apa saja yang terjadi di kawasan ini, kami sebagai orang luar sudah sepantasnya mendengar langsung dari Bapak bukan.” Ucap Pak Jaja.


“Pak Jaja dan Bapak - Bapak yang lain, kawasan ini disebut gunung gelap karena selain disini sangat gelap disini juga banyak sekali makhluk gaib yang menjaga gunung ini dari orang luar, sudah sering kali kami meminta agar tidak ada orang luar yang berkemah disini karena mereka sering hilang namun entah kenapa mereka tidak mau mendengarkan kami, di hutan gunung gelap yang ada di dekat kita itu sering kali ada sosok - sosok berwujud manusia namun mereka bukan manusia dan merekalah yang membuat semua orang itu meninggal dunia, ada yang sampai masuk jurang ada juga yang hanya dibuat seolah - olah mereka berputar - putar saja disana, biasanya para korban hanya akan di temukan jika sudah meninggal dunia saja.” Ucap Abah Ujang.


“Azman tanyakan soal makam Godog dan hutan yang berbatasan menyatu dengan kawasan gunung gelap ini aku curiga yang menyelamatkan ketiga orang itu bukan kaumku namun merupakan arwah leluhur yang menjelma menjadi manusia.” Ucap Daim


“Abah Ujang maaf apakah kawasan hutan ini menjadi kesatuan dengan kawasan hutan makam godog.” Ucap Azman.


“Benar, kawasan hutan ini dulunya menyatu namun sebagian sudah menjadi pemukiman penduduk, dan ini salah satu anugerah untuk kami karena Syekh Sunan Rohmat Suci lah yang melindungi kami semua.” Ucap Abang Ujang.


“Syekh Sunan Rohmat Suci itu siapa ya Pak, dan makam godong itu makam siapa Pak.” Ucap Pak Jaja.


“Pak Jaja, makam godog adalah makam dari Syekh Sunan Rohmat Suci atau yang lebih dikenal sebagai Prabu Kian Santang, dan makamnya di sebut oleh kami para penduduk sini sebagai makam Godog, kami selalu percaya jika prabu kian santang lah yang selalu melindungi kami dari semua makhluk gaib yang ada di daerah sini.” Ucap Abah Ujang.


“Jadi makam Prabu Kian Santang ada di dekat sini.” Ucap salah seorang anggota Tim Sar yang ada di dalam tenda itu.

__ADS_1


“Lokasinya tidak jauh dari sini bahkan tidak sampai satu kilometer jika melewati hutan ini, jika melalui jalan raya maka akan sedikit lebih jauh, kami sudah menyampaikan maksud dan tujuan kami, dan kami harap Bapak - Bapak semua sudi untuk tidak berkemah disini, kami sudah menyiapkan tanah lapang di desa kami untuk lokasi kemahnya.” Ucap Abah Ujang.


__ADS_2