
Malam itu tidak seperti malam yang biasanya terjadi di basecamp karena banyaknya pendaki yang hilang masih dalam kondisi sakit sehingga anggota tim sar lebih fokus untuk merawat mereka.
Tiga puluh menit berlalu dengan cepat dan kini cahaya bulan sudah sepenuhnya menerangi area hutan gelap.
“Azman, pelakunya sudah tertangkap dan sepertinya sebentar lagi semua kebenarannya akan terungkap, sepertinya kita akan ada temannya ke puncak gunung itu.” Ucap Daim yang terdengar hanya oleh Azman seorang.
“Daim apa ini berkaitan dengan temanmu itu?.” Tanya Azman dalam hatinya yang sedang berkomunikasi dengan Daim.
“Sepertinya demikian, karena aku sendiri tidak bisa melacak temanku, ada kekuatan gaib yang menutup area itu, semoga saja ini kabar baik untuk kita.” Ucap Daim.
“Ya semoga saja, jadi aku akan disini saja dulu ya, sambil menunggu kabar dari mu serta pihak kepolisian, jika memang tujuan mereka sama maka sebaiknya aku pergi dengan mereka saja.” Ucap Azman kembali berbicara di dalam hatinya untuk dapat berkomunikasi dengan Daim.
“Itu benar, kau tunggu saja aku akan kesana sebentar lagi ya.” Ucap Daim kembali.
“Oke.” Ucap Azman dalam hatinya kembali bersamaan dengan kembalinya Pak Jaja.
“Pak Azman, maaf membuat anda menunggu lama, saya sengaja menyiapkan semua kebutuhan kemah anda untuk satu malam dan semuanya sudah saya masukkan ke dalam tas saya ini, disini selain tenda ada juga perlengkapan masak dan makanan instan yang bisa anda masak jika malam nanti anda lapar.” Ucap Pak Jaja sambil meletakkan tas ransel yang dia bawa di atas meja.
“Terima kasih Pak.” Ucap Azman sambil mengambil tas ransel besar tersebut dan meletakkannya di dekat kakinya.
“Pak Azman, sepertinya pihak kepolisian tidak mengalami masalah, karena sudah lebih dari setengah jam dan mereka belum meminta bantuan kita.” Ucap Pak Jaja.
“Mereka sudah menangkap pelakunya, dan kita tunggu saja mereka secara resmi melaporkannya kepada Pak Jaja.” Ucap Azman lagi.
__ADS_1
“Oh Iya, jam berapa anda akan berangkat.” Ucap Pak Jaja.
“Saya akan berangkat jika pihak kepolisian sudah mengabari kita perkembangannya Pak, karena jika belum maka akan menjadi beban pikiran saya bukan.” Ucap Azman.
“Ya itu ide yang sangat baik, jangan sampai saat anda pergi nanti, ada masalah kecil dengan mereka yang memerlukan bantuan anda, oh iya anda juga sangat hebat ya, selalu bisa melihat apa yang terjadi dan akan terjadi.” Ucap Pak Jaja.
“Saya kebetulan mendapatkan bocoran saja Pak, namun sebaiknya Pak Jaja tidak saya jelaskan detailnya ya, nanti bisa - bisa bapak kepikiran dan tidak bisa tidur malam ini.” Ucap Azman bersamaan dengan datangnya empat orang anggota tim sar ke tenda komando.
“Mohon maaf komandan, ini kami bawakan makan malamnya.” Ucap salah seorang anggota tim sar dan mereka langsung menyajikan nasi goreng juga kopi dan cemilan yang mereka bawa di atas meja.
“Terima kasih, dan apakah yang lain juga sudah mendapatkan makan malamnya.” Ucap Pak Jaja.
“Siap sebagian besar sudah komandan, dan sisanya sedang di antarkan, tadi kami mendahulukan para korban selamat mengingat mereka masih banyak yang tidak bisa berjalan.” Ucap anggota tim sar itu lagi.
“Bagus, aku suka dengan itu, kalian memang yang terbaik yang kumiliki, ya sudah kembalilah dan lanjutkan sesuai rencana ya.” Ucap Pak Jaja.
“Pak Azman mari kita makan dulu mumpung masih hangat.” Ucap Pak Jaja dan mereka pun langsung menikmati makan malam mereka yang merupakan nasi goreng dengan menggunakan irisan daging sapi yang lumayan banyak.
Keduanya makan dengan sangat lahap dan mereka tidak ada yang berbicara sampai makanan mereka habis dan kini keduanya sudah menyalakan sebatang rokok dan menikmati kopi mereka yang ditemani dengan tahu goreng.
“Pak Jaja, bisa minta hubungi Perwira Kepolisian yang tadi, ini kenapa mereka sangat lama dan belum ada kabarnya.” Ucap Azman.
“Sebentar Pak Azman, biar saya telepon saja biar tidak menjadi pertanyaan banyak orang.” Ucap Pak Jaja yang langsung mengambil ponselnya dan menghubungi Perwira Kepolisian dengan panggilan telepon.
__ADS_1
“Malam Ndan, ini saya sedang jalan menuju tenda komando hendak menemui komandan.” Ucap Perwira Kepolisian itu menjawab panggilan telepon dari Pak Jaja.
“Baguslah jika demikian aku kira ada masalah, ya sudah aku tunggu disini saja.” Ucap Pak Jaja.
“Siap sepuluh menit sampai komandanku.” Ucap Perwira kepolisian itu.
“Oke aku tunggu.” Ucap Pak Jaja yang langsung mengakhiri panggilan telepon itu.
“Pak Azman, sepuluh menit lagi dia sampai sini.” Ucap Pak Jaja sambil menyimpan kembali telepon selulernya di saku celana.
“Baik Pak, jika demikian saya akan menunggunya saja, toh sepuluh menit tidak akan terasa lama bukan.” Ucap Azman sambil mengambil sebuah tahu goreng dan memakannya.perlahan.
“Pak Azman mau tahu gorengnya di bungkus, ini sepiring sudah anda habiskan sendiri sampai saya tidak kebagian.” Ucap Pak Jaja.
“Bapak dari tadi tidak menyentuhnya saya kira Bapak tidak mau, ya saya saja yang menghabiskannya, maklum tadi porsi nasi gorengnya masih kurang Pak, kasihan ini cacing - cacing saya sudah teriak dari sore, namun sekarang mereka sudah diam kok Pak.” Ucap Azman.
“Oh iya saya mau tanya kepada Anda, apakah ada lowongan pekerjaan di rumah sakit anda untuk yang baru lulus, kebetulan keponakan saya tahun ini kan lulus sekolah kedokterannya, namun lokasinya dia di Kota Bandung.” Ucap Pak Jaja.
“Ada, sudah tidak perlu khawatir, nanti kirimkan saja cv nya ke saya dan akan saya kirimkan ke dirut rumah sakit saya yang ada di Bandung, itu perkara mudah keponakan anda kan keluarga saya juga.” Ucap Azman.
“Alhamdulillah, terima kasih banyak Pak, ini benar benar keberuntungan untuk saya, nanti saya akan minta dia membuat cv nya saja dulu jika sudah lulus.” Ucap Pak Jaja.
“Pak Jaja, jika ada anak dari anggota Tim Sar yang mau bekerja juga bisa kok, sudah begini saja saya akan mengabari anak buah saya dan nanti semua keluarga dari Tim Sar cukup melampirkan photo copy kartu tanda anggota mereka saja ya.” Ucap Azman yang langsung mengambil ponselnya dan mengabari Pak Fajar perihal keputusannya itu melalui pesan singkat.
__ADS_1
“Ini suatu keberuntungan lagi untuk kami dari anda, terima kasih banyak pak, anda benar - benar sosok dewa penolong untuk kami semua.” Ucap Pak Jaja.
“Anda jangan seperti itu, kan kita saling kenal dan sudah sepantasnya kita saling membantu bukan.” Ucap Azman yang langsung menghabiskan kopinya dan kembali menyalakan sebatang rokoknya.