
"Apa yang bisa aku lakukan di lokasi bencana alam seperti itu" ucap Azman yang nampak kebingungan.
"Kau bisa melihat dan mendengar ku, dan aku bisa tahu lokasi tepat mereka jadi evakuasi jenazah mereka bisa lebih cepat" ucap Daim.
"Oke, kita besok pagi setelah shalat subuh berjamaah kita kesana" ucap Azman sambil mengambil ponselnya yang mendapatkan sebuah pesan singkat.
Azman melihat jika pesan singkat itu di kirim oleh Pak Jaja dan memberitahukan tentang musibah yang sama yaitu satu desa yang menjadi korban bencana alam.
Azman pun langsung menghubungi Pak Jaja melalui panggilan telepon.
"Iya Pak Azman, maaf jika saya meminta bantuan kepada bapak lagi, siapa tahu bapak masih di wilayah sini" ucap Pak Jaja membuka percakapan telepon itu.
"Iya pak, lokasi saya hanya enam kilometer kurang lebih, apakah bapak sudah di lokasi" ucap Azman melalui panggilan telepon itu.
"Belum Pak, kami semua sedang dalam perjalanan kesana" ucap Pak Jaja dan Azman mendengar suara sirine dari arah jalan raya yang langsung di lihatnya ternyata rombongan Tim SAR yang di kawal oleh petugas kepolisian paling depan.
"Rombongan Bapak baru saja melintasi saya ternyata" ucap Azman berbicara melalui ponselnya.
"Wah bapak ada di pantai ternyata, maaf pak jika kami berisik" ucap Pak Jaja melalui panggilan telepon itu.
"Iya Pak, ya sudah besok saja kita ketemu di lokasi, karena malam ini juga tidak mungkin bukan alat berat bekerja" ucap Azman melalui panggilan telepon itu.
"Iya pak, sebentar saya ke tempat bapak saja dulu ini saya sedang memutar balik" ucap Pak Jaja melalui panggilan telepon itu.
"Iya Pak, saya di pinggir pantai pak" ucap Azman sambil memutuskan panggilan telepon itu lalu menyimpan ponselnya kembali ke saku celananya.
"Daim apakah warga desa itu tidak ada yang selamat" ucap Azman.
"Masih banyak jika malam ini di selamatkan namun jika besok maka semuanya sudah meninggal" ucap Daim dengan santai.
"Haissssss kau ini kenapa tidak bilang dari tadi" ucap Azman sambil berdiri.
__ADS_1
"Katanya kau mau tidur nyenyak malam ini" ucap Daim sambil tetap bersandar santai ke pohon kelapa itu.
"Iya kan aku kira tidak ada musibah seperti ini" ucap Azman sambil membereskan barang barangnya kembali ke Box pannier motornya.
Azman juga membongkar tendanya dan bersamaan dengan satu Nissan Navara Tim SAR parkir di dekat motornya.
"Malam Pak Azman" ucap Pak Jaja yang terlihat turun dari dalam mobil Nissan Navara tersebut.
"Malam Pak, sebentar ya pak saya bereskan dulu tenda saya, saya tidak jadi berkemah disini" ucap Azman sambil terus membereskan tendanya lalu memasukan ke dalam Box pannier motornya itu.
"Maaf Pak, jika gara gara saya bapak tidak jadi berkemah disini" ucap Pak Jaja dengan sangat sopan.
"Tidak Pak, tapi ternyata masih banyak yang bisa kita selamatkan jika kita menolong mereka malam ini juga, bisakah bapak menghubungi yang lainnya agar siap bekerja" ucap Azman sambil tetap merapikan barang barang di Box pannier motornya itu.
"Baik Pak saya akan hubungi mereka" ucap Pak Jaja sambil mengambil radio komunikasi miliknya.
"Kalian dengarkan baik baik, saya sedang bersama Pak Azman dan informasi dari Pak Azman masih banyak penduduk desa yang bisa kita selamatkan malam ini jadi malam ini juga kita akan melakukan penggalian, tunggu saya dan Pak Azman datang" ucap Pak Jaja melalui radio komunikasi miliknya.
"Persiapkan semuanya setelah sampai lokasi, langsung koordinasi dengan petugas kepolisian dan TNI juga, ingat tidak ada yang menggali atau masuk area sebelum kami datang" ucap Pak Jaja kembali.
"Siap monitor Ndan" ucap anggota Tim SAR melalui radio komunikasi itu bersamaan dengan Azman yang selesai membereskan semua barang miliknya.
"Pak Jaja, bapak duluan saja saya akan mengikuti bapak di belakang, jadi kita bisa lebih cepat kesananya" ucap Azman sambil memakai jaketnya.
"Baik Pak" ucap Pak Jaja sambil naik ke dalam mobilnya.
Azman juga sama langsung memakai helmnya lalu naik ke atas motornya dan menyalakan motornya itu.
Daim dengan sigap naik ke jok penumpang sesaat sebelum Azman menjalankan motornya itu.
"Daim berapa lama waktu kita" ucap Azman sambil menjalankan motornya mengikuti mobil Nissan Navara yang di naiki oleh pak Jaja.
__ADS_1
"Maksimal empat jam, lewat dari empat jam maka mereka akan kehabisan oksigen" ucap Daim.
"Semoga kita bisa menolong banyak nyawa" ucap Azman sambil terus mengendalikan laju motornya itu.
"Azman kau tidak mengantuk" ucap Daim.
"Sudah tidak, lagi pula mana bisa aku diam saja jika diam ku membuat banyak nyawa menghilang" ucap Azman.
"Ya inilah rahasia ilahi, bencana alam seperti ini di luar dugaan ku, sebenarnya aku mau mengajak mu ke sebuah perkemahan karena di perkemahan itu banyak yang kerasukan setiap harinya, makanya aku sebelumnya bersantai" ucap Daim.
"Iya tidak apa apa, besok besok jika urgensi seperti ini kabari saja dulu" ucap Azman.
"Oke lain kali aku akan menyampaikannya langsung kepada mu" ucap Daim.
"Apakah ini ada hubungannya dengan penampakan perempuan berbaju hijau itu" ucap Azman.
"Tidak ini murni karena bencana alam saja, karena para penduduk itu tinggal di lereng gunung" ucap Daim.
"Jadi murni bencana alam ya, aku kira ulah makhluk gaib lagi" ucap Azman sambil tertawa ringan.
"Justru ini ulah manusia yang merusak hutan di atas desa itu" ucap Daim.
"Ya begitulah, manusia kadang jika sifat rakusnya timbul lupa dengan dampak dan akibat" ucap Azman sambil terus fokus mengendarai motor besarnya itu, karena mobil Pak Jaja melaju sampai delapan puluh kilometer per jam.
Mereka mulai berbelok ke kiri dan kini jalanan mulai berubah menjadi jalan tanah berbatu yang cukup licin namun Azman masih bisa melewatinya dengan mudah karena memang dia sudah sangat terlatih untuk hal seperti ini.
Malam itu terasa sangat dingin dan Azman bisa melihat jika sebelumnya disana terjadi hujan yang sangat lebat karena jalan tanah itu sangat licin dan basah demikian juga pepohonan juga masih sangat basah.
Mereka terus melaju mengikuti jalan tanah berbatu itu sampai akhirnya tiba di sebuah tanah lapang, di tanah lapang itu juga sudah terparkir beberapa mobil Tim SAR, mobil pihak kepolisian, mobil TNI dan ambulance serta mobil media televisi serta banyak motor trail juga.
Kehadiran Azman bagi banyak orang disana seperti menemukan sumber air di padang pasir untuk anggota tim sar dan juga pihak media televisi karena mereka sudah tahu kemampuan Azman dalam menemukan korban yang hilang sebelumnya.
__ADS_1