Petualangan Misteri Azman

Petualangan Misteri Azman
Gua Kematian 27


__ADS_3

“Pak Azman, ide anda lebih baik untuk kita semua, dan saya menyetujuinya, saya tidak ingin ada lagi yang terluka atau tersasar, apakah ini labirin buatan manusia?.”  Ucap Pak Danu sambil terus memperhatikan anak buahnya yang ada jauh di bawahnya.


“Besar kemungkinan ini buatan manusia Pak, namun ini sudah terbentuk bertahun - tahun yang lalu, memerlukan penelitian yang lebih untuk mengetahui lebih lanjut, nanti anda gunakan tali karmantel ini untuk menarik anak buah anda kesini, saya sendiri akan melihat apakah lorong itu menuju keluar atau tidak.” Ucap Azman sambil memberikan ujung tali karmantel yang ujung satunya telah dia ikat di sebuah batu besar.


“Pak Azman, apakah tidak sebaiknya anda menunggu anak buah saya tiba disini dan bersama - sama melihat ujung dari lorong yang ada di atas itu.” Ucap Pak Danu sambil menerima ujung dari tali karmantel yang di berikan oleh Azman.


“ Pak Danu, dalam situasi ini lebih baik kita membagi tugas, anda tidak perlu khawatir, saya bisa memanjat dinding itu dengan mudah, dan anda jangan khawatir saya tidak akan kemana - mana kok, hanya penasaran dengan lubang besar itu saja.”  Ucap Azman sambil melangkah mendekati  dinding berbatu.


“ Berhati - hatilah Pak, dan jika ada sesuatu silahkan panggil saya melalui radio komunikasi.”  Ucap Pak Danu yang sedikit keberatan dengan kepergian Azman.


“Tentu saja.” Ucap Azman sambil mulai memanjat dinding gua itu dan Pak Danu hanya bisa berdiri memandanginya.


Perlahan namun pasti Azman pun memanjat dinding berbatu itu dan benar tidak terlalu sulit untuknya untuk bisa memasuki lubang besar yang ada di atas itu, Azman pun terus memanjat dengan penuh kehati - hatian.


“Suamiku dimana dirimu, kau sudah pergi cukup lama?.”  Terdengar suara Azizah di kepala Azman.


“Istriku aku masih di dalam Gua kematian dan ada labirin tua disini, saat ini aku sedang berusaha mencari jalan keluar terdekat.”  Jawab Azman melalui telepati sambil terus memanjat di lubang tersebut.


“Suara mu terdengar sangat dekat dan aku bisa merasakan dirimu, sepertinya kau ada di bawahku.”  Ucap Azizah melalui telepati juga.


“Istriku, bisakah kau ke sumur tua itu dan sorotkan lampu senter atau sumber cahaya lainnya, aku bisa melihat adanya cahaya langit namun aku tidak yakin jika aku akan muncul di sumur tua.”  Ucap Azman.

__ADS_1


“Sebentar, aku akan kesana, tapi karena disana ada banyak orang jadi aku akan berjalan kaki, kau sabar ya.”  Ucap Azizah.


“Iya istriku, aku kira masih dua puluh meter lagi untuk tiba keluar.” Ucap Azman sambil terus memanjat lubang tersebut dan memang dia bisa melihat cahaya bintang meskipun sekilas.


Sepuluh menit berlalu dan Azman bisa melihat sorot cahaya mengenai wajahnya dan dia pun berhenti memanjat, bahkan karena silaunya dia pun mengalihkan pandangannya.


“Suamiku, apakah itu kau?.” Tanya Azizah yang berteriak dari atas sumur tua.


“Istriku, matikan lampunya, lampu sorot itu membuat ku silau, dan lemparkan tali kesini.” Teriak Azman yang meskipun bisa bertelepati dengan istrinya dia memilih untuk berteriak agar semua anggota kepolisian yang berjaga di sana bisa mendengarnya.


Lampu sorot itu pun menghilang tidak lama kemudian dan berganti dengan sorot lampu senter yang di menyinari salah satu dinding lubang tersebut, sebuah tali karmantel juga perlahan di terjulur ke depan Azman.


“Suamiku, akhirnya kau berhasil keluar namun dimana yang lainnya?.”  Tanya Azizah sambil memeluk erat Azman.


“Istriku tolong lepaskan dulu ya.”  Ucap Azman sambil melepaskan pelukan istrinya itu.


“Pak Azman, dimana komandan dan rekan - rekan kami?.” Tanya salah seorang petugas kepolisian yang ada disana.


“Kalian bersiaplah dan gunakan sumur tua ini untuk mengevakuasi mereka, semua rekan kalian terjebak di sebuah labirin kuno dan Pak Danu ada di persis di bawah sumur tua ini, namun saya ingin mengetahui apakah pihak Tim SAR sudah kalian hubungi?.”  Ucap Azman.


“Tim SAR akan tiba dalam waktu tiga jam lagi Pak.” Ucap Petugas kepolisian lainnya.

__ADS_1


“Oke, kalian sekarang bantu evakuasi rekan kalian, dan sebaiknya kalian menyiapkan alat pengobatan serta tali karmantel yang panjang ya.” Ucap Azman mengarahkan.


“Siap Pak, anda beristirahatlah terlebih dulu, biar kami saja yang kesana menyelamatkan komandan dan rekan - rekan kami.” Ucap Salah seorang petugas kepolisian sambil mengarahkan tangannya meminta Azman untuk beristirahat.


“Lakukanlah, aku dan istriku akan menunggu sebelah sana saja.” Ucap Azman sambil menunjuk ke sebuah pohon  yang berada di sebelah kanannya dan langsung berjalan ke arah pohon itu bersama dengan Azizah.


Petugas kepolisian nampak langsung membagi tugas dan mereka pun mulai menyiapkan segala kebutuhan yang diperlukan untuk melakukan evakuasi.


“Pak Danu, apakah anda monitor?.”  Ucap Azman melalui radio komunikasi setelah duduk bersandar di pohon bersama dengan Azizah.


“Suara anda terdengar sangat jelas, apakah anda sudah menemukan jalan keluar yang lebih dekat atau anda memerlukan bantuan saya.” Ucap Pak Danu melalui radio komunikasi.


“Lubang yang saya masuki ternyata sumur tua yang sebelumnya saya temukan, saya sudah berhasil keluar dan anak buah anda akan segera kesana, sebaiknya anda rubah frekuensi radio anda agar bisa berkomunikasi dengan yang ada disini.”  Ucap Azman melalui radio komunikasi karena dia melihat jika petugas kepolisian yang ada disana tidak mendengar percakapan radio komunikasi mereka.


“Alhamdulillah jika anda sudah di luar, iya kita saat ini menggunakan jalur khusus, anda putar saja ke jalur satu ya, saat ini kita menggunakan jalur dua.” Ucap Pak Danu melalui radio komunikasi.


“Oke, kita gunakan jalur satu.” Ucap Azman sambil kemudian merubah channel frekuensi radio komunikasi milik pak Danu yang dia bawa sejak tadi di dalam gua kematian, karena ternyata radio komunikasinya kehabisan baterai


“Kalian jika monitor, segera kesini namun cukup dua orang saja, sisanya silahkan standby di atas saja, dan gunakan tali karmantel sepanjang seratus meter saja agar bisa langsung menarik rekan kalian yang masih ada di dalam labirin kuno.” Ucap Pak Danu melalui radio komunikasi dan kini suaranya bisa di dengar oleh semua petugas kepolisian yang ada di dekat Azman. 


“Monitor komandan, akhirnya kami bisa mendengar suara anda, baik, kami masih mempersiapkan semuanya dan kami akan memasang katrol di atas sumur tua ini jadi akan mudah untuk menarik anda dan juga yang lainnya.” Ucap salah seorang petugas kepolisian melalui radio komunikasi.

__ADS_1


__ADS_2