
“Saya mendapatkan masukan yang bagus lagi dari Pak Azman, inilah kenapa saya sangat mengagumi sosok pemuda seperti anda yang berpikiran luas dan maju.” Ucap Pak Jaja dan mereka berdua terus berbincang sampai wanita pemilik toko perhiasan itu datang kembali.
“Bapak - Bapak mohon maaf menunggu lama karena kami harus mempersiapkan ini agar jadi spesial, semoga ini bisa membuat anda senang.” Ucap Wanita pemilik toko sambil meletakkan hantaran pernikahan yang terlihat sangat bagus dan mewah yang berisi perhiasan emas berlian yang telah di pilih oleh Azman serta beberapa goody bag di atas meja.
Azman pun membayar semua belanjaannya itu dengan cara melakukan transfer karena memang dia tidak membawa uang tunainya dan mereka pun tidak lama kemudian meninggalkan toko perhiasan itu, kembali menuju ke villanya.
“Pak Azman, kita akan langsung pulang atau anda masih ada tujuan lain?.” Tanya Pak Jaja sambil mengemudikan mobilnya itu.
“Kita langsung pulang saja pak, waktu berjalan sangat cepat dan sekarang juga sudah sore, saya tidak enak membiarkan orang tua kami menunggu lama, dan juga kan masih banyak yang harus di siapkan.” Jawab Azman yang asik menikmati pemandangan sambil menghisap rokoknya.
“Itu benar, namanya akan menikah, dan biasanya yang lama itu adalah proses make upnya pak.” Ucap Pak Jaja.
“Itukan jika full make up Pak, tadi saya sudah menyampaikan ke pihak penyelenggara jika untuk make up tidak perlu wah dan secukupnya saja, toh calon istri saya tanpa make up saja sudah cantik, saya malah tidak ingin make upnya sampai membuatnya jadi aneh.” Ucap Azman.
“Benar itu, kadang ada wanita yang aslinya cantik namun karena salah make up jadi terlihat kurang cantik Pak.” Ucap Pak Jaja.
__ADS_1
Pak Jaja terus mengemudikan mobilnya dan tidak membutuhkan waktu lama mereka pun sampai di Villa yang di sewa oleh Azman, dan disana nampak sudah ada banyak mobil yang terparkir.
Pak Jaja pun ikut turun dan membantu membawakan perhiasan yang di beli Azman namun dia tidak lama karena waktu sudah sangat mendesak dan dia harus menjemput penghulu dan orang - orang kantor urusan agama, ini dia lakukan karena dia tidak ingin sampai mereka terlambat dan membuat pernikahan Azman jadi terhambat.
Azman sendiri langsung bercengkrama dengan orang tuanya dan juga orang tua dari Azizah, dan kini Daim tidak lagi bersembunyi namun menggunakan sosok manusianya yang nampak seumuran dengan Azman, dan Azman mengenalkan Daim sebagai sahabatnya ke kedua orang tuanya, selain sebagai Paman dari Azizah.
Pihak dari salon pun terlihat sudah sampai dan sibuk dengan persiapan dari Azizah, karena pihak salon ingin memberikan pelayanan terbaiknya dan juga menjadikan Azizah nampak lebih cantik lagi dengan make up yang sangat minimal.
Waktu berjalan dan kini semuanya sudah berada di taman itu dan prosesi akad nikah pun berjalan dengan khidmat, tidak ada gangguan apapun dengan disaksikan oleh rekan - rekan Tim Sar dan pihak keluarga Azman yang memang sengaja datang dengan undangan dari orang tua Azman.
Waktu kembali berlalu dan malam itu Azman dan Azizah pun tidur bersama, Azman pun menunaikan kewajibannya karena memang dia dan Azizah kini sudah sah suami istri.
Matahari pagi bersinar terang dan Azman bersama dengan Azizah juga sudah duduk bersama di teras villa mereka menunggu kedatangan dari Pak Jaja serta yang lainnya karena informasinya pagi ini mereka akan kembali ke Jakarta untuk kembali bekerja dan tidak lama kemudian Pak Jaja beserta rombongan pun datang, mereka langsung berpamitan karena mereka di kejar waktu, mengingat ada banyak pekerjaan yang harus mereka kerjakan segera.
“Suamiku, apa rencanamu?” Ucap Azizah setelah mereka melepas kepergian Pak Jaja dan yang lainnya.
__ADS_1
“Kita juga akan meninggalkan villa ini, kan kita akan berjalan - jalan keliling Indonesia ini, namun aku harap mulai sekarang kau tetap menghilangkan aura Jin mu ya, biarkan saja jika ada makhluk gaib yang datang atau berada di lokasi tujuan kita nanti, selama mereka tidak mengancam nyawa maka biarkan saja.” Ucap Azman sambil berjalan menuju villa kembali, karena meskipun mereka sudah membereskan semuanya Azman ingin mengecek agar tidak ada barang yang tertinggal disana.
“Iya, aku akan menjadi manusia seutuhnya untuk mu, dan jika nanti ada kesempatan aku harap kita ke Bandung ya, aku ingin melihat rumah baru ayah dan ibuku, serta melihat toko perhiasan mereka.” Ucap Azizah sambil berjalan di samping Azman.
“Tentu saja, nanti kita akan kesana, dan aku semalam sudah menyampaikan juga ke ayahku, untuk membesarkan bisnis perhiasan ayahmu, jadi nantinya mereka akan bekerja sama, dengan banyaknya koneksi ayahku maka tidak menutup kemungkinan akan banyak toko perhiasan ayahmu di luar negeri nantinya, sekarang kita periksa villa ini sekali lagi dan kita pastikan tidak ada barang kita yang tertinggal ya, aku tidak ingin ada satupun barang tertinggal disini.” Ucap Azman bersamaan dengan mereka berdua memasuki villa itu.
Azizah hanya mengangguk dan memeriksa kembali kamarnya, dan juga semua area villa itu, mereka tidak lama di dalam villa, setelah memastikan semuanya tidak ada yang tertinggal mereka pun langsung menuju ke mobil dan Azman tidak langsung meninggalkan villa namun mereka menuju ke kantor pemasaran dan mengembalikan kunci villa, lalu meninggalkan lokasi itu dan menuju ke arah pantai selatan kembali sesuai dengan rute perjalanan Azman sebelumnya.
“Suamiku, aku mengantuk.” Ucap Azizah yang duduk di kursi penumpang depan.
“Sayangku tidurlah dulu, untuk sampai ke jalan pantai selatan masih dua jam lagi kok, dan jika nanti aku sudah menemukan lokasi yang cocok untuk kita singgahi maka aku akan membangunkan mu.” Ucap Azman sambil tetap mengendalikan laju mobilnya dan mobilnya itu pun melaju dengan kecepatan rendah karena jalanan cukup padat dengan kendaraan lain.
“Iya sayangku.” Ucap Azizah yang langsung memejamkan matanya dan mulai tidur.
“Semoga semuanya lancar ya sayangku, dan kita tidak mendapatkan gangguan yang berat di perjalanan, aku tidak ingin kau menggunakan kekuatanmu dan berkeliling Indonesia dengan mu kini akan menjadi perjalanan penuh warna untukku.” Ucap Azman dalam hatinya sambil melirik wajah cantik Azizah yang sudah sah menjadi istrinya itu.
__ADS_1
Mobil Azman terus melaju meskipun pelan karena padatnya jalanan namun Azman terlihat sangat menyukainya, dan sesekali dia melirik wajah cantik istrinya itu untuk menghilangkan kejenuhannya.