Petualangan Misteri Azman

Petualangan Misteri Azman
Kabupaten Bandung 12


__ADS_3

Azman bersama dengan Pak Jaja dan Pak Ridho pun kini berdiri kurang lebih delapan meter dari tenda itu, karena memang mereka tidak ingin mendengar apa yang dibicarakan oleh semua tokoh desa itu.


"Pak Azman apakah ini tidak apa - apa, kita membiarkan mereka bernegosiasi." Ucap Pak Jaja.


"Tidak masalah Pak, kita memang harus memberikan ruang untuk mereka bernegosiasi, sudah apapun nanti keinginan mereka maka saya akan mengikutinya, tidak masalah untuk saya, namun melihat sudah arahnya maka saya mau minta tolong ke Pak Ridho untuk mulai evakuasi semua korban itu, lokasinya sesuai dengan bendera penanda yang saya tancapkan." Ucap Azman.


"Benar itu, silahkan Pak Ridho memimpinnya langsung saja, kerahkan semua orang yang kita punya, lakukan dengan segera karena ada lokasi lain juga yang harus kita urus." Ucap Pak Jaja.


"Siap, jika demikian saya mohon izin memulai evakuasi." Ucap Pak Ridho.


"Laksanakan dengan hati - hati, cepat dan teliti, utamakan keselamatan semua orang." Ucap Pak Jaja.


"Siap Komandan, atensinya saya perhatikan dan akan saya laksanakan." Ucap Pak Ridho sambil kemudian melangkah meninggalkan Azman dan Pak Jaja.


"Pak Jaja sebentar saya mau melakukan panggilan telepon dulu." Ucap Azman sambil mengambil ponselnya.


"Silahkan Pak." Ucap Pak Jaja.


"Pagi Pak Azman, ada yang bisa saya bantu untuk Bapak." Ucap seorang pria terdengar melalui panggilan telepon seluler itu.


"Pak Ferry, bagaimana kabar anda?." Tanya Azman.


"Kabar baik Pak, bagaimana dengan kabar Bapak." Ucap Pak Ferry.


"Saya juga baik, bagaimana sudah monitor tentang kebijakan saya untuk Tim Sar." Ucap Azman.

__ADS_1


"Sudah Pak, saya sudah monitor dan saya juga sudah menyampaikan ke seluruh staf saya juga." Ucap Pak Ferry.


"Oke, saya saat ini ada tidak jauh dari Ciwidey dan saya membutuhkan satu unit mobil ambulan serta satu unit mobil jenazah yang masih baru, kedua mobil ini mau saya hibahkan untuk penduduk sini, bisa anda kirimkan sekarang juga." Ucap Azman.


"Siap Bapak, kebetulan masih ada masing masing lima unit yang baru turun bpkb nya, mohon izin kemana saya harus kirimkan." Ucap Pak Ferry.


"Arahkan mereka ke daerah Ciwidey saja dulu, nanti jika aku sudah selesai akan aku kirimkan alamat lengkapnya, dan aku minta bawakan lima dokter dengan lima ambulan dan obat obatannya, tugas mereka untuk screening sekaligus mengobati penduduk dari enam desa yang ada nanti, berikan mereka bonus khusus untuk ini dan jika memerlukan bantuan rawat inap atau yang lainnya maka gratiskan saja, bisa anda kerjakan ini." Ucap Azman yang tidak menyadari jika saat ini Pak Jaja sudah berdiri bersama salah seorang sesepuh desa.


"Siap bisa, dalam satu jam paling lama akan saya kirimkan mereka ke Ciwidey dan menunggu disana." Ucap Pak Ferry.


"Oke. Nanti aku hubungi lagi dan terima kasih." Ucap Azman.


"Siap Pak, terima kasih juga sudah mempercayakan ini kepada saya." Ucap Pak Ferry.


"Sama - Sama Pak Ferry." Ucap Azman sambil kemudian mengakhiri panggilan telepon seluler itu dan menyimpan kembali ponselnya ke dalam saku celananya lalu membalikkan badannya kembali.


"Mari Pak." Ucap Azman sambil berjalan bersama dengan Pak Jaja dan juga tokoh desa itu.


Mereka pun duduk kembali di dalam tenda itu.


"Pak Azman mohon maaf sebelumnya, jadi kami sudah sepakat untuk tidak mengambil uang anda sepeser pun namun jika anda bantuan untuk pembangunan masjid maka itu beda lagi dan kami tidak akan menolaknya, anda sudah akan memberikan kami satu unit mobil ambulan dan satu unit mobil jenazah maka ini sudah lebih baik untuk kami semua." Ucap yang dituakan oleh semua sesepuh desa itu.


"Dalam satu jam rombongan ambulan dan mobil jenazah berikut dengan para dokter akan berangkat ke Ciwidey, dan dokter dokter saya itu akan memeriksa kesehatan semua warga desa bapak - bapak, jika seandainya nantinya mereka memerlukan perawatan di rumah sakit maka anak buah saya itu akan membawanya, lalu untuk mobil ambulan serta mobil jenazah keduanya dalam kondisi masih baru, saya akan berikan lengkap dengan bpkbnya juga, nanti juga pengemudi yang mengantarkannya akan menjelaskan semua fitur mobil mobil itu, mengenai pembangunan masjid dan mushola maka masing masing saya berikan seratus juta rupiah untuk mushola dan dua ratus juta untuk masjid, jadi total saya akan berikan tujuh ratus juta rupiah." Ucap Azman.


"Alhamdulillah terima kasih atas kemurahan hati Pak Azman." Ucap sesepuh desa itu dan Azman pun mengambil telepon selulernya lagi lalu menghubungi kembali Pak Ferry.

__ADS_1


"Pak Azman ada yang bisa saya bantu lagi." Ucap Pak Ferry.


"Tolong Siapkan enam ratus juta rupiah dalam pecahan seratus ribu, ambil uang ini dari uang saya saja ya, titipkan ke pengemudi ambulannya saja." Ucap Azman.


"Siap Bapak, saya akan siapkan juga uang tunainya sekalian, izin apakah ada lagi yang dapat saya kerjakan untuk Pak Azman." Ucap Pak Ferry.


"Sudah cukup, dan tunggu sebentar saya akan kirimkan alamat beserta penerimanya." Ucap Azman.


"Siap Bapak." Ucap Pak Ferry dan Azman pun langsung mengakhiri panggilan telepon itu.


"Bapak bisa saya minta alamat desa dan juga nomor telepon salah seorang dari Bapak - Bapak ini sebagai penerimanya." Ucap Azman.


"Biar ke saya saja Pak, kebetulan saya sebagai ketua dkm masjid." Ucap salah seorang sesepuh desa yang termuda.


"Baik, tolong tuliskan langsung disini saja nama bapak, nomor telepon dan alamat desanya ya, tolong tulis dengan detail jadi anak buah saya tidak akan tersasar." Ucap Azman sambil memberikan ponselnya.


"Baik Pak." Ucap ketua DKM itu sambil menerima ponselnya Azman.


Azman pun kini menyalakan sebatang rokoknya dan terlihat sangat menikmatinya sambil menunggu ketua DKM itu mengembalikan ponselnya.


"Pak Azman ini sudah semua saya tulis mohon di periksa dulu Pak takutnya ada yang kurang." Ucap ketua DKM itu memberikan kembali ponselnya Azman.


"Terima kasih Pak." Ucap Azman sambil menerima ponselnya dan membaca apa yang di tulis oleh ketua DKM itu lalu mengirimkannya ke Pak Ferry yang merupakan Direktur utama salah satu rumah sakit miliknya yang ada di kota Bandung.


"Baik, jika demikian urusan kita sudah selesai ya Pak, tinggal di tunggu saja nanti anak buah saya akan menghubungi Bapak, mengenai masalah surat - surat tanah nanti biar Pak Ridho saja yang menemui bapak bapak ya." Ucap Azman.

__ADS_1


"Pak Azman, kami sangat berterima kasih kepada anda, anda sudah sangat membantu kami, semoga Allah Subhanahu Wa Ta'ala selalu memudahkan urusan Bapak." Ucap Sesepuh desa.


"Aamiin Ya Rabbal Alamin." Ucap Azman.


__ADS_2