Petualangan Misteri Azman

Petualangan Misteri Azman
Gunung Gelap Garut 8


__ADS_3

Mereka terus berjalan sampai mereka kini berjalan di pinggir sebuah tebing dengan jurang yang terlihat sangat dalam, disini kini keanehan pun mulai terjadi, dimana bau bangkai yang sangat menyengat kini mereka cium bahkan azman sampai menutup hidungnya agar tidak terlalu dengan bau menyengat tersebut.


“Daim apakah ada korban manusia disini sampai baunya seperti ini?.” Ucap Azman dalam hatinya yang bertanya ke Daim yang berjalan lima meter di depannya.


“Tidak ini bukan bau dari mayat manusia melainkan bau dari semua sundel bolong yang ada di hutan ini, suruh semuanya untuk lebih khusyu dalam berdzikir, serta ingatkan mereka untuk berhati - hati, ternyata sundel - sundel bolong ada di bawah sana sekarang, mereka bersembunyi karena kehadiranku, tapi karena rombongan kita saat ini sangat panjang maka sebaiknya kau minta mereka lebih hati - hati saja.” Ucap Daim.


“Baiklah, aku akan meminta mereka berhati - hati dan menjelaskan situasinya, lalu apakah masih jauh lokasinya?.” Ucap Azman dalam hatinya berkomunikasi dengan Daim.


“Tidak terlalu jauh lagi, mereka ada di sebuah lembah di depan kita dan jenazah - jenazah itu terletak dua ratus meter dari mereka yang selamat.” Ucap Daim.


“Pak Jaja, minta mereka yang ada di rombongan kita untuk lebih khusyu berdzikirnya dan selalu berhati - hati, bau busuk yang sangat menyengat ini merupakan bau dari kumpulan sundel bolong yang ada di bawah sana, dan tenang saja lokasi dari para korban sudah sangat dekat dengan kita, aku sangat takut ada hal buruk terjadi dengan mereka yang ada di belakang kita.” Ucap Azman ke Pak Jaja.


“Baik Pak Azman, saya akan memperingatkan mereka semua.” Ucap Pak Jaja sambil mengambil radio komunikasinya.


“Kalian semua dengarkan baik - baik, bau busuk yang sangat menyengat ini berasal dari jurang di bawah kita dan berasal dari kumpulan sundel bolong yang bisa kapan saja muncul, jadi Pak Azman minta kalian lebih khusyu dalam berdzikir dan lebih hati - hati, jangan tergoda dengan apapun dan jangan melakukan tindakan apapun tanpa seizinku, ingat semua harus sepengetahuan ku dan juga seizinku.” Ucap Pak Jaja melalui radio komunikasi.


Satu persatu komandan regu mulai merespon dan menyatakan jika mereka akan menyampaikan ke semua orang  yang ada dalam regu mereka.


Daim pun terus berjalan dan Azman bersama dengan yang lainnya pun mengikutinya meskipun sebenarnya yang mereka itu adalah Azman dan Pak Jaja yang berjalan paling depan sepengetahuan mereka.

__ADS_1


Auuuuuuuuuuuuk auuuuuuuuuuuuuuuk auuuuuuuuuukkkkkkkkkk suara suara lolongan serigala kini mulai terdengar oleh mereka semua.


Ribuan burung pun terlihat terbang meninggalkan kawasan hutan itu dan kejadian ini di lihat serta di dengar oleh semuanya.


Suara tangisan wanita kini jelas terdengar oleh mereka dan sangat menyayat hati, semua dalam rombongan penyelamat ini termasuk oleh Azman, dan bau yang sangat busuk itu semakin kuat tercium oleh mereka semua.


“Jangan dengarkan, tetap berdzikir.” Ucap Pak Jaja kembali melalui radio komunikasi.


“Tolooooooooong tolooooooooooooong.” terdengar suara wanita meminta pertolongan dan suaranya berasal dari jurang gelap yang ada di bawah mereka itu.


“Kalian hiraukan suara ini, jangan terpancing dan tidak perlu melihat kebawah, tetap fokus.” Ucap Azman melalui radio komunikasi karena dia tidak ingin jika sampai ada korban dari mereka. 


“Lebih keras berdzikirnya, kalahkan suara suara sundel bolong ini.” Ucap Pak Jaja melalui radio komunikasi juga.


“Oke kerjakan saja tugas mu, aku sudah kuat dengan bau mereka soalnya, dan tolong lakukan dengan segera.” Ucap Azman dalam hatinya dan dia kini melihat Daim terbang melayang ke arah jurang itu.


“Aku akan mengerjakannya secepat aku bisa, mungkin sebelum kau sampai disana jika aku sudah selesai.” Ucap Daim berteriak dan kini angin berhembus sangat kencang.


Hembusan angin yang sangat kencang ini bahkan sampai menerbangkan banyak dedaunan namun hal ini sangat membantu mereka dalam rombongan ini, karena bau busuk yang sangat menyengat itu kini sudah perlahan hilang, seolah olah hilang akibat tiupan angin itu.

__ADS_1


“Lima ratus meter lagi, kalian bertahanlah, jangan lengah, terus berdzikir dan terus berhati - hati.” Ucap Azman melalui radio komunikasi itu.


“Kalian sudah mendengarnya dari Pak Azman, jadi tetap fokus dan bersemangatlah.” Ucap Pak Jaja melalui radio komunikasi.


Jeritan jeritan kesakitan kini kembali terdengar oleh semuanya dan suara ini sangatlah menyayat hati, seperti suara ratusan perempuan yang sedang mengalami penyiksaan.


“Pak Azman suara - suara ini benar - benar mengganggu kita, jika saya boleh tahu apa yang  sebenarnya terjadi?.” Tanya Pak Jaja.


“Seperti yang bapak dengar pak, sundel bolong itu akan bersuara wanita dan mereka memang sedang kesakitan saat ini, semoga saja mereka segera musnah jadi kita pulangnya lebih nyaman, namun bapak tidak perlu bertanya bagaimana ini terjadi ya.” Ucap Azman yang tidak ingin memberitahukan detailnya.


“Suaranya sangat menyayat hati, pantas saja banyak yang terpancing dan menjadi korban selama ini, jika kami masuk sendiri bisa - bisa kami juga ikut menjadi korban.” Ucap Pak Jaja.


“Itulah makhluk gaib Pak, mereka ada banyak dan memiliki cara yang berbeda dalam mencelakai kita, dan yang lebih berbahaya ya seperti sekarang ini, pancingannya benar - benar mantap bukan.” Ucap Azman.


“Benar Pak, siapa yang akan mengindahkan suara permintaan tolong dari wanita, bahkan wanita sendiri jika mendengarnya akan berusaha mencari dan menolongnya.” Ucap Pak Jaja.


Mereka kini mulai berjalan menurun dan tidak lama kemudian mereka melihat banyak orang yang sedang duduk kurang lebih seratus meter dari mereka.


“Lihatlah, kita sudah menemukan yang selamat dan di depan mereka nanti ada jurang yang dibawahnya ada korban yang meninggal dunia, nanti kita bagi dua saja, tim sar agar evakuasi yang selamat dan Tim dari kepolisian serta TNI yang ke jurang itu, karena kan pihak kepolisian harus melakukan olah tempat kejadian perkara serta melakukan visum atas jenazah - jenazah itu.” Ucap Azman.

__ADS_1


“Pak Azman, apakah ada yang tidak saya ketahui, kenapa mereka sampai harus di visum jika memang mereka meninggal dunia akibat jatuh ke jurang.” Ucap Pak Jaja.


“Tidak Pak, ini hanya sebuah ketakutan saya saja, saya hanya takut jika sampai ada manusia jahat yang bekerja sama dengan semua sundel bolong itu dan sampai hati mengambil salah satu organ dari jenazah - jenazah itu pak, tapi kembali lagi ini hanya sebuah ketakutan dari saya oleh karena itu tidak perlu di sampaikan ke pihak kepolisiannya ya.” Ucap Azman.


__ADS_2