Petualangan Misteri Azman

Petualangan Misteri Azman
Desa di tengah lembah 22


__ADS_3

“Ya lakukanlah apa yang kau inginkan” Ucap Azman yang tetap mengikuti rombongan yang ada di depannya.


“Pak Azman, dimana selongsong peluru anda, seharusnya jika anda menembak satu kali ada satu selongsong dong” Ucap Pak Jaja yang penasaran karena dia yang pertama menemukan lokasi Azman terjatuh dan tidak menemukan selongsong peluru.


“Ada sama saya Pak” Ucap Azman sambil merogoh saku celananya dan memperlihatkan satu selongsong peluru.


“Anda masih sempat ya mengambilnya” Ucap Pak Umar.


“Ya dari pada hilang Pak, ini saya pertama kali menembak manusia loh, biasanya hanya target mati saja” Ucap Azman sambil menyimpan kembali selongsong pelurunya ke saku celana.


“Pak Azman, apakah anda masih ingat ciri - ciri orang yang menyerang anda” Ucap Pak Tino.


“Nanti di basecamp saya gambarkan Pak, saya masih ingat wajahnya kok” Ucap Azman.


“Nah ini lebih baik, jadi kita bisa lebih mudah mencari orang itu” Ucap Pak Tino.


“Jika saya yang di posisi anda mungkin saya akan menembak kepalanya Pak” Ucap Pak Umar.


“Untung saya bukan anda Pak” Ucap Azman sambil tersenyum ke Pak Umar.


Mereka terus berjalan dan dengan sambil terus berbincang sedangkan Daim nampak sudah terbang melesat ke arah desa kambali.


Setelah perjalanan panjang, mereka pun akhirnya sampai ke basecamp di luar desa dan langsung berkumpul di tenda komando, Azman pun langsung menggambar wajah dari orang yang menyerangnya lalu memberikan sketsa wajah tersebut ke Pak Tino.


Pak Tino dan Pak Umar pun kemudian mengerahkan semua orang yang ada disana untuk mulai mengepung desa dan mereka diperintahkan untuk menahan jika ada penduduk desa yang keluar dari desa.


“Pak Azman, anda tidak perlu ikut, saya yakin Pak Umar dan Pak Tino bisa membereskannya” Ucap Pak Jaja yang tidak ingin Azman ikut serta karena dia melihat Azman berdiri.


“Pak Jaja, saya bukan mau ikut serta namun saya ingin mengambil ransel saya di mobil anda untuk berganti pakaian, serta mengambil rokok saya” Ucap Azman.


“Anda meletakkan ransel dimana, saya tidak melihatnya” Ucap Pak Jaja.

__ADS_1


“Di belakang kursi penumpang belakang, ke tutup sama ransel anda” Ucap Azman.


“Pantas saya tidak melihatnya, sebentar saya saja yang mengambilkannya” Ucap Pak Jaja sambil buru - buru melangkah keluar dari dalam tenda komando dan Azman pun kembali duduk di kursi yang sebelumnya dia duduki. 


Dua orang tenaga medis nampak memasuki tenda komando dan langsung mendekati Azman.


“Pak Azman, kami kesini untuk mengganti perban ada.” Ucap salah seorang petugas medis.


“Silahkan, dan terima kasih ya” Ucap Azman mempersilahkan keduanya untuk bekerja.


Petugas medis itu pun dengan cekatan membersihkan luka di tubuh Azman dan mengganti semua perban yang ada lalu keduanya yang telah selesai langsung berpamitan dan keluar dari dalam tenda komando, bersamaan dengan datangnya Pak Jaja yang membawa tas ransel milik Azman.


“Azman ini ranselmu, jika kau mau aku bisa memanggil orang untuk membersihkan badanmu” Ucap Pak Jaja.


“Bapak ini bicara apa, saya masih cukup sehat untuk bisa membersihkan badan sendiri, sebentar Pak saya akan berganti pakaian dulu” Ucap Azman sambil berdiri lalu mengambil ranselnya dan melangkah keluar dari dalam tenda komando.


Azman pun langsung menuju ke mobil toilet umum untuk berganti pakaian disana sekaligus membersihkan badannya, sementara itu Pak Jaja menunggu di tenda komando.


“Pak Jaja monitor” terdengar suara dari radio komunikasi milik Pak Jaja.


“Masuk yang manggil saya” Ucap Pak Jaja menjawab melalui radio komunikasi.


“Ijin Ndan, di desa ada kejadian aneh, banyak penduduk desa yang tiba - tiba menjerit kesakitan dan nampak seperti kerasukan makhluk gaib, mohon petunjuk anda” Ucap Pak Umar.


“Pak Umar, tetap waspada terhadap orang - orang itu, dan sampaikan kepada semuanya untuk menjaga jarak, cukup di pantau saja dulu, nanti saya akan bincangkan terlebih dulu dengan Azman” Ucap Pak Jaja.


“Baik Ndan” Ucap Pak Umar dan Pak Jaja pun langsung menyimpan kembali radio komunikasi miliknya.


“Desa yang penuh tanda tanya, dan sebaiknya aku minum kopi terlebih dulu agar bisa berpikir dengan tenang” Ucap Pak Jaja sambil menengok ke anggota tim sar yang juga ada di dalam tenda komando.


“Siap Ndan, apa sekalian untuk Pak Azman” Ucap Anggota Sar itu.

__ADS_1


“Sudah pasti itu, sama kau juga jika kau mau, Pak Azman sama seperti ku, pahit tanpa gula ya” Ucap Pak Jaja.


“Siap, sebentar saya buatkan Ndan” Ucap Anggota Tim Sar itu sambil melangkah meninggalkan tenda komando dan kini hanya tinggal Pak Jaja seorang disana.


Pak Jaja pun langsung menyalakan sebatang rokoknya dan menghisapnya secara perlahan, dia mencoba menelaah semua yang sudah terjadi di desa tengah lembah itu.


Sepuluh menit berlalu dan anggota Tim sar yang membuat kopi sudah kembali dengan membawa dua cangkir kopi lalu meletakkannya di atas meja yang ada di depan Pak Jaja.


“Terima kasih ya” Ucap Pak Jaja bersamaan dengan Azman yang sudah kembali dan nampak lebih segar dengan pakaian yang baru.


“Sama - sama Ndan” Ucap Anggota Tim Sar itu yang langsung kembali duduk di kursi yang sebelumnya diduduki.


“Azman, duduklah dan minumlah kopi ini” Ucap Pak Jaja.


“Iya Pak, saya memang kangen merokok dan ngopi, selama saya di gua saya tidak merokok sama sekali” Ucap Azman sambil mengambil satu bungkus rokok dari dalam ranselnya.


“Apa kau lapar?” Tanya Pak Jaja.


“Tidak Pak, saya belum ingin makan” Ucap Azman sambil menyalakan sebatang rokoknya.


“Kau ini sudah membuat ku sangat khawatir, dan sebaiknya kau hubungi istrimu karena maaf bapak sudah menceritakan jika kau hilang” Ucap Pak Jaja.


“Saya sudah menghubungi istri saya dengan ini Pak” Ucap Azman sambil memperlihatkan telepon satelitnya yang sebelumnya dia simpan di dalam tas ranselnya.


“Ada berita aneh dari desa, disana ada beberapa orang yang tiba - tiba menjerit kesakitan dan nampak seperti orang kerasukan makhluk gaib” Ucap Pak Jaja.


“Biarkan saja Pak, tidak perlu di tolong, mereka itu yang bekerja sama dengan makhluk gaib, dan sedang di serang baik oleh makhluk gaibnya, dan nanti setelah selesai pihak kepolisian bisa menginterogasi mereka, saya sangat yakin jika mereka terlibat dengan pembunuhan Ibu itu” Ucap Azman seolah tidak peduli dengan warga desa.


“Baik jika begitu saya akan mengarahkan mereka” Ucap Pak Jaja sambil mengambil radio komunikasinya. 


“Semuanya dengarkan baik - baik, jangan ada yang mendekati orang yang kerasukan, namun cukup awasi saja mereka, mereka itu para pelaku kejahatan dan minta Pihak kepolisian untuk menangkap mereka setelah mereka sadar kembali” Ucap Pak Jaja melalui Radio komunikasi.

__ADS_1


“Siap Ndan” Ucap Pak Umar yang menjawab pertama dan di ikut oleh para pemimpin regu yang memegang radio jalur Tim Sar.


__ADS_2