Petualangan Misteri Azman

Petualangan Misteri Azman
Penunggu Pantai 4


__ADS_3

“Pak Azman, disinilah tempat selalu terjadi korban, dan sebelah sana satu meter di bawah dinding karang ada lubang yang menyatukan area ini dengan laut, mereka yang tenggelam semuanya tertarik ke laut melalui lubang besar itu, dan sampai sekarang kita belum menemukan jenazahnya.” Ucap salah seorang petugas keamanan pantai bersamaan dengan angin bertiup cukup kencang dan nampak jika ombak juga mulai meninggi.


Ombang yang mulai tinggi itu bahkan sampai mengenai pantai yang banyak orangnya sehingga mereka semua mulai berlarian ke tempat yang lebih tinggi, sementara itu di lokasi Azman ombak tidak mengenai mereka karena terhalang oleh batu karang yang melindungi area itu akan tetapi mereka semua bisa melihat jika air laut yang ada disana mulai bergejolak.


“Ini tidak biasanya dan sepertinya akan ada badai disini, sebaiknya kita semua meninggalkan area ini dan besok pagi kita kesini lagi.” Ucap Pak Deni.


“Baiklah, setidaknya saya sudah mengetahui lokasi ini, dan alam sepertinya sedang tidak bersahabat untuk kita.” Ucap Azman yang melihat ke arah langit yang semakin gelap.


Perubahan cuaca tiba - tiba itu membuat semua orang sedikit panik dan mereka yang ada di pantai memilih untuk meninggalkan pantai karena angin kencang dan ombak itu kini benar - benar membuat pantai tidak nyaman untuk mereka semua.


Azman dan Pak Deni pun berjalan kembali ke arah penginapan sedangkan kedua petugas keamanan pantai memilih untuk pulang karena mereka hanya bekerja pada siang hari saja.


“Pak Deni, apakah disini biasa ada ombak besar seperti ini.” Ucap Azman yang melihat jika kini ombak mulai bertambah tinggi dan dia melihat jika batuan karang setinggi sepuluh meter itu kini mulai terkena ombak.


“Biasanya tidak pernah seperti ini Pak, namun anda jangan khawatir karena villa anda aman, dulu ombak pernah seperti ini dan tidak sampai ke jalan raya atau pun ke villa yang anda sewa.” Ucap Pak Deni sambil terus melangkah meninggalkan lokasi pantai itu.


Sementara itu angin makin bertambah kencang dan suara halilintar juga mulai terdengar oleh mereka semua sehingga malam itu suasana pantai sedikit mencekam untuk mereka semua.


“Saya suka pantai namun tidak suka terkena badai di pantai.” Ucap Azman sambil terus menyeimbangkan langkah kakinya dengan pak Deni yang berjalan cukup cepat untuk orang seusianya.


“Saya juga sama Pak, tubuh tua ini sudah tidak bisa jika terkena air hujan.” Ucap Pak Deni yang semakin mempercepat langkahnya.


Angin semakin bertiup kencang dan kini semua orang memilih untuk meninggalkan lokasi itu, bahkan warung - warung penduduk juga semuanya memilih untuk tutup karena mereka semua tahu bahwa akan terjadi badai di sana.

__ADS_1


“Pak Deni, kita berpisah disini saja dulu ya, kasian istri saya sendirian di villa.” Ucap Azman sesaat setelah mereka memasuki area penginapan.


“Jika ada urgensi hubungi saya saja pak jangan sungkan, ini nomor telepon saya.” Ucap pak Deni sambil memberikan kartu namanya ke Azman.


“Baik Pak.” Ucap Azman sambil menerima kartu nama itu dan berlari ke arah villa yang di sewanya.


Azman terus berlari namun nahas karena hujan mulai turun dengan derasnya dan dia pun menghiraukan hujan tersebut, Azman terus berlari di iringi hujan dan angin kencang serta suara halilintar yang bersahutan.


“Suamiku, kenapa kau malah berlari di hujan badai seperti ini.” Ucap Azizah yang ternyata sedang duduk di teras villa tersebut.


“Aku mengkhawatirkanmu, jadi aku buru - buru kembali kesini.” Ucap Azman sambil mengusap wajahnya yang basah dengan air hujan.


“Kau mandi dulu sana dan berganti pakaian, aku akan membuat air jahe untuk mu.” Ucap Azizah.


Azman hanya mengangguk dan dia langsung masuk ke dalam villa, demikian juga dengan Azizah yang mengikutinya masuk, Azman pun langsung masuk ke kamar mandi sedangkan Azizah memilih untuk langsung ke dapur untuk membuatkan air jahe hangat untuk Azman suaminya.


“Suamiku, kau dari mana tadi.” Ucap Azizah setelah Azman duduk di depannya di kursi ruang tamu itu.


“Tadi aku melihat lokasi tempat para korban berenang dan tiba - tiba alam mulai berubah, jadi aku langsung kembali kesini.” Ucap Azman menjelaskan.


“Kau minumlah dulu air jahe ini agar tubuh mu menjadi hangat.” Ucap Azizah sambil mendekatkan cangkir yang berisi air jahe ke Azman dan dia memang hanya membuat untuk Azman seorang.


“Terima kasih sayangku.” Ucap Azman sambil mengambil cangkir tersebut lalu meminum sedikit air jahe tersebut.

__ADS_1


“Suamiku, jadi apa rencanamu selanjutnya.” Ucap Azizah yang ingin mengetahui apa yang akan dilakukan Azman.


“Sayangku, besok pagi jika cuaca cerah aku akan kesana lagi, aku sedikit penasaran dengan lokasi itu, karena saat aku ada disana aku merasakan adanya kekuatan besar dari kaum mu.” Ucap Azman.


“Suamiku, apa kau yakin itu adalah aura dari kaum ku.” Ucap Azizah.


“Iya, aku sangat yakin karena aku merasakan hal seperti itu saat aku bertemu dengan salah seorang sahabat Daim dulu.” Ucap Azman.


“Baiklah, apa kau ingin aku ikut dengan mu, setidaknya dengan kehadiranku, siapapun kaum ku yang ada disana tidak akan menyakiti mu.” Ucap Azizah.


Azman tidak langsung menjawabnya dan dia pun memilih untuk menghabiskan air jahe tersebut lalu menyalakan sebatang rokoknya.


“Istriku, apa kau yakin akan ikut dengan ku kesana?.” Tanya Azman sambil memandang hangat istrinya itu.


“Iya suamiku, kau tidak perlu khawatir pada dasarnya kekuatanku masih cukup untuk melindungi mu, dan aku sedikit penasaran dengan kaum ku yang ada disini.” Ucap Azizah.


“Baiklah jika demikian besok kita akan kesana jika cuaca sudah kembali cerah pastinya.” Ucap Azman.


“Suamiku terima kasih.” Ucap Azizah yang terlihat gembira karena di perbolehkan ikut esok hari.


“Iya sayangku, lagi pula kau bisa menikmati indahnya pantai juga bukan.” Ucap Azman.


Mereka terus berbincang dan waktu sudah menunjukan jam sepuluh malam namun tidak ada tanda - tanda jika hujan badai akan berhenti, sehingga Azman dan Azizah pun memilih untuk beristirahat.

__ADS_1


Sementara itu di pantai hujan semakin deras dan angin juga bertiup semakin kencang, ombak juga kini semakin tinggi bahkan air laut di pantai umum sudah hampir mengenai jalan utama, sedangkan di pantai yang menjadi halaman rumah Azman kini air laut hampir mengenai teras villa, meskipun masih berjarak dua meter lagi karena lokasi villa yang memang cukup tinggi dari pantai.


Malam itu Azman dan Azizah pun beristirahat dengan nyenyak setelah Azman menunaikan kewajibannya sebagai seorang suami.


__ADS_2