
“Kalian ini ada ada saja, ya sudah namun pakai mobil saja, dan jangan sendirian perginya, nanti malah tersesat lagi jika sendirian.” Ucap Pak Jaja.
“Tunggu dulu, gunakan ini saja untuk membeli rokoknya ya, sekalian saja dengan punya ku satu slop lagi.” Ucap Azman sambil memberikan lima juta rupiah ke salah seorang anggota Tim Sar anak buah Pak Jaja itu.
“Alhamdulillah, terima kasih Pak Azman, siap rokok anda satu slop.” Ucap anggota Tim Sar yang menerima uang dari Azman itu.
“Kalian ini dasar modus, kalian sengaja pamit depan Pak Azman kan biar dapat uangnya lagi.” Ucap Pak Jaja.
“Sudah tidak apa apa, kan kebersamaan itu mahal, jika kurang maka kalian tutupi saja dulu dan sampaikan kepada ku ya.” Ucap Azman.
“Siap Pak Azman, mohon Izin komandan, kami pamit.” Ucap salah seorang diantara mereka dan mereka pun langsung meninggalkan tenda komando itu dengan segera.
“Pak Azman anda ini terlalu memanjakan mereka loh, kan saya jadi tidak enak dengan anda.” Ucap Pak Jaja.
“Tidak apa apa, selagi masih ada maka tidak masalah, toh kita ini kan saudara, masa iya saya asyik menikmati rokok sedangkan mereka harus cemberut nanti yang ada rokok saya yang mereka habiskan dan saya yang jadi cemberut Pak.” Ucap Azman.
“Pak Azman ini benar - benar sesuai perkiraan saya, anda sangat baik dan juga sangat dermawan, saya benar - benar beruntung bisa mengenal Bapak.” Ucap Pak Ridho.
“Wah Bapak ini ada - ada saja, saya ini hanya manusia biasa Pak, tidak sebaik yang Bapak kira.” Ucap Azman.
__ADS_1
“Oh iya, apa pemimpin Tim Sar Jawa Barat sudah menyampaikan kepada Pak Ridho apa yang saya beritakan tadi.” Ucap Pak Jaja.
“Perkara apa itu komandan, kami belum tahu dan belum mendapatkan informasi apapun.” Ucap Pak Ridho.
“Itu tadi saya sampaikan jika kini semua anggota Tim Sar dan anggotanya telah mendapatkan jaminan fasilitas kesehatan di semua rumah sakit milik Pak Azman ini dan cukup dengan memperlihatkan kartu tanda anggota Tim Sar saja sedangkan untuk anggota keluarga maka cukup dengan di tambah kartu keluarga ya.” Ucap Pak Jaja.
“Alhamdulillah, ini benar benar berita baik yang enak di dengar, karena memang ada anggota saya yang istrinya harus menjalani operasi kanker dan memerlukan biaya yang besar sedangkan di rumah sakit umum daerah operasi itu tidak bisa di lakukan harus ke rumah sakit besar, setelah kesana ternyata tidak semua biaya ditanggung.” Ucap Pak Ridho.
“Pak Ridho dimana yang bersangkutan berada, apa dia ikut dalam misi evakuasi bencana kali ini.” Ucap Azman.
“Ikut Pak, tolong salah seorang dari kalian panggilkan Pak Eman suruh kesini agar bercerita langsung dengan Pak Azman.” Ucap Pak Ridho.
Azman hanya diam dan kembali menyalakan sebatang rokoknya lagi dan sejak selesai makan dia sudah menghabiskan tiga batang sehingga ini sekarang adalah yang keempat.
Tidak memerlukan waktu lama anggota Tim Sar itu kembali dengan membawa seorang anggota Tim Sar berusia empat puluh lima tahunan yang dimaksud oleh Pak Ridho.
“Pak Eman, duduklah dan ceritakan kepada Pak Azman mengenai masalah istrimu itu, insyaallah Pak Azman akan membantu Bapak.” Ucap Pak Ridho.
“Terima kasih Komandan, Pak Azman dan Bapak Komandan Jaja perkenalkan saya Eman Pak, kebetulan saya baru sepuluh tahun bergabung di Tim Sar ini dan sedang memiliki kendala yang cukup membuat saya pusing dimana istri saya ternyata terkena kanker payudara dan sudah harus menjalani operasi pengangkatan dan prosedur media lainnya, namun setelah saya bawa ke rumah sakit umum daerah ternyata fasilitasnya belum ada dan harus di lakukan di rumah sakit besar, saya pun membawa istri saya kesana namun ternyata tidak semua biaya ditanggung dan saya belum mempunyai biaya tambahannya itu, tadinya saya hendak menjaminkan sertifikat rumah dan tanah saya namun setelah saya pikir ulang ini bukan solusi yang tepat untuk saya dan keluarga saya, karena ternyata bunganya sangat besar dan saya belum tahu apakah kedepannya memerlukan biaya lagi atau tidak.” Ucap Pak Eman yang nampak menahan kesedihan yang sangat mendalam.
__ADS_1
“Pak Eman, begini saja, saat ini rumah sakit saya yang memiliki fasilitas terbaik kan adanya di jakarta jadi apakah anda bisa membawa istri anda kesana, saya akan menjamin semuanya dan semua kebutuhan anda selama di sana juga akan saya tanggung.” Ucap Azman.
“Pak Eman, jika anda bisa maka anda saya berikan izin sampai istri anda sembuh dan bisa beraktifitas kembali, jadi anda bisa fokus untuk pengobatan istri anda itu ya.” Ucap Pak Ridho.
“Alhamdulillah, Pak Azman dan Komandan terima kasih ini benar benar mukjizat nyata dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala, saya tidak tahu lagi harus berkata apa dan mohon maaf Pak Azman apa saja yang harus saya siapkan administrasinya.” Ucap Pak Eman yang meskipun menahan air matanya untuk keluar tetap saja keluar.
“Bapak cukup siapkan kartu tanda anggota Tim Sar bapak dan juga kartu keluarga Bapak saja ya, bawa saja aslinya nanti serahkan ke bagian pendaftaran, mereka akan mengurus semuanya kok.” Ucap Azman.
“Siap Pak, jika demikian saya mohon Izin untuk sekarang juga kembali dan biar malam ini saja saya membawa istri saya nya, namun ke rumah sakit mana ya Pak.” Ucap Pak Eman.
“Anda bawa saja ke rumah sakit Venues, dan bawalah ini untuk biaya perjalanan anda dan juga kebutuhan selama disana ya.” Ucap Azman sambil memberikan sepuluh juta rupiah yang dia ambil dari dalam tas kecilnya.
“Pak Azman, terima kasih banyak atas bantuan anda, anda benar benar dewa penolong untuk saya.” Ucap Pak Eman sambil menerima uang tersebut.
“Pak Eman, anda bawa saja mobil dinas anda, dan gunakan untuk membawa istri anda berobat ya, saya yang akan mengurus semua administrasi kantor nantinya.” Ucap Pak Ridho kembali.
“Siap Komandan, Pak Azman sekali lagi saya ucapkan terima kasih atas bantuan anda dan saya benar benar tidak tahu bagaimana saya bisa membalas budi atas kebaikan anda ini.” Ucap Pak Eman sambil berdiri dan berjabat tangan dengan Azman.
“Anda tetap jadi orang baik saja saya sudah sangat senang Pak dan sudah sangat puas, semoga istri anda segera pulih kembali ya Pak.” Ucap Azman yang masih berjabat tangan dengan Pak Eman.
__ADS_1
“Terima kasih Pak, dan Komandan saya mohon izin, terima kasih sekali lagi atas semua kemudahan dan kebaikan ini.” Ucap Pak Eman sambil kemudian berjabat tangan dengan Pak Jaja dan juga Pak Ridho lalu meninggalkan tenda komando itu.