
"Silahkan pak, dan terima kasih" ucap Istri Imam Masjid itu sambil berdiri memberikan ruang untuk Azman.
Azman langsung maju dan memegang kepala anak Imam Masjid itu.
"Allahumma rabban nasi, adzhibil ba’sa. Isyfi. Antas syafi. La syafiya illa anta syifa’an la yughadiru saqaman. (Tuhanku, Tuhan manusia, hilangkanlah penyakit. Berikanlah kesembuhan karena Kau adalah penyembuh. Tiada yang dapat menyembuhkan penyakit kecuali Kau dengan kesembuhan yang tidak menyisakan rasa nyeri,)" ucap Azman sambil kemudian melepas tangannya itu.
"Aamiin Ya Rabbal alamin" ucap semuanya kompak.
"Bapak, Ibu" ucap anak dari imam masjid itu yang terbangun dan langsung duduk mengagetkan semuanya.
"Sebenarnya anak itu di masuki oleh roh halus dan jiwanya di ajak main di dunianya roh halus itu seperti kau yang masuk ke dunia kuntilanak" ucap Daim yang tiba tiba muncul di seberang Azman terpisah oleh tempat tidur anak itu.
"Kok bisa langsung sadar" ucap Azman dalam hatinya.
"Iya maaf tadi aku masuk ke badan mu lagi pas kau menyentuh kepalanya dan aku mengeluarkan jiwa anak itu" ucap Daim.
"Trus roh halusnya" ucap Azman dalam hatinya berkomunikasi dengan Daim.
"Sudah hancur" ucap Daim.
"Nak kau masih sakit, tidurlah dulu nak" ucap Ibu anak itu sambil mendekati anak perempuannya itu.
Anak itu terlihat kebingungan mendengar perkataan ibunya itu.
"Anak bapak sama ibu sudah sehat sepenuhnya kok sekarang, Pak bisa kita bicara di luar" ucap Azman dengan ramah ke Imam Masjid itu.
"Mari Pak" ucap Imam Masjid itu yang terlihat kebingungan sambil melangkah meninggalkan kamar itu di ikuti oleh Azman dan Pria ketua dkm itu.
Mereka kembali duduk di ruang tamu itu lagi pada posisi yang sama.
__ADS_1
"Pak Ustadz sebenarnya anak bapak dimasuki oleh roh halus dan jiwanya di bawa ke dunia roh halus itu jadi raganya meriang, namun kini sudah sembuh jika boleh saya tahu sebelum sakit anak bapak dari mana ya" ucap Azman dengan sangat ramah.
"Pak, maaf apakah bapak orang pintar" ucap Imam Masjid itu dengan sangat sopan.
"Maaf saya hanya memiliki kelebihan bisa melihat apa yang tidak bisa di lihat oleh orang lain saja Pak" ucap Azman dengan ramah.
"Anak saya bermain sama temen temennya di rumah kosong dekat sini pak, dan kedua temannya juga sama mendadak sakit pulangnya, mungkin bapak bisa melihatnya" ucap Imam Masjid itu dengan sangat sopan.
"Jauh rumah mereka?" Ucap Azman dengan ramah.
"Dekat Pak hanya terpisah beberapa rumah saja dari sini" ucap Imam Masjid itu dengan sangat sopan.
"Baiklah mari kita kesana" ucap Azman dengan ramah sambil berdiri.
"Daim bantu aku" ucap Azman dalam hatinya sambil melihat ke arah Daim yang berdiri dekat pintu masuk rumah itu.
Mereka semua langsung keluar dari dalam rumah itu dan menuju rumah anak teman dari anak Imam Masjid itu.
Imam Masjid langsung menjelaskan maksud kedatangannya dan orang tua anak kedua itu pun mengizinkan Azman melihat anaknya.
Anak perempuan seusia anak Imam Masjid terlihat tidak berdaya terbaring di atas tempat tidur dan Azman kemudian mendekati anak perempuan tersebut.
"Daim ayo kita tolong anak ini" ucap Azman dalam hatinya dan terlihat jika Daim melesat ke tubuh Azman.
Setelah Daim masuk ke tubuhnya, Azman langsung memegang kepala anak perempuan itu
"Allahumma rabban nasi, adzhibil ba’sa. Isyfi. Antas syafi. La syafiya illa anta syifa’an la yughadiru saqaman. (Tuhanku, Tuhan manusia, hilangkanlah penyakit. Berikanlah kesembuhan karena Kau adalah penyembuh. Tiada yang dapat menyembuhkan penyakit kecuali Kau dengan kesembuhan yang tidak menyisakan rasa nyeri,)" ucap Azman yang terdengar oleh semua orang yang ada di sana.
Azman kemudian melepas tangannya itu dan melihat jika anak itu membuka matanya.
__ADS_1
"Ayah ibu ada apa ini kenapa aku disini, bukankah aku lagi main di rumah kosong itu" ucap Anak perempuan itu yang terlihat sangat kebingungan melihat sekelilingnya yang banyak orang.
"Bapak terima kasih sudah menyembuhkan anak saya" ucap ayah anak perempuan itu dengan sangat sopan dan berjabat tangan dengan Azman.
"Sama sama pak, kami permisi masih ada satu anak lagi soalnya" ucap Azman dengan ramah lalu keluar dari dalam kamar dan rumah itu bersama dengan Imam Masjid dan Ketua DKM.
Mereka bertiga kemudian ke rumah ketiga dan di rumah ketiga pun Azman sukses menyembuhkan anak perempuan itu lalu mereka berjalan bersama ke rumah kosong yang menjadi sumber petaka itu.
"Rumah ini banyak sekali penunggunya pak, boleh saya tahu kenapa rumah ini sampai kosong" ucap Azman dengan sangat ramah dan saat ini mereka bertiga berdiri di luar rumah itu.
Azman melihat jika di rumah itu setidaknya ada lima roh halusnya.
"Pemilik rumah ini sekeluarga kecelakaan saat menaiki Bis dan Bis nya masuk jurang jadi rumah ini sudah lama kosong, kurang lebih sudah lima tahun yang lalu" ucap ketua DKM menjelaskan dengan sangat sopan.
"Sudah ayo kesana, kita hancurkan mereka" ucap Daim yang masih di dalam tubuh Azman.
"Bapak bapak disini saja ya, namun mohon sambil berdzikir agar pikiran bapak bapak tidak kosong" ucap Azman sambil melangkah memasuki rumah kosong yang pintunya sudah tidak ada itu maupun kaca kaca jendelanya.
Azman melihat jika di salah satu pojok ruang tamu itu ada sosok perempuan berbaju putih berambut panjang berlumuran darah sedang berjongkok melihatnya dan dia langsung mendekati sosok itu lalu dengan cepat mencekik leher sosok kuntilanak itu.
Azman berhasil mencekik leher kuntilanak itu lalu kembali berdiri dan mengangkat kuntilanak itu dan mengencangkan cengkraman tangannya.
Srooook Srooook Srooook Srooook Srooook
Terdengar suara seperti orang sedang menyapu dan suara ini akibat gesekan dari rambut panjang kuntilanak itu.
"Allahu laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyum. Laa ta’khudzuhuu sinatuw wala naum. Lahuu maa fissamaawaati wa maa fil ardh. Man dzal ladzii yasfa'u ‘indahuu illaa bi idznih. Ya’lamu maa baina aidiihim wamaa khalfahum.Walaa yuhiithuuna bi syai-im min ‘ilmihii illa bi maa syaa-a. Wasi’a kursiyyuhus samaawaati wal ardha walaa ya-uuduhuu hifzhuhumaa Wahuwal ‘aliyyul ‘azhiim.
(Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.)" ucap Azman sambil mengencangkan cengkeraman tangannya dan wussssss kuntilanak itu hancur dan langsung menghilang dari pandangan Azman.
__ADS_1