Petualangan Misteri Azman

Petualangan Misteri Azman
Penunggu Pantai 2


__ADS_3

Azman pun tidak membuang waktu dan dia langsung membereskan barang - barang di mobilnya, namun tidak semua barang dia turunkan hanya pakaian untuk mereka berganti saja, lalu dia pun kembali duduk di teras villa tersebut.


“Vila ini begitu tenang, aku tidak merasakan adanya gangguan apapun disini namun entah kenapa aku merasa jika ketenangan ini adalah hal yang tidak biasa.” Ucap Azman berbicara sendiri sambil kemudian menyalakan sebatang rokoknya dan melihat sekelilingnya.


Teras tersebut memang mengarah ke arah pantai namun karena pagar halaman villa tersebut tidak tinggi sehingga dia masih bisa melihat area sekelilingnya dan Azman memang merasa ada yang aneh dengan pantai tersebut.


Azman pun berdiri dan langsung melangkah ke arah pantai lalu duduk di atas salah satu batu karang yang ada disana sambil memandangi lautan yang ombaknya cukup tenang  meski hari sudah sore.


“Daim apakah kau bisa mendengarkan ku?.” Tanya Azman dalam hatinya mencoba berkomunikasi dengan Daim sahabatnya dari kaum Jin.


“Azman ada apa gerangan, sudah lama kau tidak berkomunikasi dengan ku.” Jawab Daim yang hanya terdengar oleh Azman seorang.


“Daim, ini soal Azizah, kemampuannya sedikit berkurang apakah ini hal yang wajar?.” Tanya Azman.


“Itu wajar karena dia menikah dengan mu, sehingga dia menyesuaikan diri, namun kau tidak perlu khawatir nanti setelah dia melahirkan anakmu dia akan normal kembali dan sekuat dulu, namun ada baiknya jika selalu menjaganya, jika bisa jangan biarkan dia bertarung dengan makhluk terkutuk dahulu, karena akan ada masa dia benar - benar seperti manusia pada umumnya, itu nanti pada saat dia mengandung anak mu.” Jawab Daim.


“Apakah sebaiknya aku tidak mengajaknya dalam perjalananku ini?.” Tanya Azman kembali.


“Tidak masalah, selama kau bisa menjaganya, dan jika ada hal yang darurat segera kau panggil aku agar aku bisa menjemput keponakanku itu.” Jawab Daim.


“Baiklah jika demikian, sampaikan salam ku untuk ayah dan ibu ya.” Ucap Azman.

__ADS_1


“Akan aku sampaikan salam mu, jaga diri baik - baik dan jagalah selalu Azizah.” Ucap Daim.


“Tentu saja akan aku lakukan.” Jawab Azman sambil melihat jika ombak perlahan mulai meninggi dan hampir mengenainya.


Azman pun kemudian berdiri dan berjalan kembali ke teras villa lalu kembali duduk di kursi teras tersebut.


Satu jam berlalu dan nampak jika Azizah datang menemui Azman di teras villa tersebut dengan membawa beberapa piring yang sudah berisi makanan hasil dia memasak.


“Suamiku, ayo kita makan, sebentar lagi masuk waktu magrib agar kita bisa shalat berjamaah.” Ucap Azizah sambil meletakkan piring - piring yang di bawanya dan duduk di samping Azman.


Mereka berdua pun makan dengan lahap dan bahkan Azman sampai menambah makanannya itu dan benar saja tidak lama kemudian Adzan magrib pun berkumandang, Azman bersama Azizah pun bergegas berjalan meninggalkan villa yang di sewanya karena mereka ingin shalat berjamaah di masjid besar yang ada di seberang penginapan itu.


“Malam Pak, maaf apakah anda Pak Azman.” Ucap seorang pria berusia lima puluh tahunan yang langsung menyodorkan tangan kanannya untuk berjabat tangan dengan Azman.


“Malam juga Pak, benar saya Azman, apakah ada yang bisa saya bantu untuk anda.” Ucap Azman sambil menjabat tangan pria tersebut.


“Perkenalkan nama saya Deni pak, saya pemilik dari penginapan itu, bisa saya berbincang dengan Anda?.” Ucap Pria tersebut yang mengaku bernama Deni dan merupakan pemilik dari penginapan tempat Azman menyewa villa.


“Senang bertemu dengan anda Pak Deni, ini Azizah istri saya silahkan duduk Pak, kita berbincang disini saja ya Pak, karena kami sedang menunggu waktu shalat Isya.” Ucap Azman memperkenalkan Azizah dan meminta Pak Deni untuk duduk di sebelah kirinya, karena sebelah kanannya ada Azizah.


“Pak Azman, ini suatu keberuntungan untuk saya bisa berjumpa dengan Anda dan istri anda, saya sudah cukup lama melihat kebaikan - kebaikan anda di televisi dan akhirnya saya bisa mengenal anda, ada satu hal yang sebenarnya ingin saya bincangkan dengan anda mengenai pantai disini.”  Ucap Pak Deni setelah duduk di sebelah Azman.

__ADS_1


“Pak Deni, pantai ini sangat bagus namun terlalu tenang, hal apa yang ingin anda bahas dengan saya, selama saya bisa membantu anda maka dengan senang hati saya akan melakukannya.”  Ucap Azman.


“Pak Azman, pantai ini memang lebih tenang dari pada pantai yang lainnya, dan banyaknya pepohonan disini membuat pantai disini lebih nyaman, akan tetapi entah kenapa setiap tahunnya ada saja pengunjung yang hilang di pantai ini.” Ucap Pak Deni menjelaskan.


“Pak Deni, bisa lebih detail menjelaskannya kepada saya, hilang bagaimana maksud anda?.” Tanya Azman yang nampak bingung dengan penjelasan Pak Deni.


“Jadi begini Pak Azman, kejadian di pantai ini mirip dengan pantai - pantai lainnya, ada saja yang tenggelam dan jenazahnya tidak bisa di temukan, namun kejadian ini hanya terjadi satu tahun sekali disini, sehingga menurut saya hal ini cukup tidak wajar.” Ucap Pak Deni.


“Usia berapa yang tenggelam dan apakah mereka sedang berenang di pantai atau bagaimana Pak?.” tanya Azman.


“Usia beragam Pak namun semuanya wanita dan iya mereka rata - rata berenang di malam hari, padahal sudah ada larangan untuk berenang di malam hari namun entah kenapa selalu saja ada yang melakukannya.”  Jawab Pak Deni.


“Pantai disini cukup datar dan luas juga, dan menurut saya wajar saja ada yang berenang di malam hari, lalu upaya apa yang sudah di lakukan oleh orang - orang sini Pak selain memasang plang larangan berenang di malam hari itu?.” Ucap Azman.


“Di pantai ini tidak ada petugas keamanannya Pak, dulu ada namun karena satu dan lain hal alhasil sekarang tidak ada warga yang berani untuk menjadi keamanan pantai ini di kala malam hari.” Ucap Pak Deni.


“Apakah anda mengetahui alasan mereka tidak mau bekerja di malam hari?.” Tanya Azman.


“Ada yang bilang jika mereka suka mendapatkan gangguan dari makhluk gaib dan ada juga yang bilang jika mereka tidak kuat dengan angin malamnya Pak, tapi saya sendiri tidak mengetahui alasan tepatnya, karena mereka semua yang pernah bekerja malam tidak mau bercerita yang sebenar - benarnya Pak.” Ucap Pak Deni.


“Pak Deni, saya kan menginap di sini untuk satu minggu, jadi bagaimana jika nanti malam anda mengundang mereka yang pernah bekerja malam ke villa yang saya sewa saja, biar bisa berbincang santai disana, karena tanpa masukan dari mereka akan lebih susah untuk memecahkan misteri ini Pak.” Ucap Azman.

__ADS_1


__ADS_2