
"Daim apakah kau tahu soal ini?" Tanya Azman sambil tersenyum ke Daim.
"Iya, tapi keduanya sudah meninggal dunia, mereka jatuh terperosok ke jurang, kita tidak kesana juga tidak masalah" ucap Daim sambil tersenyum hangat ke Azman.
"Ya sudah jika demikian apakah lokasi korban susah ditemukan" ucap Azman.
"Tidak, aku yakin mereka bisa di temukan kok, jika mereka gagal baru kita kesana" ucap Daim sambil melihat ke arah pantai.
"Oke" ucap Azman sambil menyimpan ponselnya kembali ke saku celananya.
"Pantai selatan ini menyimpan banyak sekali misteri ya" ucap Azman lagi.
"Ya begitulah tapi tenang saja, untuk malam ini kau akan bisa tidur nyenyak kok" ucap Daim.
"Daim, Apakah bisa kau ceritakan mengenai lokasi jenazah kedua pendaki gunung itu, agar proses evakuasi mereka bisa lebih cepat" ucap Azman dengan ramah.
"Sisi selatan gunung dekat air terjun kurang lebih dua ratus meter dari air terjun ada jurang dan jenazah keduanya ada disana, disana juga ada beberapa jenazah lainnya meskipun sisa tulang belulang nya saja" ucap Daim.
"Oke. Aku akan menceritakan hal ke Pak Jaja, biar mereka fokus kesana saja" ucap Azman sambil mengambil ponselnya.
Azman langsung menghubungi Pak Jaja melalui panggilan telepon.
"Sore Pak Azman baru saja saya hendak menghubungi bapak, hendak mengabari jika kami baru di lokasi parkiran sebelah selatan gunung, karena hanya lokasi ini yang bisa untuk lebih dekat ke tempat kedua orang pendaki itu berkemah" ucap Pak Jaja melalui panggilan telepon yang baru tersambung itu.
"Ah, sungguh kebetulan, kedua pendaki gunung yang hilang itu ternyata sudah meninggal dunia dan mereka terjatuh ke jurang dekat air terjun, apakah bapak sekarang sudah dekat dengan air terjun" ucap Azman melalui panggilan telepon.
"Lima ratus meter pak dari sini ke air terjunnya, kebetulan saya sedang bersama pihak perhutani" ucap Pak Jaja melalui panggilan telepon itu.
"Dua ratus meter dari air terjun ada jurang yang cukup dalam, dan disanalah lokasi jenazah kedua pendaki gunung itu, disana juga ada korban korban lainnya yang sudah menjadi tulang belulang" ucap Azman melalui panggilan telepon.
__ADS_1
"Siap Pak Azman saya akan segera ke sana dan saya akan kabari lagi perkembangannya, terima kasih banyak pak atas bantuannya maaf jika saya merepotkan bapak" ucap Pak Jaja melalui panggilan telepon itu.
"Iya Pak sama sama" ucap Azman sambil memutuskan panggilan telepon itu lalu menyimpan ponselnya kembali.
"Semoga pihak perhutani kedepannya bisa memasang pagar pembatas di tebing itu hingga tidak ada lagi yang jatuh ke jurang" ucap Azman ke Daim.
"Mereka jatuh karena mereka semua kelelahan, dan terlalu ingin tahu soal tebing itu" ucap Daim.
"Ya itulah dia, padahal alam untuk di nikmati dengan santai bukan untuk terburu buru" ucap Azman.
Mereka berdua tetap bersantai disana dan sudah hampir dua jam sampai ada panggilan masuk ke ponsel Azman yang setelah di cek ternyata dari Pak Jaja.
Azman pun langsung menjawab panggilan telepon itu.
"Sore Pak Jaja, apakah ada berita baik" ucap Azman melalui panggilan telepon itu.
"Iya pak, anda benar kami sudah menemukan jenazah kedua pendaki yang hilang dan ada sepuluh tengkorak yang kami temukan juga di dekat sini, saat ini sedang kami evakuasi, terima kasih ya pak, berkat bantuan bapak tugas kami jadi lebih cepat" ucap Pak Jaja melalui panggilan telepon itu.
Azman menyalakan sebatang rokoknya sambil melihat ke arah pantai dan saat ini banyak sekali yang bermain di pantai itu.
Beberapa pesan singkat masuk ke ponsel Azman dan langsung di lihat oleh Azman ternyata pesan singkat itu di kirim oleh Intan, reporter wanita itu.
Pesan singkat itu hanya memberitahu Azman jika jenazah kedua pendaki gunung yang hilang sedang di evakuasi dan ada sebuah alamat website juga di sana.
Azman langsung membuka alamat website tersebut dan ternyata siaran berita konferensi pers yang di lakukan oleh Pak Jaja.
Pak Jaja menyampaikan jika keberhasilan Tim SAR yang cepat dalam menemukan kedua jenazah pendaki gunung yang hilang berkat bantuan dari Azman.
Pihak media juga memasang photo Azman di berita tersebut.
__ADS_1
Sebuah pesan singkat lagi masuk yang isinya Intan meminta izin untuk wawancara melalui panggilan video namun Azman menolaknya karena adzan maghrib sudah berkumandang dari masjid yang ada di dekatnya.
Azman dan Daim pun langsung berjalan ke masjid itu untuk melaksanakan shalat maghrib berjamaah dan selesai shalat maghrib Azman tidak kembali ke tendanya melainkan mengisi waktunya dengan berdzikir di masjid itu bersama dengan Daim meskipun Daim tidak terlihat oleh siapapun juga.
Azman dan Daim baru kembali ke tendanya setelah melaksanakan shalat Isya berjamaah.
Terlihat Seorang anak laki laki usia lima belas tahun mendekati Azman dengan membawa selembar kertas.
"Maaf Pak, saya hendak menawarkan makanan, kebetulan ibu saya berjualan makanan jika bapak hendak makan malam maka mungkin bisa membelinya dari warung ibu saya" ucap anak laki laki itu dengan sangat sopan.
"Ada apa saja di warung ibumu" ucap Azman dengan ramah sambil kembali menghisap rokoknya.
"Ini Pak menu nya, selain itu di warung ibu juga ada rokok kok pak" ucap anak laki laki itu sambil memberikan selembar kertas yang dibawanya.
Azman menerima selembar kertas menu itu lalu membacanya sekilas.
"Saya pesan nasi goreng udang saja ya, sama tiga botol air mineral dan satu slop rokok saya ini dan jika ada sama segelas kopi hitam tanpa gula ya" ucap Azman sambil mengembalikan selembar kertas menu itu.
"Baik Pak, saya ambilkan dulu ya, makasih sudah mau membeli dagangannya ibu saya" ucap anak laki laki itu sambil menerima selembar kertas menu itu dan terlihat hendak kembali ke warungnya.
"Tunggu sebentar, ini uangnya di bawa saja dulu" ucap Azman sambil memberikan tiga lembar uang seratus ribuan ke anak laki laki itu.
"Baik Pak, kembaliannya nanti ya pak" ucap anak laki laki itu sambil menerima uang yang diberikan oleh Azman lalu meninggalkan Azman.
"Anak laki laki itu anak yatim, ayahnya sudah meninggal sejak tiga tahun yang lalu dan sejak itu dia membantu ibunya berjualan" ucap Daim sambil duduk di sebelah Azman.
"Lalu" ucap Azman dengan santai.
"Ya jika kau mau wawancara lagi bisa di warungnya kan" ucap Daim.
__ADS_1
"Tidak tidak, ntar yang ada jam tidur kita terganggu lagi" ucap Azman sambil menikmati rokoknya di temani suara jangkrik dan tonggeret yang berbunyi bersahut sahutan.