Petualangan Misteri Azman

Petualangan Misteri Azman
Desa di tengah lembah 2


__ADS_3

Beberapa menit berlalu dan kini mereka sampai ke bawah lembah, nampak jika ada satu desa di depan mereka, desa yang sangat asri dengan bangunan - bangunan tradisional khas Jawa Tengah.


Nampak jika mobil Tim Sar yang di kendarai Azman perlahan memasuki desa tersebut dan nampak juga jika penduduk desa melihat ke arah mobil dengan wajah yang terlihat ramah.


“Azman, terus saja, rumah kepala desanya masih di depan.” Ucap Pak Jaja mengarahkan Azman.


“Wah Pak, desa ini termasuk ajaib ya, dengan perjalanan yang lumayan ekstrim kita menemukan desa seindah ini.” Ucap Azman.


“Benar, aku sendiri menemukan desa ini tidak sengaja dulunya, dan masyarakat disini juga sangat ramah, kau tahu mereka sangat terbuka dengan orang luar.” Ucap Pak Jaja.


“Desa seperti ini bisa mendapatkan masalah apa, secara mereka jauh dari mana - mana loh.” Ucap Azman.


“Nanti kau akan tahu sendiri, itu rumahnya yang sebelah kanan kita, parkir saja di pinggir jalan tidak perlu masuk ke halamannya.” Ucap Pak Jaja sambil menunjuk sebuah rumah besar yang terbuat dari kayu jati dan nampak memang jika rumah itu merupakan rumah yang di bangun sudah puluhan tahun.


Azman hanya mengangguk dan dia pun langsung mengikuti arahan dari Pak Jaja dengan memarkirkan mobil di pinggir jalan di depan rumah itu.


Azman dan Pak Jaja pun langsung turun dari dalam mobil dan nampak jika ada seorang pria sepuh yang menyambut kedatangan mereka.


“Jaja, sudah lama sekali kau tidak berkunjung kesini, terima kasih kau sudah mau datang kesini ya.” Ucap Pria Sepuh tersebut sambil berjabat tangan dengan Pak Jaja.


“Mbah Hardiyata maafkan saya yang baru bisa datang kesini lagi, anda masih saja tidak berubah, saya yang semakin tua namun anda masih tetap sama seperti sepuluh tahun yang lalu, perkenalkan ini Azman anak angkat saya.” Ucap Pak Jaja sambil memperkenalkan Azman.


“Saya Azman Mbah.” Ucap Azman sambil berjabat tangan dengan Pria Sepuh yang bernama Hardiyata tersebut.

__ADS_1


“Ayo kita berbincang di rumah Mbah saja, kalian pasti Capek bukan, masa iya kita hanya berdiri disini.” Ucap Mbah Hardiyata sambil mempersilahkan Pak Jaja dan Azman untuk mengikutinya.


Mereka bertiga pun berjalan ke arah rumah besar tersebut dan duduk di kursi jati besar yang ada di ruang tamu, Azman nampak sangat takjub dengan isi rumah itu karena dia melihat jika furniture rumah itu semuanya terbuat kayu jati yang usianya sudah ratusan tahun namun masih sangat terawat.


“Mbah, kenapa sepi rumah Mbah ini?.” Tanya Pak Jaja.


“Mereka ada di belakang, sebentar lagi juga kesini membawakan minuman untuk kita.” Ucap Mbah Hardiyata.


“Oh iya Mbah, maaf untuk mempersingkat waktu bisakah Mbah menjelaskan lebih terperinci masalah yang terjadi di desa Mbah ini.” Ucap Pak Jaja.


“Jadi begini, sepuluh hari yang lalu ada dua perempuan warga desa yang hilang, dan dua hari setelah kejadian itu ada desa kami ini jika malam menjadi tidak tenang, setiap malam desa kami ini berubah menjadi desa yang penuh rasa ketakutan dari penduduk desa ini, tidak ada seorang pun yang berani keluar, ini dikarenakan kami selalu mendengar suara tangisan perempuan, kami pernah mencari sumber suara itu namun tidak berhasil, selain itu pernah ada beberapa warga desa yang melihat sosok perempuan dengan wajah yang hancur melayang di jalanan desa, bahkan semalam suara tangisan itu kembali kami dengar, suara itu sangat menyayat hati dan menimbulkan ketakutan di semua warga desa.” Ucap Mbah Hardiyata menjelaskan dan nampak jika ada seorang perempuan berusia empat puluh tahunan yang datang menyajikan teh poci untuk mereka semua lalu meninggalkan mereka lagi.


“Mbah, dua perempuan itu yang hilang itu apakah masih satu rumah, dan berapa usia mereka, apakah perkara ini sudah di laporkan ke pihak kepolisian, mengenai hilangnya mereka.” Ucap Pak Jaja.


“Mbah, boleh saya mengunjungi rumah itu, siapa tahu ada petunjuk.” Ucap Azman.


“Rumahnya itu di seberang rumah Mbah, nanti ke sanalah, kunci pintu rumah itu sudah rusak karena kami rusak saat ingin memeriksa mereka.” Ucap Mbah Hardiyata.


“Apakah mereka memiliki keluarga di desa lain atau di kota lain?.” Tanya Pak Jaja.


“Tidak, mereka tidak memiliki siapapun, mereka asli desa ini jadi Mbah kenal baik mereka, dan ini sangat aneh karena tidak biasanya mereka pergi tanpa berpamitan sama sekali, padahal sorenya mereka masih berkunjung kesini.” Jawab Mbah Hardiyata.


“Pak Jaja, sepertinya malam ini kita akan menginap di desa ini saja, karena jika memang kedatangan dari hantu perempuan itu pada malam hari maka saya ingin melihatnya.” Ucap Azman berbicara pelan ke Pak Jaja.

__ADS_1


“Tentu saja, dan Mbah bisakah kami berdua menginap semalam di desa Mbah ini, agar kami bisa mengetahui sebenarnya apa yang terjadi.” Ucap Pak Jaja.


“Tentu saja boleh, kalian berdua nanti bisa tidur di paviliun belakang saja, seperti saat kau dulu tinggal disini.” Ucap Mbah Mirno.


“Terima kasih Mbah.” Ucap Pak Jaja.


“Pak, sudah mau waktu Ashar, sebaiknya kita shalat dzuhur dulu saja, sebelum terlambat, dimana ya masjid nya.” Ucap Azman mengingatkan, karena memang mereka belum melaksanakan shalat Dzuhur.


“Benar, Mbah kami pamit ke masjid dulu ya.” Ucap Pak Jaja sambil berdiri dan demikian juga dengan Azman.


“Kau masih ingat kan tempatnya.” Ucap Mbah Hardiyata.


“Masih Mbah, kami permisi sebentar ya Mbah.” Ucap Pak Jaja.


“Pergilah dan nanti langsung ke paviliun belakang saja ya.” Ucap Mbah Hardiyata.


“Baik Mbah.” Ucap Pak Jaja yang langsung melangkah keluar dari dalam rumah itu berdampingan dengan Azman.


Mereka berdua pun kemudian berjalan ke arah masjid desa dan nampaknya jika Pak Jaja sangat mengetahui area desa tersebut, karena jalan yang dilalui bukan jalan utama melainkan jalan kecil di samping rumah Pak hardiyata.


“Itu akan jadi rumah kita sementara.” Ucap Pak Jaja menunjuk sebuah rumah kayu yang terletak di belakang rumah Mbah Hardiyata dan memang mereka melewati samping rumah tersebut.


“Iya Pak, dan itu rumah yang sudah sangat tua ya, namun terlihat masih sangat bagus dan juga terawat.” Ucap Azman sambil melihat ke arah rumah tersebut.

__ADS_1


__ADS_2